June 24, 2023

Memori Kepemimpinan Bupati Takalar : Zainal Abidin

 


Buku : Takalar Kini & Esok, Paradigma Baru Bupati Zainal

Editor : Andi Wanua Tangke dan Usman Nukma

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat : Makassar

Tahun: 2001

Jumlah Halaman : 204

Ukuran : 20,5 cm

ISBN :

Buku ini diterbitkan pada masa pemerintahan Bupati Zainal Abidin di Kabupaten Takalar. Selain membahas berbagai aspek pembangunan daerah Takalar, juga sedikit diuraikan sejarah Takalar dan asal usul namanya, posisi geografis dan keadaan penduduknya.

Terbagi dalam 7 bagian dimana setiap bagian terdiri dari beberapa sub-bagian. Pada bagian kedua diuraikan secara ringkas bagaimana Takalar menuju Civil Society (Masyarakat Madani) dengan berbagai langkah langkah yang ditempuh untuk mewujudkannya.

Uraian tentang alam, budaya dan pariwisata Takalar selanjutnya di bagian ketiga. Berbagai obyek budaya dan pariwisata dikemukakan misalnya upacara Maudu Lompoa, pariwisata pantai Tope Jawa, Galesong dan juga kilas balik sejarah yang terjadi di Takalar. Potensi daerah Takalar misalnya hasil ternak, hasil pertanian, perikanan dan peternakan.

Hasil kerajinan anyaman serat lontara dan gerabah dari Takalar juga telah menembus pasa dunia dan diekspor ke Belanda, Amerika Serikat dan Australia. Hasil pertanian sayur sayuran juga. Berbagai keberhasilan selama pemerintahan Zainal Abidin diuraikan pada bagian kelima dan keenam.

Bagian ketujuh adalah kumpulan sumbangan tulisan para pakar, akademisi dan tokoh masyarakat tentang Takalar dan tentang kepeminpinan Bupati Zainal Abidin. Judul judul tulisan dari para tokoh adalah sebagai berikut:

·         Pola Penyaluran KUT, Perlu dicontoh (Prof. Dr. Halide, Pakar Ekonomi Pertanian)

·         Wajar Untuk Dikagumi (Prof. Dr. Radi A. Gany, Rektor Universitas Hasanuddin)

·         Jalin Kerjasama dengan Luarnegeri (Prof. Dr. A. Husni Tanra, Direktur PPS UNHAS)

·         Tingkatkan Kualitas Hasil Produk (Dr. Marwah Daud Ibrahim, Anggota DPR RI)

·         Takalar, Contoh dalam Pemberdayaan SDM (Prof.Dr. W.I.M. Polii, Pakar Ekonomi)

·         Takalar Punya Masa Depan (Dr. H. Kalmuddin Salle, S.h., M.H., Pakar Hukum)

·         Masyarakat Berdaya, Partisipasi Meningkat (Drs. A. Azis Sanapiah, M.P.A. Kepala DIKLAT LAN II)

·         Harus Bertemu Bottom Up dengan Top Down (Drs. H. Achmad Batinggi Ketua STIMIK Dipanegara Makassar)

·         Ibarat Mobil, Bupati Lari Sembilanpuluh (Drs. H. Ibrahim Rewa, Ketua DRD dan Partai Golkar Takalar)

·         Kebijakan Pemerintah Sudah Tepat (Kolonel H. Ibrahim Tulle, Mantan Bupati Takalar)

·         Berdosa Kalau Inkari Keberhasilan Bupati (H.M. Dg. Temba, Ketua IPKI dan Wakil Ketua DPRD Takalar)

·         Awalnya Muncul Suara Sumbang (Abdullah Yuseng, Anggota DPRD Takalar)

·         Peduli Pembangunan Agama (Idris Nassa, Ketua Umum BAZ Takalar)

·         Pemda Peduli Perkembangan PERS (H. Syamsu Nur, Ketua PWI Sulsel)

·         Harus Diakui Takalar Sudah Maju (Akamatsu Shiro, Ketua JICA)

·         Dibutuhkan Figur Sekelas Zainal (H. Akbar Serang, Ketua I Gapensi Takalar)

·         Budaya Panjat Pinang Rugika Takalar (Ismail Tato, S.Ag., Ketua Umum HIPERMATA)

·         Sukses Karena Didukung Visi dan Misi (Abdul Muis Malik, Aktifis LSM Takalar)

·         Tidak Harus Putra Daerah (Drs. H.M. Natsir Husain, Sekwilkab Takalar)

·         Terbuka Menerima Kritik (Ir. H. Dahyar Daraba, M.Si., Ketua Bappeda Takalar)

·         Ada Komitmen Kuat Berdayakan Masyarakat Lokal (Ir. H. Muhammad Tamzil, Kadis Transmigrasi dan PPH Takalar)

·         Melibatkan Kalangan Akademisi (Drs. Baso Lewa, Kabag Umum Setwilda Takalar)

·         Eksekutif Harus Lebih Kreatif (Drs. As’ad Limpo, Camat Pattallassang)

Buku ini adalah Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

 



Cerita Rakyat Massenrempulu : La'bo Balida

 


Buku : La’bo Balida, Cerita Rakyat Massenrempulu

Penulis : Arham dkk.

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat : Makassar

Tahun : 2009

Jumlah Halaman : vi + 61

Ukuran : 14,8 x 21,6 cm

ISBN : 979-9673-23-6

Sulawesi Selatan termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan tradisi lisan. Folklore atau cerita rakyat cukup dikenal luas di tengah tengah masyarakat Sulawesi Selatan, termasuk masyarakat Massenrempulu yang ada di kabupaten Enrekang. Masyarakat Massenrempulu berusaha melestarikan cerita rakyat yang sudah ada sejak ratusan tahun silam, yaitu dengan mengumpulkannya dalam bentuk buku ini.

Buku ini diterbitkan dalam rangka upaya pelestarian cerita rakyat Massenrempulu, yang dilaksanakan oleh sekelompok anak muda dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HPMM (Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu). Para mahasiswa ini, mewawancarai para tokoh masyarakat atau masyarakat biasa yang punya atau bisa mengisahkan suatu cerita rakyat Massenrempulu.

Dari hasil penelitian dan wawancara tersebut terkumpul sebanyak 24 cerita rakyat Massenrempulu, yang direkam lalu kemudian di terbitkan dalam bentuk buku. Buku cerita rakyat ini tentu akan menambah khazanah folklore masyarakat Enrekang dan dapat memudahkan upaya pelestarian tradisi lisan kepada generasi muda.

Adapun ke 14 Cerita Rakyat dalam buku ini adalah :

·         Ca’dodong

·         Bellang Langi

·         Buttu Kabobong

·         La’bo Balida

·         Beristrikan Daun Pacar

·         Tumaling Pemberani dari Tuara

·         Ceba Kalasi

·         Tomanurung di Maiwa

·         Jarum

·         Dua Bersaudara Menjadi Batu

·         “Jalan Pintas” Lajana

·         Buntu Mataran dan Kutu

·         To Bu’tu ri Tallang

·         Ulat Berbulu

Pada bagian akhir buku, ada lampiran yang menguraikan nama nama para pengumpul (pewanwancara), informan (orang yang bercerita), pekerjaan informan, dan alamat informan. Juga ditampilkan biografi ringkas 7 orang anak muda pengumpul cerita dari rakyat Massenrempulu. Sayangnya karena buku ini tanpa ada satupun illustrasi yang dapat membantu membangun imajinasi para pembaca buku cerita ini.

Buku koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.

 



Upacara Kematian di Tana Toraja

 


Buku : Upacara Kematian Masyarakat Tana Toraja

Penulis : Drs. H. Nonci, S.Pd.

Penerbit : CV. Aksara

Tempat : Makassar

Tahun : -

Ukuran : 21 x 15 cm

Jumlah Halaman : iv + 68

ISBN : -

 Tujuan utama pariwisata Sulawesi Selatan adalah Tana Toraja. Berbagai destinasi wisata di Tana Toraja telah dikembangkan sejak lama. Wisata alam, wisata budaya, dan wisata religi dapat di temukan di Tana Toraja. Salah satu jenis wisata budaya yang terkenal di Tana Toraja adalah Upacara Kematian. Bagi sebagian wisatawan, upacara kematian di Tana Toraja, jauh lebih meriah dari upacara perkawinan.

 Buku ini adalah salah satu yang mendokumentasikan proses upacara kematian di Tana Toraja. Terdiri dari 4 bab  atau bagian. Bagian pertama adalah Pendahuluan dimana dibahas tentang aspek aspek yang melatarbelakangi pelaksanaan Upacara Kematian. Disebutkan ada 3 latarbelakang pelaksanaan upacara itu, yaitu: yang pertama adalah faktor religi, dimana masyarakat Toraja masih menganut kepercayaan nenek moyang yang disebut Aluk Todolo. Kedua adalah faktor prestise, bahwa semakin banyak yang dikorbankan untuk arwah orang yang meninggal akan semakin baik kehidupannya dialam fana. Ketiga adalah ekonomi, berkaitan dengan sistem pembagian warisan yang berpengaruh pada pelaksanaan upacara adat kematian.

Bagian kedua membahas ketentuan dan proses umum upacara, mulai dari pelaksanaan upacara saat jenazah masih di rumah sampai hari penguburan diantaranya Ma’dio Tomate atau memandikan orang meninggal, Ma’doya, Ma’balun, Ma’bolong dan Meaa. Setelah penguburan ada acara Kumande, Untoe Sero, Mambase. Acara terakhirnya adalah Pembalikan Tomate dan Ma’nene, 

Tingkatan tingkatan upacara kematian dibahas pada bagian ketiga. Mulai dari Upacara Di Silli terdiri dari Dipasilamun Toninna, Didedekan Palungan, Dipasilamun Tallu Manuk, Disampanan Bai. Pada Upacara Di Pasambongi terdiri dari Dibai A’Pa, Ditedong Tunggai, Diisi dan Dipata’ Patomali.  Upacara Di Doya adalah duduk dan tidur semalaan. Terakhir Upacara Dirapai yang disebut juga upacara rampasan dimana jenazah disimpan ditempat penyimpanan atau peti sampai jenazah kering.

Pada bagian terakhir diuraikan secara ringkas tentang Upacara Pemakaman Rasapan yang terdiri dari Persiapan Upacara, Pertemuan Keluarga, pembuatan pondok pondok, tahap tahap upacara dan para petugas Upacara.

Buku ini diakhiri dengan daftar pustaka.

Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




Monumen Perjuangan di Berbagai Daerah di Sulawesi Selatan

 


Buku :  Monumen Sejarah Perjuangan Bangsa Sulawesi Selatan Seri 2

Penulis : Muh. Arfah, Siti Nuraedah dan Muh. Amir

Penerbit : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan

Tempat : Makassar

Tahun : 2005

Jumlah Halaman : xvi + 230

Ukuran : 15 x 21 cm

ISBN : 979-97153-2-6

 

Pernahkah anda berada disuatu daerah di Sulawesi Selatan dan melihat sebuah monumen berdiri megah di salah satu sudut kota namun tidak memiliki  informasi sedikitpun tentang monumen tersebut? Bisa jadi buku inilah jawaban rasa keingintahuan anda. Inilah tujuan penulisan buku ini, untuk dessiminasi atau penyebarluasan informasi tentang monumen monumen yang ada di beberapa kota di Sulawesi Selatan.

Berbagai peristiwa bersejarah telah dilalui oleh bangsa Indonesia, termasuk Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai upaya untuk mendokumentasikan dan melestarikan peristiwa bersejarah tersebut, pemerintah telah membangun monumen monumen peringatan di berbagai kota di Sulawesi Selatan. Selain untuk mengabadikan peristiwa bersejarah, monumen juga memiliki nilai warisan perjuangan bangsa dalam menghadapi dan mengusir penjajah untuk meraih kemerdekaan.

Sebagaimana halnya buku buku terbitan pemerintah, buku ini diawali dengan Sambutan Gubernur H. M. Amin Syam (Gubernur Sulawesi Selatan waktu buku ini diterbitkan), Kata Pengantar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Kata Pengantar dari Tim Penyusun buku. Kemudian ada daftar istilah dan singkatan yang digunakan dalam buku.

Ada 25 Monumen Perjuangan yang dibahas dalam buku ini. Setiap monumen diuraikan secara ringkas namun detail tentang latar belakang sejarahnya, lokasi monumen, tanggal dan tahun peresmiannya, siapa yang meresmikan, ukuran lahan dan bangunan, bahkan jumlah anggaran yang digunakan dalam pembangunannya.

Monumen monumen perjuangan yang diuraikan dalam buku ini terdapat pada 5 kabupaten, masing- masing adalah :

1.      Kabupaten Pinrang, ada 9 moumen yaitu :

a.      Monumen Perjuangan La Sinrang

b.      Monumen Pendaratan Ekspedisi TRIPS Letnan Abdul Latif, dkk.

c.       Monumen Pendaratan TRIPS Letnan M. Said dan Letnan Murtala

d.      Monumen Pertempuran TRIPS Letnan M. Said dan Letnan Murtala

e.      Monumen Pendaratan Ekspedisi TRIPS Mayor M. Saleh Lahade dan Letnan Andi Oddang

f.        Monumen Pendaratan / Pertempuran Ekspedisi TRI dari Kalimantan

g.      Monumen Perjuangan 45 Pinrang

h.      Monumen Taman Makam Pahlawan Palia, Pinrang

i.        Monumen Taman Makam Pahlawan Suppa (Bau Massepe) di Majennang

2.      Kota Pare Pare, yaitu :

a.      Monumen Korban 40.000 Jiwa di Pare Pare

b.      Monumen Taman Makam Pahlawan Laberru (TMP Kusuma)

c.       Monumen Korban 40.000 Jiwa Bacukiki

d.      Monumen Taman Makam Pahlawan  45/TMP Paccekke

3.      Kabupaten Sidenreng Rappang, yaitu :

a.      Monumen Barisan Pemberontak Ganggawa

b.      Monumen Perjuangan Bambu Runcing Rappang

c.       Monumen Perjuangan Andi Cammi

d.      Monumen Taman Makam Pahlawan Ganggawa

4.      Kabupaten Barru, yaitu :

a.      Monumen Perjuangan Rakyat Barru

b.      Monumen Pendaratan Mayor Andi Mattallatta

c.       Monumen Pendaratan Kapten Andi Muhammad Sarifin

d.      Monumen TRI Divisi Hasanuddin

e.      Monumen Pernjuangan Tompo

f.        Monumen Tugu Pahlawan 1945 TMP Barru

5.      Kabupaten Enrekang, yaitu ;

a.      Monumen Perjuangan BPRI dan HI

b.      Monumen TMP Massenrempulu

Pada bagian akhir buku, terdapat kesimpulan dan saran saran serta Daftar Pustaka.

Buku Koleksi layanan Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




Prof. Hj. Andi Rasdiyanah, Rektor Perempuan Pertama di Sulawes Selatan

 


Buku : Srikandi Pendidikan Dari Timur (Perjalanan Hidup, Visi dan Karir Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah)

Editor : Waspada, M.Sos.I., M.HI & Dr. Mohd. Sabri, AR.

Penerbit : Pustaka Al-Zikra berkerjasama dengan UIN Alauddin Makassar

Tempat : Yogyakarta

Tahun : 2017

Ukuran : 14,5 x 21 cm

Jumlah Halaman : xxxiv + 228

ISBN : 978-602-5555-01-5

Buku ini adalah buku yang mengisahkan perjalanan hidup dan karir Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah salah seorang akademisi dan tokoh pendidik dari Sulawesi Selatan. Beliau adalah Rektor perempuan pertama di Sulawesi Selatan yang memimpin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar yang menjabat dari tahun 1985-1993. IAIN Alauddin sekarang bernama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Beliau juga pernah menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Kelembagaan Agama (Binbaga), Departemen Agama RI dari tahun 1993 -1996.

Terbagi menjadi 4 bagian, diawali dengan pengantar dari penerbit, daftar isi, kata pengantar dan Prolog yang berisi biografi singkat Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah. Pada bagian ini dibahas pendidikan, keluarga, prestasi yang pernah diraih, pengabdiannya, pengalaman organisasinya, dan pandangan pandangan (visi)nya terhadap dunia pendidikan yang digelutinya.

Selanjutnya adalah tulisan/ ulasan atau testimoni  para tokoh ulama dan umara terhadap Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiayanah. Adapun tulisan yang tercantum pada bagian pertama ini adalah :

1.      Srikandi dari Selatan (Achmad Amiruddin)

2.      Gagasannya Tentang Agama Sangat Luas (K.H. Bakri Wahid)

3.      Refleksi Pemikiran Andi Rasdiyanah Tentang Huku Islam (Minhajuddin)

Pada bagian kedua diberi tajuk “Identifikasi Kepemimpinannya” yang memuat ulasan tulisan yaitu :

1.      Generasi Pejabat dari Tanah Bugis (Azhar Arsyad)

2.      Mengukir Prestasi Unik dan Langka (Ahmad M. Sewang)

3.      Pemimpin yang Cekatan (Marwan Sarijo)

4.      Sosok Perempuan yang tak Pernah “disoal” (Qadir Gassing)

5.      Kasih Ibu Sepanjang Masa (Hamka Haq)

6.      Kepemimpinannya Telah Teruji ( Abd. Rahim Amin)

7.      Pembuka Jalan Karir Hakim Wanita (Andi Syamsu Alam)

8.      Pemimpin dan Ibu Panutan (Rusli Wolman)

9.      Mahaguru dan Pemimpin Teladan (M. Ghalib M)

10.  Kepemimpinannya Fenomenal (Syuaib Mallombassi)

11.  Cendekia Muslim Nusantara (Nurnaningsih Nawawi)

12.  Mengadu Pena dengan Cangkul (M. Ashar Said Mahbub)

 

Pada bagian ketiga dengan judul “Dalam Persepsi Para Koleganya”. Ada ulasan testimoni pada bagian ini yaitu :

1.      Ibu Dunia dan Akhirat (Abd. Muin Salim)

2.      Andi Rasdiyanah Tokoh Pendidik (K.H. Jamaluddin Amin)

3.      Sosok Muslimah Multi Dimensi (Nasruddin Razak)

4.      Guru Besar, Guru Sejati (Muhammad Amad)

5.      Pengabdian “Dua Ras” (Danawir Ras Burhany)

6.      Mengkader Sarjana Kajian Ilmu Hadis (Mustafa Nuri)

7.      Rektor Wanita Pertama di Sulawesi Selatan (Paturungi Parawangsa)

8.      Pribadinya Paripurna (Bakri Asrif)

 

Pada bagian terakhir adalah tertimoni para mantan mahasiswanya yang diberi judul : Aprisiasi Mahasiswanya dengan tulisan sebagai berikut:

1.      Cendekiawan, Pemimpin dan Ibu Teladan (Nasir A. Baki)

2.      Andi Rasdiyanah, Bundaku Sejati (Salehuddin Yasin)

3.      Sosok Wanita yang Kreatif (Syamsuduha Saleh)

4.      Ibu Sejati yang Menyayangi Anak Anaknya (Ahmad Thib Raya)

5.      Refleksi Atas Andi Rasdiyanah (Andi Faisal Bakti)

6.      Tokoh Rasional dan Argumentatif (K.H. Zain Irwanto)

7.      Istri dan Pendidik yang bijak (Chaeruddin B.)

8.      Pembela Sunnar (Arifuddin Ahmad)

9.      Pembelajar dan Pengajar Sepanjang Hayat (Wahyuddin Halim)

Buku ini ditutup dengan uraian singkat data data para penulisnya yaitu : Ahmad M Sewang, Waspada Santing, Moh. Sabri AR., Muhammad Ashar, Muhammad Natsir Siola, dan Anwar Sadat.

Buku koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.