February 28, 2026

Makanan Khas Makassar


Makassar merupakan kota metropolitan terbesar di kawasan Indonesia Timur yang memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang panjang. Dahulu dikenal dengan nama Ujung Pandang, kota ini berkembang sejak abad ke-16 sebagai pusat perdagangan penting di Indonesia Timur hingga menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Perjalanan sejarah tersebut melahirkan perpaduan budaya yang beragam, termasuk dalam tradisi kulinernya.

Melalui buku Makanan Khas Makassar, pembaca diajak menyelami kekayaan cita rasa yang menjadi identitas masyarakat Makassar. Perpaduan budaya lokal dan pengaruh luar yang terjadi selama berabad-abad menghasilkan ragam masakan dengan karakter rasa yang kuat, gurih, kaya rempah, dan khas, namun tetap dapat diterima oleh berbagai kalangan dan lidah wisatawan.

Buku ini menyajikan daftar lengkap makanan khas Makassar, mulai dari hidangan utama seperti Coto Makassar, Konro, Pallubasa, Kapurung, hingga hidangan laut seperti Ikan Bakar Parape dan Juku Pallu Ce’la. Setiap makanan dijelaskan sebagai bagian dari tradisi kuliner yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, baik dalam keseharian maupun dalam momen-momen tertentu.

Selain makanan berat, pembaca juga diperkenalkan dengan berbagai camilan tradisional seperti Pisang Epe, Barongko, Songkolo Bagadang, Jalangkote, hingga Roti Maros yang telah menjadi ikon jajanan khas daerah. Ragam camilan ini menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan-bahan lokal menjadi sajian yang sederhana namun sarat cita rasa.

Tidak ketinggalan, aneka minuman khas seperti Es Pisang Ijo, Pallu Butung, Sarabba, Sirup Markisa, Ballo, hingga Es Poteng turut melengkapi kekayaan kuliner kota ini. Minuman-minuman tersebut tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mencerminkan tradisi serta kebiasaan sosial masyarakat Makassar dalam menjamu tamu dan berkumpul bersama keluarga.

Buku ini disusun secara informatif dan sistematis sehingga mudah dipahami oleh pelajar, mahasiswa, pecinta kuliner, maupun wisatawan. Setiap sajian tidak hanya dipandang sebagai makanan semata, melainkan sebagai warisan budaya yang mengandung nilai sejarah, identitas, dan kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Sebagai salah satu koleksi Bintang Pusnas Edu, buku ini diharapkan menjadi bagian dari literasi nasional yang memperkaya wawasan pembaca tentang kekayaan kuliner Nusantara. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai panduan wisata kuliner, tetapi juga sebagai dokumentasi penting dalam upaya pelestarian gastronomi tradisional Indonesia.

Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bahwa mengenal kuliner daerah berarti mengenal sejarah dan budaya masyarakatnya. Dengan demikian, Makanan Khas Makassar bukan sekadar buku daftar makanan, melainkan jendela untuk melihat kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam dan membanggakan.

Makanan Khas Makassar
Penulis: Nandia Kirana
Editor: Tim Elementa
Penerbit: Elementa Media
Terbit Digital: 2021
ISBN: 978-623-5384-82-5 (PDF)

February 27, 2026

Perpustakaan Sebagai Pusat Pelayanan Budaya Lokal

 



Pendahuluan

Perpustakaan merupakan institusi penting dalam menjaga, melestarikan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta kebudayaan suatu masyarakat. Di era modern ini, kebutuhan akan pusat informasi yang tidak hanya berfokus pada literatur umum tetapi juga pada kekayaan budaya lokal semakin meningkat. Perpustakaan yang berperan sebagai pusat pelayanan budaya lokal menjadi tonggak penting dalam pengembangan identitas dan jati diri masyarakat setempat. Melalui perpustakaan, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi dan sumber daya yang berkaitan dengan tradisi, seni, bahasa, dan sejarah budaya lokal yang sering kali terancam oleh globalisasi dan modernisasi.

Perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal tidak hanya sekadar tempat penyimpanan buku, tetapi juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, edukasi, dan pelestarian budaya. Keberadaan perpustakaan ini dapat memperkuat rasa kebanggaan masyarakat terhadap warisan budayanya serta mendukung pengembangan kreativitas dan inovasi berbasis budaya. Oleh karena itu, penting untuk memahami peran, fungsi, dan strategi pengelolaan perpustakaan yang mengedepankan pelayanan budaya lokal agar bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat luas.

 Isi

Perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal memiliki peran strategis dalam mempertahankan kekayaan budaya yang ada di suatu daerah. Salah satu fungsi utama perpustakaan ini adalah sebagai wadah pengumpulan dan pendokumentasian berbagai karya budaya, seperti naskah kuno, cerita rakyat, musik tradisional, tarian, dan kerajinan tangan. Koleksi ini tidak hanya berupa bahan cetak, tetapi juga bisa berbentuk digital, audio, dan video yang mendukung pelestarian budaya secara menyeluruh. Dengan adanya dokumentasi yang baik, generasi muda dapat belajar dan mengenal budaya lokal secara autentik tanpa harus bergantung pada cerita lisan yang rentan mengalami perubahan.

Selain itu, perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal juga berperan sebagai pusat edukasi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kebudayaan. Melalui berbagai program seperti lokakarya, pelatihan seni tradisional, pameran budaya, dan diskusi komunitas, perpustakaan dapat membantu meningkatkan pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap budaya mereka sendiri. Hal ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif agar budaya lokal tetap hidup dan berkembang, bukan hanya menjadi barang museum yang terlupakan.

Keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan perannya sangat bergantung pada pengelolaan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Transformasi digital menjadi salah satu kunci utama agar perpustakaan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi milenial dan generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi. Digitalisasi koleksi budaya lokal memungkinkan akses yang lebih mudah dan cepat, serta membuka peluang kolaborasi dengan institusi lain baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun, proses digitalisasi juga harus memperhatikan aspek keaslian dan hak cipta agar tidak merugikan pemilik budaya asli.

Perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal juga harus mampu menjadi jembatan penghubung antara pemerintah, masyarakat adat, seniman, dan akademisi. Kerjasama lintas sektor ini krusial untuk menciptakan program-program yang relevan dan berkelanjutan dalam pelestarian budaya. Misalnya, pemerintah dapat memberikan dukungan kebijakan dan pendanaan, masyarakat adat berperan sebagai pemilik budaya, seniman menghidupkan budaya melalui karya, dan akademisi melakukan penelitian serta dokumentasi. Sinergi ini memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat komunitas yang tidak hanya menyimpan, tetapi juga mengembangkan budaya lokal.

Tantangan yang dihadapi perpustakaan pusat pelayanan budaya lokal tidak sedikit. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia yang memahami spesifikasi layanan budaya. Selain itu, tantangan dalam mengadaptasi teknologi dan menjaga keberlanjutan program juga menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dari berbagai pihak untuk mendukung pengembangan perpustakaan ini melalui pelatihan, peningkatan fasilitas, serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya.

 Penutup

Perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal merupakan institusi yang sangat penting dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya suatu daerah. Melalui fungsi pengumpulan, pendokumentasian, edukasi, dan fasilitasi interaksi sosial, perpustakaan berperan sebagai penjaga warisan budaya sekaligus agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi berbasis budaya. Keberhasilan perpustakaan ini sangat bergantung pada pengelolaan yang profesional, adaptasi teknologi, dan sinergi antar pemangku kepentingan.

Dengan dukungan yang memadai, perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal tidak hanya menjadi tempat penyimpanan informasi, tetapi juga pusat kreativitas dan pembelajaran yang mampu memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap budayanya sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian serius dari pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pelayanan budaya lokal dan sebagai pilar utama pelestarian budaya di tengah arus globalisasi.

  

Sumber Rujukan:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Strategi Pelestarian Budaya Nasional. Jakarta: Kemendikbud.

Nasution, Z. (2018). Manajemen Perpustakaan Modern. Jakarta: Rajawali Pers.

Prasetyo, A. (2020). "Transformasi Digital dalam Perpustakaan Budaya Lokal," Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 12(3), 45-60.

Sari, D. P. (2019). Perpustakaan dan Pelestarian Budaya Lokal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

UNESCO. (2017). Safeguarding Intangible Cultural Heritage. Paris: UNESCO Publishing.




Mengembangkan Koleksi Buku Elektronik di Perpustakaan

 Mengembangkan Koleksi Buku Elektronik di Perpustakaan



Pendahuluan

Perpustakaan selama ini dikenal sebagai pusat informasi dan pengetahuan yang menyediakan berbagai sumber daya dalam bentuk fisik, seperti buku cetak, majalah, dan dokumen lainnya. Namun, perkembangan teknologi digital telah menggeser paradigma tersebut dengan munculnya buku elektronik atau e-book. Buku elektronik menawarkan kemudahan akses, efisiensi ruang, serta fleksibilitas dalam penggunaan yang sebelumnya sulit dicapai oleh koleksi fisik. Di era digital saat ini, banyak perpustakaan di seluruh dunia mulai mengembangkan koleksi buku elektronik sebagai bagian integral dari layanan mereka. Tidak hanya untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin dinamis dan mobile, tetapi juga sebagai upaya untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya informasi. Oleh karena itu, pengembangan koleksi buku elektronik di perpustakaan menjadi sebuah agenda penting yang harus dirancang dan dilaksanakan secara sistematis dan strategis.

 


Isi

Pengembangan koleksi buku elektronik di perpustakaan memerlukan pemahaman komprehensif mengenai berbagai aspek, mulai dari kebutuhan pengguna, pemilihan koleksi, pengelolaan lisensi, hingga sosialisasi dan edukasi pengguna.

Pertama, memahami kebutuhan pengguna adalah langkah awal yang fundamental. Perpustakaan perlu melakukan analisis mendalam dengan metode survei, wawancara, serta pengumpulan data peminjaman untuk mengetahui jenis buku elektronik yang paling dibutuhkan oleh pengguna. Misalnya, perpustakaan akademik kemungkinan besar akan membutuhkan koleksi buku elektronik yang berkaitan dengan bidang studi tertentu, sedangkan perpustakaan umum mungkin lebih fokus pada koleksi populer dan literatur umum. Dengan memahami preferensi dan kebutuhan pengguna, perpustakaan dapat mengalokasikan anggaran untuk koleksi yang tepat sasaran, sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kedua, pemilihan platform penyedia buku elektronik merupakan faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Saat ini, banyak penyedia layanan e-book yang menawarkan berbagai macam fitur. Perpustakaan harus memilih platform yang tidak hanya menyediakan konten yang sesuai, tetapi juga mudah diakses oleh berbagai perangkat seperti komputer, tablet, dan smartphone. Fitur seperti pencarian teks penuh, bookmark, anotasi, dan integrasi dengan sistem manajemen perpustakaan (Integrated Library System) akan sangat membantu pengguna dalam mengoptimalkan pemanfaatan koleksi. Selain itu, perpustakaan harus mempertimbangkan aspek keamanan digital dan perlindungan data pengguna dalam memilih penyedia layanan.

Ketiga, pengelolaan hak cipta dan lisensi dalam koleksi buku elektronik adalah aspek yang memiliki tantangan tersendiri dibandingkan buku fisik. Buku elektronik biasanya dilengkapi dengan Digital Rights Management (DRM), yang mengatur bagaimana buku tersebut bisa diakses, dipinjam, atau disebarluaskan. Perpustakaan harus memahami dan mematuhi ketentuan lisensi agar tidak melanggar hak kekayaan intelektual. Ada berbagai model lisensi yang digunakan, seperti lisensi berbasis pengguna, lisensi koleksi, atau lisensi akses terbuka. Memilih model lisensi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran perpustakaan menjadi kunci dalam menjamin layanan yang berkelanjutan dan legal.

Keempat, promosi dan edukasi kepada pengguna menjadi langkah penting agar koleksi buku elektronik dapat dimanfaatkan secara maksimal. Banyak pengguna yang belum familiar dengan layanan digital perpustakaan atau merasa kurang percaya diri dalam mengakses buku elektronik. Oleh karena itu, perpustakaan perlu menyelenggarakan pelatihan, workshop, atau sosialisasi secara berkala untuk mengenalkan cara mengakses, mencari, dan menggunakan buku elektronik. Selain itu, penyediaan panduan penggunaan dan layanan bantuan secara online dan offline akan sangat membantu dalam Meningkatkan keterjangkauan dan kenyamanan pengguna.

Kelima, pengembangan koleksi buku elektronik juga harus mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan inovasi. Perpustakaan perlu terus mengikuti perkembangan teknologi dan tren literasi digital agar dapat memperbarui koleksi dan layanan sesuai kebutuhan. Misalnya, integrasi buku elektronik dengan multimedia atau aplikasi pembelajaran interaktif dapat menjadi nilai tambah untuk menarik minat pengguna. Selain itu, perpustakaan juga dapat mengembangkan kerja sama dengan penerbit, institusi pendidikan, dan komunitas untuk memperluas akses dan koleksi digital.

Terakhir, evaluasi berkala terhadap koleksi dan layanan buku elektronik perlu dilakukan untuk mengukur efektivitas dan kepuasan pengguna. Data statistik peminjaman, feedback pengguna, serta analisis tren penggunaan akan menjadi bahan evaluasi yang berharga. Dengan evaluasi yang berkelanjutan, perpustakaan dapat melakukan perbaikan dan penyesuaian strategi pengembangan koleksi buku elektronik agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

Penutup

Mengembangkan koleksi buku elektronik di perpustakaan merupakan sebuah proses yang kompleks dan membutuhkan perencanaan matang serta pelaksanaan yang konsisten. Koleksi buku elektronik tidak hanya menjawab tantangan keterbatasan ruang dan akses fisik, tetapi juga memperluas jangkauan layanan perpustakaan untuk menjangkau lebih banyak pengguna dengan cara yang lebih efisien dan fleksibel. Dengan pendekatan yang sistematis, mulai dari analisis kebutuhan pengguna, pemilihan platform dan lisensi, hingga edukasi dan evaluasi layanan, perpustakaan dapat memastikan koleksi buku elektroniknya memberikan manfaat maksimal. Keberadaan koleksi digital yang terkelola dengan baik akan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan informasi di era digital, sehingga dapat mendukung perkembangan pengetahuan dan pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.

 

Sumber Rujukan:

Lankes, R. D. (2011). The Atlas of New Librarianship. MIT Press.

Breeding, M. (2017). "E-books and libraries: current trends and future prospects." Library Technology Reports, 53(3), 5-12.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (2020). Pedoman Pengembangan Koleksi Digital Perpustakaan.

Tenopir, C., & King, D. W. (2000). Towards Electronic Journals: Realities for Scientists, Librarians, and Publishers. Special Libraries Association.




February 23, 2026

Mengenal dan Merawat Bromelia

 


Judul:                           Mengenal dan Merawat Bromelia                             

Penulis:                        Drs. Agus Andoko & Eddy Pranoto                 

Editor:                          Bagus Harianto

Penerbit:                      PT Agromedia Pustaka Jakarta                      

Tahun Terbit:              2008                           

Jumlah Halaman:     vi + 80 

ISBN:                             9790061471

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Tanaman hias Bromelia termasuk tanaman hias yang punya banyak penggemar di Indonesia dan diseluruh dunia. Keindahan warna daun Bromelia yang semarak dan indah menjadi salah satu penyebab seringnya dipilih oleh landscaper atau pembuat taman untuk menhiasi sebuah taman. Kehadiran Bromelia, bukan hanya ditaman taman luar ruangan (outdoor) tetapi juga pada panggung pertemuan atau pesta.

Buku ini mencoba menguraikan berbagai tips dan trik perawatan Bromelia dan pengenalan berbagai macam jenis Bromelia. Terbagi menjadi 5 bagian diawali dengan penjelasan tentang asal usul Bromelia yang merupakan keluarga tanaman Nanas, yang berasal dari Amerika dan menyebar keseluruh dunia. Sifat dan syarat tumbuhnya tanaman hias Bromelia juga dijelaskan disini.

Selanjutnya ada pembahasan tentang jenis jenis Bromelia. Ada Ananas, Aechmea, Billbergia, Bromelia, Cryptanthus, Guzmania, Neoregelia, Nidularium, Tillandsia dan Vriesea. Semuanya memiliki corak dan warna tersendiri.

Pada bagian selanjutnya ada uraian tentang cara perbanyakan Bromelia, perbanyakan secara generatif dan perbanyakan secara vegetatif. Ada pula tata cara penanaman Bromelia.

Agar Bromelia cepat berbunga dan tampil menarik, dijelaskan pada bagian berikutnya. Dilanjutkan dengan teknik pengendalian hama dan pengendalian penyakit yang sering menyerang pada tanaman Bromelia.

Daya tarik utama tanaman hias Bromelia ada pada daunnya. Bentuk daun Bromelia umumnya lansing memanjang dengan warna warni seperti hijau, ungu tua, hingga merah dengan berbagai gradasi warna seperti kuning, jingga, hingga coklat tua. Berbeda dengan Nanas yang daunnya berduri, tanaman hias Bromelia, rata tanpa duri sehingga cukup aman ditanam di pekarangan rumah yang sering dijadikan tempat bermain anak anak.

Dinarasikan pula dalam buku ini bahwa, Bromelia juga memiliki bunga, namun pada umumnya para hobbiis atau penggemar Bromelia lebih memilih Bromelia berdasarkan keindahan warna dan corak daunnya.

Buku terbitan AgroMedia Pustaka ini sangat praktis dijadikan bahan referensi bagi para pencinta tanaman Bromelia. Selain membahas jenis jenis Bromelia juga memberikan tips dan trik perawatannya.  Ada pula tambahan penjelasan tentang teknik memperbanyak tanaman, dan membuat Bromelia cepat berbunga.

Kelebihan lain dari buku ini adalah ilustrasi foto jenis Bromelia cukup lengkap dengan warna warni daun yang indah sehingga menarik untuk dibaca. Struktur buku yang tidak terlalu tebal dan penyajian yang ringkas membuatnya mudah dibaca oleh pemula atau penggemar tanaman yang baru mulai tertarik pada bromelia. Formatnya cocok untuk panduan hobi, bukan teks akademis panjang. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca.

Pembahasan yang lebih teknis tentang tanaman hias Bromelia mungkin tidak terlalu mendalam pada buku ini, sehingga mungkin sebagian pembaca merasa kurang puas. Misalnya fisiologi tanaman bromelia, teknik lanjutan budidaya, atau pemecahan masalah yang kompleks mungkin tidak dibahas tuntas. Pencegahan hama tanaman juga kurang lengkap, mungkin perlu ditambah lagi misalnya pengendalian hama/penyakit spesifik, perbanyakan lewat teknik modern, atau variasi perawatan menurut varietas bromelia tertentu.

engenal dan Merawat Bromelia merupakan panduan praktis yang cocok untuk pecinta tanaman hias — khususnya pemula yang ingin mengenal tanaman bromelia dari dasar hingga perawatan dasar. Kelebihan utamanya adalah fokus praktis dan format yang ramah pembaca non-akademik. Kekurangannya terletak pada kedalaman teknis yang terbatas dan sedikitnya ulasan pembaca umum, sehingga hobiis lanjutan mungkin perlu melengkapinya dengan referensi lain jika ingin memperdalam teknik perawatan tertentu.

Buku Koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan



Buku Panduan Menulis

 



Judul:                            Jadi Penulis? Siapa Takut                               

Penulis:                         Alif Danya Munsyi

Editor:                           Indradya SP

Penerbit:                      Kaifa, Bandung

Tahun Terbit:              2012

Jumlah Halaman:     vi + 270

ISBN:                             9786028994781

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Buku ini membahas topik tentang kepenulisan, bagaimana menjadi seorang penulis, baik penulis fiksi maupun non-fiksi. Atau bahkan bisa menjadi penulis fiksi sekaligus penulis non-fiksi, karena kedua duanya diuraikan secara gamblang pada buku ini. Penulis buku ini adalah seorang wartawan penerima Tirto Adhi Soerjo Award pada 2008. Penulis selain menulis artikel, essai, kolom, kritik seni di media, ia juga menulis puisi, novel dan drama. Penulis buku ini juga dikenal dengan nama samaran lainnya yaitu Remy Sylado.

Dalam buku yang setebal 270 halaman ini, selain mengupas tentang tips dan trik menulis, juga dibahas tentang pentingnya membaca, bakat, kemauan belajar, proses kreatif, sejarah tulis menulis, sejarah sastra, pengaruh gaya dan visi kepenulisan, dan topik topik lainnya. Semua topik itu sangat menunjang dalam dunia kepenulisan.

Buku ini terbagi menjadi 11 bagian, diawali dengan topik bagaimana membaca dalam proses pembelajaran. Yang menarik karena penulis menyusun tulisannya secara poin poin yang sistematis sehingga praktis dan mudah dipahami. Topik lain pada bagian awal ini ada tentang kebudayaan menulis, pemahaman kata kata, bagaimana membaca terjemahan.

Bagi pembaca yang senang dengan puisi, ada bagian yang membahas tentang teknik menulis puisi. Ada pula teknik penulisan berita, penulisan kritik, penulisan esai, dan teknik penulisan fiksi seperti cerita, novel dan drama. Yang menarik juga adalah pada bagian akhir buku ini, ada Indeks, dimana para pembaca dapat mencari topik yang ingin dibacanya. Indeks biasanya disusun menjadi 3 bagian, ada indeks topik, indeks nama tempat dan indeks nama orang. Dalam buku ini, indeks digabungkan menjadi 1 indeks. Pada bagian akhir ada riwayat hidup singkat penulis buku.

Buku ini cukup lengkap dalam pembahasan setiap bagiannya, misalnya pada bagian “pemahaman kata kata”, diuraikan secara ringkas tentang bagaimana terbentuknya kosa kata tertentu dalam bahasa Indonesia. Sementara pada bagian “penulisan Esai” disebutkan bahwa Esai adalah bentuk langsung dari opini. Dengan kata lain, opini pribadi yang ditulis dengan pertimbangan obyektif, maka akan memberikan pengetahuan tertentu kepada pembacanya.

Ada pembahasan menarik pada bagian “penulisan novel” yaitu tentang sosok sentral dalam novel yang sedang ditulis. Sosok sentral tersebut bisa menjadi ‘aku’ atau bisa juga menjadi ‘dia’ yaitu orang ketiga tunggal. Pada buku ini, penulis memberikan pula contoh penggunaan sosok ‘aku’ dan sosok ‘dia’ dalam sebuah novel sehingga pembaca akan lebih mudah memahami buku ini.

Banyak kelebihan buku ini, diantaranya pembahasannya tentang topik penulisan, sangat lengkap sehingga pembaca dapat memilih jenis tulisan apa yang hendak ditulisnya. Nama besar penulisnya juga menjadi daya tarik tersendiri, karena selain penulis, juga seorang seniman, aktor, dramawan yang telah menerima banyak penghargaan. Gaya bahasa sangat mudah dipahami sehingga pembaca pemula atau penulis pemula pun dengan mudah memahaminya.

Namun demikian, ada beberapa topik yang mungkin terasa tidak tuntas bagi sebagian pembaca, misalnya topik penulisan puisi, tidak dibahas secara mendalam. Bagi sebagian pembaca mungkin kurang suka karena tidak adanya ilustrasi gambar yang menarik pada buku ini. Ulasan buku ini juga belum banyak ditemukan di media cetak maupun media daring.

Buku ini sangat bermanfaat bagi pembaca karena cakupan penulisannya sangat luas, namun ada beberapa topik yang pembahasannya tidak mendalam.

Buku ini koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Provinsi Sulawesi Selatan.  



Feature, Tulisan Jurnalistik yang Kreatif


 
Judul:                           Feature, Tulisan Jurnalistik yang Kreatif

Penulis:                         Fanny Lesmana

Editor:                           Dwi Prabantini

Penerbit:                      C.V. ANDI OFFSET Yogyakarta

Tahun Terbit:              2017

Jumlah Halaman:     x + 166

ISBN:                             9789792961249

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasan buku ini adalah tulisan Feature sebagai salah satu jenis tulisan jurnalistik. Tulisan Feature sering juga disebut tulisan soft news karena tidak terikat waktu dan juga tidak terikat dengan gaya penulisan hard news.  Contoh penulisan gaya hard news misalnya berita di koran cetak maupun koran daring yang beritanya hari itu juga setelah peristiwa atau kejadiannya. Berita disajikan secepat mungkin agar pembaca tetap mendapatkan berita yang terkini (up to date).

Sedangkat gaya penulisan Feature tidak terlalu terikat waktu, namun tetap memikat para pembacanya karena gaya penulisannya yang berkisah, terkadang mirip fiksi namun tetap mematuhi kaidah penulisan jurnalistik, yang tetap harus menggunakan fakta dan data. Fakta dan data ini adalah unsur yang sangat penting dalam penulisan jurnalistik, baik pada soft news maupun hard news.

Buku ini dibagi menjadi 10 bab diawali dengan kata pengantar dari penulis buku. 5 bab pertama menguraikan secara rinci tentang pengertian Feature, unsur unsur yang  terdapat pada tulisan Feature, jenis jenis penulisan Feature dan sumber penulisannya, serta bagaimana teknik menulis Feature berita.

Sedangkan 5 bab yang terakhir membahas tentang penulisan Feature perjalanan, Feature How-to, Feature profil, Feature Sejarah dan terakhir penulisan Feature terkini.

Buku ini diakhiri dengan uraian daftar pustaka sebagai bahan referensi yang digunakan dalam penulisan buku ini, dan lampiran berupa contoh beberapa tulisan Feature di koran ternama dan juga riwayat hidup sang penulis buku.

Buku ini sangat menginspirasi bagi para pembaca yang senang menulis tulisan jenis Feature, karena menguraikan secara lengkap teknik tekniknya, jenis Feature yang ada, dan unsur unsir penulisan lainnya, sehingga pembaca pemula sekalipun akan dengan mudah memahami isi buku. Isi pembahasannya diuraikan secara konprehensif, sistematis, dan komunikatif sehingga pembaca yang bukan profesional jurnalistik pun dapat mengikuti pembahasan dasar hingga teknik praktik penulisan feature.

Buku ini juga memberi contoh dan acuan teknik seperti cara memilih lead, menyusun alur feature, dan kombinasi gaya naratif dengan fakta jurnalistik. Jadi tidak hanya menjelaskan teori saja, sehingga sangat praktis digunakan bagi para penulis pemula maupun mahasiswa jurusan jurnalistik yang bermaksud menulis Feature. Bahkan juga sangat praktis bagi masyarakat umum yang ingin mempelajari teknik penulisan feature dengan kaidah jurnalistik yang benar — tidak sekadar gaya bebas atau imajinatif.

Tidak banyak ilustrasi foto dan gambar dalam buku ini sehingga mungkin bagi sebagian pembaca terasa kurang menarik. Tak dapat dipungkiri bahwa ilustrasi gambar maupun foto dalam sebuah buku akan sangat membantu pembaca dalam memahami isi buku dan juga akan menarik perhatian pembaca. Buku ini juga dimaksudkan oleh penulisnya sebagai bahan ajar dalam mata kuliah jurnalistik sehingga cenderung teoritis dan formal. Buku ini juga kurang membahas tentang penulisan jurnalistik daring. Diera digital sekarang ini, sangat banyak tulisan tulisan feature baik di media sosial, maupun media berita online.

Buku ini sangat bermanfaat bagi para pembaca penulis pemula, mahasiswa jurnalistik dan masyaraat umum, karena sangat pembahasannya sangat konprehensif dan sistematis dalam penulisannya, namun kurangnya ilustrasi, dan bentuk penulisan yang akademis mungkin bagi sebagian pembaca menjadi kekurangan buku ini.

Buku ini Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Juga banyak tersedia di toko toko buku besar dan juga di toko online. Pembaca juga dapat membaca buku ini di perpustakaan perpustakaan yang ada di daerahnya masing masing.



February 7, 2026

Kiat Menjadi Penulis Buku Profesional

 


Judul:                           Kiat Menjadi Penulis Buku Profesional

Penulis:                        Jasmadi

Editor:                          Dhewiberta Hardjono

Penerbit:                     CV. Andi Offset Yogyakarta

Tahun Terbit:             2006

Jumlah Halaman:    xii + 132

ISBN:                            9797631591

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasan buku ini adalah teknik penulisan buku populer di bidang teknologi komputer. Di era digital sekarang ini, peranan buku konvensional (buku cetak) tetap sangat penting dibanding buku buku elektronik (e-book) yang ada. Melalui buku berbagai topik ilmu pengetahuan didokumentasikan, disebarluaskan dan terus dikembangkan.

Buku ini disusun dengan menggunakan metode penelitian ilmiah yang baku. Dengan demikian, buku ini dapat dijadikan bahan rujukan atau referensi dalam penulisan karya ilmiah atau karya tulis akademis lainnya.

Terdiri dari empat bagian utama yaitu: prapenulisan, proses penulisan buku, teknis penulisan buku, contoh kasus editorial dan penerbitan. Pada bagian prapenulisan, diuraikan tentang hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis, misalnya jenis tulisan apa yang akan ditulis, apakah tulisan ilmiah atau tulisan populer, apakah buku ajar atau buku populer, berbagai jenis buku komputer, misalnya buku komputer untuk anak sekolah, untuk pekerja atau untuk masyarakat umum.

Peluang menjadi penulis dijelaskan pada bagian selanjutnya. Ada penjelasan tentang motivasi menulis, keuntungan menjadi penulis, modal untuk mulai menulis, dan prosedur penulisan di penerbit. Pada buku ini disebutkan contoh prosedur penulisan pada penerbit ANDI (penerbit buku ini). Diantara prosedur itu ada: bentuk kerjasama, prosedur penerbitan, penilaian naskah, pengiriman naskah, format buku, ukuran buku, dan sebagainya.

Pada proses penulisan, ada deskripsi tentang penentuan tema, penentuan segmen pembaca, penentuan judul buku, dan juga survei ke penerbit. Pada bagian penyusunan laporan, hal hal yang penting dilakukan misalnya pengumpulan data terkait, penyusunan profil buku, kata pengantar dan contoh naskah.

Dibahas pula tentang bagaimana membuat templat dan style buku, termasuk juga ukuran buku, penyimpanan dalam templat, pembuatan style, pembuatan shortcut style, dan peneapan style. Penggunaan section dan Daftar Isi juga dibahas.

Buku ini cukup lengkap menguraikan tentang teknik penulisan buku. Pembaca akan sangat terbantu jika menggunakan buku sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku. Hal hal lain misalnya, cara membuat daftar pustaka, cara menambahkan gambar, membuat indeks, menambahkan nomor halaman dan header, footnote dan pemenggalan teks juga dibahas secara ringkas.

Pada bagian contoh kasus editorial, ada pembahasan tentang penggunaan bahasa baku, dan contoh penggunaan kalimat efektif. Ada banyak contoh diberikan dalam buku ini, sehingga pembaca akan lebih mudah memahami penggunaannya.

Bagian penerbitan menguraikan hal hal yang perlu diketahui calon penulis, misalnya hubungan kerja antara penulis dan penerbit, kewajiban penulis, hak penulis, larangan bagi penulis, kewajiban penerbit dan ha penerbit. Teknik menulis buku laris juga dijelaskan dibagian ini.

Buku memiliki banyak kelebihan misalnya, bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami, termasuk bagi para pemula dalam dunia penulisan, susunan bab bab-nya juga terstruktur dengan baik. Meskipun buku ini ditujukan khusus kepada calon penulis buku teknik komputer, namun isinya cukup umum, sehingga para pembaca atau calon penulis dengan topik penulisan lainnya juga cukup bermanfaat membaca buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi screenshoot layar komputer sehingga pembaca dapat lebih mudah paham.

Kekurangan buku ini, mungkin ada beberapa aplikasi yang dibahas atau dijelaskan dalam buku ini yang mungkin sudah usang dan tidak lagi tersedia, karena buku ini ditulis tahun 2006, atau 20 tahun lalu.

Kesimpulannya, buku ini cukup bermanfaat bagi pembaca umum yang ingin memulai karir sebagai penulis, karena berisi informasi yang cukup relevan dengan dunia kepenulisan. Hanya saja mungkin ada beberapa aplikasi yang disebut dalam buku ini sudah tidak relevan lagi karena sudah puluhan tahun berlalu sejak diterbitkan.  

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Umum, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 



February 6, 2026

Kuliner Rasa Pedas Indonesia

 


Judul:                           Kuliner Cita Rasa Pedas, Gigitan Nikmat yang Selalu Memikat

Penulis:                        Forum Komunikasi Kuliner Indonesia (Forkomkulindo)

Editor:                           Murdijati-Gardjito dan Rachma Wikandari

Penerbit:                      Nightoon Cookeries

Tahun Terbit:              2019

Jumlah Halaman:     xii + 180

ISBN:                             9786239146610

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Buku ini adalah kumpulan makalah dari kegiatan Seminar “Mengungkap Keunikan Kuliner Bercita Rasa Pedas”  yang diselenggarakan pada tanggal 8 Mei 2018 di Balai Pamungkas. Makalah yang telah diseminarkan, kemudian dikumpulkan dan disesuaikan untuk penerbitan buku. Ada tambahan beberapa artikel sebagai pelengkap.

Topik utama pembahasan buku ini adalah kuliner pedas Indonesia dengan judul ‘Kuliner Pedas Indonesia-Cita Rasa Nikmat yang Selalu Memikat’. Cita rasa pedas pada produk makanan di Indonesia telah lama dikenal oleh nenek moyang kita, bahkan mungkin sejak ribuan tahun silam. Berbagai naskah kuno telah mendokumentasikan adanya kuliner kuliner yang bercita rasa pedas di Indonesia. Bahan utama dan mungkin yang pertama dikenal sebagai bahan yang membuat cita rasa pedas pada masakan adalah cabai/cabe atau lombok. Namun selanjutnya dikenal pula bahan pemedas yang lain misalnya jahe, lada, merica dan andaliman.

Penyebab utama cita rasa pedas pada cabai atu lombok adalah adanya azat yang bernama kapsaisin. Zat inilah yang membuat cabai terasa pedas. Olahan cabai dalam makanan Indonesian yang paling utama adalah sambal. Sambal inilah yang menjadi daya pikat dalam berbagai menu masakan utama di Indonesia.

Berbagai topik pembahasan dalam buku ini ini misalnya sejarah jejak cita rasa pedas dalam kuliner Indonesia, dan kisah kisah cita rasa pedas. Ada juga diulas berbagai macam bahan makanan sumber cita rasa pedas, manfaat dan efek lain dari cabai, dan profil sambal Indonesia. Uraian tentang bisnis hidangan bersambal juga ada dalam buku ini. Ada prospek dan tantangan bisnis, membangun resto lokal, usaha tepung penyalut, dan lain lain.

Kuliner bercita rasa pedas dan makanan pasangannya juga dibahas. Ada tentang makanan pedas yang menjadi produk wisata kuliner, ada pula tentang lalapan yang menjadi pasangan sambal sekaligus menjadi cerminan biodiversity Indonesia. Bahkan bagaimana peran penyalutan tepung pada makanan gorengan dan strategi menggoreng untuk menghasilkan produk makanan yang bermutudan aman, juga dijelaskan pada bagian terakhir buku ini.

Karena berupa kumpulan makalah, sehingga berbagai sudut pandang (point of view) dari para pakar, termasuk praktisi kuliner, akademisi, budayawan, hingga pelaku industri tersaji dalam buku ini.

Pembahasan topik cita rasa pedas bukan hanya dari sisi gastronomi, tetapi juga dari sisi budaya, sejarah, sosial, dan ekonomi. Buku ini juga merupakan dokumentasi sejarah kuliner Indonesia khususnya kuliner dengan cita rasa pedas. Hal ini sangat penting karena merupakan rekaman dokumentasi pemikiran para pakar di bidang masing masing yang membahas kuliner pedas Indonesia. Buku ini juga menganalisis secara mendalam tentang cabai sebagai komoditas, filosofi rasa pedas dan tren kuliner pedas Indonesia.

Buku ini sangat cocok dijadikan bahan rujukan bagi para peneliti maupun mahasiswa dan umum, karena pada penulisnya memiliki kompetensi yang relevan dengan topik pembahasan.

Namun demikian ada beberapa kekurangan buku ini. Buku ini merupakan kumpulan makalah, sehingga mungkin ada pembaca merasa kurang mengalir dan tidak terintegrasi dengan baik antar bab atau bagian. Kualitas makalah juga bisa berbeda beda tergantung dari kedalaman analisis, gaya bahas dan ketajaman argumentasi para penulis makalah. Beberapa makalah menggunakan istilah akademis sehingga mungkin ada pembaca yang kesulitan dalam memahaminya. Buku ini juga tidak banyak menyajika resep resep masakan bercita rasa pedas Indonesia. Dengan kata lain, buku ini lebih fokus ke pemikiran dan kajian dibanding dengan praktek pembuatan kuliner pedas di dapur.

Buku “Kuliner Cita Rasa Pedas, Gigitan Nikmat yang Selalu Memikat” sangat kuat sebagai referensi akademik dan kultural, tetapi kurang ideal sebagai bacaan populer atau praktis.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Umum, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



February 4, 2026

Cara Praktis Membuat Website Sendiri dengan Wordpress

 

Judul:                           Praktis Membuat Website Sendiri dengan Wordpress

Penulis:                        Arista Prasetyo Adi

Editor:                          -

Penerbit:                     PT. elex Media Komputindo

Tahun Terbit:             2023

Jumlah Halaman:    x + 222

ISBN:                            9786230047480

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasan buku ini adalah bagaimana membuat website (laman web) dengan menggunakan platform Wordpress. Di era informasi dan komuniksa digital sekarang ini, hampir semua sektor membutuhkan website; lembaga pemerintah, perusahaan swasta, universitas, sekolah, UMKM, organisasi nirlaba bahkan orang pribadi pun banyak yang membuat website  sendiri. Website dianggap sebagai sarana komunikasi dan informasi yang paling praktis untuk branding atau promosi di dunia maya.

Ada beberapa macam platform sistem pengelolaan konten atau Content Management System (CMS). Salah satunya adalah Wordpress.  Wordpress memiliki banyak keunggulan dan juga kemudahan dalam penggunaannya sehingga para pembaca dapat memaksimalkan fungsi fungsi atau fitur fitur yang ada didalamnya. Wordpress sangat membantu dalam pengembangan website personal (pribadi) maupun website komunitas atau website organisasi dan lembaga serta website toko online.

Buku ini dapat dijadikan panduan bagi masyarakat umum, terutama para peminat pembuatan website dalam membangun sebuah website. Terbagi dalam 5 bagian utama, diawali dengan proses langkah awal membuat website Wordpress, pengenalan pugins dasar Wordpress serta bagaimana memilih templat website. Diuraikan pula tentang Search Engine Optimalization (SEO) Wordpress, bagaimana membuat webite toko online dengan Wordpress dan topik lainnya.  

Pada bagian langkah awal pembuatan Website dijelaskan tentang cara membeli domain, menu dasar yang ada pada platform Wordpress, cara membuat postingan blog dan cara mengatur Permalink URL Website. Permalink (singkatan dari permanent link) adalah URL atau Uniform Resource Locator yaitu alamat web unik dan tetap yang digunakan untuk mengakses halaman, postingan blog, atau konten spesifik pada sebuah situs web.

Tentang berbagai pugins dasar dalam Wordpress seperti plugins Akismet, plugins Nextgen gallery, plugins Starbox dan lain lain dibahas pula dalam buku ini.

Buku ini memberikan panduan praktis tanpa terlalu tebal hanya 232 halaman, sesuai bagi pembaca yang ingin cepat belajar atau referensi lapangan. Penulisnya juga merupakan penulis yang ahli dibidangnya dan sangat produktif, banyak menulis buku buku IT. Yang dibahas dalam buku ini merupakan fitur fitur terbaru pada paltform Wordpress sehingga tidak ketinggalan zaman. Pembahasannya juga menggunaan bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca pemula sekalipun, sehingga akan memudahkan dalam membangun website baik untuk kepeluan organisasi atau lembaga, maupun untuk personal (pribadi).

Belum banyak pembahasan dari masyarakat umum tentang buku ini sehingga mungkin akan sulit mengevaluasi kualitas pembahasan dari sudut pandang pembaca lain secara independen. Karena kurang ulasan di media online maupun media sosial, mungkin pembaca baru tidak atau kurang memiliki gambaran objektif tentang seberapa efektif penyampaian materi, struktur pedagogis, atau kualitas contoh tutorial di buku ini.

Namun demikian buku ini sangat cocok bagi pemula atau pengguna teknis ringan yang ingin belajar membuat website dengan WordPress tanpa perlu bahasa koding yang rumit. Buku ini juga cocok untuk dijadikan panduan langkah-demi-langkah yang berfokus pada penggunaan fitur WordPress (themes, plugins, setup dasar). Bagi pembaca yang menguasai bahasa koding atau pemrograman mungkin buku ini kurang memuaskan.

Buku ini banyak tersedia di toko toko buku besar dan juga di toko online. Pembaca juga dapat membaca buku ini di perpustakaan perpustakaan yang ada di daerahnya masing masing. 



February 2, 2026

Tradisi Pembacaan Hikayat Syekh Yusuf


Manuskrip Hikayah Syekh Yusuf merupakan naskah tradisional yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan religius dan budaya masyarakat Sanrobone, Takalar. Naskah ini tidak hanya dipandang sebagai warisan tekstual, tetapi juga sebagai bagian integral dari praktik ritual, khususnya dalam upacara nazar dan ritual adat tertentu. Keberadaan hikayat ini dianggap wajib dalam pelaksanaan ritual karena diyakini mengandung kekuatan spiritual dan menjadi medium untuk memperoleh keberkahan serta perlindungan dari marabahaya.

Buku Tradisi Pembacaan Hikayat Syekh Yusuf: Mendulang Berkah pada Sang Sufi mengulas secara mendalam tradisi pembacaan naskah Hikayah Syekh Yusuf dalam kehidupan masyarakat. Buku ini menarasikan asal-usul Syekh Yusuf Al-Makassary sebagai putra kelahiran Gowa, perjalanan hidup dan rihlah keilmuannya, pertemuannya dengan para imam dan wali, hingga kisah-kisah kesufian, karamah, pengasingan, dan wafatnya. Melalui kisah tersebut, pembaca diajak memahami posisi Syekh Yusuf sebagai ulama sufi besar yang berpengaruh kuat dalam siklus keberagamaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Kisah-kisah karamah yang termuat dalam hikayat memperlihatkan pertautan antara tradisi lokal dan ajaran tasawuf Islam. Syekh Yusuf digambarkan sebagai pengembara ilmu yang memperoleh pengakuan spiritual dari para tokoh besar Islam. Representasi ini menguatkan keyakinan masyarakat terhadap keistimewaan Syekh Yusuf yang dipercaya masih memiliki pengaruh spiritual hingga masa kini.

Selain mengkaji isi hikayat, buku ini juga menyoroti praktik ritual pembacaan Hikayah Syekh Yusuf yang dilaksanakan dengan tata cara khusus dan langgam Makassar. Pembacaan dilakukan oleh orang-orang tertentu yang memiliki otoritas dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Ritual ini dilaksanakan sebagai ungkapan syukur, permohonan keselamatan, serta penolak bala, tanpa memandang strata sosial, meskipun pelaksanaannya sering kali dipengaruhi oleh kondisi ekonomi penyelenggara.

Buku ini turut membahas perubahan yang terjadi dalam tradisi pembacaan hikayat. Intensitas pelaksanaan ritual yang menurun akibat faktor ekonomi dan perubahan sosial menjadi perhatian penting, meskipun tradisi tersebut masih bertahan dalam momen-momen tertentu, seperti ritual nazar dan perayaan adat Temmu Taung yang hanya dilakukan oleh keturunan raja.

Penambahan penting dalam buku ini adalah pembahasan mengenai pola pewarisan manuskrip Hikayah Syekh Yusuf. Pewarisan dilakukan melalui jalur kekeluargaan dan sanad keilmuan, baik dalam bentuk naskah asli maupun salinan. Pewarisan ini tidak hanya memindahkan kepemilikan teks, tetapi juga mentransmisikan pengetahuan, teknik pembacaan, serta nilai-nilai spiritual yang melekat pada manuskrip tersebut, sehingga keberlanjutan tradisi tetap terjaga lintas generasi.

Buku ini juga menyoroti peran para pa’baca dan anrong guru sebagai penjaga tradisi. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pembaca hikayat, tetapi juga sebagai otoritas budaya dan spiritual yang memastikan kelangsungan langgam, ritme, serta etika pembacaan. Melalui proses kaderisasi yang terbatas, tradisi ini diwariskan kepada generasi yang memiliki minat dan kecakapan dalam bidang keagamaan.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian dan diseminasi pengetahuan budaya lokal, buku Tradisi Pembacaan Hikayat Syekh Yusuf: Mendulang Berkah pada Sang Sufi kini menjadi salah satu koleksi Bintang Pusnas Edu. Kehadiran buku ini diharapkan dapat memperluas akses pembaca, khususnya kalangan pelajar, pendidik, dan peneliti, terhadap khazanah manuskrip dan tradisi keagamaan Nusantara.

Melalui pembahasan yang komprehensif, buku ini menegaskan bahwa Hikayah Syekh Yusuf bukan sekadar naskah lama, melainkan pustaka hidup. Buku ini memperlihatkan bagaimana teks, ritual, dan kepercayaan saling terkait dalam menjaga keberlangsungan warisan spiritual Syekh Yusuf di tengah perubahan zaman.


Tradisi Pembacaan Hikayat Syekh Yusuf
Mendulang Berkah pada Dang Sufi

Penulis : Husnul Fahimah Ilyas
Penerbit : Perpusnas PRESS Anggota IKAPI
Tempat Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2022
ISBN : 978-623-313-391-3