Pakan
menjadi salah satu faktor penentu dari siklus budi daya
perikanan khususnya fase larva. Akhir-akhir ini banyak bermunculan jenis-jenis
ikan baik ikan konsumsi maupun ikan hias hasil dari rekayasa perikanan. Namun
tingkat mortalitas (tingkat kematian) pada fase larva masih tinggi karena masih
kurangnya penguasaan pengembangan teknologi pakan fase larva, khususnya pakan
alami. Cacing sutera atau juga dikenal dengan cacing rambut adalah salah satu
pakan alami yang sangat baik bagi pertumbuhan larva ikan. Cacing sutera
(Tubifex sp)
cukup mudah untuk dijumpai. Kemanapun beradaptasi dengan kualitas air
yang jelek membuatnya bisa dipelihara diperairan mengalir mana saja, bahkan
pada perairan tercemar sekalipun.
Namun ketersediaanya di alam sangat terbatas bahkan pada waktu-waktu tertentu sangat sulit diperoleh. Maka pembudidayaan cacing sutera perlu dilakukan untuk menjadi solusi kelangkan cacing sutera. Minimnya informasi mengenai bagaimana cara budidaya cacing sutera menjadikannya sedikit orang yang meliriknya.
Buku BUDI DAYA CACING SUTERA berisi seluk
beluk cacing sutera mulai dari si cacing rambut merah, persiapan
budi daya cacing sutra, budi daya cacing sutra di kolam tanah, budi daya cacing
sutera di nampan, panen, pascapanen, peluang pasar
cacing sutra, serta analisis usaha budi daya cacing sutra.
Buku ini merupakan salah
satu koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang yang berlokasi di
jalan Kenanga No. 7A Sungguminasa, Kabupaten Gowa memahami pakan pokok benih
ikan dan menjadi peluang usaha dengan permintaan tinggi.
Editor: DS
BUDI DAYA CACING SUTERA
Penulis: Tim Agro Mandiri
Penerbit: Visi Mandiri
Tahun Terbit: 2016
Tempat Terbit: Surakarta
ISBN: 978-602-317-105-7













