April 30, 2024

Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Makassar-Bugis di Pantai Utara Australia

Peta Asia Tenggara yang dibuat orang Bugis kira-kira pada tahun 1828 memberi kesan betapa jauh dan luas wilayah pelayaran orang-orang Bugis dan Makassar pada waktu itu. Pada peta yang pernah diterbitkan C.C.F.M. Le Roux pada tahun 1935, di bagian Utara Australia masih terbaca bagian kata "ge" yang menurut Prof. Dr. A. A. Cense selengkapnya harusnya berbunyi "Marege", yaitu nama penduduk Australia Utara seperti yang dikenal dalam bahasa Makassar dan Bugis.

Hubungan antara Sulawesi Selatan dan tanah Marege inilah yang juga menjadi sejarah dan kebudayaan maritim Indonesia, misalnya terkait dengan pengumpulan dan perdagangan teripang yang memegang peranan penting dalam lalu lintas maritim di Asia Tenggara pada masa lampau. 

Buku Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Makassar-Bugis di Pantai Utara Australia oleh A.A. Cense tentang pelayaran orang Indonesia ke Australia dalam sebuah catatan Alexander Dalrymple dari tahun 1768. Menemukan sesuatu yang mungkin dapat menunjukkan tentang adanya hubungan yang terjadi kira-kira pada tahun 1645, orang-orang Belanda menemukan, bahwa orang-orang Makassar agak sering juga datang dipulau-pulau yang letaknya di sebelah Tenggara, Selatan dan Timur pulau Banda untuk berdagang. 

Selain itu juga tulisan yang berjudul Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Indonesia di Australia oleh H. J. Heeren yang membahas salah satu peristiwa yang lain juga terjadi di pulau Brouse (sebuah pulau kecil yang terletak di pantai Barat Australia, di mana tinggal beberapa orang nelayan bangsa Indonesia. Ini juga membuktikan adanya hubungan yang telah berlangsung lama antara nelayan-nelayan penangkap teripang yang asalnya Makassar dan Bugis dengan pantai Barat Australia sehingga memberikan pengaruh penting terhadap kebudayaan penduduk asli Australia.

Seorang pengelana berbangsa Inggris Sir Metthew Flinders yang pertama kali menjumpai pelaut Indonesia yang pertama mencapai pantai Australia, untuk menangkap teripang. Selain itu juga pada tanggal 17 Februari 1803 di Kepulauan English Company, ia bertemu dengan enam buah perahu layar Makassar yang dipimpin seseorang yang bernama Po Bassu. Menurut Po Bassu, pelayaran tersebut dimulai kira-kira sejak 20 tahun sebelum itu (terjadi pada tahun 1780), disebabkan oleh karena ada sebuah perahu yang hanyut dari dangkalan Sahul. 

Tulisan ini memberikan gambaran tentang masuknya beberapa unsur kebudayaan Indonesia (Makassar) ke dalam kebudayaan Australia. Sebaliknya: tentang pengaruh kebudayaan Australia terhadap kebudayaan Makassar tidak dapat diketahui. Unsur-unsur kebudayaan yang diterima seperti: kano dari batang pohon, kapal besi, pipa; dibidang kebudayaan rohaniah: bahasa (setidaknya beberapa patah kata), beberapa upacara pemakaman, pembuatan patung-patung kayu dan lukisan-lukisan di atas kulit kayu dengan lukisan-lukisan Makassar. 

Sebab tidak ditemukan pengaruh kebudayaan Australia karena kurang eratnya hubungan, baik dari sudut waktu dan sudut ruang. Sebab lainnya karena kecilnya penguasaan satu terhadap yang lain, tetapi terlalu besar untuk mengarah kepada peleburan yang lebih intensif.


Pelayaran dan Pengaruh Kebudayaan Indonesia di Australia
Penulis: A. A. Cense, H.J. Heeren
Penerbit: Bhratara
Tempat terbit: Jakarta
Tahun Terbit 1972

* Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar



BERANI BERKERINGAT, Richard Dickinson Jr.

 Oleh : Gian Valeri Katadallola 

Sinopsis Buku " BERANI BERKERINGAT " karya Richard Dickinson Jr. 









Judul : Berani Berkeringat

Penulis : Richard Dickinson Jr.

Penerbit : Sinar Harapaan

Tahun Terbit : 1982

Jumlah halaman : 177

Penerjemah : Dr. W.B. Sidjabat

Buku yang berjudul berani berkeringat merupakan buku yang diterjemahkan dari buku Line and Plummet yang terbit pada tahun 1968 karya Richard Dickinson Jr. Dalam buku Line and Plummet berisi pemikiran-pemikiran dalam rangka Pembangunan, khususnya dicetuskan juga bagaimana pemikiran mengenai peranan gereja-gereja Kristen dalam perkembangan sosial ekonomi pada negara-negara yang sedang berkembang. Dijelaskan bahwa ada tiga pandangan pokok mengenai peranan gereja pada pembangunan :

1.       - Situasi dunia mengenai keadaan yang kurang baju

2.       - Beberapa persoalaan dan pandangan teologia

3.       - Penelitian mengenai implikasi-implikasi dari situasi sekarang ini untuk kehidupan dan tindakan gereja-gereja.

Dalam buku ini juga disajikan data-data mengenai pembangunan yang merupakan hasil riset lapangan diasia yaitu ISS-FERES dan SASP, begitu  juga diindonesia dibentuk tim peneliti yakni Bernama Team Proyek Fajar. Buku ini terdiri dari 6 (enam) Bab 177 halaman, pada bab 1 berisi keprihatinan manusia zaman sekarang terhadap pembangunan, pada bab 2 dijelaskan tujuan pembangunan, bab 3,4,5 keterlibatan gereja-gereja dalam pembangunan.

Sedikit informasi bahwa buku terjemahan yang berjudul berani berkeringat ini merupakan edisi kedua dari terbitan buku edisi pertamanya yang telah habis terjual, pada edisi kedua telah hadir dalam terjemahan Belanda, Prancis, Portugis, Spanyol dan Indonesia.

Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin KM. 7 Kota Makassar.

April 26, 2024

Silariang, Siri' Orang Makassar

 


Judul:                         Silarian, Siri’ Orang Makassar

Penulis:                      H.M. Natzir Said

Editor:                        Rosmawati N. Bachtiar

Penerbit:                    Pustaka Refleksi

Tahun Terbit:              2005

Jumlah Halaman:        86

ISBN:                        979-3570-08-3

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Isi Resensi:

Buku kecil ini ditulis oleh seorang tokoh akademisi Sulawesi Selatan yaitu Mr. Dr. H. Muhammad Natzir Said. Beliau adalah mantan Rektor Universitas Hasanuddin, juga pernah menjadi Presiden Komisaris Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan. Semasa muda tergabung dalam Kesatuan Harimau Indonesia bersama Wolter Mongisidi dan Emmy Saelan dan penerima penghargaan Bintang Gerilya dari Presiden Republik Indonesia. Jabatan beliau yang terakhir adalah Rektor Universitas Satria Makassar.

Buku ini, aslinya adalah buku lama terbitan tahu 1962, yang kemudian diterbitkan ulang oleh penerbit Pustaka Refleksi yang mengkhususkan penerbitan lokal Sulawesi Selatan. Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk memperkaya bahan rujukan (referensi) yang bertema Siri’ yang terkait perkawinan pada etnis Makassar. Penulisan buku ini menggunakan bahan rujukan dari buku buku berbahasa Belanda yang membahas tentang budaya masyarakat Makassar.

Buku ini salah satu diantara sedikit buku yang membahas tentang Siri’ khususnya yang terkait dengan Perkawinan dalam kehidupan masyarakat etnis Makassar. Diungkapkan dalam buku ini, bahwa Siri’ yang terjadi dalam suatu kemelut perkawinan, dapat menimbulkan konflik diantara kedua pihak (pihak laki laki dan pi, yang tidak jarang menimbulkan pertumpahan darah dan korban jiwa. Biasanya pihak perempuan yang merasa dipermalukan yang terkadang bertindak menghilangkan nyawa pihak laki laki.

Dibahas dalam buku ini jenis jenis perkawinan yang dapat menimbulkan Siri’ yaitu Perkawinan lari (Silariang, Nilariang dan Erangkale), Tonipakateang, dan Salimara. Beberapa penyebab terjadinya Silariang (Kawin Lari) yaitu: perbedaan derajat kebangsawanan atau keturunan, perbedaan tingkat ekonomi, dan perempuan yang tidak mau dijodohkan denagn orang lain karena telah memiliki pujaan hatinya sendiri.

Diuraikan pula dalam buku bahwa meskipun sulit, kadang kadang terjadi perdamaian antara Tomasiri’ (pihak yang dibuat malu) dengan Tomanyalla (pihak yang membuat malu, pihak laki laki yang melarikan anak perempuan). Proses perdamaian ini disebut A’baji. Yang berinisiatif mendamaikan biasanya adalah kepala Kampung, atau golongan bangsawan di kampung, atau imam desa/kampung.

Ketika kesepakatan perdamaian telah tercapai maka pihak laki laki harus menyediakan Sunrang dan Pappasala. Kehadiran Kepala Kampung dan tersedianya Sunrang dan Pappasala merupakan pertanda perdamaian antara kedua pihak telah tercapai. Dengan selesainya acara perdamaian, biasanya pernikahan akan berlangsung lancar, aman dan damai. Itulah yang diharapkan oleh kedua belah pihak, terutama pihak laki laki.

Bagian akhir buku ini adalah daftar pustaka yang sebagian besar buku buku berbahasa Belanda, lalu biografi singkat penulis (H.M. Natzir Said) dan putri beliau (Rosmawaty N. Bachtiar) yang merupakan Editor edisi terbitan baru ini.

Buku ini cukup menambah wawasan kita tentang budaya Siri’ dikalangan masyarakat Bugis dan Makassar. Pembahasannya cukup lengkap meskipun tentu tetap ada kekurangannya.

Dalam buku ini kurang informasi tentang kisah nyata peristiwa Silariang. Padahal kalau saja ada contoh nyata kisahnya, tentu akan lebih menarik bagi pembaca. Nama nama pelaku dan korban bisa disamarkan, yang penting bahwa ada pernah kejadian pembunuhan akibat Siri’ karena peristiwa Silariang. Buku ini juga kurang illustrasi foto pendukung. Salah satu hal yang menarik dari suatu buku adalah adanya illustrasi foto atau gambar yang menarik.

Buku Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



CeritaTentang JK

 


Judul:                         #JK75 Cerita Tentang Kalla

Penulis:                      Tim Wartawan Wapres 2017

Editor:                        Adi Sulhardi & Buyung Wijaya Kusuma

Penerbit:                    Kompas

Tahun Terbit:              2017

Jumlah Halaman:        xvi + 168

ISBN:                        978-602-412-266-9

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Isi Resensi:

Menjelang hari ulang tahun ke-75 Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil pak JK, sekelompok wartawan yang khusus bertugas di kantor Wakil Presiden yang waktu itu dijabat oleh pak JK, menerbitkan buku ini. Ada 22 orang wartawan muda yang terkadang memanggil pak JK dengan panggilan “Opa” yang bertugas di kantor Wakil Presiden waktu itu. Keduapuluh-dua orang inilah yang menuliskan dan mengumpulkan pengalaman mereka selama berinteraksi dengan pak JK selama masa jabatan beliau sebagai Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Buku ini sangat menarik dibaca, karena berisi pengalaman pengalaman pribadi para wartawan dalam meliput semua kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada pengalaman lucu, jenaka dan kadang mengharukan. Selain tulisan ringan para wartawan, juga ada kesaksian atau testimony orang dekat beliau. Ada ulasan dari Husain Abdullah, juru bicara pak JK pada masa beliau menjabat Wakil Presiden, ada juga tulisan dari Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi, keduanya kita kenal sebagai Jurnalis Televisi yang dikenal luas di masyarakat.

Terdiri dari 5 bagian utama, diawali dengan sepatahkata dari penulis dan dari jurnalis televisi. Kemudian kelima bagian utama tersebut yaitu :

ü  -Masa Lalu Seorang Jusuf Kalla

ü  -Jusuf Kalla Bersama Keluarganya

ü  -Jusuf Kalla dan Gaya Hidupnya

ü  -Kala Jusuf Kalla di Pemerintahan

ü  -Dari Jusuf Kalla untuk Indonesia dan Dunia

Dari setiap bagian inilah ada tulisan para wartawan Istana Wakil Presiden. Ada kisah tentang pak JK ketika masih muda kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada tahun 1960-an dan menjadi asisten dosen dari pak Ambar, sementara itu pak Ambar, adalah asisten dosen dari pak Muhammad Hatta (Bung Hatta) yang waktu itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden.

Peran pak JK dalam mengatasi berbagai konflik ditanah air dan dunia juga ada dikisahkan dalam buku ini. Mulai dari konflik Ambon, Poso, dan persoalan  Aceh dengan GAM-nya. Pengalaman menjadi host sebuah Talk-Show di salah satu stasiun Televisi, yang berjudul “Talk Show Jalan Keluar” juga dibahas dalam buku ini. Ada juga tentang persahabatan beliau dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Najib bin Tun Abdurrazak yang berdarah Makassar.

Muhammad Jusuf Kalla akan selalu jadi tokoh paling menarik untuk diwawancarai dalam situasi apa pun. Bukan saja karena jejek pengalamannya tetapi karena gayanya yang ringan dan apa adanya.” Itulah kata kata Najwa Shihab dalam buku ini.

Muhammad Jusuf Kalla, orang Bugis dan tokoh dari Sulawesi Selatan, seorang pengusaha yang menjadi Wakil Presiden dua kali dengan Presiden yang berbeda. Pernah menjadi juru runding untuk mengatasi konflik konflik, baik di negeri sendiri maupun dinegara tetangga. Sampai sekarang masih menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesi (PMI) dan kegiatan sosial lainnya.

Buku ini diakhiri dengan nama dan foto para penulis (wartawan) yang menyumbangkan tulisannya di buku ini, dan juga ada indeks yang disusun secara alphabetis sesuai topik yang dibahas. Indeks ini memudahkan pembaca dalam mencari topik apa saja yang ingin dibaca dalam buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan foto illustrasi berwarna berbagai kegiatan pak JK selama menjabat sebagai Wakil Presiden.

Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena cukup lengkap membahas tentang pak Jusuf Kalla selama menjabat sebagai Wakil Presiden. Pembaca dengan mudah dapat memahami segala seluk beluk dan hiruk pikuk kehidupan seorang Wakil Presiden, dari buku ini. Namun buku kurang membahas tentang kehidupan pribadi pak JK, misalnya hidupnya semasa kecil, pengalaman hidupnya, jabatan jabatan yang pernah di emban dan lain lain. Buku ini kuran menarik dari segi sampul yang hanya hitam putih, dan tidak banyak gambar atau illustrasi penghias halaman buku. Mungkin karena memang buku ini ditulis oleh wartawan yang bertugas di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu.




Rahmatan Lil Alamin, Indahnya Berbagi 40 Kisah Inspiratif Hidup Bersama

 


Judul:                          Rahmatan Lil Alamin, Indahnya Berbagi 40 Kisah                                                 Inspratif Hidup Bersama

Penulis:                       Shaifuddin Bahrum

Penerbit:                     Yayasan Baruga Nusantara

Tahun Terbit:              2013

Jumlah Halaman:        viii+141

ISBN:                         978-979-97969-9-8

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Isi Resensi:


Jika anda berteman dengan penulis buku ini di media sosial Facebook, beberapa tahun silam, maka anda tentu pernah membaca rankaian (seri) tulisan yang berjudul “Rahmatan Lil Alamin” di dinding (wall) Facebook-nya. Ya, Shaifuddin Bahrum, penulis buku ini yang berpulang ke rahmatullah pada Januari 2020 lalu, selalu menuliskan kisah kisah inspiratif pada dinding Facebooknya. Berbagai peristiwa yang dialaminya, ditulis dan dibagi di media sosial. Peristiwa peristiwa yang dianggapnya inspiratif, mempunyai hikmah, dan mampu menggugah pembaca, akan dibagikannnya di Facebook.

Terdiri dari 40 kisah inspiratif, diawali dengan kata pengantar dari penerbit, dan juga kata pengantar dari Dr. Nunding Ram dan Pengantar dari penulisnya sendiri. Kemudian kisah pertama tentang kebiasaan ibundanya memberi makan kucing kucing liar yang ada disekitar rumahnya. Ada juga kisah tentang Mas Sugio, seorang penjual bakso yang menjadi donatur tetap sebuah Panti, dan kisah kisah menarik lainnya. Semua kisah kisah itu memberi inspirasi bagi pembacanya.

Shaifuddin Bahrum juga seorang sosiolog yang banyak mengkaji tentang suku Tionghoa di Indonesia khususnya di Makassar. Sebagian tokoh Tionghoa yang dikenalnya juga ditulis dalam kisah inspiratif di buku ini. Sebagian nama disebutkan dengan jelas namun sebagian lagi disamarkan. Sebagai seorang penulis tentu beliau mengerti betul yang mana yang mesti disamarkan, mungkin atas permintaan nara sumbernya, namun kisah kisah itu tetap mampu menginspirasi bagi pembacanya.

Inti dari buku ini adalah bahwa kita semua sebagai individu haruslah menjadi rahmat bagi seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin), dan tidak menjadi seorang yang dimusuhi dan menjadi bencana bagi orang lain. Untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam, maka kita mesti berbuat baik. Berbuat baik kepada manusia tanpa memandang etnis (suku) , ras dan agamanya. Bahkan manusia sebagai mahluk Allah yang memiliki akal dan budi pekerti, tak hanya berbuat baik kepada sesama manusia tetapi juga kepada mahluk Allah yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Ada beberapa contoh kebaikan kepada hewan dikisahkan dalam buku ini.

Desain cover bukunya juga menarik, terdiri dari gambar bunga bunga matahari dan lebah madu yang mendapatkan sari pati dari bunga matahari tersebut. Bunga matahari merupakan rahmat bagi para lebah yang mengisap sari sari pati bunga yang kemudian akan dikumpulkan dan dijadikan madu yang kemudian menjadi rahmat bagi umat manusia.

Buku ini merupakan kumpulan kisah kisah inspiratif yang diambil dalam kehidupan sehari hari penulisnya. Kisah kisahnya dituliskan dan pembaca dapat mengambil inspirasi dan hikmah dari buku ini. Akan lebih baik seandainya, penulis, menuliskan hikmah atau kebijakan yang dapat dipetik, secara terpisah, pada bagian akhir tulisan. Dengan demikian, pembaca dengan mudah dapat mengambil hikmah dan kebijakan dari kisah kisah tersebut.

Buku ini telah mengabadikan nama Shaifuddi Bahrum, yang meskipun jasadnya sudah tiada, namun pemikiran pemikirannya masih bisa kita baca dan nikmati. Kisah kisah yang dulu ditulisnya di dinding media sosial Facebooknya, kini telah di bukukan dan dapat dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat. 



SERI KISAH JENAKA SARAF MAKNA

 Oleh Shirce Upe Tandi





Penerbit : Erlangga

Penulis : Dhuroruddin Mashad

Editor : Singgih Agung S.sos.

Desain sampul : Ricky Kartono

Dicetak : PT Gelora Aksara Pratama

 

Kisah-kisah jenaka yang di tampilkan dalam buku ini mengisahkan pengalaman jenaka sosok utama Bernama Nasiruddin Hoja. Sosok utama itu termasyur akan kejenakaannya dalam menyikapi suatu persoalan.Kisah bagaimana Naisruddin Hoja menyikapi atau menghadapi suatu persoalan , baik yang aneh maupun yang menegangkan, secara menarik diceritakan Kembali oleh penulisnya dengan kalimat yang mengalir dan enak dibaca.Cara-cara Nasiruddin Hoja menyelesaikan persoalan yang sering di luar dugaan dan ukuran kenormalan manusia biasa dipaparkan dengan apik dan pas.

Intinya si pencerita mengisahkan seorang kikir di suatu masa. Syahdan hiduplah seorang anak manusia yang dilingkungannya di beri Parapan bin sebutan Si Bahkil.Maklum, lelaki usia baya ini amit-amit sifat pelit bin meditnya.Tak secuil pun harta yang dipunyainya perna disedekahkan, karena khawatir akan mengurangi kekayaan yang dia kumpulkan.

Suatu masa,desa tempat tinggal di Bahkil(Pelit) dilanda paceklik.Masyarakat banyak yang mengalami kecingkrangan sulit mencari penghidupan.Dalam situasi seperti ini,tak sedikit pengemis wira-wiri(bolak-balik) minta sedekah kepada orang yang dianggap memiliki kelebihan materi. Tak terkecuali Si bahkil, ia juga menjadi sasaran pengemis. Meskipun penduduk miskin kota rata-rata tahu tabiat si Bahkil , namun paceklik memaksa mereka tetap mencoba meminta kepadanya,barangkali dalam situasi begini Si Bahkil bisa tertekuk hati.

Buku ini adalah salah satu koleksi Layanan Iptek Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin KM. 7 Kota Makassar.

 

 


POLITIK, BIROKRASI dan PEMBANGUNAN

 Oleh Gian Valeri Katadallola 

 Sinopsis Buku " Politik, Birokrasi dan Pembangunan " 


 

 


 





 

Judul : Politik, Birokrasi dan Pembangunan

Penulis : Dr. Mohtar Mas'oed

Penerbit : Pustaka Pelajar

Tahun Terbit : 1994

Jumlah Halaman : 185

ISBN : 979-8581-10-5

 

Buku yang berjudul Politik, Birokrasi dan Pembangunan yang tulis oleh Dr. Mohtar Mas’oed bermula sebagai makalah yang ditulis untuk keperluan yang berbeda-beda. Sebagian besar lahir di ruang seminar, beberapa di dalam ruang kelas, beberapa sudah di terbitkan sebagai artikel dalam jurnal. Semuanya di satukan dalam buku ini.

Tema sentral yang dituliskan dalam buku ini masalah pemberdayaan rakyat sebagai tujuan pokok pembangunan dan tantangan serta dilema yang dihadapinya, dan bagaimana proses politik dan kebijakan yang berurusan dengan Pembangunan sseharusnya didasarkan pada pertimbangan pemberdayaan rakyat.

Pada Bab 1 dijelaskan proses indentifikasi persoalan politik pembangunan dan dilemma-dilema yang dilingkupinya, pada Bab 2 dijelaskan bagaimana pendukung pendekatan moral sebagai panglima yang menegaskan pemerataan ssebagai persoalan utama tidak banyak memperoleh persoalan politik, pada Bab 3 dan 4 menjelaskan argument bahwa hambatan utama terhadap upaya pemberdayaan rakyat itu terutama datang dari karasteristik birokrasi dan aparat negara yang lebih mengutamakan tujuan peningkatan pertumbuhan ekonomi, pada Bab 6 dijelaskan lebih spesifik argument yang sama diungkapkan dalam pembahasan mengenai korporatisasi dan birokratisasi politik pedesaan, pada Bab 5 dan 8 dijelaskan pembahasan mengenai pengalaman afrika dan india dalam menangani persoalan peran negara dan kelas dalam proses Pembangunan dan pada bab 7 dan 9 diangkat dua pembahasan mengenai kemiskinan dan korupsi.

Buku ini terdiri dari 185 halaman dan 9 Bab yang semua pembahasan pada Babnya membahasa bagaimana proses Pembangunan melibatkan proses politik dan birokrasi didalamnya. Buku ini adalah salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin KM. 7 Kota Makassar.

ANAK KEMBAR EMPU SWASTI

 Oleh Shirce Upe Tandi


    


Diedit oleh : Vrisaba

Penerbit : Cv. Pionir Jaya Bandung

Cetakan pertama : Agustus 1992

Cover design : J. Rio Purbaya

Ilustrasi cover : Mar

Ilustrasi isi : Santi Shiba

Cerita rakyat dari Bali ini, mengisahkan tentang dua orang anak kembar, Putera I GEDE SWASTI,seorang EMPU yang terkenal kedua anak kembar itu, ternyata tidak memiliki watak dan kerangai yang sama mereka satu sama lain sangat berbeda,hanya perawakan dan wajahnya saja yang benar-benar serupa.

Yang satu taat dan patuh kepada orang tua, tidak manja, pemaaf serta penyabar.Yang satu lagi keras kepala, suka membangkang, kurang mempunyai kesabaran, tinggi hati, dan selalu ingin di istimewakan.Dalam jalur kisahnya, kedua anak kembar itu tentu saja mengalami liku-liku hidup yang berbrda pula sesuai dengan perangai dan tingkah lakunya, yang kemudian menuntun serta membentuk jati dirinya masing-masing.

Sebuah cerita yang cukup menarik, walau memang sangat sederhana dan masih penuh dengan keterbatasan tetapi mengandung unsur Pendidikan, bahwa perangai yang baik, pasti akan membuahkan keberhasilan yang gemilang,sebaliknya, yang buruk akhirnya akan membawa bencana menghantarkan ke jalan gelap dan buntu.

Empu Swasti Juga tentu memahami dan mengetahui benar segala kekurangan serta kelebihan watak kedua anak kembarnya itu.Beliau Tidak bosan-bosannya berusaha agar keduanya seimbang,sama-sama berperangai baik .Namun ternyata itu tidak mudah, sangat sulit.Bukan saja karena I Wayan tirta berwatak agak manja  dan selalu menang enak sendiri, dan diistimewakan,tetapi I Made Sangkara memang suka mengalah,mau menerima apa adanya,dan sebagainya.Yang rupanya sudah merupakan watak pembawaan sejak dari lahir atau bahkan kemungkinan sejak dari dalam kandungan.Ya semua itu sudah menjadi ciri masing-masing pribadi,pembawaan alami.

Buku ini adalah salah satu koleksi Layanan Iptek Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin KM. 7 Kota Makassar.

 

 



April 25, 2024

DEMOKRASI 80 TANYA-JAWAB, David Beetham & Kevin Boyle

 Oleh Gian Valeri Katadallola 

Sinopsis Buku " Demokrasi 80 Tanya-Jawab " 











 

Judul : Demokrasi 80 Tanya-Jawab

Penulis : David Beetham & Kevin Boyle

Penerbit : KANISIUS (Anggota IKAPI)

Tahun Terbit : 2000

Jumlah Halaman : 193

ISBN : 979-672-747—1

Penerjemah : Bern. Hidayat

 

Demokrasi adalah bagaimana dalam keputusan-keputusan dalam sebuah perkumpulan harus diambil alih oleh semua anggotanya dan masing-masing anggota perkumpulan harus mempunyai hak yang sama dalam proses pengambilan/pembuatan keputusan-keputusan tersebut, dengan kata lain demokrasi mencakup prinsip kontrol rakyat atas proses pembuatan keputusan kolektif dan kesamaan hak-hak dalam menjalankan kendali itu. Jika prinsip ini dijalankan dalam sebuah perkumpulan, maka perkumpulan itu dapat disebut demokratis. Demokrasi 80 Tanya-Jawab, David Beetham & Kevin Boyl.

Dalam buku yang tulis David Beetham & Kevin Boyle yang diterjemahkan oleh Bern. Hidayat kedalam bahasa indonesia ini mengatakan bahwa orang-orang sering bicara tentang demokrasi tetapi istilah-istilah demokrasi cenderung memilki makna yang berbeda pada masing-masing orang sehingga banyak kekacauan pemahaman tentang hal-hal yang menjadi cakupan demokrasi itu. Oleh karena itu ada beberapa pertanyaan-pertanyaan yang menjadi bahan perbincangan publik yang berusaha dijawab oleh buku ini adalah apakah itu kebebasan individual, multi partai, pemerintahan mayoritas, hak-hak minoritas, adakah kriteria yang telah disepakati sehingga kita bisa mengatakan bahwa suatu negara itu demokratis atau agar kita bisa menilai kemajuannya dalam demokrasi? Atau dapatkah demokrasi diwujudkan melalui banyak cara yang berbeda dan dalam banyak bentuk yang berbeda? dalam buku ini berusaha menjawab itu semua. Dalam buku ini penulis juga menjelaskan bahwa buku ini tujukan kepada semua orang di negara-negara demokrasi baru dan sedang berkembang, para warga negara, wakil-wakil rakyat yang mengiginkan suatu buku rujukan yang jelas dan yang menyodorkan jawaban-jawaban langsung atas pertanyaan apa itu demokrasi dan bagaimana proses demokrasi terjadi pada suatu negara.

Buku ini berisikan 193 halaman terdiri dari 6 bab yang masing-masing babnya memberikan penjelasan dasar dan mendalam mengenai demokrasi. Buku ini sangat bagus dan perlu untuk dibaca bagi semua kalangan masyarakat khususnya para pemangku kepentingan dan mahasiswa yang menjadi penyambung lidah rakyat dalam suatu negara demokrasi.

Buku ini adalah salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin KM. 7 Kota Makassar.