Pelabuhan
Pallime pada awalnya hanya berupa kawasan tepian. Pelabuhan ini berada di
perairan Sungai Cenrana yang berhulu di Danau Tempe dan bermuara di Teluk Bone.
Pelabuhan ini berada di perairan Sungai Cenrana yang berhulu di Danau Tempe dan bermuara di Teluk Bone. Sejak abad ke 16
Masehi, Sungai Cenrana telah menjadi jalur lalu lintas air yang menghubungkan
antara daerah-daerah sekitar muara Teluk Bone dengan daerah-daerah sekitar
Danau Tempe dan Danau Sidenreng.
Jalur
tradisional ini merupakan cikal bakal terbentuknya Pelabuhan Pallime sebagai
pintu masuk angkut dan muat hasil-hasil bumi di daerah-daerah Bugis. Pelabuhan
ini mengalami perkembangan pesat setelah dikuasai oleh pemerintahan kolonial
Belanda 1905. Perkembangan pelabuhan Pallime dapat dilihat dari segi
perkembangan infrastruktur pelabuhan dan semakin meningkatnya komuditas yang
diperdagangkan. Pada periode ini, Sungai Cenrana menjadi sarana infrastruktur
yang menghubungkan antara satu daerah dengan daerah lainnya. Hasil-hasil bumi
dari Soppeng, Wajo dan daerah sekitar Danau Tempe diangkut melalui Sungai
Cenrana menuju Pelabuhan Pallime.
Kemunduran
Pelabuhan Pallime disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, penguasaan
pemerintah Jepan tidak lebih menekankan politik beras daripada pembangunan
pelabuhan. Di samping itu, situasi keamanan regional pasca proklamasi
kemerdekaan dengan adanya pergolakan daerah, seperti DI/TII dan Permesta
menjadi daerah-daerah perdagangan laut dikuasai oleh DI/TII dan penyeludupan
kopra, beras oleh militer sehingga pelabuhan rakyat mengalami kemunduran.
Kemudian penurunan produksi pertanian pada tahun 1950an-60an juga ikut
menyumang terjadinya kemunduran Pelabuhan Pallime.
Selain
faktor makro ekonomi tersebut, persoalan geografis seperti pendangkalan Sungai
Cenrana di Pallime kemudian perkembangan Pelabuhan BajoE yang beriring dengan
perkembangan transportasi darat. Akibatnya jalur sungai tidak menjadi penting
sehingga Pelabuhan Pallime lambat laun menjadi redup.
Buku AWAL
KEBANGKITAN & KERUNTUHAN: PELABUHAN PALLIME DI BONE mengupas awal kebangkitan
dan keruntuhan Pelabuhan Pallime dan pengaruh sosio-ekonomi, serta geo-politik
masyarakat disekitarnya. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit,
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan
Sultan Alauddin Km. 7 Tala’salapang-Makassar.
Penulis: Taufik Ahmad, Syahrir Kila
Editor: Anwar Nasyaruddin
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2016
ISBN: 978-979-3570-90-7









