Judul: Diary of A Tea Drinker
Penulis: Othniel Giovanni
Editor: -
Penerbit: PT Agromedia Pustaka
Tahun
Terbit: 2019
Jumlah
Halaman: vi + 122
ISBN: 978-979-006-640-3
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Minuman Teh mungkin minuman yang terpopuler didunia. Sepertinya semua
negara memiliki tradisi minum teh masing masing. Penulis buku ini adalah
seorang pencinta dan penikmat teh yang menuliskan pengalaman dan pengetahuannya
tentang teh untuk dibagikan kepada para pembaca. “Aku ingin mengajak semua
pembaca untuk merasakan apa yang kurasakan melalui secangkir teh”, tulisnya
pada awal buku.
Buku ini dibagi dalam 7 bagian. Semua judul bagian atau bab dalam bahasa
Inggris. Bagian awal dijelaskan tentang sejarah teh dan mitos mitos yang
menyertainya. Sejarah teh ternyata sudah ribuan tahun, sejak 5000 tahun sebelum
masehi sudah dikenal tanaman teh di Yunnan, Cina.
Pada bagian kedua diuraikan tentang negara negara yang terkenal sebagai
produsen teh. Negara negara yang terkenal tersebut adalah Cina, India, Kenya,
Indonesia, Jepang, Amerika Serikat, dan Mesir. Disebutkan pula bahwa di Jepang,
jenis teh hijaulah yang paling populer.
Selanjutnya dibahas jenis jenis teh yang ada di dunia. Ada jenis teh putih
(white tea), teh hijau (green tea), teh oolong (Oolong tea), dan teh hitam
(black tea).
Brewing atau proses penyeduhan teh diuraikan pada bab selanjutnya. Ada
proses penyeduhan cara barat (western style), ada juga Gong Fu style atau cara
Gong Fu. Berbagai peralatan penyeduhan teh juga diuraikan pada bagian ini.
Penulis banyak mengambil contoh peralatan penyeduhan teh dari Asia timur seperti
Jepang dan Cina. Pada bagian kembali dijelaskan tentan White Tea dari
Indonesia yang disebutnya sebagai Indonesian Sinensis Silver Needle yang
katanya berasal dari perkebunan teh di Bogor. Dituliskan juga resep penyeduhan
teh putih Indonesia ini baik dalam gaya Gong Fu maupun gaya barat.
Jenis teh lainnya yang dituliskan misalnya West Bengal White Peony yang
berasal dari Bengal Barat di India. Ada pula jenis Nepalese Silver Tips yang
berasal dari Nepal, dan jenis Shizuoka Gyokuro yang merupakan teh Jepang. Teh hijau
pun ternyata punya banyak variasi, diantaranya Xinyang Mao Jian yang
berasal dari Provinsi Henan Cina, Japanese Matcha atau teh hijau Jepang. Masih
banyak lagi jenis jenis teh yang dituliskan dan dilengkapi dengan resep penyeduhan
cara barat dan cara Gong Fu.
Membaca buku ini dapat menambah pengetahuan pembaca tentang teh.
Ternyata begitu banyak jenis dan cara pengolahan. Sayang sekali bahwa di
Indonesia, tidak terlalu banyak pilihan jenis teh yang ada di pasaran.
Buku ini sangat informastif karena
menyajikan informasi rinci tentang berbagai jenis teh, dari asal-usul hingga
karakteristik masing-masing, membuatnya kaya pengetahuan bagi pecinta teh. Buku
ini juga merupakan buku panduan penyeduhan yang praktis. Dengan berbagai teknik penyeduhan, buku ini
memandu pembaca untuk menikmati teh sesuai selera, bahkan cocok untuk pemula.
Penggunaan bahasa dalam buku ini juga sangat menarik karena narasi yang
personal dalam bentuk “diary” memberikan nuansa santai dan intim, memudahkan
pembaca menikmati setiap bagiannya. Buku ini juga dilengkapi dengan illustrasi
dan foto foto yang menarik sehingga menambah minat baca para pembacanya.
Namun demikian ada pula beberapa kekurangan misalnya pembahasan pengolahan
yang kurang terperinci. Walaupun ada
berbagai cara pengolahan teh, beberapa bab terasa singkat dan mungkin kurang
mendalam bagi pembaca yang ingin tahu lebih detail. Mungkin gaya bahasa yang
digunakan terlalu santai dan sangat personal sehingga terkadang mengurangi
keakuratan informasi teknis bagi pembaca yang ingin lebih fokus pada fakta.
Secara keseluruhan, Diary of a Tea Drinker adalah bacaan ringan
yang edukatif untuk penggemar teh, terutama mereka yang tertarik mengenal
berbagai cara menikmati teh dari perspektif pribadi.
Buku ini koleksi Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan,
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




.jpeg)



.jpeg)




