Judul: Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia
Penulis: Nicholas Molodysky
Editor: -
Penerbit: VisiMedia
Tahun
Terbit: 2019
Jumlah
Halaman: xx + 140
ISBN: 9789790653092
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Topik utama
pembahasan buku ini adalah Kuliner Tionghoa yang dikenal di Indonesia. Tidak
hanya resep resepnya saja, tapi sejarah jenis kuliner Tionghoa serta bahan
pangan yang berasal dari Tiongkok juga dibahas dengan detail dalam buku ini.
Semua resep masakan Tionghoa yang ada dalam buku ini Halal sehingga aman
dipraktekkan dirumah bagi pembaca yang Muslim.
Bagian awal buku
dimulai dengan pengenalan bumbu dasar dan bahan makanan atau masakan Tionghoa. Menurut
penulis buku bumbu dasar masakan Tonghoa yang wajib ada yaitu bawang putih,
daun bawang, jahe, kecap asin, kecap ikan, minyak wijen, dan saus tiram. Bahan
masakan Tionghoa adalah mie, tahu, tauco, ebi, tongcai, caipo, kiam chai (sayur
asin), kucai, angkak, haisom (teripang), kwetiau, soun, tehu merah fermentasi,
misua, angco, bihun, dan lain lain.
Kemudian diuraikan
pula tentang orang Tionghoa – Indonesia dan kampung halaman mereka. Yang
dimaksud oleh penulis tentang Tionghoa – Indonesia adalah orang yang masih
berdarah Tionghoa murni namun telah menjadi warga negara Indonesia karena sudah
turun temurun bermukim di Indonesia. Sementara yang dimaksud Tionghoa Peranakan
adalah orang Tionghoa yang sudah kawin dengan penduduk asli Indonesia.
Kebanyakan orang Tionghoa Indonesia berasal dari Provinsi Fujian dan Guandong,
Tiongkok.
Selanjutnya ada
pembahasan tentang jenis makanan asal daerah Hokkien, Tiociu, Hakka dan daerah
lain di Tiongkok. Hokkien, Tiociu dan Hakka adalah tiga suku Tionghoa yang
paling banyak di Indonesia. Suku Tionghoa lainnya yang ada di Indonesia adalah
Kanton, Hoklo, Hainan, Hokchia, Hokchiu, dan Konghu. Setiap suku ini membawa
serta jenis makanannya sendiri saat berimigrasi ke Indonesia.
Makanan khas Tionghoa
hampir ada di semua daerah di Indonesia, namun pada daerah tertentu ada yang
khas misalnya di Bangka Belitung, makanan Tionghoa terkenal adalah Tahu Kok,
Mie Bangka, kue Si Kentut, Hok Lo Pan (Martabak Manis), Bong Li Piang (Kue
Nanas) dan Siak Jan (Ronde Jahe). Di Pontianak dan Singkawang lain lagi. Di
kedua kota di Kalimantan ini ada makanan Tionghoa yang namanya Choipan,
Koipeng, Lek Tau Suan (Bubur Kacang Hijau Pontianak), Yam Mie Kepiting, Kwe Cap
Pontianak, Ce Hun Tiau (Cendol Pontianak) dan lain lain. Di Jawa yang terkenal
adalah Bakpia, Cakwe Udang, Sekba atau Bektim, Rujak Shanghai dan lain lain.
Ada juga penganan
atau kue tertentu yang disajikan hanya pada acara tertentu juga, misalnya ada
Angku Kueh pada perayaan Usia satu bulan anak, Telur Merah untuk perayaan 100
hari kelahiran, Kue Bulan untuk Festival Pertengahan Musim Gugur.
Bagian terakhir buku
ini berisi resep resep makanan Tionghoa, mulai dari jajanan pasar sampai pada
makanan Indonesia yang dipengaruhi budaya Tionghoa.
Buku ini sangat
informatif, tidak hanya menyajikan
resep, tetapi juga mengulas sejarah dan proses akulturasi kuliner Tionghoa di
Indonesia, memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengaruh budaya
Tionghoa dalam masakan Indonesia. Resep dalam buku ini sangat beragam dan Halal
serta menawarkan berbagai resep masakan Tionghoa-Indonesia yang telah
disesuaikan dengan selera lokal dan menggunakan bahan-bahan halal, sehingga
dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Buku ini juga dilengkapi
dengan foto-foto berkualitas tinggi yang menggambarkan suasana pasar dan
berbagai jenis kuliner Tionghoa, menambah daya tarik visual dan membantu
pembaca memahami konteks setiap hidangan. Selain itu, buku ini juga memberikan
informasi tentang bahan-bahan umum yang digunakan dalam masakan Tionghoa di
Indonesia, serta tips dan trik dalam memasak, menjadikannya panduan yang
berguna bagi pembaca.
Namun demikian ulasan
dari pembaca mengenai buku ini masih terbatas, sehingga sulit untuk mendapatkan
perspektif yang lebih luas tentang pengalaman pembaca lain.
Secara keseluruhan,
"Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia" adalah sumber yang informatif
dan menarik bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang pengaruh
kuliner Tionghoa dalam masakan Indonesia, lengkap dengan resep dan kisah di
baliknya.
Buku ini koleksi Layanan
Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Sulawesi Selatan.


.jpeg)


.jpeg)





