Lontara Bilang (catatan harian raja) merupakan naskah yang biasanya ditulis langsung oleh raja (penguasa) yang bersangkutan atau ditulis oleh orang-orang di sekitar raja. Isi naskah Lontara Bilang berisi catatan peristiwa yang tersusun sangat rinci berupa informasi nyata berdasarkan fakta/kejadian yang sebenarnya yang berlangsung pada saat itu, seperti hari, tanggal, bulan, dan tahun Masehi maupun Hijriah.
Catatan peristiwa di dalam Lontara Bilang bukan hanya memuat keterangan tentang kunjungan dan kematian, tetapi juga kelahiran, perkawinan dan peristiwa lain di kalangan keluarga raja. Selain itu urusan kenegaraan, ekspedisi perang, perjanjian, peristiwa tentang gejala alam yang dianggap luar biasa (gempa bumi, gerhana matahari/bulan).
Buku LONTARA BILANG (CATATAN HARIAN) RAJA BONE KE-16 LA PATAU MATANNA TIKKA WALINONOE MATINROE RI NAGAULENG (JANUARI 1692 - SEPTEMBER 1714) berisikan naskah India Office Library (IOL) Bugis dalam bentuk manuskrip yang ditulis dalam aksara lontara. Naskah ini memuat secara lengkap informasi sejarah penting dalam kurun waktu (tahun 1692 - 1714) pada masa pemerintahan Arung Palakka sampai La Patau Matinroe ri Nagauleng.
Di dalam naskah ini terdapat dua peristiwa penting dalam kurung waktu tahun 1692-1714 yakni: 1) wafatnya Arumpone (raja Bone) Arung Palakka Petta To Risompae; 2) suksesi/pemilihan La Patau Matinroe ri Nagauleng menjadi raja Bone menggantikan pamannya.
Selain itu ada berbagai macam peristiwa yang melibatkan banyak orang atau lebih bersifat umum dan mencakup bidang yang luas karena isinya bukan hanya berisikan peristiwa sehari-hari, seperti jalan-jalan, berburu rusa, menyambung ayam dan lain-lain. Selain itu, berisi catatan peristiwa yang bersifat politis dan diplomatis. Beberapa peristiwa-peristiwa berikut:
- Musyawarah dalam pengambilan keputusan. Dalam naskah ditandai dengan adanya kata "nasitudangeng" yang artinya duduk bersama untuk membicarakan sesuatu.
- Raja berhak menetapkan dan memutuskan bahwa seorang yang berbuat kejahatan menjadi terpidana mati. Dalam catatan harian ini ada tiga peristiwa yang dicatat yang berkaitan dengan orang yang dibunuh karena perintah raja. Dalam naskah ditandai dengan adanya kalimat "kuassuro mpunoi”.
- Peristiwa perang dan penguasaan atas wilayah kerajaan lain. Dalam catatan harian ini disebutkan peristiwa penyerangan Bone terhadap Toraja dan Mandar yang dipimpin langsung oleh penulis dalam hal ini La Patau Matanna Tikka' MatinroƩ ri Nagauleng.
Selanjutnya, Lontara Bilang IOL Bugis juga berisi hal-hal yang berkaitan dengan diri pribadi dan keluarga. Di samping itu, aktivitas yang berhubungan dengan ritual atau upacara, yaitu ritual yang berhubungan dengan ibadah dan ritual yang berhubungan dengan pesta. Adapun ritual yang berhubungan dengan ibadah adalah: 1) awal bulan Ramadhan (puasa pertama); 2) hari raya Idul Fitri, Idul Adha; 3) Maulid Nabi Muhammad S.A.W; 4) dan perayaan hari Asyura.
Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Penyusun: Basiah
Penerbit: Perpusnas Press
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2019
ISBN: 978-623-200-106-0





.jpeg)



.jpeg)






.jpeg)




