January 31, 2025

Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia

 


Judul:                         Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia

Penulis:                       Nicholas Molodysky

Editor:                         -

Penerbit:                     VisiMedia

Tahun Terbit:               2019

Jumlah Halaman:        xx + 140

ISBN:                        9789790653092

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasan buku ini adalah Kuliner Tionghoa yang dikenal di Indonesia. Tidak hanya resep resepnya saja, tapi sejarah jenis kuliner Tionghoa serta bahan pangan yang berasal dari Tiongkok juga dibahas dengan detail dalam buku ini. Semua resep masakan Tionghoa yang ada dalam buku ini Halal sehingga aman dipraktekkan dirumah bagi pembaca yang Muslim.

Bagian awal buku dimulai dengan pengenalan bumbu dasar dan bahan makanan atau masakan Tionghoa. Menurut penulis buku bumbu dasar masakan Tonghoa yang wajib ada yaitu bawang putih, daun bawang, jahe, kecap asin, kecap ikan, minyak wijen, dan saus tiram. Bahan masakan Tionghoa adalah mie, tahu, tauco, ebi, tongcai, caipo, kiam chai (sayur asin), kucai, angkak, haisom (teripang), kwetiau, soun, tehu merah fermentasi, misua, angco, bihun, dan lain lain.

Kemudian diuraikan pula tentang orang Tionghoa – Indonesia dan kampung halaman mereka. Yang dimaksud oleh penulis tentang Tionghoa – Indonesia adalah orang yang masih berdarah Tionghoa murni namun telah menjadi warga negara Indonesia karena sudah turun temurun bermukim di Indonesia. Sementara yang dimaksud Tionghoa Peranakan adalah orang Tionghoa yang sudah kawin dengan penduduk asli Indonesia. Kebanyakan orang Tionghoa Indonesia berasal dari Provinsi Fujian dan Guandong, Tiongkok.

Selanjutnya ada pembahasan tentang jenis makanan asal daerah Hokkien, Tiociu, Hakka dan daerah lain di Tiongkok. Hokkien, Tiociu dan Hakka adalah tiga suku Tionghoa yang paling banyak di Indonesia. Suku Tionghoa lainnya yang ada di Indonesia adalah Kanton, Hoklo, Hainan, Hokchia, Hokchiu, dan Konghu. Setiap suku ini membawa serta jenis makanannya sendiri saat berimigrasi ke Indonesia.

Makanan khas Tionghoa hampir ada di semua daerah di Indonesia, namun pada daerah tertentu ada yang khas misalnya di Bangka Belitung, makanan Tionghoa terkenal adalah Tahu Kok, Mie Bangka, kue Si Kentut, Hok Lo Pan (Martabak Manis), Bong Li Piang (Kue Nanas) dan Siak Jan (Ronde Jahe). Di Pontianak dan Singkawang lain lagi. Di kedua kota di Kalimantan ini ada makanan Tionghoa yang namanya Choipan, Koipeng, Lek Tau Suan (Bubur Kacang Hijau Pontianak), Yam Mie Kepiting, Kwe Cap Pontianak, Ce Hun Tiau (Cendol Pontianak) dan lain lain. Di Jawa yang terkenal adalah Bakpia, Cakwe Udang, Sekba atau Bektim, Rujak Shanghai dan lain lain.

Ada juga penganan atau kue tertentu yang disajikan hanya pada acara tertentu juga, misalnya ada Angku Kueh pada perayaan Usia satu bulan anak, Telur Merah untuk perayaan 100 hari kelahiran, Kue Bulan untuk Festival Pertengahan Musim Gugur.

Bagian terakhir buku ini berisi resep resep makanan Tionghoa, mulai dari jajanan pasar sampai pada makanan Indonesia yang dipengaruhi budaya Tionghoa.

Buku ini sangat informatif,  tidak hanya menyajikan resep, tetapi juga mengulas sejarah dan proses akulturasi kuliner Tionghoa di Indonesia, memberikan pemahaman yang komprehensif tentang pengaruh budaya Tionghoa dalam masakan Indonesia. Resep dalam buku ini sangat beragam dan Halal serta menawarkan berbagai resep masakan Tionghoa-Indonesia yang telah disesuaikan dengan selera lokal dan menggunakan bahan-bahan halal, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Buku ini juga dilengkapi dengan foto-foto berkualitas tinggi yang menggambarkan suasana pasar dan berbagai jenis kuliner Tionghoa, menambah daya tarik visual dan membantu pembaca memahami konteks setiap hidangan. Selain itu, buku ini juga memberikan informasi tentang bahan-bahan umum yang digunakan dalam masakan Tionghoa di Indonesia, serta tips dan trik dalam memasak, menjadikannya panduan yang berguna bagi pembaca.

Namun demikian ulasan dari pembaca mengenai buku ini masih terbatas, sehingga sulit untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang pengalaman pembaca lain.

Secara keseluruhan, "Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia" adalah sumber yang informatif dan menarik bagi mereka yang ingin memahami lebih dalam tentang pengaruh kuliner Tionghoa dalam masakan Indonesia, lengkap dengan resep dan kisah di baliknya.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




DUNIA MARITIM INDONESIA: Dalam Perspektif Sejarah

Sejarah kebudayaan masyarakat Indonesia tidak bisa dan tidak pernah lepas dari laut. Dalam catatan sejarah peradaban masa lalu selalu berkaitan dengan laut. Itu tidak lepas dari luas wilayah Indonesia 62 persen diantaranya adalah laut, sementara sisanya 38 persen merupakan daratan. Dengan demikian itulah alasan mengapa sejarah Indonesia tidak lepas dengan laut.

Menyadari pentingnya laut bagi rakyat dan kerajaan, raja-raja Makassar (Gowa-Tallo) melaksanakan prinsip kebebasan di laut. Setiap pihak yang berupaya untuk menguasai laut ditantang keras oleh raja-raja Makassar dengan mengatakan kepada mereka bahwa "Tuhan memberikan laut secara umum. Tidak pernah terdengar seseorang dilarang berlayar di laut" (Poelinggomang 2002).

Prinsip tersebut menjadi pemicu kekuatan maritim asing (Vereenigde Oost-indische Compagnie; VOC) menempuh segala cara untuk meruntuhkannya, antara lain menjalin hubungan dengan Arung Palakka dan Sultan Buton. Hubungan dengan penguasa terakhir dianggap sangat penting, karena wilayahnya berada pada jalur pelayaran niaga rempah- rempah menuju dan kembali dari Maluku. Menurut J.C. Van Leur (1974), upaya menguasai Kerajaan Makassar jauh lebih penting daripada Malaka-Portugis. Pasalnya, rempah-rempah sebagai barang primadona dalam perdagangan maritim masa itu, mudah diperoleh di pelabuhan Makassar. Bahkan, harganya kadang lebih murah daripada di Maluku sendiri. Dengan demikian, para pedagang cukup singgah di Makassar, tanpa meneruskan pelayaran ke Maluku, untuk mendapatkan rempah.

Setelah merasa yakin, VOC dan sekutunya menantang Makassar dalam perang (1666-1667) yang berakhir dengan runtuhnya Kerajaan Makassar. Sejak saat itu, jalur rempah di Laut Flores dan Laut Banda dikuasai oleh VOC. Dalam dua diktum Perjanjian Bungayya (18 November 1667) disebutkan (1) hanya Kompeni (VOC) yang boleh bebas berdagang di Makassar, dan (2) pemerintah dan rakyat Makassar tidak boleh berlayar ke mana pun dan harus mendapat surat izin dari Komandan Belanda. Ditegaskan pula bahwa "mereka yang berlayar tanpa surat izin harus menebusnya dengan nyawa dan harta". Jelas bahwa motivasi Belanda adalah untuk menguasai perdagangan di Pelabuhan Makassar, serta di Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Jawa, Laut Flores, dan Banda. Penguasaan jalur pada unit-unit bahari tersebut, tidak hanya mempengaruhi sejarah Makassar, tetapi juga sejarah Indonesia, apa yang disebut zaman kolonialisme.

Tampaknya sikap Belanda (VOC) tidak sejalan lagi dengan prinsip yang dianut dan dikembangkan oleh negerinya, yakni mare liberum. Tokoh utama di Belanda yang menentang kebijakan mare clausum (laut tertutup) adalah Hugo de Groot (Grotiud dalam bukunya, Mare Liberum (1608). Ia terkenal sebagai Bapak Hukum Internasional. Menurutnya, laut adalah sesuatu yang tidak mempunyai batas. Karena itu tidak dapat dikuasai, sebab dia cair dan tidak terbatas (Djalal 1979).

Perubahan sikap Belanda terhadap laut, apa pun motivasinya, menunjukkan betapa besarnya pengaruh laut terhadap sejarah. Berbagai komoditas yang dihasilkan oleh penduduk di daratan (pulau) bertambah nilainya setelah diperdagangkan ke seberang lautan. Rempah-rempa Maluku (cengkeh, pala, dan bunga pala) dan rempah Sumatera (lada) dicari banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia setelah komoditas itu dikenal dalam perdagangan maritim. Dengan kata lain, komoditas itu menghantar penduduknya dalam jaringan perdagangan global, sekaligus di antara perebutan kekuasaan yang ingin mendapatkan rempah, seperti serangan Amerika Serikat terhadap Aceh (Kuala Batu) dalam abad XIX, yang berlatar pada perdagangan lada. Akibatnya sebanyak 300 penduduk tewas dan Kota Kuala Batu hancur, serta  pelayaran dan perdagangan Goronto (Teluk Tomini) abad XVIII-XIX. Para pelaku usaha maritim kawasan ini cukup beragam meliputi pelaut-pedagang Bugis, Makassar, Mandar, Tobelo, Mindanao, Inggris, dan Belanda. Kendatipun Pelabuhan Donggala di Teluk Tomini, tetapi pelakunya dari berbagai kawasan bahari, seperti Laut Maluku, Laut Sulawesi, dan Selat Makassar. Bahkan, komoditas tertentu yang dihasilkan di kawasan ini (seperti emas) diperdagangkan sampai ke Singapura, hal mana memperlihatkan luasnya jaringan maritim Teluk Tomini.

Buku DUNIA MARITIM INDONESIA: Dalam Perspektif Sejarah merupakan salah satu koleksi layanan deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar. Buku ini terdiri dari dua jilid yang memuat sepuluh artikel, yakni :

  1. Perdagangan Lada dan Perebutan Pengaruh di Lampung 1653-1856 oleh Lim Imadudin, S.S.., M. Hum.
  2. Pelayaran dan Perdagangan Gorontalo pada Abad XVIII-XIX, oleh: Hasanuddin
  3. Kepulauan Banda dalam Jaringan Perdagangan Laut Nusantara oleh Mezak Wakim
  4. Komunitas Bugis di Bontang (1920-1999) Provinsi Kalimantan Timur, oleh: Juniar Purba
  5. Kemenyatuan antara Laut dengan Darat dalam Perdagangan Maritim di Sulawesi Selatan oleh Sahajuddin
  6. Laut dan integrasi Bangsa: Suatu tinjauan historis tentang Migrasi Orang Lani dari Pegunungan Tengah Papua, oleh: Desy Polla Usmany
  7. Pulau Sekatung: Potensi Kemaritiman dan Problematiknya, oleh: Nuraini
  8. Serangan Amerika Serikat terhadap Kuala Batu di Aceh Barat Daya (6 Februari 1832), oleh: Hasbullah
  9. Tambak Ikan dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi di Keresidenan Surabaya pada awal Abad XX: Suatu Kajian Awal, oleh: Darto Harnoko
  10. Gempa Bengkulu 12 - 13 September 2007 dan dampaknya terhadap perkampungan Nelayan di Bengkulu Utara dan Muko-Muko, oleh: Seno.

DUNIA MARITIM INDONESIA: Dalam Perspektif Sejarah
Penerbit: Pusaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-979-3570-96-9

January 30, 2025

Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun

 


Judul:                         Anti Panik Mengasuh Bayi 0-3 Tahun

Penulis:                      TigaGenerasi

Editor:                        Hayatun Nufus

Penerbit:                    Wahyumedia

Tahun Terbit:              2018

Jumlah Halaman:        xii + 392

ISBN:                        9786023780679

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua. Orangtua terutama yang baru memiliki anak, biasanya harus belajar sendiri mengasuh anak anaknya. Orangtua dituntut untuk dapat mendidik dan mengasuh anak anaknya sampai mereka dewasa, sukses, patuh dan hormat pada orangtua dan masyarakat.

Buku ini salah satu petunjuk atau guide bagi para orangtua yang berisi tips tips praktis seputar pengasuhan dan tumbuh kembang anak mulai dari 0 – 3 tahun. Penulis memilih usia 0- tahun karena usia tersebut dianggap perkembangan yang sangat pesat pada bayi baik kemampuan berpikir, sosial emosional dan motorik. Usia 0-3 tahun juga merupakan fondasi perkembangan anak dimasa masa selanjutnya.

Buku ini dibagi menjadi 5 bagian, sesuai usia anak (dalam bulan). Bagian pertama di awali dengan pengasuhan anak usia 0-6 bulan, kemudian 6-12 bulan, 12-18 bulan, 18-24 bulan, 24- 36 bulan.

Pada usia 0-6 bulan, diberikan ulasan tahap perkembangan, tabel pemantauan kecepatan pertumbuhan, tips menghadapi bayi menangis, demam, dan lain lain. Juga dijelaskan tentang apa itu imunisasi, pertumbuhan gigi pertama, cara menggendong bayi, peran ayah, ASI, pijatan pada bayi dan pola tidur bayi.

Pada bagian berikutnya diuraikan dengan detail perkembangan bayi 6-12 bulan, mulai dari tahap perkembangan, hal hal yang perlu diperhatikan ketika memberikan MPASI, tips mengenalkan makanan baru pada bayi, perawatan gigi, tata cara mandi bayi, pentingnya merangkak, dan permainan yang dapat dimainkan oleh anak bayi.

Banyak hal yang harus diketahui orangtua ketika anaknya mulai berusia 1 tahun. Dibahas pada bagian ini tentang pengenalan orang asing pada anak, tips pengenalan emosi, kata kata pertama, tahapan berbicara, tahapan berjalan, pengenalan tekstur baru saat anak berjalan, mengenalkan instruksi pada anak, aktivitas yang bisa dilakukan anak pada usia 12-18 bulan, dan pemilihan buku pada anak.

Menjelang usia 2 tahun, anak anak mulai diperkenalkan manfaat bermain, bagaimana memberikan pertolongan saat anak jatuh, cara mencuci tangan, pengenalan bentuk, coret mencoret, kemandirian, memberikan pujian, mengajarkan anak menghormati sesama, dan mengajarkan anak berbagi.

Penjelasan tentang bagaimana anak mulai merangkai kata pada masa menjelang 3 tahun, dijelaskan pada bagian terakhir ini. Tips lainnya, misalnya bagaimana pengendalian diri, imajinasi, ketika anak memukul, tips olahraga untuk ibu, persiapan masuk kelompok bermain, tips memilih sekolah, pengenalan warna, dan tips tips lainnya.

Buku ini sangat penting dibaca terutama bagi para orangtua yang baru memiliki anak. Berbagai kelebihan buku ini diantaranya adalah, buku ini disusun dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk orangtua baru yang mungkin belum memiliki banyak pengalaman dalam mengasuh bayi. Buku ini tidak hanya membahas kesehatan anak, buku ini juga mengupas stimulasi optimal untuk tumbuh kembang, cara memperkenalkan disiplin sejak dini, serta berbagai tips menghadapi tantangan dalam merawat bayi usia 0-3 tahun.

Buku ini disusun dengan gaya penyampaian yang tidak terlalu teoretis, melainkan lebih praktis dan aplikatif. Ditambah dengan ilustrasi atau poin-poin penting yang memudahkan pembaca untuk memahami isi buku. Sesuai dengan judulnya, buku ini berusaha memberikan ketenangan bagi orang tua yang sering merasa panik dalam menghadapi berbagai situasi saat mengasuh bayi, seperti bayi rewel, demam, sulit tidur, atau sulit makan.

Namun demikian ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya buku ini lebih berfokus pada tips dan pengalaman praktis, sehingga pembaca yang menginginkan pembahasan mendalam tentang teori tumbuh kembang anak mungkin akan merasa kurang puas. Selain itu, beberapa tips mungkin tidak selalu sesuai dengan rekomendasi terbaru dari tenaga medis atau pakar perkembangan anak. Oleh karena itu, pembaca tetap perlu melakukan verifikasi tambahan dari sumber medis yang kredibel.

Tidak Semua Tips Bisa Cocok untuk Setiap Anak dan Keluarga karena setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga beberapa strategi yang dibagikan mungkin berhasil untuk satu anak, tetapi kurang efektif untuk yang lain. Orang tua tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Buku ANTI PANIK MENGASUH BAYI 0-3 TAHUN adalah panduan yang sangat bermanfaat bagi orang tua baru yang ingin mendapatkan tips praktis dalam merawat bayi dengan lebih tenang dan percaya diri. Kelebihan utamanya terletak pada bahasa yang ringan, isi yang aplikatif, serta cakupan topik yang luas terkait pengasuhan bayi. Namun, buku ini lebih berfokus pada praktik sehari-hari daripada kajian ilmiah yang mendalam, sehingga orang tua tetap disarankan mencari referensi tambahan dari tenaga medis atau ahli perkembangan anak. Secara keseluruhan, buku ini cocok untuk dibaca oleh orang tua yang ingin mengasuh anak dengan lebih santai dan minim stres

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




Solusi Pembelajaran Online (Jilid 2)

 


Judul:                         Solusi Pembelajaran Online (jilid 2)

Penulis:                      Guru Indonesia

Editor:                       Mahestha Rashta Andaara, S.Pd.

Penerbit:                    Sekolah Menulis Indonesia

Tahun Terbit:              2021

Jumlah Halaman:        200

ISBN:                         9786236218006

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini adalah kumpulan (antologi) tulisan para guru Indonesia yang menuliskan pengalaman mereka dalam menjalankan tugas sebagai guru dan pendidik pada masa pandemi Covid-19. Melaksanakan tugas sebagai guru didepan kelas pada masa sebelum pandemi, lalu kemudian harus mengajar secara daring (online) adalah tantangan tersendiri bagi sebagian besar guru. Sebagian dari mereka belum sepenuhnya melek teknologi, sehingga kemungkinan ada tujuan pembelajaran yang tidak tercapai.

Seorang pendidik atau guru haruslah banyak berinovasi dan berkreasi  dengan berbagai perangkat teknologi yang ada. Pada saat mengajar secara daring selama pandemi, guru harus menguasai dan menggunakan berbagai macam aplikasi pembelajaran. Semua pengalaman para guru tersebut, yang menyenangkan, yang repot, yang bermasalah, yang seru, semua dituliskan dalam satu karya tulis yang kemudian di kumpulkan dan diterbitkan.

Tujuan penulisan buku ini, selain untuk memberikan motivasi para guru untuk menulis, juga ditujukan kepada para orang tua atau wali dalam mengajarkan anak mereka di rumah selama pandemi.

Dalam buku ini ada 38 tulisan pengalaman para guru dan dosen dalam mengajar daring. Tulisan pertama dari Fithriyah seorang dosen di kota Surabaya, yang membagikan pengalamannya selama pembelajaran daring. Karena gadget yang digunakan kadang lambat respon atau ngadat, maka penggunaan chat dioptimalkan. Ada satu hal yang menarik dari pengalaman Fithriyah, bahwa ternyata partisipasi mahasiswa dalam berdiskusi lewat chat di Forum diskusi, lebih tinggi dibanding dengan diskusi lewat Zoom. Lain lagi pengalaman Asmin Adi Purna, A.Md., yang seorang guru bahasa Inggris. Beliau menggunakan Media Sosial Instagram, Facebook dan Group Whatsapp serta E-mail dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, terutama untuk kemampuan menulis atau writing skills siswa.

Buku ini sangat bermanfaat dan memiliki banyak kelebihan. Buku ini menyajikan pengalaman langsung para guru dalam menerapkan pembelajaran daring selama pandemi. Setiap tulisan menggambarkan tantangan yang dihadapi, solusi yang ditemukan, serta refleksi terhadap efektivitas metode yang digunakan. Ini menjadikan buku ini relevan bagi pendidik yang menghadapi situasi serupa. Buku ini juga memiliki berbagai macam persfektif karena ditulis oleh guru dengan berbagai latar belakang, sehingga tersaji berbagai pendekatan yang beragam dalam pembelajaran daring, mulai dari penggunaan teknologi, strategi mengatasi kendala jaringan, hingga metode menjaga keterlibatan siswa.

Tidak hanya menguraikan tantangan, buku ini juga menawarkan solusi nyata yang telah diuji langsung oleh para guru, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pendidik lain dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran daring. Selain itu buku ini juga bisa menjadi sumber pembelajaran bagi pendidik yang ingin mengembangkan keterampilan dalam mengelola kelas daring, terutama bagi yang belum terbiasa dengan teknologi sebelum pandemi.

Pengalaman yang terdokumentasi dalam buku ini menjadi catatan berharga tentang bagaimana dunia pendidikan beradaptasi dengan perubahan drastis akibat pandemi.

Namun demikian ada beberapa kekurangan buku ini misalnya karena merupakan kumpulan tulisan dari berbagai guru, gaya bahasa dan cara penyampaian dalam buku ini bisa berbeda-beda. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi pembaca yang mengharapkan keseragaman dalam penyajian isi. Selain itu  sebagai kumpulan pengalaman praktis, buku ini lebih berfokus pada studi kasus dibandingkan analisis teoritis yang mendalam tentang pembelajaran daring. Pembaca yang mencari landasan akademis mungkin merasa kurang puas.

Karena pengalaman yang dibagikan berasal dari latar belakang yang berbeda, beberapa solusi mungkin tidak bisa langsung diterapkan di semua sekolah atau daerah, terutama yang memiliki keterbatasan akses teknologi. Buku ini juga lebih banyak membahas solusi pembelajaran daring dalam konteks pandemi, tetapi kurang mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran ini dapat dikembangkan atau diterapkan dalam jangka panjang setelah pandemi berakhir.

Buku Solusi Pembelajaran Online merupakan referensi yang bermanfaat bagi para pendidik yang ingin memahami tantangan dan solusi dalam pembelajaran daring. Kelebihannya terletak pada pengalaman nyata yang ditulis langsung oleh praktisi pendidikan, membuatnya relevan dan aplikatif. Namun, keberagaman gaya penulisan serta minimnya kajian teoritis bisa menjadi kekurangan bagi pembaca yang mencari referensi akademik. Secara keseluruhan, buku ini sangat direkomendasikan bagi guru, pengelola pendidikan, dan siapa saja yang ingin belajar dari pengalaman pembelajaran daring selama pandemi.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




January 29, 2025

Cerita Rakyat Nusantara (10)

 


Judul:                         Cerita Rakyat Nusantara 10

Penulis:                       -

Editor:                        Ayu Prameswari & Windrati Hapsari

Penerbit:                     Erlangga For Kids

Tahun Terbit:               2018

Jumlah Halaman:        77

ISBN:                         9786024670344

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku kumpulan Cerita Rakyat Nusantara ini merupakan seri ke-10 yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga For Kids, salah satu penerbit yang banyak menerbitkan buku buku cerita rakyat atau dongeng.

Buku cerita rakyat atau dongeng sangat penting bagi dunia pendidikan. Cerita Rakyat, selain merupakan warisan budaya leluhur yang perlu dilestarikan, juga dapat memperkaya sumber bacaan bagi anak anak dan juga remaja ataupun orang dewasa pada umumnya. Dongeng atau cerita rakyat juga mampu menanamkan pendidikan karakter bagi anak anak sejak dini dan mampu mengajarkan kearifan lokal dan nasionalisme.

Dongeng juga sangat penting bagi peningkatan minat baca anak anak. Selain itu dongeng dapat dijadikan sumber pembelajaran multi disipliner dalam pendidikan.

Dongeng memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak, terutama dalam membangun karakter, memperkaya kosakata, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, penerbitan buku cerita rakyat dan dongeng dalam sistem pendidikan perlu diperhatikan agar generasi muda tetap mengenal dan menghargai warisan budaya mereka, sekaligus mendapatkan manfaat pendidikan yang luas dari cerita-cerita tersebut.

Dengan memasukkan dongeng dalam kurikulum pendidikan, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.

Buku ini merupakan kumpulan 6 cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap cerita dilengkapi dengan illustrasi yang menarik dan pada akhir cerita dicantumkan pula hikmah atau pesan moral dari cerita rakyat tersebut.

Keenam cerita rakyat yang ada dalam buku ini adalah : Legenda Putri Mandalika dari Nusa Tenggara Barat, Ande Ande Lumut dari Jawa Timur, Legenda Putri Hijau dari Sumatra Utara, Retna Lestari dan Bakuh Si Raksasa dari Yogyakarta, Putri Kembang Dadar dari Sumatra Selatan, dan terakhir, Roro Anteng dan Joko Seger dari Jawa Timur.

Buku ini memiliki banyak keunggulan diantaranya, dapat mengenalkan keanekaragaman budaya yang ada di Nusantara. Cerita dari berbagai daerah yang disajikan dalam buku ini dapat mengenalkan anak anak pada kekayaan budaya, tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Karena ditujukan untuk anak-anak, buku ini menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk pembaca pemula.

Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang penuh warna dan menarik. Hal ini membantu meningkatkan daya tarik dan memudahkan anak dalam memahami jalan cerita. Selain itu, setiap cerita rakyat dalam buku ini mengandung pesan moral yang dapat mengajarkan anak-anak tentang kebaikan, kejujuran, kerja keras, dan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama serta alam. Buku ini sangat cocok dan dapat menjadi bahan bacaan yang menyenangkan sekaligus edukatif bagi anak-anak yang sedang belajar membaca, baik di rumah maupun di sekolah.

Cerita-cerita dalam buku ini sangat cocok digunakan oleh orang tua atau guru untuk mendongeng kepada anak-anak, baik dalam pembelajaran di sekolah maupun sebagai kegiatan mendidik di rumah.

Namun demikian, ada beberapa kekurangan buku ini, misalnya jumlah cerita yang terbatas dalam satu seri. Buku ini hanya memuat enam cerita rakyat, sehingga cakupan kisah dari berbagai daerah di Indonesia masih sangat terbatas. Akan lebih baik jika ada edisi yang memuat lebih banyak cerita dari berbagai provinsi dan jumlah serinya dikurangi.

Karena memilih cerita rakyat yang cukup populer, sebagian pembaca mungkin sudah familiar dengan kisah-kisah yang ada, sehingga kurang memberikan pengalaman baru dalam membaca cerita rakyat. Selain itu, buku ini lebih berfokus pada penceritaan ulang tanpa banyak memberikan konteks sejarah atau latar belakang budaya dari masing-masing cerita rakyat. Jika ditambah dengan penjelasan singkat mengenai asal-usul cerita, buku ini bisa lebih edukatif.

Karena ditujukan untuk anak-anak, cerita dalam buku ini disajikan secara ringkas dan padat. Namun, bagi pembaca yang lebih besar atau ingin eksplorasi lebih mendalam, mungkin akan terasa terlalu singkat atau kurang mendetail.

Buku "Cerita Rakyat Nusantara" dari Erlangga For Kids ini adalah buku yang sangat menarik dan bermanfaat untuk mengenalkan anak-anak pada kekayaan cerita rakyat Indonesia. Dengan ilustrasi yang menarik dan bahasa yang mudah dipahami, buku ini sangat cocok untuk meningkatkan minat baca anak dan melestarikan cerita rakyat Nusantara. Namun, bagi pembaca yang menginginkan kumpulan cerita rakyat yang lebih luas atau informasi yang lebih mendalam tentang sejarah dan budaya di balik cerita, mungkin perlu mencari tambahan referensi dari sumber lain.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



Smart Parenting, Mendidik Anak Berkarakter Unggul

 


Judul:                        Smart Parenting, Mendidik Anak Berkarakter Unggul

Penulis:                      dr. Zulaeha Hidayat, MMRS., SHT.

Editor:                       Nickyta Pramudia

Penerbit:                    Penerbit Erlangga

Tahun Terbit:              2018

Jumlah Halaman:        xix + 116

ISBN:                         9786026847775

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini ditulis dalam rangka membimbing para orangtua dalam pengasuhan dan pendidikan anak anak dengan tepat, agar kelak anak anak dapat tumbuh menjadi pribadi -pribadi berkarakter dan mampu mengatasi segala persoalan hidup yang akan mereka akan hadapi kelak dikemudian hari saat mereka tumbuh dewasa.

Sebagaimana diungkapkan oleh Editor ahli buku ini bahwa tidak ada sekolah untuk menjadi orangtua yang baik. Menjadi orangtua, memiliki anak dan membimbing, membesarkan, menyekolahkan mereka agar mereka menjadi cerdas dan berprestasi, bukanlah pekerjaan mudah. Banyak hal yang perlu diketahui dan dikuasai oleh orangtua dalam pengasuhan anak.

Penulis buku ini adalah seorang dokter yang juga seorang ibu dari 3 orang anak yang membagikan pengalamannya dalam pengasuhan anak anaknya. Berdasarkan pengalamannya sebagai dokter dan seorang ibu, berbagai trik trik pengasuhan anak diuraikan dalam buku ini.

Buku ini terbagi menjadi 4 bab, diawali dengan Pengantar dari Editor dan Penulis, kemudian Pendahuluan dan Bab 1 yang menguraikan “Apa itu Parenting?”. Pada bab ini PARENTING dijelaskan sesuai dengan huruf yang membentuk kata Parenting itu. Misalnya P, adalah Pengasuhan Anak, A adalah Anak adalah Anugerah, R : Redam Kemarahan, E : Empati mendengarkan, N : Notifkasi pembicaraan dan tindakan, T: Tanamkan energi positif, I : Ikut dengan konsistensi dan NG: meNGadakan time out.

Bab selanjutnya adalah Langkah perubahan dengan Parenting. Dijelaskan oleh penulis bahwa pada pengasuhan anak, perlu niat yang kuat. Orangtua perlu memahami teknik dasar parenting. Jika misalnya timbul masalah dalam keluarga, orangtua harus menganalisis masalah yang timbul dan memilih pola pengasuhan yang tepat.

Pada bagian ketiga, penulis membagikan pengalaman pengalaman pengasuhan anak dalam judul, Kisah Kisah Penerapan Parenting. Dalam bab ini ada 12 kisah pengalaman dalam mengatasi berbagai persoalan dengan anak. Misalnya ada tips bagaimana mengatasi anak yang pendiam, anak yang suka memukul, mengatasi anak yang suka bertengkar, yang gemar jajan, dan bagaimana meningkatkan selera makan anak dan pengalaman pengasuhan anak lainnya.

Bab keempat dibahas tentang bagaimana membangun kekompakan suami istri, bagaimana menyikapi perbedaan, tidak menyalahkan satu sama lainnya, bagaimana meningkatkan kualitas diri dan perlunya membantu perubahan pada pasangan.

Buku ini sangat menarik dibaca terutama bagi para orangtua, juga guru atau para wali murid. Buku ini ditulis dengan menggabungkan teori pengasuhan berbasis ilmiah dengan pendekatan yang aplikatif, sehingga orang tua dapat menerapkan langsung metode yang disarankan. Tidak hanya membahas kecerdasan akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai karakter unggul seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab, yang penting dalam kehidupan anak di masa depan.

Cukup mudah memahami buku ini karena gaya bahasa yang digunakan cukup ringan dan komunikatif, sehingga cocok dibaca oleh berbagai kalangan, termasuk orang tua yang baru belajar tentang parenting. Buku ini juga memberikan contoh-contoh kasus nyata dalam pengasuhan anak beserta solusinya, sehingga pembaca dapat lebih memahami bagaimana menghadapi berbagai tantangan dalam mendidik anak.

Namun demikian ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya, meskipun membahas banyak aspek parenting, buku ini cenderung lebih banyak membahas satu pendekatan tertentu, sehingga kurang mengeksplorasi berbagai metode pengasuhan lainnya. Beberapa konsep yang diangkat tidak banyak didukung oleh studi atau penelitian terbaru, sehingga akan lebih kuat jika dilengkapi dengan referensi akademik yang lebih luas. Ada beberapa aspek penting dalam pengasuhan, seperti pengaruh teknologi dan media sosial terhadap anak, yang tidak terlalu dibahas secara mendetail dalam buku ini. Buku ini lebih bersifat informatif, tetapi kurang menyediakan ruang bagi pembaca untuk melakukan refleksi atau latihan-latihan praktis yang bisa membantu mengukur pemahaman mereka dalam menerapkan metode yang diajarkan.

Buku ini sangat bermanfaat bagi orang tua yang ingin memahami bagaimana mendidik anak dengan karakter unggul dan mental yang kuat. Dengan bahasa yang ringan dan pendekatan praktis, buku ini dapat menjadi panduan dalam membangun pola asuh yang positif. Namun, akan lebih baik jika buku ini menambahkan lebih banyak metode pengasuhan, referensi ilmiah terbaru, serta pembahasan yang lebih luas mengenai pengaruh lingkungan digital dalam perkembangan anak.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



January 15, 2025

FILOLOGI NUSANTARA : Pengantar ke Arah Penelitian Filologi

Awal mula filologi dimulai oleh kesadaran yang muncul pada pemikir-pemikir di Romawi Barat bahwa dalam naskah-naskah lama karya Homerus yang ditulis berabad-abad sebelumnya terdapat banyak hal yang baik dan dianggap mereka bernilai tinggi. Mereka membaca, memahami, dan menggali hal-hal yang baik dalam naskah untuk dikembangkan dan diterapkan dalam kehidupan. Filologi adalah disiplin ilmu yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu lain.

Buku Filologi Nusantara: Pengantar ke Arah Penelitian Filologi merupakan karya akademik yang bertujuan untuk memperkenalkan dasar-dasar penelitian filologi dengan fokus pada naskah-naskah Nusantara. Dalam buku ini, Dra. Nurhayati Harahap, M.Hum., menyajikan pemahaman mendalam tentang konsep, metode, dan pendekatan filologi yang relevan untuk mengkaji manuskrip kuno, baik dari segi isi maupun konteks sejarah dan budayanya.

Buku ini ditujukan kepada mahasiswa, peneliti, dan pecinta literasi budaya yang ingin memahami lebih lanjut tentang pentingnya konservasi naskah kuno sebagai bagian dari identitas dan warisan bangsa. Penulis juga menyoroti tantangan-tantangan yang dihadapi dalam penelitian filologi di Indonesia, seperti pelestarian naskah dan kesenjangan dalam dokumentasi.

Buku ini adalah sumber yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik pada filologi dan pelestarian budaya Nusantara. Dengan pendekatan yang terfokus dan praktis, pembaca dapat memperoleh wawasan mendalam tentang pentingnya kajian naskah dalam membangun pemahaman akan sejarah dan budaya Indonesia.

 


Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi Anda yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.

Penulis             : Dra. Nurhayati Harahap, M.Hum.

ISBN                 : 978.623-218.902-7

Tahun Terbit    : 2021

Edisi                : Pertama

Penerbit          Prenadamedia Group