December 27, 2023

DELUSI DAN AMBISI

Aprilia Wahyuningrum



    "Masih gak percaya bakalan turun hujan?" kata Raka, mengeluarkan pertanyaan pamungkasnya.
    Raka menjentikkan jarinya di hadapan Rena. Sesaat kemudian, hujan benar-benar turun. Kali ini Rena tidak punya pilihan lain.
    "Yaudah deh," kata Rena, sambil bergegas masuk ke atas mobil.
    "Rencana berhasil" gumam Raka dalam hati.

___________________________________________________________________________________

    Berawal dengan ia menyelamatkan temannya dari kecelakaan, ia menyalahgunakan kekuatannya, hingga peristiwa-peristiwa di Toraja yang membuat Raka berubah menjadi pribadi yang lebih baik dan sadar bahwa hidupnya lebih dari sekedar berdiam diri.

    Cerita ini terjadi di Tanah Seribu Daeng, tempat di mana keajaiban tak pernah berakhir. Dimulai ketika Raka yang merupakan murid pendiam dan suka iri juga malas berusaha, bangun dari tidurnya, tetapi ia dapat melihat tubuhnya sedang tertidur pulas. Memang tak asing lagi bahwa ia mengalami sleep paralysis hampir setiap hari, tetapi kali ini berbeda, karena kali ini ia menemukan sosok bayangan hitam dimimpinya yang memberikannya kekuatan mata masa depan.



 DELUSI DAN AMBISI
Penulis: Ocy, dkk.
Editor: Sumiati, S.Pd., M.Pd.
Penerbit: CV. SYAHADAH CREATIVE MEDIA (SCM), Makassar 2019
Halaman: 120hlm
ISBN: 978-602-5493-98-0

December 22, 2023

DI POJOK SEBUAH KELENTENG DAN CERITA-CERITA LAINNYA oleh Aprilia Wahyuningrum





KUMPULAN cerpen "Di Pojok Sebuah Kelenteng" karya Abdul Rasyid Idris ini bukanlah tulisan biasa. Ia adalah memoar, kumpulan ingatan tentang kisah hidupnya yang riil, meski di sana sini terselip imaji yang dikaburkan. Bagi saya, kumpulan cerpen ini bukan hanya sebagai sebuah karya sastra. Ia adalah catatan perjalanan yang melukiskan segala keresahan dan impresi penulisnya terhadap realitas sosial yang dihadapinya. Membaca beberapa kisahnya, saya seperti melompat ke dalam kereta yang telah menempuh perjalanan panjang di masa silam. Kereta yang sampai hari ini masih terus berjalan di lintasannya, meski mengangkut berbagai logistik dan penumpang yang beraneka rupa. 

Humanis yang romantis

Si penulis begitu bebas, mengalir memberi gambaran tentang cinta, keindahan, dan ketertarikan kepada lawan jenis tanpa peduli sekat budaya, agama, dan etnisitas. Ia secara taken for granted memberi penegasan tentang humanisme universal: sikap hidup yang menjadi perekat masyarakat pluralis.

Pesan yang tak tuntas

HAMPIR seluruh kisah dalam catatan penulis tidak mengikuti langgam buku sebuah cerpen. Sejatinya, sebuah cerpen adalah karangan fiktif kehidupan seseorang secara singkat dan fokus pada satu tokoh. Ia juga terikat dengan berbagai struktur berupa abstrak, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan diakhiri dengan koda.

    Tanpa pretensi apa pun, si penulis telah melukis bingkai kehidupan dari perspektif sosiologis dan antropologis yang begitu dramatis tetapi puitis. Mungkin saja ia dengan sengaja menulis dalam langgam yang tidak ajeg dan akhir yang tidak tuntas. Karena ia menyadari bahwa hidup terus berjalan dengan gerbong kereta yang berpindah-pindah. Ia tidak akan pernah usai dan kata-kata tak sanggup mengakhirinya. Hanya pesan moral dari sebuah fase kehidupan yang dapat menjadi pelajaran bagi mereka yang ingin melanjutkan perjalanan.




DI POJOK SEBUAH KELENTENG DAN CERITA-CERITA LAINNYA
Oleh: Abdul Rasyid Idris
Penyunting: Makmuralto
Diterbitkan oleh: Liblitera Institute, Makassar 2018
Jumlah halaman: 276hlm
ISBN: 978-602-6646-10-1

 OMBAK MAKASSAR 

Oleh : Halisah 


   Buku ini memperkenalkan sejumlah puisi yang pernah hadir di Makassar,berikut prnyairnya yang beraktifitas di Sulawesi Selatan . Ini hanya sebuah jendela kecil ,tempat memandang khazanah semesta perpuisian di daerah ini . Tetapi inilah tapak sejarah masa silam yang mungkin sekaligus masa depan . Ada geliat kegelisahan ,romantika ,ada asa ,ada duka , ada luka yang terekam dalam kreativitas puitik yang menjadi suara zamannya sepanjang hampir 100 tahun. 


December 15, 2023

BERUBAH. 

METAMORFOSIS MASYARAKT TIONGHOA MAKASSAR DALAM 10 TAHUN REFORMASI

Zakia Salsabila





Setiap manusia pasti mendambakan adanya perubahan ke arah yang lebih baik demikian pula reformasi ini masyarakat senantiasa mendambakan terjadinya perubahan. mayarakat Tionghoa yang merupakan salah satu elemen masyarakat Kota Makassar juga selalu mendambakan terjadinya perubahan dari waktu ke waktu. tentu saja perubahan itu dimaksudkan untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik dari sebelumnnya.

Waktu yang terus bergulir itu membawa kita pada bilangan angka 10 tahun( 1998-2008) memasuki Era reformasi Bangsa Indonesia. Momentum bersejarah bangsa ini telah membuka lembaran baru kehidupan  berbangsa dan bernegara. 

Gerakan reformasi yang dimotori mahasis-wa Indonesia dan kalangan muda negeri ini menggendong cita-cita untuk memperbaiki bangsa indonesia dari berbagai krisis dan keterpurukan, agar bisa lebih baik dibanding negara-negara yang sedang berkembang dan yang sudah maju.  

HIDUP DALAM TEKANAN
Keputusan presiden No.127/U/Kep/12/1966 tenatang peraturan orang cina/Tionghoa diharuskan mengganti nama lahir mereka yang menggunakan nama Cina/Tionghoa menjadi nama-nama yang mengindonesia (menjawa atau nama daerah). Seperti Darmawan, Wijaya, Sentosa, Setiawa, Jayasurana, Suparman, dan lain-lain sebagainya.
 

Masyarakat Tionghoa telah hidup berabad-abad lamannya di bumi Nusantara dan sebagian besar di antara mereka telah hidup seperti etnik lain serta melangsungkan aktivitas budayanya. Namun dalam perjalanan waktu itu mereka senantiasa mengalami berbagai gelombang gejolak sosial yang membuat mereka selalu melakukan perubahan dalam kehidupannya agar bisa berterima secara sosial, budaya, dan politik. Gerakan Reformasi Indonesia yang dimulai 10Thun yang lalu telah memberi banyak berkah bagi kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia. Banyak kemudahan yang senantiasa telah diterima dan dinikmatinya puluhan tahun yang lalu namun karena kendala politik pemerintah di negeri ini membuat semua itu tetap. Barulah dalam era reformasi ini terjadi sesuatu perubahan yang sangat besr.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar agar dapat menjadi referensi wisatawan maupun pihak yang ingin mengelola air terjun di Sulawesi Selatan.


 
BERUBAH. 
METAMORFOSIS MASYARAKT TIONGHOA MKASSAR DALAM 10 TAHUN REFORMASI
Penulis: Shaifuddin Bahrum
Editor: Dafirah
A.Ahmad Saransi
Penerbit: Yayasan Baruga Nusantara
Tempat Terbit:Makassar
Tahun Terbit: 2008
Jumlah Halaman: 165halaman 
ISBN:978-979-97969-5-0

December 14, 2023

Kang Sodrun Merayu Tuhan

Fauzul Mahardika Pasuloi



    sebuah ilustrasi kehidupan yang dijalani oleh seseorang yang bernama Kang Sodrun, beliau adalah orang biasa yang hidup ditengah-tengah orang miskin, dari sinilah ia mampu berbagi dan memberikan hak orang-orang yang lebih membutuhkan daripada dirinya, banyak hal yang ia temui dalam hidupnya. Banyak kejutan yang tanpa dia sadari ternyata Hal itu adalah takdir Allah SWT , Ternyata lebih banyak orang yang lebih Ikhlas dan Tawakkal daripada dirinya.
Namun di hadapan Tuhannya Kang Sodrun sangat ingin berdekat-dekat, sedekat mungkin. Meski ia begitu menyadari bahwa dirinya tak layak berdekat-dekat dengan Tuhan yang Maha Suci nan Mulia.

    Untuk keinginannya itu Kang Sodrun berbuat semampunya untuk mendekati Sang Tuhan. Dengan modal yang seadanya ia berusaha merayu Tuhan, agar berkenan menerima dirinya apa adanya. Dengan sebungkus tape singkong, dengan uang dua puluh atau bahkan sepuluh ribu saja, atau bahkan hanya dengan sebiji benih yang diharapkan mampu menghasilkan berhektar buah.

    Keinginannya untuk berdekat-dekat dengan Tuhan juga menjadikannya tak enggan belajar dari Mbah Ngis, perempuan tua yang memberinya pendidikan luhur lewat sebungkus bakwan dan tempe goreng. Ia tak segan menggali ilmu dari Mbah Darmo dan Mbok Jumiah, pedagang nasi bungkus yang rela menyisihkan penghasilannya yang tak seberapa demi menjadi tamu Sang Rahman. Juga belajar dari Mbah Rajim dan seorang pedagang asongan yang keduanya ia sebut sebagai guru jalanan.

Ya, dengan perilaku-perilaku yang sering kali dianggap remeh dan sepele ia berusaha mendekati Tuhannya. Semampunya, seadanya, Kang Sodrun Merayu Tuhan.


Penulis: Yazid Muttaqin

ISBN: 978-602-257-933-5

Desain Sampul dan Isi: Pras Santoso 

Editor: Fiedha 'L Hasiem

penata letak isi: Tofa

Cetakan pertama: Juli 2014

December 13, 2023

Bukan Karakter Kaleng-Kaleng

Zakia Salsabila




Pendidikan Karakter Menjadi Solusi

Bila kita menengok catatan sejarah. Upaya bangsa Indonesia untuk mempertahankan identitanya sebagai bangsa berbudaya sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu, baik secara formal maupun non formal. Meskipun menggunakan istilah yang berbeda, muatan dan tujuannya sama. Misalnya bentuk upaya formal yang pernah dilakukan adalah dalam bentuk mata pelajaran di sekolah, Pendidikan Moral Pancasila menjadi mata pelajaran wajib. Setelah itu dipakai istilah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Dalam perjalanannya banyak pihak yang mulai mengkhawatirkan dampak dari penghilangan kata "moral" maupun kata "Pancasila" pada pelajaran kewarganegaraan ini.

Lalu, apa hubungan antara berbudaya dan karakter? Karakter merupakan kondisi mental yang menjiwai perilaku seseorang. Karakter inilah yang menjadi pembeda satu individu dan individu lainnya. Dengan demikian karakter bangsa merupakan kondisi mental kolektif yang menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi, dengan karakter positif yang kuat menjadi penanda bangsa yang berbudaya. Dalam istilah lain masyarakat berbudaya juga disebut masyarakat beradab.

Sedangkan untuk menghasilkan masyarakat yang beradab dan berkemajuan diperlukan upaya sistematis untuk penanaman nilai-nilai peradaban pada tiap individu. Penanaman nilai-nilai kebaikan harus dilakukan melalui proses pembiasaan sejak dini. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus akan menjadi kebiasaan dan menghasilkan sebuah budaya. Tentu pembiasaan ini menuntut peran keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif

Apa itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila diurai secara kata per kata lalu dirujuk pada kamus maka ditemukan bahwa authentic berarti asli, sedangkan relationship artinya hubungan. Jadi, kalau dirangkai utuh, authentic ralationship bermakna hubungan asli atau hubungan yang tidak dibuat-buat, apa adanya.

Istilah ini banyak dipakai dalam berbagai artikel yang membahas cara mempertahankan hubungan kerja dalam perusahaan. Baik hubungan antara sesama karyawan maupun hubungan antara karyawan dan atasan.

Penguatan Karakter Melalui Organisasi

Berangkat dari keprihatinan bersama bahwa data dan fakta menunjukkan bahwa telah terjadi degradasi moral pada generasi muda bangsa ini. Kerusakan ini terjadi seiring derasnya gempuran budaya yang alpa tersaring. Ancaman itu semakin menghawatirkan karena invasi dan penetrasi budaya negatif didukung oleh kecanggihan teknologi informasi yang bisa menembus batas negara, gedung sekolah, hingga kamar tidur.

Pendidikan Karakter dan Kepribadian Siswa

Adapun solusi agar anak mempunyai kepribadian yang tangguh dan mental yang kuat perlu adanya peran orang tua dalam perkembangan anak adalah sebagai berikut:

1. Menunjukan perilaku positif

2. Memberi contoh yang baik

3. Mengajak anak komunikasi bersama

4. Mencurahkan perhatian dan kasih sayang

5. Menjalankan fungsi pendidik

6. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar agar dapat menjadi referensi wisatawan maupun pihak yang ingin mengelola air terjun di Sulawesi Selatan. 


Bukan Karakter Kaleng-Kaleng
Penulis: Usman Umar 
Rochani Handayani
Ihat Solihat
Amelia Setiawati
Penata Letak & Desain Sampul: Tim Kreatif SCM
Penerbit: CV. SYAHADAH CREATIF MEDIA (CSM)
Tahun Terbit: 1, Januari 2020
Jumlah Halaman: 248hlm
ISBN:978-623-7250-20-3

 MANUSIA BUGIS 

Oleh : Halisah 



Setiap kali membaca buku sejarah dan kebudayaan yang ditulis dengan baik,setiap kali kita merasa berhadapan dengan sebentang peta yang digambar dengan apik . Yang ditemui didalam karya itu memang bukan melulu lembaran perta ruang , dengan bidang jarak , koordinat , dan nama - nama tempatnya .
 Yang dihadapi disana lebih merupakan peta waktu yang bergerak menjawab sekaligus menciptakan berbagai perubahan dulunya ditakdirkan terkubur hilang dari pengetahuan manusia,atau  mungkin tersisa sebagai reruntuhan yang tak lagi utuh ,dijerat dalam berbagai bentuk fiksi. 

Dalam  buku ini kita bisa melihat Manusia bugis terbias dalam cahaya aneka warna. Buku ini menjernihkan beberapa cahaya Manusia Bugis yang berkilau membutakan , sekaligus memperterang sejumlah cahaya lain yang redup oleh informasi yang kurang memadai. Meski mengganggap jazirah Sulawesi , Indonesia , sebagai sumber akar dan kampung halamannya , namun orang Bugis hidup Menyebar cukup luas di Asia Tenggara . Jejaknya terlihat di sejumlah tempat di wilayah Utara dan barat laut Australia .

Orang-orang Bugis adalah salah satu masyarakat yang menjadi pemeluk teguh ajaran islam , Begitu teguh  mereka memluknya sehingga Islam dijadikan jati diri mereka.
kesetaraan Gender dan penyediaan ruang pada gender yang lain itu adalah sebagian hal-hal yang membuat tercengang banyak penjajah Eropa yang pernah singgah di tanah Bugis . Banyak hal dalam tradisi Bugis yang tampak mendahului zamannya ,sekaligus menandaskan adanya kesamaan dan potensi universal umat manusia yang berkembang rimbun jika dibuat memungkinkan. 
Orang Bugis memiliki berbagai  ciri khas yang menarik . Mereka adalah contoh yg jarang terdapat di Nusantara .

Mereka mampu mendirikan Kerajaan-kerajaan yang sama sekali tidak mengandung pengaruh India , dan tanpa mendirikan Kota sebagai  pusat aktivitas mereka . Orang Bugis juga memiliki tradisi Kesusastraan , baik itu lisan maupun tulisan . Berbagai karya sastra tulis yang berkembang seiring dengan tradisi lisan , hingga kini masih tetap dibaca dan disalin ulang . Perpaduan antara tradisi lisan dan sastra tulis itu kemudian meng-hasilkan salah satu epos sastra terbesar di di dunia , yakni La Galigo yang lebih panjang dari Mahabharata. 


MANUSIA BUGIS 
PENULIS : CHRISTIAN PELRAS
EDITOR   : NIRTWAN AHMAD ARSUKA , ADE PRISTIE WAHYO , J.B KRISTANTO 
PENERBIT : VERSI BAHASA INDONESIA OLEH PENERBIT NALAR
TAHUN TERBIT : 2006
TEMPAT TERBIT : JAKARTA
JUMLAH HALAMAN : 450
ISBN : 979-99395-0-X




December 12, 2023

LA WELONG LAJU

Cerita rakyat Lawelong Laju merupakan transliterasi dan terjemahan yang terekam dalam naskah lontara dan arsip yang dilaksanakan Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kearsipan, Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai upaya membatinkan nilai-nilai utama masyarakat Sulawesi Selatan seperti siri, pesse (toleransi), reso (kerja keras, lempu (kejujuran), getteng (ketegasan) dan masih banyak lagi. Berikut ringkas cerita Lawelong Laju.

Lawelong Laju hidup bersama saudaranya yang perempuan bernama We Busa Ulaweng dan yang laki-laki namanya Bombang Rilau Daeng Silatu. Suatu hari We Busa tersedak sehabis makan jambu, sehingga Lawelong pergi berkelana sampai jauh untuk mencari air untuk adiknya. Akhirnya Lawelong bertemu dengan raja Kepiting dan diberi jimat berupa badik pacciro yang kalau digunakan semua keinginan akan terkabul. Ketika bertemu raja Buaya, Lawelong diberi guriguri tipuseng suatu jimat yang ampuh untuk menguasai binatang dan mengajaknya bicara. 

Suatu hari Lawelong dan Bombang Rilau pergi berkelana dan akhirnya sampai ke kerajaan Latemalala yang merupakan kerajaan ayahnya, juga berkunjung ke kerajaan ibunya yaitu Temalate. Dikedua kerajaan itu Lawelong menggunakan kedua jimatnya untuk mengobati dan mensejahterakan rakyat. Setelah 3 bulan di kerajaan Temalate, dia berkelana ke negeri Oro (mahluk pemakan manusia), Lawelong dan anak buahnya berhasil membunuh semua Oro, kecuali satu Oro yang melaporkan ke ratunya, akhirnya atas permintaan ratunya, Lawelong menghidupkan semua Oro dengan badik paccironya, akhirnya semua Oro tunduk dalam kekuasaan Lawelong. 

Selanjutnya dengan perahunya yang berkepala naga dan berbadan seperti kepiting parawara, Lawelong dan rombongannya berkelana sampai ke Jeddah. Di kerajaan Jeddah, sedang berjangkit penyakit ayam. Dengan jimak badik paccironya, Lawelong berhasil menyembuhkan semua rakyat Jeddah, sehingga dia diberi kekuasaan di Jeddah dan Mesir. Dia kemudian dilantik sebagai raja di Jeddah. 

Karena Lawelong berjiwa petualang dia melanjutkan pelayaran ke tanah Jawa. Di kerajaan Jawa, Lawelong berhasil menyembuhkan penyakit putri raja yang bernama We Buwa Tungke Balalanna Tana Jawa. Setelah tiga bulan di tanah Jawa, kembali Lawelong berlayar dan ditengah perjalan bertemu dengan 7 perahu Belanda dan akhirnya Lawelong dan rombongannya diajak ke Belanda. Di kerajaan Belanda, Lawelong diserang oleh pasukan Belanda namun dengan jimat badik paccironya, Lawelong berhasil membunuh semua pasukan Belanda. Akhirnya ratu Belanda memohon kepada Lawelong agar pasukannya dihidupkan kembali dan kerajaan akan diserahkan kepadanya. 

Dari negeri Belanda, Lawelong dan pasukannya berlayar dan singgah di kerajaan Tana Ita. Di kerajaan ini dia menjalin persahabatan dengan putra raja Tana Ita yang bernama Lawowo Langi dan Taleti Langi. Lawowo Langi akhirnya mengikuti Lawelong berlayar ke negeri Cina. Sesampainya di negeri Cina, Lawelong juga berhasil menyembuhkan putri raja yang bernama We Toing Tungke. Raja Lariulle ingin menikahkan putrinya dengan Lawelong, tapi Lawelong tidak mau, dan menganggap We Toing Tungke sebagai adiknya saja We Toing Tungke akhirnya dinikahkan dengan anak raja Mataram. 

Lawelong dan rombongannya kembali berlayar ke tanah Jawa dan dalam perjalanan, rombongan singgah di tempat Mangga Jekki yang keramat, di mana Lawelong bertemu dengan bidadari bernama I Welong Patara dan Lasene Batara. Para bidadari ini tidak senang dengan kehadiran Lawelong dan pasukannya dan akhirnya menyerang Lawelong. Terjadi perang selama 3 hari 3 malam sampai raja langit Massulekkae Magutu menengahi perselisihan, dan akhirnya Lawelong dan I Welong Patara berdamai dan mengikat persaudaraan. 

Selanjutnya Lawelong dan pasukannya berlayar kembali ke Tana Ita dan di sini Lawowo Langi tinggal dengan orang tuanya, meskipun sangat ingin mengikuti pelayaran Lawelong ke tanah Jawa, tapi tidak diizinkan. Dari Tana lta, Lawelong belayar ke tanah Jawa, namun sebelumnya singgah lagi di kerajaan Belanda. Dari Belanda, Lawelong akhirnya berlabuh     di kerajaan Jawa di mana dia telah ditunggu oleh raja, karena akan dinikahkan dengan We Buwa Tungke. 

Pesta pernikahan selama 7 hari 7 malam dihadiri oleh orang tua angkatnya, raja Jedda dan Mesir. Setelah sekian lama, akhirnya We Buwa Tungke melahirkan bayi perempuan namanya I Welong Tungke Malawa Tana Bugis. Namun bayi ini selalu diganggu dan akan dimangsa oleh Nene Pakande. Akhirnya I Welong Tungke diungsikan ke tengah hutan dengan ibu susuannya, di mana dia bertemu dengan We Busa Ulaweng. Tempat tinggal We Busa mempunyai anak tangga yang sangat tajam, dan ketika Nene Pakande mengejar I Welong masuk rumah, tubuhnya terpotong. Akhirnya I Welong Tungke terbebas dari kejaran Nene Pakande.

Lawowo Langi sangat merindukan We Busa dan pergi berkelana mencari adik perempuan sahabatnya itu, namun di akhir cerita, tidak jelas, apakah keduanya berhasil bertemu atau tidak. Lawelong juga tidak diceritakan apakah bertemu dengan We Busa, bahkan tidak jelas apakah We Busa mengetahui kalau I Welong Tungke adalah keponakannya sendiri yaitu putri dari Lawelong Laju dengan We Buwa Tungke.


Cerita Rakyat
Lawelong Laju

Penerbit: Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2021


ENSIKLOPEDIA IPTEK 

ENSIKLOPEDIA SAINS UNTUK PELAJAR DAN UMUM

Zakia Salsabila




LISTRIK DAN ELEKTRONIKA

Aliran listrik dapat kita jumpai di mana-mana. Aliran listrik terdiri dari muatan partikel-partikel subatom yang disebut elektron. Dalam kondisi tertentu, elektron-elektron ini bergerak dari atom ke atom dalam bentuk arus listrik. Meskipun para filsuf Yunani telah mengetahui kekuatan listrik statis sejak tahun 600 SM, baru pada abad ke-18 dan ke-19 para ilmuwan mulai memahami hakikat listrik. Melalui berbagai penelitian, mereka memperoleh cara untuk membangkitkan dan memanfaatkan arus listrik. Tanpa kerja keras para perintis ilmu kelistrikan, tidak terbayangkan seperti apa dunia sekarang ini tanpa listrik. Sebagian besar alat pemanas, penerangan, dan peralatan kerja lain bergantung pada aliran listrik. Tanpa listrik tidak akan tercipta komputer, radio, televisi, atau pesawat terbang. Bahkan, mesin kendaraan yang dihidupkan oleh hasil pembakaran internal nonelektrik bergantung pada aliran listrik untuk memercikkan api dari busi dan untuk menghidupkan lampu dan berbagai unit pengendalinya. Aliran listrik memberi daya hidup bagi dunia modern. Listrik tetap akan berperan hingga jauh ke masa depan. Cara pembangkitan listrik dan penyalurannya ke tempat-tempat yang membutukan akan terus diubah dan disempurnakan.

Adapun yang akan dibahas seperti:

- Listrik 

- Sirkuit listrik

- Magnet Dan Magntisme

- Generator Dan Motor 

- Stasiun Pembangkit Listrik 

- Sumber Energi Terbarui

- Distrik Listrik

- Elektrokimia

- Sel Daya

  

KONSERVASI DAN LINGKUNGAN

Melestarikan berarti membuat sesuatu aman dan terjaga. Pelestarian lingkungan mencakup upaya menjaga tempat dan aneka tumbuhan dan hewan liar dari segala gangguan dunia luar serta merawat objek-objek peninggalan tua dan bersejarah.

Sumber daya alam mencakup segala yang dapat menopang kelangsungan hidup manusia yang meliputi tanah, sinar matahari, air, udara, minyak dan bahan tambang, serta tumbuhan dan hewan. Kini terdapat lebih dari enam miliar manusia di muka bumi. Semuanya membutuhkan tanah tempat berpijak dan menetap, serta makanan dan bahan bakar. Tantangan bagi kita sekarang adalah membuat keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan dan kepedulian lingkungan.

Kesadaran global adalah sebual' fenomena baru. Isu-isu konservasi mash menjadi isu lokal, misalnya ketika hutan setempat terancam oleh proyek pembukaan jalan baru.

Isu-isu lain lebih menarik perhatian banyak orang di berbagai tempat, misalnya isu daur ulang, penghematan energi, pencegahan polusi, dan penyaluran bahan makanan ke daerah yang rawan pangan.

Banyak cara baru telah diuji coba untuk menggalakkan pelestarian lingkungan. Contohnya, muncul gagasan 'hapus hutang demi alam', yaitu sebagian hutang negara-negara miskin dihapus dan ditukarkan dengan penyisihan sejumlah wilayah mereka untuk cagar alam atau suaka margasatwa. Jika masyarakat setempat melihat bahwa memelihara kelestarian tumbuhan dan hewan liar dapat membantu mengangkat taraf hidup mereka, maka program pelestarian alam dapat dijalankan.


Buku ini mengajak kita lebih mengetahui apa apa saja yang bagaimana sebenarnya listrikditemukan dikelola dan di gunakan serta bagaimana kehidupan makhuk hidup lain selain manusia seperti hewan dan tumbuhan serta kepunahan mereka.  

Buku ini menjadi salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan  dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km.7 Tala'salapang Makassar.

ENSIKLOPEDIA IPTEK 

ENSIKLOPEDIA SAINS UNTUK PELAJAR DAN UMUM

TIM PROYEK : 
Direktur Proyek dan Editor Seni: Julian Holland
Tim Editor: Martin Clowes, Leon Gray, Julian Holland,
Rachel Hutchings, Mike McGuire
Desain: Julian Holland, Jeffrey Farrow, Nigel White
Pengelola Karya Seni: Julian Baker
Peneliti Gambar/Foto: Wendy Brown
EDITOR   : PROF. CHARLES TAYLOR, D.SC., F.INST.P.
PENERBIT : PENERBIT PT LENTERA ABADI  
TAHUN TERBIT : 2004
TEMPAT TERBIT : JAKARTA-INDONESIA
JUMLAH HALAMAN : 181
ISBN : 979-3535-00-8

December 11, 2023

Pesona 101 Air Terjun di Sulawesi Selatan

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Sulawesi Selatan merupakan sebelas provinsi yang paling sering dikunjungi oleh para turis, karena memiliki keindahan alam dan tempat-tempat wisata yang dapat mendukung perkembangan pariwisata. Kondisi geografis Sulawesi Selatan yang memiliki banyak pesona keindahan dan sumber daya alam memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai sektor unggulan. Keanekaragaman budaya juga menjadi salah satu daya tarik wisata kultur.

Di Sulawesi Selatan salah satu wisata yang punya potensi besar adalah wisata alam air terjun. Sulawesi Selatan memiliki ratusan air terjun dengan berbagai bentuk yang dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai air bersih dan pengairan persawahan atau perkebunan. Saat ini, tidak semua air terjun tersebut telah ditata sebagai tempat wisata, padahal ada banyak air terjun memiliki keindahan menakjubkan yang terkendala akses yang sangat sulit untuk dijangkau wisatawan.

Buku Mengalir ke Hilir: Pesona 101 Air Terjun di Sulawesi Selatan menampilkan 101 air terjun yang ada di Sulawesi Selatan yang diterbitkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan sebagai wujud dukungan pariwisata  di daerah dengan memperkaya informasi wisata alam serta memperkenalkan keindahan air terjun di Sulawesi Selatan kepada khalayak luas dengan harapan dapat mendorong kunjungan wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama di Sulawesi Selatan. Selain itu dapat menjadi salah satu referensi lengkap air terjun serta memperkaya literatur pariwisata di Sulawesi Selatan. Berikut daftar air terjun yang dimaksud:

Kabupaten Kepulauan Selayar

  • Jemmeng/Ohe Gonggong
  • Punagaan
  • Batu Kara'be
Kabupaten Bulukumba
  • Bravo 45
  • Ere Lulua
Kabupaten Bantaeng
  • Bissappu
  • Eremerasa
  • Sungai Bialo
Kabupaten Jenepoto
  • Tama'lualua
  • Borong Batua
  • Galung Paleng
Kabupaten Takalar
  • Ko'mara
Kabupaten Gowa
  • Parangloe
  • Batu Manrusu
  • Takapala
  • Ketemu Jodoh
  • Pandawa
  • Biroro
  • Bahagia/Parang Bugisi
  • Balang Bulang
  • Salewangang
  • Dempara
  • Lembanna
  • Kaloro Larang
  • Balang Buki
  • Balang Buki 2
  • Bantimurung Gallang
  • Lengkese
  • Mata Tumpang
  • Embun/Ambu
  • Ma'likunna
  • Ma'lenteng
  • Danggang
  • Depa
  • Leang Soso'
  • Tappalang
  • Leang Pa'niki
  • Lembang Karaeng
  • Tassimbung
  • Barrasa
Kabupaten Sinjai
  • Salu Birayya/Barania
  • Pincuni
  • Laliako
  • Bolaromang
  • Barambang (Air Terjun Kembar)
  • Lembang Saukang
  • Serei/Baruttung
Kabupaten Bone
  • Ladenring
  • Baruttung'e
  • Waetuo
  • Sellunge
  • Lamasua
  • Tarung-Tarung
  • Poppinjeng
  • Balang Baru
  • Bulu Tanah
Kabupaten Soppeng
  • Lapaserengi/Datae
  • Sarasa Tanre
  • Liu Pangie
Kabupaten Wajo
  • Minnangatellue
Kabupaten Sidrap
  • Sarmasi
  • Pattumba
Kota Parepare
  • Tompangnge
Kabupaten Pinrang
  • Karawa
Kabupaten Barru
  • Manuba
  • To'magelli
  • Batulappa/Sarang Burung
  • Tanjung Asap
  • Kappire
  • Waesai
Kabupaten Pangkap
  • Gollae
  • Parammeang
  • Cambang Cui
  • Baruttung
  • Suangga
  • Kampoang
Kabupaten Maros
  • Bantimurung
  • Lacolla
  • Lengang Laiya
  • Samaenre
  • Tujua
  • Taipa
  • Pung Bunga
  • Jami'
  • Batubasi
  • Saliu
  • Tumbu'
Kabupaten Enrekang
  • Lewaja
  • Lagandang
  • Bulu Langi'
Kabupaten Tana Toraja
  • Sarambu Bumbun
  • Sarambu Assing
  • Sarambu Ratte
Kabupaten Toraja Utara
  • Sarambu Sikore
  • Sarambu Lembang Ponglu
Kota Palopo
  • Latuppa
Kabupaten Luwu 
  • Andulan/Ma'gandang
Kabupaten Luwu Utara
  • Sarambu Alla'
Kabupaten Luwu Timur
  • Mata Buntu
  • Kali dingin
  • Balambano
Selain foto dan keterangan, buku ini juga menambahkan beberapa kutipan filosofi "Hidup bermula seperti hulu, dan berharap kebahagiaan menjadi hilirnya" yang lahir saat menikmati air terjun Jammeng/Ohe Gonggong di Kepulauan Selayar. 

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar agar dapat menjadi referensi wisatawan maupun pihak yang ingin mengelola air terjun di Sulawesi Selatan. 

Mengalir ke Hilir
Pesona 101 Air Terjun di Sulawesi Selatan

Penanggung Jawab: M. Firdauz Muttaqin
Editor: Deny Fardyan
Fotografer: Makmur Jaya (Kimung)
Penerbit: Tanahindie Press bekerjasama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2023
ISBN: 978-602-53747-60-0


December 5, 2023

MARAH ITU SEHAT

 Oleh: Zakia Salsabila

   


Apakah yang terjadi pada tubuh saat marah? Saat marah, tubuh seseorang akan mengeluarkan zat kimia berupa hormon yang memberi pengaruh kepada kondisi organnya. Ketika itu terjadi, jantung menjadi berdebar, pernapasan menjadi sesak, tekanan darah meningkat hingga dapat menimbulkan efek samping berupa sakit kepala dan gangguan mental seperti cemas atau gelisah.

Sebaliknya, pada sebahagian orang saat mereka marah, hormon justru menurunkan tekanan darah, menghilangkan rasa sakit, meningkatkan kekebalan tubuh sehingga tahan terhadap penyakit, menimbulkan perasaan lega, senang, berdebar-debar, berenergi, bersemangat, dan membuat mereka awet muda dan berumur panjang. Ada apakah sebenarnya yang berlaku di balik fenomena ini? Mengapa keadaan yang tampaknya mirip justru menimbulkan efek paradoksal?

Perasaan marah adalah suatu respons emosional yang sangat kuat ekspresinya dari perasaan sangat tidak senang yang umumnya karena diganggu, dihina atau diperlakukan tidak sepantasnya, sangat tidak puas atau sangat kecewa saat menginginkan sesuatu tapi tidak
tercapai. Beberapa dari perasaan marah ini akan berlanjut menjadi dendam. Kata yang berkaitan dengan marah adalah berang, gusar, geram, sangat kesal, dongkol, jengkel, dan sebal.

"Agama memang tidak mengajarkan kita untuk menghilangkan amarah, akan tetapi diperintahkan untuk mengendalikan amarah. Kenapa begitu? Rasa marah dalam takaran yang tepat akan menjadi pengatur keseimbangan jiwa dan raga kita. Tanpa amarah manusia
tidak akan seimbang." (Andi Sumangelipu)86"

Buku ini mengajak kita untuk bisa lebih mengetahui apakah marah itu bisa membantu kita menjadi lebih mengetahui  dan mengelola marah. Buku ini menjadi salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang Makassar.

 
MARAH ITU SEHAT
Penulis: dr. H. Syafii Siun, SpPK, M.Kes; dr. Hj. Andi Ultapri
Editor: Ansul Singkang 
Penerbit: Aquila 
Tempat Terbit: Sengkang
Tahun Terbit: 2017
Jumlah Halaman: 147hlm
ISBN: 978-602-17716-2-4