April 30, 2020

Sejarah Ringkas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan

Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Sungguminasa


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, adalah salah satu lembaga pemerintah yang merupakan penggabungan dua lembaga, yaitu Perpustakaan Wilayah Sulawesi Selatan dan Arsip Nasional Wilayah Sulawesi Selatan. Kedua lembaga tersebut dulunya adalah lembaga pemerintah Non-Departemen yang dibawahi langsung Lembaga Sekretariat Negara. 


Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Tamalanrea Makassar

Perpustakaan Wilayah yang awalnya bernama Perpustakaan Negara Provinsi Sulawesi Selatan sudah ada sejak tahun 1950, yang semula bernama Perpustakaan Negera berdiri berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 2910/5 tanggal 23 Mei 1950. Perpustakaan Negara berubah nama menjadi Perpustakaan Wilayah dan merupakan nit Pelayanan Teknis Dirjen Kebudayaan dan dibawah Pusat Pembinaan Perpustakaan, berdasarkan SK Mendikbud No. 0199/0/1978 tanggal 23 Juni 1978 dan No. 095/1979 tanggal 29 Mei 1979.

Dengan adanya Keputusan Presiden No. 11 Tahun 1989 tentang Perpustakaan Nasional R.I. Perpustakaan Wilayah berubah menjadi Perpustakaan Daerah Sulawesi Selatan, dan berubah lagi menjadi Perpustakaan Nasional Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan Keputusan Presiden No. 50 Tahun 1997 tanggal 29 Desember 1997.

Sementara Arsip Nasional Wilayah awalnya disebut Perwakilan Arsip Nasional RI Sulawesi Selatan berdiri sejak tahun 1971, dan diresmikan tahun 1977. Arsip Nasional Wilayah Sulawesi Selatan adalah lembaga Kearsipan kedua di Indonesia setelah Arsip Nasional RI di Jakarta.

Pada awal berdirinya Perpustakaan dan Arsip Wilayah Sulawesi Selatan keduanya dulu berkantor di Benteng Fort Rotterdam (Benteng Ujungpandang). Beberapa tahun kemudian gedung baru yang representative dibangun untuk Arsip Nasional Wilayah dikawasan  Tamalanrea dan diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Soedarmono waktu itu pada tahun 1986, tepatnya di Jalan Perintis Kemerdekaan, KM 12, Makassar,  sedangkan Perpustakaan Wilayah di Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala’salapang memiliki gedung berlaintai dua berukuran 2.204 m² atau seluas 3000 m².

Arsip Nasional Wilayah dan Perpustakaan Wilayah digabung menjadi satu lembaga bernama Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah (BAPD) Sulawesi Selatan pada tahun 2001, menyusul berlakunya Otonomi Daerah pada tahun 2000. Tahun 2008, nomenklatur lembaga berubah lagi menjadi Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi Sulawesi Selatan. Tahun 2016, kembali terjadi perubahan struktur Organisasi lembaga, dan kali ini nama organisasi menjadi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispus-Arsip) Provinsi Sulawesi Selatan. Nama organisasi ini berlaku sampai sekarang (2020) meskipun struktur organisasi terjadi perubahan.

Perputakaan Abdurrasyid Daeng Lurang yang berlokasi di Jalan Kenanga No. 7A, Sungguminasa, Kabupaten Gowa dulunya dibawa pengelolaan Yayasan Karaeng Pattingalloan, kemudian oleh Yayasan  dialihkan pengelolaannya ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan pada tahun 2015. Rencana kedepan dalam waktu dekat ini  akan didirikan  pula Perpustakaan Ibu dan Anak yang berlokasi di Jalan Lanto Daeng Pasewang , Makassar.

Sejak berdirinya tahun 1950, lembaga perpustakaan telah dipimpin oleh 14 orang ditambah 2 orang pimpinan Arsip Nasional Wilayah sebelum Otonomi Daerah. Urutan pimpinan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan adalah sebagai berikut ;
  1. Y. E. Tatengkeng (1950-1956)
  2. P. A. Tiendas (1956-1962)
  3. Muhammad Syafei (1962-1965)
  4. Mustari Sari (1965-1966)
  5. Ny. N.M. Rumagit L. (1966-1983)
  6. Drs. H. Idris Kamah (1983-1995)
  7. Drs. H. Athalillah B. (1995-1998)
  8. H. M. Legiyo, S.H. (1998-2001)
  9. Drs. H. Zainal Abidin. M.Si. (2001-2008)
  10. Drs. Ama Saing (2008-2014)
  11. Drs. H. Agus Sumantri (2014)
  12. Drs. Taufiqurrahman, M.M. (2014-2016)
  13. Drs. H. Abdul Rahman, M.M (2016-2018)
  14. Mohammad Hasan Sijaya, S.H., M.H. (2018-sekarang)

Adapun pimpinan Arsip Nasional Wilayah Sulawesi Selatan sebelum bergabung dengan Perpustakaan Wilayah adalah ;
  1. Drs. Muhammad Nur Baso (1971-1995)
  2. DR. Mukhlis Paeni (1995-1999).


Layanan Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan berlokasi di Jalan Sultan Alauddin Km.7 menyediakan beberapa jenis layanan kepada pemustaka, diantaranya Layanan Sirkulasi; Layanan Referensi; Layanan Koleksi Umum; Layanan Story Telling; Layanan Koleksi Kurikulum; Layanan Koleksi Langka; Layanan Surat Kabar/Tabloid; Layanan Majalah/Jurnal; Layanan Anak; Layanan Disabilitas; Layanan Informasi Pemustaka; Layanan Bimbingan Sumber Rujukan;  Layanan Penelusuran Sumber Informasi; Layanan OPAC; Layanan Elfan Bookless Library, dan Layanan BI Corner.


Layanan tersebut juga ada di Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, kecuali Layanan; Disanilitas; Layanan Story Telling; Layanan Elfan Bookless Library; dan Layanan BI Corner. Layanan Perpustakaan Abdurrasyid  Daeng Lurang juga memberikan Layanan Perpustakaan Keliling serta layanan virtual  https://daengluranglibrary.blogspot.com.

Sedangkan penelitih atau masyarakat yang membutuhkan informasi tentang  arsip arsip pemerintahan dari tahun 1823 – 1990an; peta; naskah lontara kuno; atau buku transkripsi sejarah lisan; buku stadblaad (Lembar Negara); dokumentasi foto foto bersejarah dan lain lain  maka mereka berkunjung ke Unit Kearsipan yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, KM 12 Tamalanrea Makassar.

Layanan perpustakaan di Alauddin dan Abdurrasyid Daeng Lurang memungkinkan pengguna untuk meminjam buku buku koleksi yang ada, jika telah  menjadi anggota perpustakaan. Persyaratan untuk menjadi anggota perpustakaan sangat mudah dan dengan biaya GRATIS. Anggota Perpustakaan dapat  meminjam maksimal dua exemplar buku selama dua pekan. Sementara itu, perpustakaan khusus di Unit Kearsipan Tamalanrea, tidak meminjamkan buku dan bahan pustaka lainnya, namun pengguna dapat membaca di ruang baca yang telah di sediakan .

Dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, DPK Provinsi Sulawesi Selatan menyediakan sarana penunjang seperti WI-FI; Musollah; Masjid; Kantin; dan Penetipan Barang.



Alamat lengkap Layanan Perpustakaan dan Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan (https://dpk.sulselprov.go.id/ ) adalah :
  1. Layanan Arsip dan Perpustakaan Khusus di Unit Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, Jalan Perintis Kemerdekaan 146, KM.12 Tamalanrea, Makassar.
  2. Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, KM 7, Tala’Salapang, Makassar
  3. Layanan Perpustakaan Umum Abdurrasyid Daeng Lurang, jalan Kenanga No. 7A, Sungguminasa Gowa.





  

Apa Yang Masih Teringat



Buku : Apa yang Masih Teringat
Penulis : Manai Sophiaan
Penerbit : Yayasan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Jakarta 1991
Jumlah Halaman : xvi + 480
ISBN : -

Buku ini merupakan memoir atau kisah hidup Manai Sophiaan, seorang pejuang tiga zaman (Belanda, Jepang dan setelah kemerdekaan) yang berasal dari Takalar, Sulawesi Selatan. Namun tak sekedar kisah hidup Manai Sophiaan, buku ini juga banyak mengungkap kisah kisah heroisme perjuangan rakyat Sulawesi Selatan, juga perjuangan bangsa Indonesia secara umum, melawan penjajahan Belanda dan Jepang.

Soekarno atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, juga banyak dibahas dalam buku ini. Mulai dari sejak awal perjuangannya membangun prestasinya, menjadi pemimpin pemuda, sampai kepada memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan. Termasuk juga para pengkritik kebijakan dan para pemberontak seperti DI/TII, RMS, PRRI, Permesta dan lain lain, juga dibahas dalam buku ini.
Kehidupan pribadi Manai Sophiaan adalah inti pokok bahasan buku ini. Mulai dari masa masa kecil, menempuh pendidikan di  Twede Inlandse School (1926), Schakel School (1931), dan MULO Makassar (1934) ikut Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) Makassar, belajar di Taman Guru Taman Siswa Yogyakarta 1937 dan juga aktif pada organisasi Indonesia Muda (IM) di Yogyakarta, saat menjadi guru pada Taman Dewasa Taman Siswa Makassar pada tahun 1940an,  kemudian menjadi anggota PARINDRA, kemampuannya berbahasa Belanda sehingga sempat menjadi tenaga pengajar Bahasa Belanda. Beliau juga sempat menjadi jurnalis pada Koran Celebes dan di Yogya menjadi pimpinan Redaksi Suluh Marhaen dan Suluh Indonesia.

Karir politiknya mulai dari anggota Dewan Gementee, dan anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP). Beliau juga anggota PARINDRA, lalu PNI. Sementara karir diplomatiknya yaitu ketika beliau ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Rusia di Moskow.

Buku ini terbagi menjadi 16 bagian, diawali dengan Sekapur Sirih dari Penerbit, Kata Pengantar dari penulis (Manai Sophiaan) dan kemudian judul judul bagian sebagai berikut:

1.      Profil Sang Penjajah
2.      Pasar Malam Jadi Kongress
3.      “Indie Verloren – Rampspoed Geboren”
4.      Pesan Bung Karno dan Ki Hadjar
5.      Bersumpah di Makam Pangeran Diponegoro
6.      Australia dan NICA Mendarat
7.      Kesaksian orang orang Belanda
8.      Carte-Blanche untuk Membunuh
9.      Bukan Lahir dari Laras Bedil
10.  Mosi di KNIP
11.  Watergeuzen van Indonesia
12.  Desember Kelabu
13.  Makna Gerakan 17 Oktober 1952
14.  Masalah “Dwifungsi” dan Kejatuhan Sukarno
15.  Duta Besar di Moskow
16.  Renungan Akhir

Buku ini ditutup dengan Bibliografi (Daftar Pustaka) dan Indeks yang memudahkan pembaca mencari topik apa saja yang ingin dibaca.

Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




NABI IDRIS A.S


Nabi Idris merupakan keturunan keenam Nabi Adam. Dia merupakan keturunan Nabi Adam yang pertama kali diangkat menjadi nabi. Kerena kegemarannya membaca dan mempelajari Kitab Allah-lah yang membuatnya di namai Nabi Idris.

Nabi Idris termasuk salah satu nabi yang cerdas. Dia selalu semangat mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Karena itulah, Nabi Idris mampu menciptakan berbagai peralatan untuk mempermudah pekerjaan orang-orang.

Nabi Idris adalah orang yang mula-mula pandai naik kuda. Dia juga mengenalkan tulisan, bacaan, matematika, dan astronomi. Beliau pun mengajak penduduk sekitarnya untuk beribadah kepada Allah. Nabi Idris mengajarkan agama Allah dan cara bertingkah laku yang baik dan benar. Dia sangat berani dan gagah sehingga diberi gelar “Asadul Usud”, Singa dari Segala Singa.

Kisah Nabi Idris tidak banyak ditulis dalam A-Qur’an. Pada salah satu ayat, nama Nabi Idris disebut dan dipuji Allah.


Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Idris (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya, dia seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.
(QS. Maryam: 56-57)


Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9

JEJAK KHULAFAUR RASYIDIN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ


Orang-orang  yang paling berjasa dalam mengatarkan kita untuk mendapat hidayah Allah –setelah Nabi Muhammad –adalah para sahabat Muhammad, terutama Khulafaur Rasyidin. Mereka telah berjuang dengan harta dan jiwa untuk mempertahankan Islam dari makar-makar musuh., serta menyebarkan Islam dari Jazirah Arab ke seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa kecintaan kepada sahabat Nabi Muhammad adalah salah satu tanda keimanan. Dan, kebencian kepada mereka adala salah satu tanda kemunafikan (hadits).

Buku Jejak Khulafaur Rasyidin 1 ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ, penulis Sami Abdullah al-Maghlouth. Penulis memulai dari sejarah hidup seorang laki-laki yang mendampingi Rasulullah bersembunyi di gua saat beliu dikejar dan akan dibunuh oleh kaum Qurais. Ketika mereka berhasil mengikuti jejak Nabi sampai di mulut goa, laki-laki ini berkata kepada Nabi, “Sekiranya salah seorang dari mereka melihat ke bawah, dia pasti dapat melihat kita”. “Rasulullah menjawab, “Bagaimana menurutmu, wahai Abu Bakar, jika ada dua orang sedang Allah yang ketiga". Kisah ini termaktub dalam al-Qur’an (QS. at-Taubat: 40).

Dialah Abu Bakar ash-Shiddiq, Abdullah bin Utsman at-Tamimi al-Qurasyi, yang berasal dari nasab yang mulia, demikian juga paman-pamannya baik dari ayah maupun dari ibu. Dia adalah tokoh sekaligus juru bicara kaumnya, laki-laki pertama yang masuk Islam, dan orang pertama yang shalat bersama Nabi. Dia adalah khalifah pertama dan termasuk dalam sepuluh orang yang dijamin masuk surga; riwayat hidupnya panjang, sifat dan peragainya mulia dan terpuji. Dia tidak takut akan celaan orang dalam membela kebenaran dan senantiasa berjihad di jalan Allah. Kiprahnya di medan perang luar biasa, pemusnah kaum murtad sekaligus penakluk Romawi dan Persia. Melalui tanggannya pula, Allah memberikan kemenangan yang nyata meski waktu pemerintahannya sangat singkat, yakni hanya dua tahun lebih sedikit.

Beberapa Keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq
  1. Orang pertama yang memeluk Islam dari kalangan laki-laki dan orang pertama yang shalat bersama Nabi setelah turunnya perintah shalat.
  2. Beberapa pembesar sahabat masuk Islam melalui dirinya
  3. Sebahagian besar hartanya diinfakkan untuk menebus budak-budak yang disiksa, lalu memerdekakan mereka di jalan Allah.
  4. Membenarkan Nabi atas peristiwa Isra dan Mi’raj. Oleh karena itu, Rasulullah memberikan gelar ash-Shiddiq kepadanya.
  5. Menemani Nabi dalam perjalanan hijrah. Peritiwa ini diabadikan Allah dalam QS. at-Taubah: 40).
  6. Mengikuti seluruh peperangan yang diikuti Rasulullah dan memimpin dua perang yang tidak diikuti oleh Rasulullah.
  7. Meriwatkan sekitar 142 hadits Rasulullah
  8. Mendapatkan kehormatan karena Nabi menikahi putrinya, Aisyah. Aisyah merupakan satu-satunya istri Nabi yag masih gadis ketika dinikahi beliau.
  9. Rasulullah menyuruhnya menjadi imam ketika beliau sakit parah.
  10. Orang pertama dijuluki Khalifah ar-Rasul (pengganti Rasulullah) sepeninggalan beliau.
  11. Pelopor dalam penumpasan kaum murtad, pengumpul al-Qur’an, dan penyebar Islam hingga keluar Jazirah Arab melalui penaklukan-penaklukan negeri.

Penulis membagi buku Jejak Khulafaur Rasyidin ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ ini menjadi empat bab,
Bab I : Abu Bakar ash-Shiddiq pada Periode Mekah (Masa Jahiliah dan Islam)
Bab II : Abu Bakar ash-Shiddiq pada Periode Madinah
Bab III : Pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq
  • Masa Pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq (11 – 13 H)
  • Penumpasan kaum murtad ( 11 H)
  • Penaklukan –Penaklukan Islam pada Masa Pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq

Bab IV : Sekilas tentang Masa Pemerintahan Abu Bakar ash-Shiddiq


Salah satu ruangan Masjid Nabawi. Di dalamnya terdapat makam Rasulullah dan kedua sahabatnya Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khathab

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, yang berlokasi di jalan Kenangan No. 6A, Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Diharapkan buku ini memberikan wawasan mengenai sejarah Islam untuk mendapatkan gambaran utuh tentang hakikat agama Islam yang terrealisasi dalam kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, terutama Khulafaur Rasyidin Abu Bakar ash-Shiddiq. 


Jejak Khulafaur Rasyidin 1 ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ
Judul Asli: Athlas al-Khalifah Abi Bakr ash-Shiddiq
Penulis : Sami bin Abdullah al-Maghlouth
Penerjemah: Muflih Kamil
Penerbit: Almahira
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-8074-67-4

April 29, 2020

KEBENARAN RISALAH MUHAMMAD



Sunah (hadits) merupakan wahyu dari Allah SWT, yang berfungsi sebagai penjelas Al Qur’an dan sunah merupakan dasar bagi pembentukan hukum Islam. Buku ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ILMIAH HADITS NABI (jilid 1) “Kebenaran Risalah Muhammad”, membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan sunah, seperti kekeliruan pemahaman sebagian ulama terdapat sunah serta meluruskan pemahaman yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin dalam hal berbuat salah.

Buku ini dibagi ke dalam tiga bab, yaitu sebagai berikut.
Bab I. Pembahasan meliputi hal-hal yang berkenaan dengan sosok Rasulullah SAW, dan seputar As Sunnah. Setelah itu, masuk pada pembahasan metodologi ilmiah tentang penjelasan mukjizat ilmiah dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta tingkat fashahah (kemampuan bahasa) yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Bab ini juga meliputi pembahasan tentang perkara-perkara yang lain yang berkaitan secara langsung dengan Rasulullah SAW., seperti mukjizat peristiwa Isra’ dan Mi’raj, pembahasan tentang keberadaan Rasulullah SAW pada sepanjang masa, pembahasan tentang cahaya kenabian, dan setelah itu menjelaskan keagungan sosok Rasulullah SAW sebagai baginda umat manusia serta bukti-bukti kenabian beliau.

Bab ini pun membahas pengucapan shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, berkata bukan berdasarkan hawa nafsu. Kemudian bab ini akan ditutup dengan kesucian Rasulullah SAW serta ijtihad beliau dalam perkara duniawi. Permasalahan ini merupakan permasalahan yang menjadi perdebatan di antara para ulama, seperti permasalahan tentang penyerbukan kurma, peristiwa Sumur Badar, peristiwa Ibnu Ummi Maktum, izin yang diberikan Rasulullah SAW kepada sebagian orang yang membolehkan mereka lari dari peperangan, serta doa Rasulullah SAW di Bukit Uhud.

Bab II. Pembahasan dalam bab ini meliputi makhluk yang pertama diciptakan, awal penciptaan, pengetahuan kehidupan dalam rahim, kisah Adam dan Hawa, serta hal yang menyebabkan Iblis enggan bersujud kepada Adam A.S ketika diperintahkan oleh Allah SWT.

Bab III. Bab ini meliputi pembahasan tentang hadist-hadist Nabi yang khusus berkaitan dengan wanita dan kesehatannya, dan pembatasan tentang mukjizat ilmiah seputar  hadist-hadits yang membahas perkara-perkara tersebut. Adapun perkara-perkara khusus yang berkenaan dengan wanita, seperti tentang kekurangan yang dimiliki wanita dalam tingkat kualitas akal dan agama, para wanita penghuni surga, para wanita penghuni neraka, khitan, dan penciptaan Hawa dari tulang rusuk yang bengkok. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan perkara kewanitaan, seperti permasalahan haid, penyakit dalam darah haid, masalah penyewaan rahim, pernikahan antar kerabat, serta mukjizat kelahiran Nabi Isa A.S dalam rahim Maryam.

Bab IV. Bab ini membahas menyusui anak, susu sebagai makanan bagi bayi, serta persaudaraan sesusu.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, yang berlokasi di jalan Kenangan No. 6A, Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Diharapkan buku ini memberikan wawasan yang sangat luas tentang sunah sehingga sunah dapat dipahami secara menyeluruh dan integral.

ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ILMIAH HADITS NABI
Kebenaran Risalah Muhammad
Xii+234 hlm; 19,3 x 27,3 cm
Judul Asli: Al I’jaz ‘Ilmi Fi Al Hadits An Nabawi
Muhammad Rasulullah
Penulis: Ahmad Syawqi Ibrahim
Alih Bahasa: A. Zaini Anshori
Penerbit: Sygma Publishing
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-055-111-4

NABI ADAM A.S.

Allah sudah menciptakan bumi, alam semesta, dan makhluk-makhluk lainnya. Allah menciptakan Nabi Adam dari segumpal tanah yang dibentuk. Lalu, Allah meniupkan ru ke dalam tubuh Nabi Adam.

Suatu hari Allah memerintahkan makhluk-makhluk lain untuk bersujud kepada Nabi Adam. Semua makhluk pun bersujud kepada Nabi Adam, kecuali iblis. Iblis menentang perintah Allah karena ia sombong. Karena diciptakan dari api, iblis merasa lebih mulia daripada Nabi Adam. Akhirnya, Allah pun mengusir iblis dari surga dan menjadi penghuni neraka.

Nabi Adam hidup bahagia di surga. Dia didampingi oleh Hawa, manusia kedua yang diciptakan Allah. Mereka mendapat banyak kenikmatan. Namun, Allah memberikan satu pesan kepada Nabi Adam dan Hawa. Mereka dilarang mendekati satu pohon, apalagi memakan buah dari pohon itu.

Iblis sangat senang mendengarnya. Ia mendapat kesempatan untuk membujuk Nabi Adam dan Hawa. Iblis mengaku sebagai teman yang hendak menyampaikan pesan penting. Ia pun membujuk Nabi Adam dan Hawa agar memakan buah dari pohon yang dilarang Allah.

Iblis terus-menerus membujuk Nabi Adam dan Hawa agar memakan buah itu. Akhirnya, iblis berhasil membujuk Nabi Adam dan Hawa. Mereka pun memakan buah itu. Iblis sangat gembira karena Nabi Adam dan Hawa melanggar perintah Allah.

“… Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan Aku telah mengatakan kepadamu bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
(QS. Al-A’raf: 22)

Nabi Adam dan Hawa pun menyadari kalau mereka sudah berbuat salah. Mereka sangat menyesal dan segera bertobat.


Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Al-A’raf: 23).

Nabi Adam dan Hawa mendapat ampunan dari Allah. Namun, Allah memerintahkan mereka untuk tinggal di bumi. Akhirnya, mereka meninggalkan segala kesenangan dan kenikmatan di surga karena bujukan iblis. Sampai sekarang, keturunan Nabi Adam dan Hawa juga dibujuk iblis untuk melanggar perintah Allah.


Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9

April 28, 2020

Living Through Histories, Culture, History and Social Life in South Sulawesi


Buku : Living Through Histories , Culture, History and Social Life in South Sulawesi
Editor : Kathryn Robinson and Muhlis Paeni
Penerbit : Department of Anthropology Research School of pacific and Asian Studies, The Australian National  University, Canberra 1998
Jumlah Halaman : v + 296
Bahasa : Inggris (English)
ISBN : 0-7315-3218-X

Buku ini merupakan kumpulan makalah (Papers) dari para pembicara pada acara Seminar Internasional Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada 16 -17 Desember 1996 di Arsip Nasional Wilayah Sulawesi Selatan (Sekarang Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan). Seminar ini dilaksanakan dalam rangka penerbitan Katalog Naskah Lontara yang baru dikumpulkan oleh Arsip Nasional Wilayah Sulawesi Selatan. Seminar Internasional tentang Sejarah dan Budaya Sulawesi Selatan ini merupakan Seminar internasional ketiga. Seminar pertama dilaksanakan di Melbourne pada tahun 1982 dan Seminar kedua dilaksanakan di Leiden, Negeri Belanda pada tahun 1987.

Seminar Internasional ini berlangsung dua hari dan dihadiri oleh pembicara dari berbagai negara dan dari beberapa provinsi di Indonesia. Juga dihadiri oleh para sejarawan, seniman dan budayawan serta pemerhati tradisi budaya Sulawesi Selatan lainnya. Seminar di Sponsori oleh Arsip Nasional RI dan BOSOWA Group Makassar.

Buku ini diawali oleh “Acknowledgement”, kemudian judul judul paper yang dipresentasikan dalam seminar. Yang tercetak dalam buku ini ada 14 paper (makalah) yaitu :

1.      Introduction and Overview of the Conference (Kathryn Robinson)
2.      Bugis Culture – A Tradition of Modernity  (Christian Pelras)
3.      The Chronology of The King List of Luwu’ to AD 1611 (I. A. Caldwell)
4.      Notes on The Chronicle of Bone (C. C. Macknight)
5.      The Diari of The Capitan Melayu (Helen Ceperkovic)
6.      Construction History and Significance of The Makassar Fortifications (David Bullbeck)
7.      Four Oral Versions of a Story About The Origin of The Bajo People of Southern Selayar (Horst H. Liebner)
8.      Sawerigading in Strange Places: The I Lagaligo Myth in Central Sulawesi (Jennifer W. Nourse)
9.      Symbolism, Spatiality, and Social Order (Elizabeth Morrell)
10.  Tradition of House-Building in South Sulawesi (Kathryn Robinson)
11.  “The Mangroves Are Declining, The Fishermen Are Lamenting”, The Political Ecology of Mangroves Degradation in South Sulawesi (Anton Lucas)
12.  Taka Bonerate: Developing A Strategy for Community-Based Management of Marine Resources (Jackie Alder and Linda Christanty)
13.  Fishing for Credit: Patronage and Debt Relations in the Spermonde Archipelago, Indonesia (Marie-Trees Meereboer)
14.  Forum on Cultural Change (Translation by Kathryn Robinson)

Pada bagian terakhir “Forum Cultural Change” ada diskusi sejarah dan budaya Sulawesi Selatan yang dihadiri oleh para tokoh yaitu Dr. Muhlis Paeni, Hj. Andi Nurhani Sapada (Ibu Nani Sapada), Syaiful Sinrang, Darmawan Mas’ud Rahman, Haji Zainuddin (Haji Gandaria), Zohra Andi Baso, dengan audiens dari berbagai kalangan, ada mahasiswa, ASN, pemerhati budaya, wartawan, seniman, sejarawan, buadayawan, dan masyarakat umum lainnya.

Terakhir adalah biodata para pemakalah dan Indeks.

Buku koleksi Perpustakaan Khusus, Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.  






NABI YUSUF A.S.

Makam Nabi Yusuf di Nablus, Tepi Barat, Palestina

Ketika masih kecil, Nabi Yusuf diajak saudara-saudatanya bermain. Mereka pun meminta izin kepada Nabi Ya’qub, ayah mereka. Nabi Ya’qub punya firasat yang tidak enak. Dia tahu Nabi Yusuf dimusuhi oleh saudara-saudaranya.

Berkata Ya’qub, “Sesunggunhya, kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalu-kalau dia dimakan serigala, sedangkan kamu lengah daripadanya.”
(QS. Yusuf: 13)

Saudara-saudara Nabi Yusuf berjanji akan menjaga Nabi Yusuf sebaik-baiknya. Padahal, mereka punya niat tidak baik terhadap Nabi Yusuf.

Dengan berat hati, Nabi Ya’qub mengizinkan Nabi Yusuf bermain dengan saudara-saudaranya.

Di suatu tempat, mereka memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur. Lalu, mereka mengambil baju Nabi Yusuf dan melumurinya dengan darah kambing. Setelah itu, saudara-saudara Nabi Yusuf pulang. Mereka menemui Nabi Ya’qub sambil pura-pura menangis.

Betapa sedihnya Nabi Ya’qub mendengar berita bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala. Apalagi, mereka menunjukkan baju Nabi Yusuf yang penuh darah.

… Ya‘qub berkata, “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terdapat apa yang kamu ceritakan.” 

(QS. Yusuf: 18)

Nabi Yusuf ditemukan oleh serombongan musafir yang hendak mengambil air di sumur itu. Lalu, Nabi Yusuf dibawa dan dijual menjadi budak di Mesir. Nabi Yusuf pun tinggal bersama keluarga yang terhormat. 

Nabi Yusuf tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan. Karena perilakunya yang baik dan terpuji, dia disayangi majikannya. Suatu hari raja bermimpi aneh. Namun, tidak ada seorang pun yang bisa menafsirkannya. Kemudian Nabi Yusuf dipanggil untuk menafsirkan minpi raja tersebut.

Setelah mendengar penafsiran mimpi dan sarannya untuk kerajaan, Nabi Yusuf pun diberi jabatan penting dipemerintahan. 

Suatu hari Nabi Yusuf kedatangan sekelompok orang yang meminta jatah gandum untuk ditukarkan dengan barang berharga mereka. Nabi Yusuf menyambut dan menerima mereka dengan baik. Ternyata, tamu-tamu itu adalah saudara Nabi Yusuf yang dulu menjatuhkannya ke dalam sumur. Saat itu Nabi Yusuf meminta mereka untuk membawa ayahnya ke istana. 

Akhirnya, tamu-tamu itu menyadari bahwa orang yang mereka temui adalah adik kandung mereka sendiri. Mereka sangat kanget bertemu Nabi Yusuf lagi. Nabi Yusuf pun memaafkan mereka. Akhirnya, Nabi Yusuf dan keluarganya berkumpul lagi dan tinggal di istana.

Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”
(QS. Yusuf: 92)

Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids

Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9




April 27, 2020

NABI ISMAIL A.S

Nabi Isma’il adalah putra Nabi Ibrahim dan Siti Hajar. Dia dan ibunya pergi, lalu menetap di tempat terpencil, jauh dari pemukiman warga. Nabi Ibrahim juga tidak berada di dekat mereka.

Pada suatu hari bahan makanan yang mereka bawa habis. Siti Hajar merasa kesulitan. Dia harus menyusi Nabi Isma’il dan mencari makanan dan minuman. Dia pun pergi ke Bukit Shafa, tetapi hanya menemukan batu dan pasir. Setelah itu, Siti Hajar  pergi ke Bukit Marwah. Namun, di sana pun Siti Hajar tidak mendapatkan makanan dan air. Begitulah seterusnya. Siti Hajar bolak balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Namun, dia tidak mendapatkan sedikitpun makanan dan minuman.

Pada saat itu, Allah mengeluarkan air dari tanah di tempat Nabi Isma’il berbaring. Siti Hajar sangat lega melihat air itu. Dia pun meminum air tersebut dan menyusui Nabi Ismail. Air itu dikenal dengan nama air zamzam.
 
Sumur Zam Zam
Nabi Isma’il tumbuh menjadi anak yang taat kepada Allah dan orangtuanya. Suatu ketika Nabi Ibrahim menemui Nabi Isma’il …
… Ibrahim berkata, “Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu.”
Dia menjawab, Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. As-Saffat: 102)

Ketika itu Nabi Isma’il mau disembelih untuk menjalankan perintah Allah. Namun, saat Nabi Ibrahim akan menyembelih Nabi Isma’il …
… “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu,” …
(QS. As-Saffat: 104-105)

Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang benar.”
(QS. As-Saffat: 107)

Allah menguji keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il. Keduanya berhasil lulus ujian dari Allah. Lalu, Allah mengganti Nabi Isma’il dengan hewan kurban berupa domba. Peristiwa ini menjadi syariat berkurban yang dilakukan umat Islam saat ini.

Ketika Nabi Isma’il berajak dewasa. Nabi Ibrahim datang mengunjunginya. Ada pesan penting yang hendak disampaikannya. Nabi Isma’il pun mendengarkan perintah Allah kepada ayahnya untuk membangun Ka’bah. Dengan penuh ketaatan, Nabi Isma’il menyanggupi untuk membantu ayahnya.

Mereka mengumpulkan bahan bangunan dan alat-alat yang diperlukan. Setelah itu, mereka menggali dan menyusun batu-batu hingga tinggi. Nabi Ibrahim meminta Nabi Isma’il mencari batu besar  ketika tangannya tidak bisa lagi mencapai puncak bangunan. Batu itu digunakan sebagai tempat Nabi Ibrahim berdiri. Hingga kini, batu itu disebut Maqam Ibrahim. Di batu itu terdapat bekas pijakan Nabi Ibrahim.
Maqam Ibrahim

Sambil bekerja keduanya berdoa …
…”Ya, Tuhan kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 127)

Tanpa kenal lelah, keduanya membangun Ka’bah. Mereka terus berdoa …
… Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk dan patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya, Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah: 128)

Ka'bah
Akhirnya, mereka berhasil membangun Ka’bah dengan kedua tangan mereka. Sampai sekarang, Ka’bah ramai didatangi umat Islam dari seluruh penjuru dunia.


Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9

April 25, 2020

NABI MUHAMMAD SAW


Nabi Muhammad adalah putra Abdullah dan Aminah. Ayah Nabi Muhammad meninggal ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan ibunya. Aminah, meninggal ketika Nabi Muhammad masih kecil. Kemudian, Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya, Abdul Muththalib. Namun, itu pun tidak lama. Beberapa tahun kemudian, Abdul Muththalib meninggal dunia. Selanjutnya, Nabi Muhammad diasuh oleh Abu Thalib, pamannya.

Ketika berumur 12 tahun, Nabi Muhammad diajak Abu Thalib berdagang di Syam. Di perjalanan, Abu Thalib bertemu pendeta Nasrani yang bernama Buhairah. Pendeta itu melihat tanda-tanda khusus pada diri Nabi Muhammad. Abu Thalib dinasehati supaya membawa keponakannya kembali ke Makkah. Abu Thalib pun segera menyelesaikan perdagangannya dan kembali ke Makkah.

Setelah dewasa, Nabi Muhammad  hidup mandiri. Beliau bekerja pada seorang janda yang bernama Khalijah. Karena kejujuran Nabi Muhammad, dagangan Khalijah semakin berkembang. Tentu saja, hal ini membuat Khalijah senang kepada Muhammad.

Suatu hari, melalui pembantunya, Khalijah menyatakan keinginannya untuk menikah dengan Nabi Muhammad. Khalijah dan Nabi Muhammad pun menikah. Saat itu, Nabi Muhammad berusia 25 tahun dan Khalijah berusia 40 tahun.

Nabi Muhammad merupaka orang yang cerdas, halus perasaannya, dan kuat daya ingatnya. Beliau merenungkan segala kejadian yang menimpa dirinya, masyarakat, dan negerinya. Untuk itu, beliau memilih tempat menyendiri di sebuah gua bernama Hira. Di sana, Nabi Muhammad mendekatkan diri kepada Allah.

Tapat pada malam 17 Ramadhan. Malaikat Jibril datang membawa wahyu. Lalu jibril memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca QS Al-‘Alaq: 1-5. Pada malam itulah, wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad. Pada saat ini pula, Nabi Muhammad diangkat sebagai rasul.

Sejak itu, Nabi Muhammad mulai berdakwah kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dakwahnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Hingga akhirnya, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk berdakwa secara terang-terangan. Sebagaimana firman Allah yang tercantum dalam Al-Quran, Surat Al-Hijr: 94.

Nabi Muhammad pun mulai berdakwah di tempat-tempat terbuka. Dia mengajak kaumnya dan penduduk Makkah untuk beribadah kepada Allah. Awalnya, suku Quraisy memedulikan Nabi Muhammad. Lama-kelamaan, mereka marah mendengar dakwah Nabi Muhammad. Mereka pun mencemooh dan mengejek Nabi Muhammad. Lalu, berusaha menghalang-halangi dakwah beliau. Bahkan, ada yang menyakiti pengikut-pengikutnya.

Suatu malam, Rasulullah diisramikrajkan oleh Allah SWT. Rasulullah diberangkatkan (Isra) dari Masjidilharam ke Mesjidilaqsa di Baitul Maqdis, Palestina. Setelah itu Rasulullah naik (Mikraj) ke langit ke tujuh (Sidratul Muntaha). Di sini, beliau mendapat perintah shalat. Perjalan jauh ini ditempuh hanya dalam waktu satu malam, (QS Al-Ira: 1).

Kejadian Isra dan Mikraj membuat suku Quraisy semakin tidak percaya. Bahkan, kejadian tersebut dijadikan bahan ejekan oleh Quraisy.

Semakin hari suku Quraisy semakin membenci Rasulullah. Mereka pun semakin mengganggu kaum Muslim. Rasulullah pun memerintahkan kaum Muslim agar berhijrah ke Madinah. Diam-diam, para pengikut Rasulullah berhijrah berkelompok-kelompok. Lama-lama, mereka berhijrah secara terang-terangan. Kaum Quraisy pun khawatir ajaran Islam menghapus kebiasaan nenek moyang mereka yang sudah turun-temurun. Dakwah Nabi Muhammad akan meluas ke daerah lain. Melihat keadaan itu, para pemuka suku Quraisy berencana untuk menyakiti Rasulullah. Namun, rencana ini terdengar oleh Nabi Muhammad.

Lalu, Allah memerintahkan agar Rasulullah berhijrah pada malam hari dan bersembunyi di Gua Tsur. Dengan ditemani sahabatnya, Abu Bakar, Rasulullah pun pergi menuju Gua Tsur. Sementara itu, Ali bin Abi Thalib diperintahkan untuk tidur di kamar Rasulullah.

Di pagi hari, kaum Quraisy hanya mendapat Ali bin Ali Thalib. Mereka pun segera mencari Nabi Muhammad. Atas perlindungan Allah, kaum Quaisy tidak menemukan Rasulullah.

Setelah suasana cukup aman, Nabi Muhammad dan Abu Bakar keluar dari tempat persembunyian. Mereka berangkat ke Madinah. Ali bin Ali Thalib menyusul kemudian. Nabi Muhammad dan sahabatnya pun disambut penduduk Madinah dengan sukacita. Namun, masih ada pula orang-orang yang ingin melenyapkan Islam, terutama orang Yahudi.

Suatu hari, datanglah para utusan kabilah-kabilah Arab kepada Rasulullah. Mereka masuk Islam. Saat itu pula, turunlah Surat An-Nasr: 1-3.

Setelah turun Surah An-Nasr, turunlah ayah ini yang mengatakan … Pada hari ini Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu … (QS Al-Ma’idah: 3).

Dengan turunnya ayat ini, setalah Rasulullah mengerjakan Haji Wada’, maka selesai sudah tugas beliau untuk umatnya. Ayah ini menjelaskan bahwa Islam sudah sempurna dan tidak akan turun wahyu lagi untuk beliau.

Pada usia 63 tahun, Rasulullah wafat meninggalkan para pengikutnya dengan dukacita yang mendalam.

Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9

PENGASINGAN DI BOUVEN DIGUL

Kamp der Onverzoenlijken (Kamp Para Pembangkang) di Boven Digul

Bouven Digul merupakan tempat terpencil, terletak di tengah hutan belantara dekat hulu Sungai Digaul, di selatan Papua. Di sebelah utara timur, dan selatan, tempat ini dikelilingi hutan lebat dan sangat sulit ditembus. Disebelah barat terdapat Sungai Digul.

Keterkucilan Digul menjadi pertimbangan utama pemerintah kolonial ketika memilih lokasi ini sebagai pemukiman bagi para tawanan pada tahun 1927. Di Digul terdapat terdapat dua pemukiman, yaitu Tanah Merah dan Tanah Tinggi. Di Tanah Merah terdapat pusat administrasi dan militer serta tempat penahanan utama. Tanah Tinggi merupaka lokasi penampungan bagi para tawanan yang dianggap tidak dapat diatur.

Rombogan pertama tawanan tiba di Dagul pada Maret 1927. Sebagian besar adalah mereka yang terlibat atau dituduh terlibat dalam pemberontakan PKI 1926. Setelah itu, rombongan politik lainnya menyusul.

Meski berstatus sebagai tahanan politik, para tawanan diperlakukan layaknya penjahat biasa. Setiba di lokasi pengasingannya, para tawanan digeledah dan surat pribadi mereka disita. Setiap pagi mereka harus berkumpul, kemudian digiring ke hutan atau rawa-rawa untuk melakukan kerja paksa. Kondisi ini mendorong aksi protes para tawanan. Sebagian besar tawanan adalah bekas pegawai pemerintah atau pekerja swasta yang tidak terbiasa dengan pekerjaan kasar. Mempertimbangkan protes tersebut, kebijakan ini akhirnya di hapus.

Dalam perkembangannya, para tawanan terbagi menjadi tiga kelompok utama, yaitu golongan yang bersikap kooperatif, golongan non-kooperatif tetapi tidak memperlihatkan sikap menentang, dan golongan radikal yang selalu memperlihatkan sikap menentang. Kelompok terakhir ini kemudian diasingkan ke Tanah Tinggi.

Para tahanan di Digaul sebenarnya tidak mengalami penyiksaan fisik. Namun, Digaul merupakan neraka alam. Di daerah ini terdapat beragam perangkat alami penyiksaan yang menghancurkan kesehatan jasmani dan rohani para tawanan, di antaranya iklim yang buruk, serangan nyamuk penjangkit malaria, keterasingan dari peradaban manusia, dan rasa rindu kepada keluarga. Selain itu, masih ada ancaman serangan dari suku-suku liar yang menghuni kawasan itu.
 
Seorang tawanan sedang merawat rekannya yang terkena malaria di rumah sakit Digaul
Akibat stress yag berkepanjangan, sejumlah tawanan menderita gangguan jiwa. Bahkan, ada beberapa kasus bunuh diri di antara mereka.

Kehidupan keras di Bouven Digul mendorong sejumlah tawanan berusaha melarikan diri. Umumnya, upaya ini menemukan kegagalan akibat medan yang sulit, serangan penduduk lokal, dan ancaman binatang buas yang banyak menghuni wilayah tersebut. Beberapa orang berhasil melarikan diri dan mencapai wilayah Papua yang dikuasai Australia. Mereka ditangkap oleh pihak Australia dan dikembalikan lagi ke tangan Belanda.

Kehidupan keras di Bouven Digul berlangsung hingga pecahnya Perang Pasifik. Ketika tentara Jepang menyerbu Papua, Belanda mengirim para tawanan ke Australia.

Ensiklopedia SEJARAH DAN BUDAYA: Di Bawah Kolonialisme Barat
Pembaca Ahli: Mohammad Iskandar dan Anhar Gonggong
Penerbit: PT. LENTERA ABADI
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2009
ISBN: 978-3535-49-4