Perjalanan hidup seorang BJ Habibie melintas batas teritorial dan waktu. Bermula dari Parepare, lanjut ke Aachen Jerman Barat, lalu ke Jakarta. Dari seorang ilmuwan, kemudian menjadi negarawan, dan kini Minandito. Beliau memiliki lima prinsip yakni bekerja keras -work very hard-, be rational, be fair, do low profile and never ever be hero" Jangan mau jadi pahlawan".
Sebagai seorang ilmuwan, negarawan sampai sekarang di era minandito, sebagai Begawan ia tidak susut kepedulian sosialnya. Ia cepat terharu dan tidak bisa tidur memikirkan, mengapa masih ada kepincangan dalam masyarakat, mengapa masih ada kemiskinan. Hanya salah satu yang bisa menghibur hatinya, jika melihat kemajuan dan prestasi yang bisa ditunjukkan sumber daya manusia, para generasi mua dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjadikan bangsa yang berdaya saing.
Kecintaan Habibie pada Tanah Air begitu besar. Tertanam kuat sejak masih mahasiswa dan kedudukan yang prestisius dan penghasilan yang besar ditinggalkan untuk membangun Indonesia melalui teknologi.
Buku MR. CRACK dari PAREPARE merupakan authorized biography of BJ Habibie dari ilmuwan ke negarawan sampai Minandito. Buku ini juga memberi kisa cinta Habibie bersama Ainun yang menggambarkan "keberhasilan" cinta yang dimulai dari pertemuan hingga maut memisahkan.
Berikut kutipan pernyataan Habibie dalam buku ini, seperti:
- "Saya bisa mengatakan bahwa buku ini adalah biografi terlengkap tentang saya yang pernah ditulis oleh beberapa pengarang. Bagi saya yang menarik dalam buku ini adalah bentuk penulisannya yang selalu menggunakan rujukan yang jelas sumbernya, karena itu semua sumber yang dikutip dalam buku ini, tidak ada fiktif dan direkayasa penulisnya".
- "Kromosom intelegensi datang dari ibu (R.A. Tuti Marini) disempurnakan oleh kontribusi kromosom dari ayah (Alwi Abdul Djalil Habibie). Inilah yang mungkin menghasilkan apa yang terjadi dan ada dalam tubuh saya".
- "Saya dilahirkan dengan bantuan seorang dukun (sanro) yang bernama Indo Melo. Di Parepare waktu itu memang belum ada dokter yang melayani kelahiran". Bacharuddin Jusuf Habbie lahir pada hari Kamis Legi tanggal 25 Juni 1936 M atau bertepatan tanggal 4 Rabiul Akhir, Tahun Alip 1867/1355 H.
- "Saya melihat sendiri ketika ayah telentang tidak bernapas lagi. Pak Harto sendiri yang menutup mata ayah saya".
- "Di antara teman-teman mahasiswa Indonesia di Aachen ada beranggapan bahwa mahasiswa yang memakai paspor hijau, 'tidak memenuhi syarat', karena itu ada yang memberikan nasihat agar saya jangan memalukan bangsa Indonesia. Bahkan di kantin, ada mencandai dengan meminta tolong diambilkan air minum . Saya hanya tersenyum dan memberikan mereka air minum. 'Siapa lagi yang mau', saya tawarkan kepada kawan yang lain".
- "Pada zaman sebelum perang, para pelajar dan mahasiswa kita di negeri Belanda bergerak untuk berusaha memerdekakan bangsanya; untuk itu kisa sebagai pejuang bangsa harus pula berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara selama kita berada di Eropa ini. Perjuangan kita adalah mengisi kemerdekaan".
- "Leila, Ich bin verliebt, Ich bin verliebt (Leila, saya jatuh cinta, saya jatuh cinta)".
- "Saya membawa teman-teman bekerja di HFB kemudian menjadi MBB di Jerman, waktu itu untuk numpang menuntut ilmu. Bukan menumpang hidup selamanya untuk mencari makan".
- "Selama satu setengah tahun saya tidak memiliki kantor resmi. Waktu Pak Ibnu Sutowo bertanya, apakah saya perlu kantor, saya tegas menjawab, belum, biar begini saja dulu. Memang sasarannya yang pertama adalah sistem kerja, membuat organisasi, dan mengumpulkan data. Selain itu saya tidak mempunyai maksud apa-apa".
- "Waktu saya kembali, saya sudah 20 tahun di Eropa. I have a house, I have a job, a god income. Saya kembali, saya harus boyong. Sekarang mau ke Singapura, mau ke Jogya harus minta permisi. Jadi kalau ditanya interms of income, don't ask that".
- "Mulai dari akhir dan berakhir dari awal. Itulah strategi dasar yang saya yakini dan saya laksanakan dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Riset dan Teknologi".
- "Mustahil ada inovasi jika tidak ada SDM yang unggul".
- "Saya membutuhkan orang yang andal untuk membuat bangsa Indonesia tetap produksi menghasilkan SDM yang terbarukan dan tidak terbarukan (non-renewable resources)".
- "... sebaiknya Pulau Batam, Rempang, dan Galang (Barelang) dijadikan sebagai provinsi khusus ekonomi. Untuk memajukan Pulau Batam, termasuk Barelang, tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada cita-cita awal, yakni menjadikan Pulau Batam sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi nasional dan tidak ada keinginan lain kecuali untuk melihat Barelang maju modern seperti cita-cita awal pembangunannya."
- Saya benar-benar merasa lega sekarang. Satu tugas lagi telah saya selesaikan . Rasanya bila sekarang saya harus pensiun pun saya sudah siap", katanya sambil bersyukur apa yang diharapkannya telah terwujud. Ia telah mewariskan sesuatu kepada generasi penerusnya; mungkin sebuah ilmu, dedikasi, motivasi, kerja keras, keyakinan, keberanian, determinasi dan si generasi penerus itu telah melakukannya dengan baik".
- "Saya tidak dapat mengerti, karena sama sekali tidak beralasan rasional, mengapa IMF pada akhir tahun 1997 menuntut agar pemerintah segera tidak membantu IPTN untuk penyelesaian pesawat turboprop N-250 yang canggih dan terbang perdananya pada tanggal 10 Agustus 1995 berhasil".
- "Dengan diangkatnya BJ Habibie sebagai koordinator Harian Dewan Pembina Golkar awal tahun 1993, jelas makin menambah beban kerjanya. "Ya, ini tahun paling sibuk. Karena ada pekerjaan yang sebenarnya di luar pendidikan saya".
- "Tanggal 31 Desember 1997 sekitar pukul 22.00 malam saya menerima surat dari Presiden Soeharto mengenai pengangkatan saya sebagai Ketua Harian dan Koordinator Besar Golkar tapa 'wakil atau pengganti' untuk tahun 1998. Mengapa harus seorang diri?".
- "Saya selalu mengawal setiap pembuatan film mengenai diri saya. Saya memeriksa skenarionya, jika salah saya coret dan minta dibuat ulang".
Buku Prof. Dr. Ing. B. Lascka, Ahli Aerodinamika memberikan apresiasi "Crack Propagation yang amat penting dan serba sulit hasil penemuan BJ Habibie cukup memesonakan hati, inilah dasar reputasi BJ. Habibie dalam lingkungan dunia ilmu dirgantara. Retakan dalam struktur pesawat memang sanggatlah dicemaskan oleh para perekayasa struktur dan keperilakuan penyebaran retak sungguh sangat sulit diperhitungkan".
Untuk lebih melengkapi perlu karya karikatur seperti Pramono yang tersebar di halaman-halaman surat kabar Sinar Harapan, mengomentari peristiwa-peristiwa tertentu, mengikuti tulisan-tulisan atau menggambarkan kejadian-kejadian menonjol.
![]() |
| Habibie, Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) |
Dari Ilmuwan Ilmuwan ke Negarawan sampai Minandito
Penulis: A. Makmur Makka
Editor: Muh. Iqbal Santosa
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2019
ISBN: 978-602-08822-92-1
* Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar








