March 26, 2026

Sinrilikna I Manakkuk


Sinrilikna I Manakkuk adalah naskah klasik Makassar yang ditulis dengan aksara Lontara, menceritakan kisah cinta yang murni dan penuh perjuangan antara I Manakkuk dan kekasihnya, I Marabintang Kamase. Kisah ini tidak hanya menonjolkan romantisme, tetapi juga menghadirkan berbagai unsur mistik, petualangan, dan nilai-nilai keberanian, kesetiaan, serta kebijaksanaan. Naskah ini merupakan salah satu koleksi Layana Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, sehingga menjadi bagian penting dari warisan budaya Sulawesi Selatan.

Cerita dimulai dengan tekad I Manakkuk untuk mempersunting I Marabintang Kamase di negeri Labbakkang. Untuk mewujudkan niatnya, ia membangun sebuah perahu besar dari kayu kuno bernama Lanra Lekleng, yang diambil dari hutan Luk di Luwu—kayu yang menurut legenda seusia dengan dunia itu. Meski orang tua, terutama ibunya, menasihati agar ia menunda perjalanan, I Manakkuk tetap berangkat, didampingi pengasuhnya, meninggalkan kampung halamannya di Bone.

Perjalanan I Manakkuk penuh rintangan. Dalam perjalanannya, ia singgah di perairan Bantaeng, meskipun pengasuhnya memperingatkan banyak bahaya gaib, termasuk ilmu hitam seperti Jalarambakna Bantaeng Tappukserokna Bantaeng dan Laklakanna Lembang Cina. Keteguhan I Manakkuk membawanya bertemu dengan raja dan permaisuri Bantaeng. Awalnya, kemarahannya menyulut konflik karena ia membunyikan meriam dari perahunya, namun keturunan bangsawan Bone yang ia wakili menjadikan raja dan permaisuri terkejut, hingga akhirnya menyambutnya dengan hormat. Di istana, I Manakkuk menunjukkan keahliannya dalam permainan raga, khususnya dengan menggunakan raga emas yang membuat lawan-lawannya kalah.

Namun, perjalanan mereka tidak berhenti di situ. Perahu I Manakkuk sempat tertahan di Bantaeng, bahkan anak-anak buahnya terkena penyakit gatal akibat ilmu gaib Laklakanna Lembang Cina. Meski begitu, dengan keberanian dan bimbingan pengasuhnya, perahu mereka akhirnya melanjutkan perjalanan melewati Barombong dan Ujung Pandang hingga tiba di Labbakkang. Sekali lagi, kedatangan I Manakkuk menimbulkan ketegangan dengan otoritas setempat karena bunyi meriamnya, tetapi statusnya sebagai bangsawan Bone membuat raja dan permaisuri Labbakkang menerima kehadirannya.

Di Labbakkang, I Marabintang Kamase enggan turun ke perahu, sehingga permaisuri sendiri yang menemui I Manakkuk. Dengan syarat dibuatkan istana lengkap dengan pasar dan tempat permainan di Tana Teko, I Manakkuk berhasil mewujudkan kediaman megahnya. Namun, kedamaian mereka terusik oleh kabar datangnya I Nojeng dari Pulau Jawa, yang ingin merebut I Marabintang Kamase. Konflik ini sempat diselesaikan melalui pertarungan ayam aduan, namun kemudian berubah menjadi konfrontasi militer. Dalam pertempuran itu, I Manakkuk dan istrinya meninggal.

Keajaiban terjadi ketika jenazah I Manakkuk dan I Marabintang Kamase dibaringkan bersama di atas selembar sarung mukjizat dari Jawa, disirami air, dan keduanya hidup kembali. Kisah ini menegaskan tema utama: cinta sejati yang mampu mengatasi segala rintangan, baik yang bersifat fisik maupun mistik.

Sinrilik ini juga sarat dengan unsur mistik dan adat, misalnya penggunaan raga emas, sirih sakral, dan ilmu gaib yang membahayakan pelayaran. Keseluruhan cerita tidak hanya menekankan keberanian dan kesetiaan, tetapi juga menunjukkan bagaimana cinta murni dapat bertahan melalui cobaan, pertempuran, dan kematian, hingga akhirnya berujung pada kebahagiaan abadi.

Secara keseluruhan, Sinrilikna I Manakkuk (Lontarak Makassar) adalah karya sastra yang memadukan romansa, epik kepahlawanan, dan kepercayaan mistik, menjadikannya naskah penting yang mencerminkan budaya dan nilai-nilai masyarakat Makassar pada masa lampau, sekaligus menjadi salah satu harta karun budaya yang tersimpan dalam koleksi Layana Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Sinrilikna I Manakkuk (Lontarak Makassar)
Tim Peneliti/Pengkaji: ambo Gani, Husnah Gani, Baco Dg. Basse, Nurbiyah Saini
Penerbit: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 1990

March 23, 2026

200 Resep Sehat JSR (Jurus Sehat Rasulullah)

 


Judul:                           200 Resep Sehat JSR

Penulis:                        dr. Zaidul Akbar

Editor:                          Wafa Nailatunnajah

Penerbit:                     PT. Sygma Media Inovasi, Bandung

Tahun Terbit:             2024

Jumlah Halaman:    x + 342

ISBN:                            9786239568719

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Buku “Resep Sehat JSR: 200 Resep Menyehatkan” karya dr. Zaidul Akbar merupakan salah satu buku kesehatan populer di Indonesia yang mengusung konsep pengobatan alami berbasis ajaran Islam. JSR adalah Jurus Sehat Rasulullah yang dipopulerkan oleh dr. Zaidul Akbar. Buku ini pertama kali terbit pada tahun 2021 dan berisi ratusan resep herbal yang dirancang untuk membantu mengatasi berbagai penyakit sehari-hari. Dengan pendekatan yang menggabungkan ilmu medis, pengalaman praktik, serta nilai-nilai sunnah, buku ini menjadi referensi menarik bagi pembaca yang ingin hidup lebih sehat secara alami.

Secara isi, buku ini diawali dengan pembahasan tentang hidup sehat dan bahagia. Kemudian diuraikan isi pokok bahasan yaitu terdiri dari sekitar 200 resep herbal yang ditujukan untuk menangani kurang lebih 70 jenis penyakit, mulai dari infeksi dan alergi, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem endoktrin, sistem syaraf, sistem pernafasan, sistem rangka dan otot, jantung dan pembuluh darah, kekebalan tubuh, ekskresi dan urinaria, darah dan gangguan darah, dan lain lain. Termasuk disini, resep pengobatan ADHD, Autisme, Pikun, depresi dan penyakit lainnya. Resep-resep tersebut menggunakan bahan alami seperti madu, jahe, kunyit, kurma, dan rempah-rempah lain yang mudah ditemukan di dapur.

Konsep yang diangkat dikenal sebagai Jurus Sehat Rasulullah (JSR), yaitu metode menjaga kesehatan yang merujuk pada praktik hidup sehat Nabi Muhammad SAW, baik dari sisi konsumsi maupun gaya hidup.

Salah satu keunggulan utama buku ini adalah pendekatannya yang sederhana dan praktis. Sebagian besar bahan yang digunakan relatif murah dan mudah diperoleh, sehingga pembaca tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mencoba resep-resep yang ada. Selain itu, penyajian resep disusun secara sistematis dan dilengkapi dengan penjelasan manfaat bahan, sehingga pembaca tidak hanya mengikuti langkah, tetapi juga memahami khasiatnya. Hal ini menjadikan buku ini tidak sekadar buku resep, tetapi juga edukatif dalam hal kesehatan alami.

Kelebihan lainnya terletak pada integrasi antara ilmu kesehatan dan nilai spiritual. Buku ini menekankan bahwa kesembuhan tidak hanya berasal dari usaha manusia, tetapi juga dari izin Tuhan, sehingga aspek keimanan menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan. Pendekatan ini memberikan dimensi holistik—fisik dan spiritual—yang jarang ditemukan dalam buku kesehatan modern berbasis medis konvensional.

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah minimnya pembahasan ilmiah yang mendalam terkait efektivitas setiap resep. Meskipun disebutkan adanya kajian dan pengalaman penulis, tidak semua resep didukung oleh referensi ilmiah yang kuat atau uji klinis yang jelas. Hal ini dapat menjadi catatan bagi pembaca yang menginginkan validitas medis berbasis evidence-based medicine.

Selain itu, gaya penyampaian yang cenderung normatif dan religius mungkin kurang cocok bagi pembaca dari latar belakang non-religius atau yang lebih mengutamakan pendekatan ilmiah murni. Beberapa resep juga bersifat umum dan tidak selalu mempertimbangkan kondisi individu secara spesifik, sehingga tetap diperlukan konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk kasus penyakit tertentu.

Secara keseluruhan, buku ini dapat disimpulkan sebagai panduan praktis hidup sehat berbasis bahan alami dan nilai-nilai Islam. Buku ini tidak hanya menawarkan solusi alternatif pengobatan, tetapi juga mengajak pembaca untuk kembali ke pola hidup yang lebih alami dan seimbang. Meski tidak dapat dijadikan satu-satunya rujukan medis, buku ini tetap relevan sebagai pelengkap gaya hidup sehat.

Rekomendasinya, buku ini sangat cocok bagi pembaca yang tertarik pada pengobatan herbal, gaya hidup alami, serta pendekatan kesehatan berbasis sunnah. Namun, bagi pembaca yang membutuhkan penanganan medis serius atau berbasis ilmiah ketat, buku ini sebaiknya dijadikan referensi tambahan, bukan pengganti konsultasi medis. 




March 22, 2026

Energi Ikhlas

 


Judul:                         Energi Ikhlas, Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat

Penulis:                      Yusuf Al-Qaradhawi

Penerjemah:             Idrus Hasan, Lc., M.A.

Editor:                         Yadi Saeful Hidayat

Penerbit:                    Mizan Media Utama, Bandung

Tahun Terbit:            2011

Jumlah Halaman:   268

ISBN:                           9786028236836

Penulis Resensi:       Suharman, S.S., MIM.

Buku “Energi Ikhlas, Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat” karya Yusuf Al-Qaradhawi merupakan salah satu karya yang mengangkat tema spiritualitas Islam dengan pendekatan yang reflektif dan aplikatif. Buku ini berupaya mengajak pembaca memahami makna keikhlasan sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan yang seimbang antara urusan dunia dan akhirat. Dengan gaya penyampaian yang khas ulama, penulis memadukan dalil-dalil keagamaan dengan penjelasan yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca.

Pada bagian awal, penulis menguraikan konsep ikhlas secara mendalam, baik dari perspektif Al-Qur’an maupun hadits. Pada bagian awal ini, penulis menguraikan tentang ikhlas dan kedudukannya bagi para penempuh kehidupan (salik). Ikhlas tidak hanya dimaknai sebagai niat yang lurus, tetapi juga sebagai energi batin yang mampu menggerakkan seseorang untuk berbuat kebaikan tanpa mengharapkan imbalan duniawi. Penekanan ini menjadi penting karena banyak orang menjalani aktivitas ibadah maupun sosial tanpa menyadari urgensi niat yang murni.

Selanjutnya, buku ini membahas bagaimana menghadirkan niat dan urgensi niat menurut Al-Quran. Berbagai macam balasan suatu amal sesuai dengan niatnya. Diuraikan pula tentang keikhlasan dapat menjadi sumber kebahagiaan sejati. Yusuf Al-Qaradhawi menjelaskan bahwa seseorang yang ikhlas tidak akan mudah terpengaruh oleh pujian maupun celaan manusia. Hal ini menjadikan hati lebih tenang dan stabil dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Penulis juga memberikan contoh-contoh konkret dari kehidupan para ulama dan tokoh Islam yang menunjukkan kekuatan ikhlas dalam praktik sehari-hari.

Selain itu, buku ini juga mengupas keutamaan Ikhlas dan bahaya Riya’. Riya. Harus diwaspadai oleh umat manusia dan Al-Quran memberi peringatan agar waspada terhadap Riya’ dan orang orang yang riya’. Beberapa contoh hadist yang memperingatkan manusia agar takut melakukan Riya’.

Selanjutnya ada penjelasan tentang hakikat Ikhlas, ada pula penjelasan Imam Al-Ghazali tentang makna Ikhlas dan amal yang bercampur dengn motif keduniaan. Adapula pendapat Ibn Rajab tentang amal yang terkontaminasi.  

Dari segi kelebihan, buku ini memiliki kekuatan pada kedalaman materi dan landasan religius yang kuat. Penulis menggunakan rujukan yang kredibel sehingga pembahasan terasa otoritatif. Gaya bahasa yang digunakan juga relatif mudah dipahami, meskipun mengangkat tema yang cukup abstrak. Selain itu, buku ini mampu memberikan motivasi spiritual yang relevan bagi pembaca yang sedang mencari ketenangan batin di tengah kehidupan modern yang kompleks.

Namun, terdapat beberapa kekurangan yang perlu dicermati. Salah satunya adalah kecenderungan pembahasan yang cukup normatif dan berulang pada beberapa bagian, sehingga dapat terasa monoton bagi pembaca yang menginginkan variasi pendekatan. Selain itu, buku ini lebih menekankan aspek konseptual dibandingkan panduan praktis yang sistematis, sehingga pembaca mungkin memerlukan refleksi tambahan untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kekurangan lainnya adalah kurangnya konteks kekinian dalam beberapa pembahasan. Meskipun nilai ikhlas bersifat universal, contoh-contoh yang digunakan lebih banyak berasal dari kisah klasik sehingga mungkin terasa kurang dekat dengan realitas generasi saat ini. Penambahan ilustrasi yang lebih kontekstual akan membuat buku ini semakin relevan dan aplikatif.

Sebagai kesimpulan, “Energi Ikhlas, Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat” merupakan buku yang kaya akan nilai spiritual dan layak dijadikan bahan renungan bagi siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas niat dan kehidupan batinnya. Buku ini berhasil menegaskan bahwa keikhlasan adalah kunci utama dalam meraih kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat.

Sebagai rekomendasi, buku ini sangat cocok bagi pembaca yang tertarik pada pengembangan diri berbasis nilai-nilai keislaman, khususnya dalam aspek spiritualitas dan penyucian hati. Namun, untuk hasil yang lebih optimal, pembaca disarankan untuk melengkapi bacaan ini dengan referensi lain yang lebih praktis dan kontekstual. Dengan demikian, pemahaman tentang ikhlas tidak hanya berhenti pada tataran teori, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.



Gadget Unggulan Blogspot

 


Judul:                           Gadget Blogspot Paling Sip

Penulis:                        Raf Knwledge

Editor:                          -

Penerbit:                     PT. Elex Media Komputindo

Tahun Terbit:             2009

Jumlah Halaman:    ix + 182

ISBN:                            9789792763829

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Buku “Gadget Blogspot Paling Sip” karya Raf Knowledge hadir sebagai panduan praktis bagi para pengguna platform Blogspot yang ingin memperkaya tampilan dan fungsi blog mereka. Ditulis dengan pendekatan yang komunikatif, buku ini tampak ditujukan terutama bagi pemula hingga pengguna menengah yang ingin meningkatkan kualitas blog secara teknis tanpa harus memiliki latar belakang pemrograman yang mendalam. Sebagai seorang pustakawan yang menilai dari sisi kebermanfaatan dan keterbacaan, buku ini memiliki nilai informatif yang cukup kuat dalam konteks literatur teknologi terapan.

Pada bagian awal, penulis memperkenalkan konsep dasar gadget atau widget dalam Blogspot, mulai dari definisi, berbagai jenis koleksi gadget Blogspot, cara memindahkan posisi gadget, cara mengedit gadget yang telah terpasang, dan cara menghapus gadget.

Bagian selanjutnya adalah gadget dasar, dimana dijelaskan tentang cara membuka koleksi gadget dasar, pengikut (follower), kotak penulusuran, HTML dan Jawa Script, tampilan slide, baris video, daftar link, feed, newsreel, label, tautan, logo, profil dan lain lain.  Penjelasan disampaikan secara sistematis dan bertahap, sehingga pembaca tidak merasa kewalahan. Raf Knowledge juga memberikan ilustrasi langkah demi langkah yang memudahkan pembaca memahami proses instalasi gadget, termasuk penyisipan kode HTML dan JavaScript secara aman.

Selanjutnya, buku ini mengulas berbagai jenis gadget unggulan dan gadget populer yang sering digunakan oleh para blogger, seperti widget media sosial, kotak pencarian, statistik pengunjung, hingga fitur komentar interaktif. Setiap gadget dibahas dengan cukup rinci, disertai contoh implementasi dan tips optimalisasi. Hal ini menjadi nilai tambah karena pembaca tidak hanya memahami “cara memasang”, tetapi juga “mengapa gadget tersebut penting” dalam meningkatkan pengalaman pengguna (user experience).

Keunggulan lain dari buku ini adalah gaya bahasa yang ringan dan tidak terlalu teknis. Raf Knowledge tampaknya menyadari bahwa sebagian besar pembaca adalah pengguna non-teknis, sehingga istilah-istilah teknis dijelaskan dengan analogi sederhana. Selain itu, struktur buku yang rapi dengan pembagian bab yang jelas memudahkan pembaca untuk mencari topik tertentu tanpa harus membaca secara linear.

Namun demikian, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah keterbatasan pembahasan terkait perkembangan terbaru platform Blogspot. Mengingat dunia teknologi web berkembang sangat cepat, beberapa gadget atau metode yang dijelaskan mungkin sudah mengalami perubahan atau bahkan tidak lagi relevan. Apalagi karena buku ini terbit tahun 2009, lebih dari 10 tahun silam. Selain itu, buku ini cenderung berfokus pada aspek praktis tanpa banyak membahas aspek keamanan secara mendalam, seperti potensi risiko dari penggunaan script pihak ketiga.

Kekurangan lain yang dapat dicatat adalah minimnya pembahasan mengenai desain visual secara komprehensif. Meskipun gadget yang dibahas cukup beragam, integrasi antara fungsi dan estetika belum dibahas secara mendalam. Padahal, dalam dunia blogging modern, tampilan visual memiliki peran yang sama pentingnya dengan fungsi teknis.

Secara keseluruhan, “Gadget Blogspot Paling Sip” merupakan buku panduan yang bermanfaat, khususnya bagi pemula yang ingin mengembangkan blog mereka secara lebih profesional. Buku ini berhasil menjembatani kesenjangan antara kebutuhan praktis pengguna dan kompleksitas teknis yang sering menjadi hambatan. Meskipun terdapat beberapa kekurangan, nilai informatif yang diberikan tetap relevan dalam konteks pembelajaran dasar.

Sebagai rekomendasi, buku ini sangat cocok bagi pelajar, mahasiswa, atau blogger pemula yang ingin memahami dasar-dasar pengelolaan gadget di Blogspot. Namun, bagi pengguna tingkat lanjut, buku ini mungkin perlu dilengkapi dengan sumber lain yang lebih mutakhir dan mendalam. Dengan demikian, buku ini layak dijadikan referensi awal dalam perjalanan mengembangkan blog yang fungsional dan menarik.



March 16, 2026

Komik Gaul ala Rasul

 

Islam tidak hanya mengajarkan tentang ibadah yang berhubungan dengan Tuhan, tetapi juga mengatur bagaimana manusia berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, pergaulan memiliki aturan yang jelas, yang dikenal dengan adab dan akhlak. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman agar manusia dapat hidup dengan saling menghormati, saling membantu, dan menjaga sikap dalam berbagai keadaan. Karena itu, hubungan dengan sesama manusia juga termasuk bagian penting dari amal yang akan dipertanggungjawabkan.

Dalam kehidupan modern saat ini, pergaulan semakin luas dan beragam, terutama di kalangan generasi muda. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat komunikasi menjadi lebih mudah, tetapi di sisi lain juga menuntut setiap orang untuk lebih bijak dalam bersikap. Tanpa disadari, ucapan, perilaku, dan kebiasaan sehari-hari dapat membawa kebaikan, tetapi juga bisa menimbulkan masalah jika tidak disertai akhlak yang baik. Oleh sebab itu, diperlukan bacaan yang ringan namun mampu mengingatkan kembali pentingnya menjaga adab dalam pergaulan.

Salah satu buku yang mengangkat tema tersebut adalah Komik Gaul Ala Rasul, sebuah buku yang menyampaikan pesan-pesan akhlak dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Buku ini mengajak pembaca, khususnya remaja dan masyarakat umum, untuk memahami bahwa ajaran Islam tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mengatur bagaimana bersikap kepada sesama manusia. Dengan gaya komik yang santai dan disertai dialog yang ringan, pesan moral dalam buku ini terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di dalam buku ini terdapat berbagai nasihat tentang pentingnya berakhlak baik, tidak merasa lebih baik dari orang lain, menahan amarah, menghormati tetangga, menjaga kejujuran, serta memilih teman yang baik. Selain itu, pembaca juga diingatkan untuk menjauhi sifat sombong, iri hati, suka berdebat, dan kebiasaan buruk lainnya yang dapat merusak hubungan antar sesama. Setiap pesan disampaikan secara singkat, tetapi memiliki makna yang dalam dan mudah untuk dipahami oleh semua kalangan.

Buku ini juga menegaskan bahwa menjadi pribadi yang baik tidak cukup hanya dengan rajin beribadah, tetapi harus diiringi dengan perilaku yang baik dalam kehidupan sosial. Rasulullah telah memberikan teladan bagaimana bersikap dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan rasa hormat kepada orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi dasar dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam pergaulan sehari-hari.

Dengan penyajian yang ringan namun penuh makna, Komik Gaul Ala Rasul menjadi bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi pelajaran tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan. Buku ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa kebaikan sekecil apa pun memiliki nilai, dan sikap yang baik kepada sesama merupakan bagian dari ibadah yang tidak terpisahkan. Buku ini juga dapat diakses secara digital melalui aplikasi BintangPusnas Edu, sehingga masyarakat dapat membaca dan memanfaatkannya dengan lebih mudah sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi.

Komik Gaul ala Rasul
Penulis : Fajar Istiqlal
Penerbit: Kaysa Media
Tahun Terbit : 2020
ISBN : 978-602-215-004-6 

March 11, 2026

SEJARAH PERJUANGAN PONG TIKU (PAHLAWAN NASIONAL TANA TORAJA)

 


Pong Tiku adalah seorang toko perjuangan yang sering disebut oleh masyarakat dan lawannya Belanda, bahkan namanya mengisi lembaran sejarah penjajahan Belanda di Indonesia khususnya Sulawesi Selatan dengan julukan nama yang beragam seperti Ne' Baso (pemberian nama oleh suku Bugis) Bloeddorstig. Nama tersebut disebut dalam memori Asisten Residen Luwu, Juli 1913 karena Ia kosisten untuk tidak berdamai dan berjuang untuk melawan Belanda hingga titik darah penghabisan. Jauh Sebelum masuknya Belanda di daerah Tana Toraja pada bulan Maret 1906, Pong Tiku dan beberapa bangsawan utama di Tana Toraja melakukan suatu pertemuan di Rante Pao dan meyatakan sumpah dan keputusan untuk melakukan perlawanan total terhadap pasukan Belanda. 

Akibat perlawanan tersebut, peperangan terjadi pada bulan April 1906 - Oktober 1906. Perang tersebut tentu saja memakan banyak korban dan banyak yang kehilanagan harta. Di tengah kondisi yang serba kekurangan, Pong Tiku terpaksa bersembunyi dan menjadi buronan pasukan Belanda. Pong Tiku kemudian disergap di tempat persembunyiannya pada tanggal 10 Juli 1907 dan menjalani hukuman mati di ujung peluru tentara Belanda di pinggir sungai salu Sa'dan kota Rantepao.

Buku Sejarah Perjuangan Pong Tiku adalah hasil dari kumpulan keterangan yang dikumpulkan oleh penulis dari beragam pihak, pihak-pihak tersebut disebutkan dalam buku. Buku ini tentu saja tidak lengkap dan gambaran keadaannya mungkin tidak sepenuhnya bisa mengdeskripsikan secara akurat bagaimana perlawanan Pong Tiku terjadi pada tahun 1905 hingga 1907. Akan tetapi buku ini mengajarkan dan mengenalkan pembaca pada kehidupan Pong Tiku dan perjuangannya untuk melindungi bangsa dan tanah air. Pembaca bisa membaca lebih lanjut dengan mengungi perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Buku ini bisa ditemukan di Layanan Umum dan Layanan Deposit. lokasi perpustakaan berada di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang kota Makassar. 


Penanggung Jawab  : L.T. Tangdilintin

Bahasa  : Indonesia

Penerbit  : Lembaga Kajian dan Penulisan Sejarah Budaya Sulawesi Selatan

Kota Terbit  : Makassar

Tahun Terbit  : 2013

ISBN  : 978-602.99757-5-8






March 9, 2026

Paupau Ri Kadong : Suatu Tradisi Lisan Sulawesi Selatan

Merupakan salah satu bagian dari tradisi lisan masyarakat suku Bugis, tradisi seperti ini tentu saja perlu untuk dilestarikan. Paupau ri Kadong artinya cerita yang dianggukan/diiakan. Mengapa disebut "diiakan"?, karena ketika pembawa cerita bercerita, reaksi yang diberikan para pendengar adalah mengangguk-anggukkan kepalanya. Paupau ri Kadong merupakan warisan budaya yang sangat berharga, karena mengandung nilai-nilai kebudayaan dari suatu suku bangsa yang menggambarkan cara berpikir dan bentuk pola tingkah laku masyarakat. 

Dan tentu saja, warisan ini menjadi media hiburan dan pendidikan yang seharusnya masih relate dengan generasi kapanpun itu. Selain menjadi hiburan karena cerita yang menarik, isi cerita juga mengajak pendengarnya untuk memaknai nilai-nilai kehidupan berupa moral dan sosial. Nilai-nilai inilah yang mempengaruhi sikap dan watak secara turun-temurun.

Sastra lisan Bugis mengandung keberagaman yang tidak saja berguna pada masyarakat suku tertentu akan tetapi nilai-nilainya juga bisa memberikan maanfaat pada setiap suku yang ada di Indonesia. Di dalam buku ini terdapat 23 Paupau dangan beragam nilai dan pesan yang ada di dalamnya. Buku ini adalah satu koleksi terbatas yang ada di Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km.7 Tala'salapang kota Makassar.


Penanggung Jawab  : Nurdin Yusuf ; Sherly Asriany ; Ridwan

Penerbit  : Pustaka Refleksi

Kota Terbit  : Makassar

Tahun Terbit  : 2015

ISBN  : 978-979-3570-83-9


 


March 6, 2026

How To Win Friends & Influence People In The Digital Age


Buku How to Win Friends and Influence People in the Digital Age merupakan pengembangan dari karya klasik Dale Carnegie yang telah lama dikenal sebagai salah satu buku paling berpengaruh dalam bidang pengembangan diri dan hubungan antar manusia. Sejak pertama kali diperkenalkan, gagasan Carnegie telah membantu banyak orang memahami bagaimana membangun relasi yang sehat, saling menghargai, dan penuh empati. Salah satu pernyataan penting yang menjadi dasar pemikirannya adalah bahwa masalah terbesar yang sering dihadapi manusia bukanlah persoalan teknis atau materi, melainkan bagaimana berhadapan dan bekerja sama dengan orang lain.

Gagasan tersebut masih terasa relevan hingga sekarang. Dalam kehidupan sehari-hari, hampir semua aktivitas manusia melibatkan interaksi dengan orang lain—baik di lingkungan kerja, keluarga, maupun pergaulan sosial. Perbedaan latar belakang, kepentingan, dan cara berpikir sering kali menimbulkan kesalahpahaman atau konflik. Karena itu, kemampuan memahami orang lain, mendengarkan dengan baik, serta menyampaikan pendapat dengan cara yang bijak menjadi keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki.

Namun, membangun hubungan yang baik dengan orang lain bukanlah hal yang selalu mudah. Setiap individu memiliki karakter dan pengalaman hidup yang berbeda, sehingga strategi komunikasi yang berhasil pada satu orang belum tentu berhasil pada orang lain. Buku ini mencoba menjelaskan bahwa keberhasilan dalam berinteraksi bukan hanya bergantung pada kecerdasan atau kemampuan berbicara, tetapi juga pada sikap menghargai, ketulusan, serta kemampuan menempatkan diri dalam sudut pandang orang lain.

Sebagai bagian terakhir dari seri legendaris karya Carnegie, buku ini hadir dengan pendekatan yang lebih kontekstual terhadap perkembangan zaman. Dunia yang kini semakin terhubung oleh teknologi menghadirkan cara baru dalam berkomunikasi. Jika dahulu hubungan banyak dibangun melalui pertemuan langsung, kini sebagian besar interaksi berlangsung melalui media digital seperti pesan singkat, media sosial, dan platform komunikasi daring.

Perubahan cara berinteraksi tersebut tentu membawa tantangan tersendiri. Isyarat nonverbal seperti ekspresi wajah, nada suara, atau bahasa tubuh sering kali tidak terlihat dalam komunikasi digital. Akibatnya, pesan yang disampaikan bisa dengan mudah disalahartikan. Buku ini kemudian berusaha menyesuaikan prinsip-prinsip klasik Carnegie dengan kondisi tersebut, dengan memberikan panduan tentang bagaimana bersikap bijak, sopan, dan efektif ketika berkomunikasi di ruang digital.

Melalui pembaruan tersebut, How to Win Friends and Influence People in the Digital Age tetap mempertahankan nilai inti dari pemikiran Dale Carnegie: bahwa hubungan manusia yang baik dibangun atas dasar rasa hormat, empati, dan komunikasi yang tulus. Buku ini tidak hanya mengajarkan cara memengaruhi orang lain, tetapi juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam kehidupan—baik secara pribadi maupun profesional—sering kali ditentukan oleh kemampuan kita memahami dan memperlakukan orang lain dengan baik, bahkan di tengah dunia yang semakin digital.

Buku ini merupakan salah satu koleksi bacaan Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Tala'salapang Km.7 kota Makassar.


Penanggung Jawab  : Dale Carnegie & Associates

Penerjemah  : Nengah Krisnarini

Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama

Kota Terbit  : Jakarta

Tahun Terbit  : 2012

ISBN  : 978-979-22-8250-4