![]() |
| Makam Nabi Yusuf di Nablus, Tepi Barat, Palestina |
Ketika masih kecil, Nabi Yusuf
diajak saudara-saudatanya bermain. Mereka pun meminta izin kepada Nabi Ya’qub,
ayah mereka. Nabi Ya’qub punya firasat yang tidak enak. Dia tahu Nabi Yusuf
dimusuhi oleh saudara-saudaranya.
Berkata Ya’qub, “Sesunggunhya,
kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalu-kalau dia
dimakan serigala, sedangkan kamu lengah daripadanya.”
(QS. Yusuf: 13)
Saudara-saudara Nabi
Yusuf berjanji akan menjaga Nabi Yusuf sebaik-baiknya. Padahal, mereka punya niat
tidak baik terhadap Nabi Yusuf.
Dengan berat
hati, Nabi Ya’qub mengizinkan Nabi Yusuf bermain dengan saudara-saudaranya.
Di suatu tempat,
mereka memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur. Lalu, mereka mengambil baju Nabi
Yusuf dan melumurinya dengan darah kambing. Setelah itu, saudara-saudara Nabi
Yusuf pulang. Mereka menemui Nabi Ya’qub sambil pura-pura menangis.
Betapa sedihnya
Nabi Ya’qub mendengar berita bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala. Apalagi, mereka
menunjukkan baju Nabi Yusuf yang penuh darah.
… Ya‘qub berkata, “Sebenarnya
dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka
kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon
pertolongan-Nya terdapat apa yang kamu ceritakan.”
(QS. Yusuf: 18)
Nabi Yusuf ditemukan oleh
serombongan musafir yang hendak mengambil air di sumur itu. Lalu, Nabi Yusuf dibawa
dan dijual menjadi budak di Mesir. Nabi Yusuf pun tinggal bersama keluarga yang
terhormat.
Nabi
Yusuf tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan. Karena perilakunya yang baik
dan terpuji, dia disayangi majikannya. Suatu hari raja bermimpi aneh. Namun,
tidak ada seorang pun yang bisa menafsirkannya. Kemudian Nabi Yusuf dipanggil
untuk menafsirkan minpi raja tersebut.
Setelah mendengar penafsiran mimpi dan sarannya untuk
kerajaan, Nabi Yusuf pun diberi jabatan penting dipemerintahan.
Suatu hari Nabi Yusuf kedatangan sekelompok orang yang
meminta jatah gandum untuk ditukarkan dengan barang berharga mereka. Nabi Yusuf
menyambut dan menerima mereka dengan baik. Ternyata, tamu-tamu itu adalah
saudara Nabi Yusuf yang dulu menjatuhkannya ke dalam sumur. Saat itu Nabi Yusuf
meminta mereka untuk membawa ayahnya ke istana.
Akhirnya,
tamu-tamu itu menyadari bahwa orang yang mereka temui adalah adik kandung
mereka sendiri. Mereka sangat kanget bertemu Nabi Yusuf lagi. Nabi Yusuf pun
memaafkan mereka. Akhirnya, Nabi Yusuf dan keluarganya berkumpul lagi dan
tinggal di istana.
Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu,
mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara
para penyayang.”
(QS. Yusuf: 92)
Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9
