October 29, 2024

Buku Diary of a Tea Drinker

 


Judul:                         Diary of A Tea Drinker

Penulis:                      Othniel Giovanni

Editor:                         -

Penerbit:                    PT Agromedia Pustaka

Tahun Terbit:              2019

Jumlah Halaman:        vi + 122

ISBN:                         978-979-006-640-3

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Minuman Teh mungkin minuman yang terpopuler didunia. Sepertinya semua negara memiliki tradisi minum teh masing masing. Penulis buku ini adalah seorang pencinta dan penikmat teh yang menuliskan pengalaman dan pengetahuannya tentang teh untuk dibagikan kepada para pembaca. “Aku ingin mengajak semua pembaca untuk merasakan apa yang kurasakan melalui secangkir teh”, tulisnya pada awal buku.

Buku ini dibagi dalam 7 bagian. Semua judul bagian atau bab dalam bahasa Inggris. Bagian awal dijelaskan tentang sejarah teh dan mitos mitos yang menyertainya. Sejarah teh ternyata sudah ribuan tahun, sejak 5000 tahun sebelum masehi sudah dikenal tanaman teh di Yunnan, Cina.

Pada bagian kedua diuraikan tentang negara negara yang terkenal sebagai produsen teh. Negara negara yang terkenal tersebut adalah Cina, India, Kenya, Indonesia, Jepang, Amerika Serikat, dan Mesir. Disebutkan pula bahwa di Jepang, jenis teh hijaulah yang paling populer.

Selanjutnya dibahas jenis jenis teh yang ada di dunia. Ada jenis teh putih (white tea), teh hijau (green tea), teh oolong (Oolong tea), dan teh hitam (black tea).

Brewing atau proses penyeduhan teh diuraikan pada bab selanjutnya. Ada proses penyeduhan cara barat (western style), ada juga Gong Fu style atau cara Gong Fu. Berbagai peralatan penyeduhan teh juga diuraikan pada bagian ini. Penulis banyak mengambil contoh peralatan penyeduhan teh dari Asia timur seperti Jepang dan Cina. Pada bagian kembali dijelaskan tentan White Tea dari Indonesia yang disebutnya sebagai Indonesian Sinensis Silver Needle yang katanya berasal dari perkebunan teh di Bogor. Dituliskan juga resep penyeduhan teh putih Indonesia ini baik dalam gaya Gong Fu maupun gaya barat.

Jenis teh lainnya yang dituliskan misalnya West Bengal White Peony yang berasal dari Bengal Barat di India. Ada pula jenis Nepalese Silver Tips yang berasal dari Nepal, dan jenis Shizuoka Gyokuro yang merupakan teh Jepang. Teh hijau pun ternyata punya banyak variasi, diantaranya Xinyang Mao Jian yang berasal dari Provinsi Henan Cina, Japanese Matcha atau teh hijau Jepang. Masih banyak lagi jenis jenis teh yang dituliskan dan dilengkapi dengan resep penyeduhan cara barat dan cara Gong Fu.

Membaca buku ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang teh. Ternyata begitu banyak jenis dan cara pengolahan. Sayang sekali bahwa di Indonesia, tidak terlalu banyak pilihan jenis teh yang ada di pasaran.

Buku ini sangat informastif  karena menyajikan informasi rinci tentang berbagai jenis teh, dari asal-usul hingga karakteristik masing-masing, membuatnya kaya pengetahuan bagi pecinta teh. Buku ini juga merupakan buku panduan penyeduhan yang praktis.  Dengan berbagai teknik penyeduhan, buku ini memandu pembaca untuk menikmati teh sesuai selera, bahkan cocok untuk pemula. Penggunaan bahasa dalam buku ini juga sangat menarik karena narasi yang personal dalam bentuk “diary” memberikan nuansa santai dan intim, memudahkan pembaca menikmati setiap bagiannya. Buku ini juga dilengkapi dengan illustrasi dan foto foto yang menarik sehingga menambah minat baca para pembacanya.

Namun demikian ada pula beberapa kekurangan misalnya pembahasan pengolahan yang kurang terperinci.  Walaupun ada berbagai cara pengolahan teh, beberapa bab terasa singkat dan mungkin kurang mendalam bagi pembaca yang ingin tahu lebih detail. Mungkin gaya bahasa yang digunakan terlalu santai dan sangat personal sehingga terkadang mengurangi keakuratan informasi teknis bagi pembaca yang ingin lebih fokus pada fakta.

Secara keseluruhan, Diary of a Tea Drinker adalah bacaan ringan yang edukatif untuk penggemar teh, terutama mereka yang tertarik mengenal berbagai cara menikmati teh dari perspektif pribadi.

Buku ini koleksi Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




Buku : Pengembangan Media Pembelajaran

 


Judul:                          Pengembangan Media Pembelajaran

Penulis:                       Dr. Cecep Kustandi, M.Pd., dan Dr. Daddy Darmawan, M.Si.

Editor:                         -

Penerbit:                     Kencana - Jakarta

Tahun Terbit:               2020

Jumlah Halaman:        x + 306

ISBN:                         978-623-218-359-9

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasan buku ini adalah media pembelajaran atau alat bantu belajar dan mengajar. Media pembelajaran berperan penting dalam setiap proses pembelajaran. Penggunaan media pembelajaran yang benar dan tepat akan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Berbagai jenis media pembelajaran dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Ada yang konvensional, ada yang tradisional dan sederhana, sampai pada media pembelajaran yang canggih, mutakhir dan kekinian.

Buku ini menguraikan secara rinci tentang pengertian, perkembangan, landasan teoritis, ciri ciri, fungsi, peran, pemilihan dan penggunaan media pembelajaran. Termasuk juga komponen dan karakteristik media pembelajaran.

Buku ini dibagi dalam 16 bab, dan masing masing bab dibagi lagi menjadi beberapa sub-sub bab. Masing masing bab diakhiri dengan latihan, ringkasan dan tes formatif sehingga dapat mengevaluasi kemampuan para pembaca dalam memahami isi buku.

Pengertian media pembelajaran dan fungsi serta manfaatnya diuraikan dalam bab awal. Selain itu perkembangan dan landasan teoritis serta ciri ciri media pembelajaran juga dibahas. Pemilihan dan peggunaan media pembelajaran serta perencanaan pembelajaran menggunakan media dijelaskan pada bab selanjutnya. Berbagai ragam media pembelajaran diklasifikasikan (taksonomi) oleh para ahli seperti Kemp & Dayton, Rudy Bretz, Gagne, Endling, Duncan dan Briggs. Masing masing pakar tersebut memiliki taksonomi media pembelajaran yang berbeda satu sama lainnya.

Selanjutnya diuraikan secara detail tentang evaluasi media pembelajaran, pengembangan media, pengembangan media OHT, pengembangan Komik pembelajaran, pengembangan modul, pengembangan pembelajaran berbasis komputer, pengertian multimedia dalam pembelajaran, model pembelajaran berbasis Web (E-learning), pengembangan Web Blog (Blog) pembelajaran, pengembangan video pembelajaran dan terakhir pengembangan media audio pembelajaran.

Penulis buku ini sangat detail dalam menguraikan suatu topik pembahasan. Misalnya topik Komik sebagai media pembelajaran pada bab 9. Mulai dari pengertian komik, jenis jenis komik, komponen komik, dan langkah langkah mengembangkan komik, semua dibahas secara detail. Demikian pula pada bab 14 yang membahas pengembangan webblog (blog) pembelajaran. Disini diuraikan secara gamblang pengertian Blog, karakteristik Blog, dan penggunaan blog dalam dunia pendidikan, kelebihan dan kekurangan Blog, dan langkah langkah pengembangannya.

Buku ini sangat komprehensif, karena mencakup berbagai konsep, teori, dan aplikasi pengembangan media pembelajaran, sehingga memberi panduan lengkap bagi pendidik. Buku ini juga relevan dengan kebutuhan pendidikan, karena fokus pada pembelajaran di sekolah dan masyarakat, buku ini relevan untuk berbagai lingkungan belajar. Dalam buku ini juga disertai dengan contoh konkret, sehingga sangat membantu pembaca mengaplikasikan teori dalam praktik pengajaran sehari-hari.

Namun demikian penggunaan bahasa mungkin terlalu akademis. Mungkin karena kedua penulis adalah akademisi dan pengajar pada Universitas Negeri Jakarta. Penggunaan bahasa yang sangat akademis mungkin agak menyulitkan sebagian pembaca dalam memahami isi buku. Dalam buku ini juga kurang Inovasi dalam Media Baru. Ada beberapa media pembelajaran digital seperti Blog atau penggunaan media pembelajaran berbasis komputer, namun masih perlu ditambahkan lagi contoh media digital terbaru dan terkini sesuai perkembangan teknologi. Contoh-contoh yang diberikan kurang menggambarkan situasi nyata di lapangan, sehingga mungkin tidak sesuai untuk semua pembaca.

Secara keseluruhan, buku ini bermanfaat bagi pendidik yang ingin mengembangkan media pembelajaran secara profesional.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan,  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




Buku Rujukan Bagi Penikmat Kopi

 


Judul:                         Coffee, Karena Selera Tidak Dapat Diperdebatkan

Penulis:                      Dani Hamdan & Aries Sontani

Editor:                        Untung Prasetyo

Penerbit:                     PT Agromedia Pustaka

Tahun Terbit:               2019

Jumlah Halaman:        vi + 174

ISBN:                         978-979-006-618-2

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Kopi adalah bagian budaya yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan menghubungkan berbagai generasi dan budaya di seluruh dunia. Kopi memiliki daya tarik khusus yang membuatnya populer di setiap negara, mulai dari aroma khasnya yang membangkitkan semangat hingga berbagai cara penyajiannya. Ada yang rasa pahit seperti rasa espresso dan ada pula yang lembut dan creamy misalnya cappuccino, setiap tegukan kopi menawarkan pengalaman rasa yang berbeda. Tidak mengherankan bahwa kopi telah menjadi simbol yang melekat dalam kehidupan sehari-hari banyak orang; itu menemani pagi-pagi di rumah, percakapan santai di cafe, maupun saat-saat untuk merenungkan diri sendiri.

Buku ini membahas berbagai aspek dalam dunia perkopian. Terdiri dari 9 bagian, diawali dengan penjelasan berbagai jenis kopi pada bagian pertama. Ada lima jenis kopi yang diuraikan pada bagian ini yaitu : Arabika, Robusta, Liberika, Excelsa dan Kopi Luwak.

Selanjutnya adalah pembahasan urutan proses dari biji kopi sampai menjadi sajian minuman. Dibahas disini tingkat kematangan kopi, pengolahan biji kopi, roasting, grinding atau penggilingan, dan kualitas kopi. Berbagai jenis peralatan brewing dan penyajian kopi dijelaskan pula. Misalnya roaster, grinder, manual brewers, coffee maker, milk frother (pembuat buih susu), filter, sendok takar, timbangan digital, ketel, termometer, digital timer, sampai cangkir dan gelas saji. Termasuk bahan bahan pelengkap penyajian kopi dan bahan yang harus dihindari pada penyajian kopi.

Dibahas pula berbagai teknik dan prinsip dasar brewing kopi, hal hal yang perlu diperhatikan, misalnya kualitas kopi dan tingkat kesegarannya, tingkat kehalusan penggilingan, perbandingan antara bubuk kopi dan air, suhu air ideal, dan durasi waktu seduh. Ada beberapa teknik brewing diuraikan disini, misalnya teknik brewing metode pour over, penggunaan Vietnam Dripper, French Press, Aeropress, Moka Pot, Syphon, Rok Pressa dan penggunaan Cold Brewer dan Cold Dripper.

Pada bagian keenam, ada aneka resep sajian kopi yang sangat penting bagi para pencinta kopi. Ada resep Ekacino 1 dan Ekacino 2, Anggacino, Cascara (the kopi), Cappuccino, Café Latte, Piccolo Coffee, Affogato (Kopi Es Krim), Avocado Coffee (Kopi Apukat) dan Bulletproof Coffee (Kopi campur mentega).

Membaca buku ini sangat menambah pengetahuan kita tentang kopi. Ada pembahasan tentang Kopi dan Kesehatan, apa saja kandungan kopi, dan manfaat kopi serta tip tip minum kopi. Bukan hanya itu, sejarah kopi dan trend kopi dari masa ke masa juga dibahas.

Bagian akhir buku menguraikan tentang sejarah kopi di tanah air, misalnya kopi Priangan yang mendunia, kopi di tanah Jawa, dan kebangkitan kopi Arabica di Jawa Barat.

Pembahasan buku ini mencakup berbagai aspek tentang kopi, dari sejarah, jenis kopi, hingga teknik brewing dan resep penyajian, yang membuatnya sangat informatif bagi pembaca pemula maupun pecinta kopi berpengalaman. Ditambah lagi illustrasi foto atau visual yang dihadirkan membantu memperjelas teknik dan memperkaya pengalaman membaca, membuatnya lebih menarik dan memudahkan pembaca dalam memahami cara brewing dan penyajian kopi.

Penulis menggunakan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu teknis, menjadikan buku ini dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang tanpa merasa terbebani oleh istilah yang rumit. Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai resep penyajian yang memungkinkan pembaca mencoba langsung di rumah, menambah nilai praktis bagi penggemar kopi.

Namun demikian ada juga beberapa hal yang merupakan kekurangan buku ini, misalnya  buku ini lebih berfokus pada pengalaman dan panduan praktis, sehingga kurang mendalam dari sisi ilmiah atau akademik, terutama bagi pembaca yang tertarik memahami proses kopi secara lebih teknis. Meskipun membahas berbagai aspek termasuk sejarah kopi, buku ini tidak terlalu mengeksplorasi aspek budaya kopi di berbagai negara, yang bisa menambah perspektif tentang bagaimana kopi menjadi bagian dari identitas budaya.

Secara keseluruhan, buku ini adalah bacaan yang menyenangkan bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh dunia kopi, meskipun pembaca yang mencari panduan lebih mendalam mungkin merasa butuh referensi tambahan.

Buku ini koleksi Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




Membaca pun ada Tekniknya

 


Judul:                         Teknik Membaca

Penulis:                      Nurhadi

Editor:                        Nur Syamsiyah

Penerbit:                    PT. Bumi Aksara

Tahun Terbit:               2018

Jumlah Halaman:        viii + 170

ISBN:                         978-602-217-575-9

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini, sesuai dengan judulnya membahas secara terperinci tentang teknik teknik membaca. Menyajikan berbagai macam teori tentang cara membaca buku teks umum, atau populer, teks fiksi dan juga teks ilmiah. Tidak hanya itu, dalam buku ini juga diuraikan tentang cara belajar, cara berlatih membaca, cara meningkatkan daya baca serta cara meningkatkan teknik membaca berbagai macam teks.

Selain itu, juga dijelaskan secara detail bagaimana meningkatkan kecermatan, kecepatan dan teknik dan keefektifan membaca sehingga pembaca buku ini dapat menjadikannya sebagai panduan praktis. Dengan membaca buku ini, dapat menambah pengetahuan tentang membaca, strategi membaca, petunjuk praktis serta latihan latihan teknik membaca yang benar.

Buku ini dibagi dalam 4 bab dan ditulis secara berurut, diawali dengan bab pertama yang membahas tentang konsep dasar membaca. Pada bab ini, diuraikan tentang, pentingnya daya baca yang tinggi, pengertian membaca, tujuan dan tahap tahap membaca, serta jenis jenis teks menurut isi dan penerbitannya.

Teknik membaca teks umum yang populer dijelaskan secara rinci pada bab kedua. Dijelaskan disini, ada teknik membaca berita, membaca petunjuk kemasan, dokumen undang-undang, esai, grafik, tabel, bagan, biografi, tajuk rencana, resensi buku dan lain lain. Ada pula teknik membaca teks fiksi yaitu membaca cerpen dan puisi yang dibahas pada bab ketiga.

Bab keempat adalah pembahasan tentang teknik membaca teks teks ilmiah, misalnya artikel hasil penelitian, artikel ilmiah populer, artikel non-penelitian, makalah dan kitab.

Bagian akhir buku ini ada glosarium, daftar pustaka dan profil penulis. Glosarium adalah bagian dimana dijelaska satu persatu istilah istilah yang digunakan dalam buku ini, misalnya, ada penjelasan tentang apa itu cerpen, bagan, biografi, ide pokok, dan lain lain.

Kelebihan buku ini menggunakan beragam Teknik Membaca. Berbagai teknik membaca yang disesuaikan dengan jenis teks, misalnya ada teknik khusus untuk membaca teks populer, ada pula teknik khusus membaca teks fiksi. Ini membantu pembaca memilih metode yang paling sesuai dengan tujuan mereka. Penulis buku ini menjelaskan teknik membaca secara detail, meliputi langkah-langkah yang harus diikuti, sehingga pembaca dapat menerapkan setiap teknik dengan lebih baik. Dalam buku in teknik yang dijelaskan dapat diterapkan baik dalam bidang akademik maupun non-akademik, sehingga buku ini berguna bagi pelajar, mahasiswa, masyarakat umum hingga pekerja profesional.

Buku ini juga membahas tidak hanya pada kecepatan, tetapi juga pada pemahaman teks, yang sangat penting bagi pembaca yang ingin meningkatkan kemampuan membaca mereka.

Namun demikian, meskipun teknik dijelaskan secara detail, buku ini bisa lebih bermanfaat dengan contoh konkret atau studi kasus untuk membantu pembaca memahami penerapan nyata dari masing-masing teknik. Buku ini kurang merujuk pada riset atau studi terbaru dalam bidang keterampilan membaca, yang dapat mengurangi nilai ilmiah dari metode yang ditawarkan. Gaya bahasa yang cenderung formal bisa membuat beberapa pembaca merasa kurang nyaman, terutama bagi yang mencari panduan membaca dengan pendekatan yang lebih ringan.

Secara keseluruhan, "Teknik Membaca" cocok bagi mereka yang ingin menguasai berbagai strategi membaca untuk beragam jenis teks, namun mungkin kurang memadai bagi pembaca yang mencari panduan membaca dengan pendekatan yang lebih praktis dan ringan.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




Buku tentang Pengelolaan Waktu (Time Management)

 



Judul:                        Kalau Bisa Sekarang, Kenapa Harus Ditunda?

Penulis:                      Dayu Pratyahara

Editor:                         -

Penerbit:                    Garasi

Tahun Terbit:              2020

Jumlah Halaman:       156

ISBN:                        978-623-7219-53-8

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Meskipun semua orang punya jatah waktu yang sama yaitu 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam sepekan dan seterusnya, namun tidak semua orang mampu memanfaatkan atau mengelola waktunya dengan baik. Penulis buku ini mengatakan bahwa orang orang yang mengelola waktunya dengan baik, akan lebih sukses menjalani kehidupannya dibandingkan dengan orang yang tanpa pengelolaan waktu yang baik.

Topik utama pembahasan buku ini adalah pengeloaan waktu atau time management. Pembaca diajak untuk lebih mengenali, dan memahami serta menguasai jatah waktu masing masing. Hidup lebih terarah dan lebih mudah dalam mencapai tujuan jika kita mengelola waktu kita dengan baik. Waktu yang kita jalani, tidak akan kembali, dan seperti judul buku ini, ‘kalau bisa sekarang, kenapa harus ditunda?’.

Ada 5 pembagian pembahasan dalam buku ini, diawali dengan bagaimana kita mengenali diri kita sendiri, siapa kita, dan apa tujuan hidup, bagaimana menemukan tujuan hidup dan cara pandang baru tentang siapa diri kita. Bagaimana kita memahami waktu diuraikan pada bagian kedua. Pada bagian kedua ini dijelaskan apakah waktu itu, waktu menurut para filsuf dan konsep waktu dalam budaya.

Penjelasan tentang bagaimana Persepsi waktu dibahas pada bagian ketiga. Ada beberapa pembagian sub bahasan yaitu bagaimana cara otak menerjemahkan waktu, bagaimana usia memengaruhi persepsi waktu, dapatkah kita memperlambat dan menilai waktu?.

Dua bagian terakhir adalah inti sari pembahasan buku ini. Bagian keempat yaitu bagaimana kita menguasai waktu, karena menguasai waktu sama dengan menguasai hidup. Dijelaskan pula bagaimana masa lalu, masa sekarang dan masa depan, serta bagaimana berdamai dengan masa lalu. Uraian tentang masa kini yang merupakan masa terpenting dan paling berharga dalam hidup ini, dijelaskan secara ringkas pada bagian ini.

Terakhir pentingnya mengendalikan waktu. Mengendalikan waktu sama dengan manajemen waktu atau pengelolaan waktu dengan baik. Pada bagian ini dibahas tentang manajemen waktu, tanda tanda manajemen waktu yang buruk, bagaimana membangun disiplin diri dan bagaimana berhenti menunda-nunda sesuatu yang harus dikerjakan.

Bagian akhir buku dicantumkan beberapa kutipan (quotation) tentang waktu, manajemen waktu dan pemanfaatan waktu, dari para tokoh dan filsuf dunia.

Buku ini menawarkan tips yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap bab dilengkapi contoh sederhana yang relevan untuk diterapkan langsung. Penulis buku ini  menggunakan bahasa yang sederhana sehingga konsep pengelolaan waktu yang mungkin rumit dapat dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Pokok pembahasa atau materi dibagi dalam bab-bab yang berurutan mulai dari dasar pemahaman diri sendiri dalam pengelolaan waktu, teknik spesifik, hingga cara mengatasi hambatan umum seperti procrastination. Struktur ini memudahkan pembaca mengikuti alur pemahaman yang logis.

Namun demikian bagi pembaca yang sudah familiar dengan konsep manajemen waktu, isi buku mungkin terasa kurang mendalam dan lebih fokus pada hal-hal mendasar. Meskipun menawarkan tips, buku ini tidak banyak menyajikan teknik manajemen waktu yang lebih terperinci, seperti time blocking atau teknik Pomodoro, yang mungkin dicari oleh pembaca yang membutuhkan strategi lebih teknis.

Buku ini cocok untuk pembaca yang baru memulai perjalanan dalam mengelola waktu dan membutuhkan panduan awal, tetapi mungkin kurang memadai bagi mereka yang mencari wawasan atau teknik yang lebih mendalam.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



October 28, 2024

Buku tentang Guru Guru Inspiratif dan Berprestasi

 


Judul:                         Apa yang Berbeda dari Guru Hebat, 12 Kisah Inspiratif Bagi Para Pendidik

Penulis:                      Eko Prasetyo & Mohammad Ihsan

Editor:                       Johannes Trihartanto

Penerbit:                    Esensi, Erlangga Group

Tahun Terbit:              2023

Jumlah Halaman:        xxii + 130

ISBN:                        9789790992962

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Menurut Muhammad Nuh, mantan Menteri Pendidikan RI dalam kata sambutannya di buku ini bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang sangat kompleks, menantang dan mulia. Dikatakan kompleks karena spektrum pendidikan yang sangat luas, dan menantang karena menentukan masa depan bangsa dan juga mulia karena memanusiakan manusia. Ditambahkan pula oleh beliau bahwa guru haruslah menjadi teladan bagi peserta didik dan lingkungan, harus punya kemampuan keilmuan (intelektualitas) dan kemampuan manajerial (tata kelola).

Buku ini merupakan kumpulan kisah kisah inspiratif tentang guru guru yang berprestasi. Ada 12 kisah inspiratif dalam buku ini yang ditulis tentang para guru dengan berbagai topik. Para guru berprestasi ini dikisahkan perjalanan hidup mereka sebagai guru dalam suka dan duka, dalam upaya mereka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pertama, ada tulisan tentang Setyo Purnomo yang bertajuk “Mendobrak Pendidikan Kaku”. Setyo Purnomo adalah seorang inisiator dan kreator ‘Kendal Goes Open Source (KGOS)’. Selanjutnya ada tulisan tentang Imron Wijaya dengan judul “Set, Set, Wet!” Imron adalah seorang guru dari Rembang dengan banyak prestasi diantaranya adalah finalis Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran Interaktf se-Jawa Tengah, dan juga finalis Lomba Keberhasilan Guru (LKG) tahun 2009 tingkat Nasional. Ada pula Dhitta Putri Sarasvati yang pernah menjadi pembawa makalah pada “Conference in Children Issues in Indonesia” yang diselenggarakan oleh Bappenas dan UNICEF.

Berturut turut dikisahkan tentang Sukari Darno, seorang tukang kebun yang kemudian menjadi guru Komputer di SMA 1 Muhammadiyah Gresik. Lisda Fauziah yang mendirikan TK dan SMP untuk anak anak miskin dan yatim piatu. A. Musi Marpaung, guru yang menulis berbagai seri pelajaran yaitu Seri Fisikawan cilik, Seri Sains Seru, Pemanasan Global dan lain lain. Mampuono, guru SMP 18 Semarang yang berhasil meraih medali emas dalam Educational Game Design and Development Competition di tingkat nasional. 

Ariani Kusumaningrum adalah pemenang Lomba Menulis Opini Guru se Jawa Timur 2009, Nina Feyruzi Soeparno seorang guru dan dosen bahasa Inggris dan bahasa Prancis.  Manik Indraprasti Mughni guru PNS di MTs Babussalam Bandung.  Pengesti Wiedarti seorang ibu dengan segudang prestasi dan terakhir Suhardi seorang guru teladan dan pemenang lomba Inovasi Pembelajaran antar guru SMA se Jawa Tengah. 

Buku ini berbasis pengalaman dan observasi nyata. Penulis membagikan pengalaman langsung dari para guru yang sukses menerapkan metode pembelajaran yang efektif. Ini memberikan contoh konkret yang bisa dijadikan inspirasi bagi pembaca. Buku ini juga memberikan panduan yang sangat praktis untuk para guru, membahas tentang apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami, bahkan bagi pembaca yang bukan guru tetap dapat memahaminya dengan mudah. Buku ini mengajak para guru untuk tidak hanya meningkatkan teknik mengajar tetapi juga untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam memahami dan berinteraksi dengan siswa.

Namun karena buku ini berdasarkan observasi di lapangan, contoh-contoh yang diangkat mungkin lebih relevan untuk kondisi sekolah tertentu dan bisa kurang aplikatif bagi sekolah yang berbeda kondisinya, misalnya sekolah di daerah terpencil atau yang memiliki keterbatasan sarana. Buku ini juga lebih banyak berfokus pada contoh praktis dan pengalaman daripada teori pendidikan. Bagi pembaca yang mencari landasan teori yang lebih kuat, buku ini mungkin terasa kurang mendalam dalam aspek akademis.

Secara keseluruhan, buku ini sangat inspiratif dan dapat membantu para guru dalam menjalankan peran mereka dengan lebih baik. Sangat direkomendasikan bagi para guru.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




October 24, 2024

Gerakan Repatriasi Syekh Yusuf di Tanah Makassar

Pada pertengahan abad XVII atau pada tahun 1650-1700 "Gerakan Repatriasi Syekh Yusuf" di tanah Makassar tidak terlaksana karena permohonan dari Kerajaan Gowa akhirnya di tolak oleh pemerintah Belanda di Batavia, serta pertemuan dengan Ketua Perhimpunan Dagang Hindia Timur (Verenigde Oost Indishe Compagnie, di singkat VOC) di Makassar yaitu Willem Hartsink dalam rangka repatriasi Syekh Yusuf mendapat tanggapan yang baik oleh Hartsink.

Kegagalan rencana itu disebabkan pihak VOC tidak mengabulkan permohonan repatriasi Syekh Yusuf. Penolakan itu di dasarkan atas pertimbangan : 

  1. Sikap permusuhan yang selama ini ditunjukkan oleh Kerajaan Gowa terhadap VOC, dan 
  2. Tokoh yang ingin direpatriasikan terkenal sebagai seorang tokoh yang gigih menentang ke- bijaksanaan monopoli pelayaran dan perdagangan VOC. 
Dua alasan itu yang menyebabkan pihak VOC mencurigai permohonan itu sebagai langkah untuk mempersatukan kekuatan di bawah Syekh Yusuf untuk membinasakan kedudukannya di Makassar. Di samping dua alasan utama itu, terdapat pula beberapa pertimbangan yang berhubungan dengan permohonan repatriasi yang mencurigakan : 

  1. Perubahan sikap pihak VOC terhadap Kerajaan Gowa disambut dengan sikap tunduk dan hormat kepada VOC, hal yang selama itu tidak pernah diperlihatkan. 
  2. Permohonan repatriasi itu didasarkan atas alasan bahwa tokoh itu kelahiran tanah Makassar, bahwa rakyat memandang tokoh itu sebagai Nabi Muhammad kedua.
  3. Jangka waktu pengasingan dan pengajuan cukup lama yaitu kurang lebih enam tahun sehingga alasan bahwa Syekh Yusuf termasuk keluarga raja-raja Gowa tidak dapat diyakini kebenarannya.

Penolakan permohonan repatriasi itu berakibat munculnya pengkultusan Syekh Yusuf di tanah Makassar. Pengkultusan itu erat berkaitan dengan usaha untuk menutup kerahasiaan rencana gerakan yang dikaitkan dengan alasan permohonan repatriasi karena tokoh itu merupakan anggota keluarga raja-raja Gowa. Pengkultusan yang dilakukan dengan memberikan pengabsahannya melalui riwayat-riwayat yang bercorak mitos berakibat terjadinya pemujaan terhadap tokoh itu. Pemujaan itu hingga sekarang masih terus berlangsung.

Jelaslah bahwa usaha permohonan repatriasi Syekh Yusuf yang diajukan oleh Kerajaan Gowa kepada pemerintah VOC merupakan suatu usaha untuk menampilkan tokoh agama yang besar pengaruhnya, seorang ulama yang gigih menentang politik monopoli pelayaran dan perdagangan VOC, untuk mempersatukan kekuatan yang terpecah-pecah di Sulawesi Selatan serta untuk melancarkan serangan dan membinakan kedudukan VOC di Makassar. Pemilihan tokoh tersebut didasarkan atas pertimbangan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan umumnya beragama Islam.

Tulisan berjudul Gerakan Repatriasi Syekh Yusuf di Tanah Makassar merupakan salah satu koleksi layanan deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan berupa tesis guna memperoleh gelar sarjana sastra pada Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin. 


Gerakan Repatriasi Syekh Yusuf di Tanah Makassar
Penulis: Syahrir Kila
Penerbit: Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1986

Pers dan Dinamika Politik di Makassar (1945-1966)

Pers sebagai lembaga yang menyelenggarakan kegiatan komunikasi memiliki ketergantungan pada masyarakat dan pemerintah. Perkembangan institusi pers selama 21 tahun (1945-1966) di Makassar, telah diwarnai oleh dinamika politik. Selama dua dasawarsa, citra pers berubah. Demikian pula pola hubungan antara pers dengan dan pemerintah, pers dengan masyarakat (organisasi politik) mengalami perubahan dan perkembangan.

Bentuk dan arah perkembangan institusi pers selama masa 21 tahun (1945-1966) di Makassar itu adalah berikut :

  • Perubahan Citra Pers

Citra sebagai Pers Perjuangan yang memiliki orientasi politik berubah ke arah Pers Informasi, yang memiliki orientasi bisnis.

Citra komunikator dalam pers berubah. Politisi Wartawan dan Wartawan Politisi berubah ke arah berkembangnya Wartawan Profesional.

Citra sebagai Pers Politik dan Pers Partai berubah ke arah berkembangnya Pers Independen (mandiri)

Aliran politik atau ideologi sebagai kerangka acuan acuan bagi pers mengalami perubahan dari berma- cam-macam aliran ke arah satu ideologi saja (Pancasila).

  • Perubahan Hubungan Pers, Pemerintah dan Masyarakat Hubungan 
Hubungan partai politik dengan pers berubah dari Hubungan Pengendalian dan kemudian Hubungan Pemilikan berubah ke arah Hubungan Bebas.

Hubungan pemerintah dengan pers, berubah dari Hubungan Bebas ke arah Hubungan Pengawasan dan Hubungan Pembinaan.

Hubungan pers dengan pemerintah dan partai politik berubah dari Hubungan Koalisi-Oposisi ke arah Hubungan Mitra.

  • Perkembangan Pedoman Rakyat dan Marhaen

Pedoman Rakyat sebagai Pers Jaya dapat lolos dari semua krisis politik dan mengalami perkembangan, karena mengikuti pola yang dirumuskan pada butir satu dan dua di atas. Pedoman lahir sebagai Pers Perjuangan yang dikontrol oleh Politisi Wartawan, sejak awal mengemban ideologi Pancasila, berusaha menjadi Pers Independen dan menjalin hubungan yang harmonis dengan pemerintah dan masyarakat. Kemudian surat kabar ini, berkembang ke arah pers informasi yang dikontrol oleh Wartawan Profesional dengan memperhatikan kepentingan komersial.

Marhaen sebagai Pers Takjaya tidak dapat melanjutkan eksistensinya karena menyimpang dari pola perkembangan yang dirumuskan pada butir satu dua di atas. Marhaen "lahir" sampai "mati" sebagai Pers Partai, dikontrol oleh Politisi Wartawan dan mengemban aliran politik nasionalisme radikal. Hubungannya dengan pemerintah dan masyarakat, berjalan harmonis selama 13 tahun, namun kemudian berubah menjadi tidak tahun 1965.

Tulisan di atas bersumber pada disertasi berjudul Pers dan Dinamika Politik di Makassar (1945-1966) untuk memperoleh gelar doktor pada fakultas pascasarjana Universitas Hasanuddin. 

Butir-butir di atas telah menujukan perkembangan institusi pers selama masa 21 tahun di Makassar lebih banyak tergantung pada politik daripada tergantung pada uang atau bisnis.

Secara umum, pers dan politik di Makassar dipadukan oleh nasionalisme dan revolusi menjadi Pers Perjuangan yang dibina Politisi Wartawan atau Wartawan Politisi dan kemudian keduanya (pers dan politik) dipisahkan oleh dinamika politik setelah berlangsung selama 21 tahun. Disertasi ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


Pers dan Dinamika Politik di Makassar (1945-1966)
Press and  Political Dynamic in Makassar (1945-1966)
Penulis: Anwar Arifin
Penerbit: Fakultas Pascasarjana Universitas Indonesia
Tempat : Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1990