Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan, bukan hanya dikenal karena kekayaan geografisnya yang terdiri dari pegunungan, dataran, hingga gugusan kepulauan. Ia juga menyimpan denyut peradaban yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal, tradisi, dan sistem kepercayaan yang diwariskan turun-temurun. Dalam naskah bertajuk Kenali Pangkepmu, tergambar dengan jernih bagaimana masyarakat Pangkep hidup berdampingan dengan alam dan adat istiadat yang telah lama mengakar.
Dari ritual sepuluh tahunan Accera Timbusu di Parangluara yang menyembelih hewan kurban sebagai bentuk penghormatan terhadap sumber mata air, hingga kisah Passaungan Tau di Belae—sebuah pertarungan adat untuk menyelesaikan konflik yang dijalankan dengan aturan dan kehormatan—naskah ini menampilkan wajah-wajah tradisi yang tetap lestari. Sementara itu, Mappalili di Segeri hadir sebagai upacara pembuka musim tanam yang dipimpin oleh para bissu, sosok spiritual nonbiner yang berperan sebagai penjaga ritus adat dan penyeimbang antara dunia manusia dan alam semesta.
Dan buku ini tidak berhenti pada tiga narasi tersebut. Kenali Pangkepmu juga membahas 15 tulisan yang memperkenalkan Kabupaten Pangkep dari berbagai sisi: tradisi, wisata kuliner, kesenian, hingga kekhasan lainnya yang membentuk identitas wilayah ini. Kelima belas tulisan tersebut adalah:
- Accera Timbusu, Penghormatan terhadap Sumber Mata Air dengan Menyembelih Hewan Kurban, oleh Misbah Maggading
-
Membunuh Kejahatan melalui Passaungan Tau, oleh Hamridah Muaedi
-
Mendulang Mutiara Peradaban Islam di Kepulauan Pangkep: Histori Kejayaan Pendidikan Islam di Pulau Salemo Menjelang Dua Abad Lampau, oleh Suriadi
-
Bendi dalam Kenangan dan Harapan, oleh Muhajir MA
-
Sungai Pangkajene sebagai Ruang Interaksi Kaum Muda, oleh Zulkifli
-
Pesona Tompo Bulu Bukan Sekadar Gunung Bulusaraung, oleh Fatmiah N
-
Pekan Literasi Pangkep dan Upaya Mendorong Perda Literasi, oleh Sulaeman Ghibran
-
Pluralisme dalam Timbangan, oleh Muh Ramli Sirajuddin
-
Meneropong Situasi Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Tiga Dimensi di Sulawesi Selatan, oleh Marlina S
-
Bissu: Ikon Daerah Sang Pelestari Budaya, oleh Choirul Anam Ahmad
-
Kopi Tondongkura di Pangkep, oleh Muhammad Ridwan
-
Geopark: Predikat Baru Kebanggaan Pangkep, oleh Wais Zulqarni Ahmad
-
Tammung Taung: Perekat Silaturahmi, Kuatkan Agama, Kokohkan Adat, Abadikan Nasionalisme, oleh Muhammad Fajar Niarwan
-
Sang Bissu dan Tradisi Pangkep: Kebudayaan Bugis yang Tak Termakan Zaman, oleh Aditya Idris
Melalui kumpulan tulisan ini, buku Kenali Pangkepmu yang merupakan salah satu koleksi Bintang Pusnas, mengajak kita untuk tidak sekadar mengenal kembali daerah Pangkep, melainkan turut menghidupkan warisan nilai-nilai luhur yang terus dijaga oleh masyarakatnya. Ia bukan hanya dokumentasi budaya, tetapi juga seruan sunyi agar kita tidak lupa pada akar dan jati diri. Tradisi dalam buku ini hadir bukan sebagai peninggalan usang, melainkan sebagai napas kehidupan yang tetap berdetak dalam denyut zaman.
Inkubator Literasi Pustaka Nasional 2022
Penulis: Misbah Maggading, dkk
Editor: Aria Yulita
Penerbit: Penerbit Perpusnas Press
Tempat Terbit: Jakarta
ISBN: 978-623-313-612-9 (PDF)
