La Temmu Page, adalah seorang bangsawan Bugis- seorang Arung -terjun langsung memimpin pasukan mengangkat senjata, bertempur mengusir pasukan penjajah yang menyerbu negeri Kerajaan Bone yang aman dan tenang. Lebih dari itu, beliau sosok seorang pejuang Islam yang tidak ingin ada orang kafir memasuki wilayah Kerajaan Bone dengan cara-cara pemaksaan kehendak- penjajahan.
Kegarangannya di medan laga saat berperang justru tak lain karena tekadnya yang mau merdeka- tak ingin dijajah oleh bangsa asing yang apalagi bukan seorang Islam. Sikap dan tekadnya yang tak mau kompromi, tak lain karena memegang amanah dari Raja Bone La Pawawoi Karaeng Segeri. "Serahkan tombak Panglima perang ini kepadanya agar meneruskan perjuangan melawan Belanda”, pesan La Pawawoi Karaeng Segeri pada utusan La Temmu Page, dilembah Awo, perbatasan Pinrang - Wajo, saat sudah ditangkap oleh Belanda.
Selain sebilah tombak kerajaan juga sebuah badik pusaka, dikirimkan pada La Temmu Page Arung Labuaja, menandakan perintah untuk berperang terus. Inilah yang menjadi simbol amanah Raja Bone yang bagi La Temmu Page, harus dilaksanakan sepenuh hati dan jiwanya. Bahwa kemudian Belanda berhasil 'mencekokinya' untuk menyerah, tak lain karena kelihaian belaka yang memperhadapkan dengan suatu situasi yang bagi Orang Bugis, bukannya menyerah, melainkan mendiamkan perlawanannya melalui cara lain.
Faktanya, sekalipun sudah ditunjuk sebagai Kepala Distrik Kahu menggantikan ibundanya I Camendini, Arung Kahu, La Temmu Page, melakukan propaganda kepada semua Arung Palili untuk tidak membayar pajak pada Belanda, sehingga konsekuensinya Ia dipecat dan diasingkan ke Pompanua, Onder Afdelling Bone Utara. Secara fisik terlihat menyerah namun taktik perjuangan yang semula menggunakan perang gerilya, diubahnya menjadi perlawanan dalam sistem pemerintahan Belanda.
Buku LA TEMMU PAGE ARUNG LABUAJA: SANG JENDERAL KERAJAAN BONE DENGAN TAKTIK PERANG GERILYANYA membahas tentang sejarah perjuangan kerajaan dan masyarakat Bone mencatat ada seorang tokoh yang bernama La Temmu Page, berani melanjutkan perjuangan La Pawawoi Karaeng Segeri dan Petta Ponggawae Andi Abdul Hamid, menghadapi Belanda setelah peristiwa yang dikenal 'rumpanna' Kerajaan Bone, 1905.
Beliau berani melakukan perang gerilya dengan taktik serang baru masuk ke kawasan hutan lagi, seperti peristiwa penyerangan Benteng Pakkanre' Buleng yang menyebabkan sejumlah tentara Belanda tewas dan juga beberapa pasukan khusus La Temmu Page. La Temmu Page tewas tragis, sebab dikubur dalam sebuah sumur bersama kudanya.
Menjadi catatan Belanda yakni Bontorihu sebuah kawasan pegunungan di selatan Bone, tepatnya sekarang di Kecamatan Bontocani, sedangkan Labuaja, sekarang sebuah nama desa di Kecamatan Kahu. Baik Bontorihu, Labuaja maupun Kahu, pada tahun 1905 – 1909, seorang La Temmu Page, lelaki Bugis mampu menggetarkan semangat dan perlawanan yang nyaris saja menghentikan ambisi terakhir Belanda untuk menguasai seluruh daratan Sulawesi, masa itu. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
Penyusun: Andi Muskamal Bare
Editor: H. Ajiep Padindang
PenerbitL de lamacca Yayasan Manurunge'
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2011
ISBN: 978-979-3897-11-1
Aslm, Wr.Wb. Bisakah sy dapat buku ini? Atau kalau di jual, bisakah saya beli. Kebetulan ini kakek buyut saya...🙏🙏🙏 Sy bisa hubungi ke nomor telepon seluler siapa ya? Posisi sy merantau di Papua
ReplyDeleteAlaikum salam wb wb. Silahkan bapak chats fb saya pak atau hubungi penerbitnya. Terima kasih sudah berkunjung ke webblog kami.
DeleteMohon maaf apakah ada nomot WA yang dapat saya hubungi untuk membeli buku tersebut?saya cari di fb tidak ada
DeleteTabe mau tanya, kalau versi orang Bone, makam Latemmu Page (Panglima Perang Bone Selatan) di mana? Karena ada juga makam dgn nama dan jabatan/gelar yg sama di makam raja-raja Tolo di Jeneponto.
DeleteIyye bagi yang minat untuk mendapatkan buku ini ..... dapat berkunjung ke Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan ..... petugas layanan akan membantu untuk mendapatkan buku yang di maksud.
ReplyDelete