April 28, 2020

NABI YUSUF A.S.

Makam Nabi Yusuf di Nablus, Tepi Barat, Palestina

Ketika masih kecil, Nabi Yusuf diajak saudara-saudatanya bermain. Mereka pun meminta izin kepada Nabi Ya’qub, ayah mereka. Nabi Ya’qub punya firasat yang tidak enak. Dia tahu Nabi Yusuf dimusuhi oleh saudara-saudaranya.

Berkata Ya’qub, “Sesunggunhya, kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalu-kalau dia dimakan serigala, sedangkan kamu lengah daripadanya.”
(QS. Yusuf: 13)

Saudara-saudara Nabi Yusuf berjanji akan menjaga Nabi Yusuf sebaik-baiknya. Padahal, mereka punya niat tidak baik terhadap Nabi Yusuf.

Dengan berat hati, Nabi Ya’qub mengizinkan Nabi Yusuf bermain dengan saudara-saudaranya.

Di suatu tempat, mereka memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur. Lalu, mereka mengambil baju Nabi Yusuf dan melumurinya dengan darah kambing. Setelah itu, saudara-saudara Nabi Yusuf pulang. Mereka menemui Nabi Ya’qub sambil pura-pura menangis.

Betapa sedihnya Nabi Ya’qub mendengar berita bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala. Apalagi, mereka menunjukkan baju Nabi Yusuf yang penuh darah.

… Ya‘qub berkata, “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terdapat apa yang kamu ceritakan.” 

(QS. Yusuf: 18)

Nabi Yusuf ditemukan oleh serombongan musafir yang hendak mengambil air di sumur itu. Lalu, Nabi Yusuf dibawa dan dijual menjadi budak di Mesir. Nabi Yusuf pun tinggal bersama keluarga yang terhormat. 

Nabi Yusuf tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan. Karena perilakunya yang baik dan terpuji, dia disayangi majikannya. Suatu hari raja bermimpi aneh. Namun, tidak ada seorang pun yang bisa menafsirkannya. Kemudian Nabi Yusuf dipanggil untuk menafsirkan minpi raja tersebut.

Setelah mendengar penafsiran mimpi dan sarannya untuk kerajaan, Nabi Yusuf pun diberi jabatan penting dipemerintahan. 

Suatu hari Nabi Yusuf kedatangan sekelompok orang yang meminta jatah gandum untuk ditukarkan dengan barang berharga mereka. Nabi Yusuf menyambut dan menerima mereka dengan baik. Ternyata, tamu-tamu itu adalah saudara Nabi Yusuf yang dulu menjatuhkannya ke dalam sumur. Saat itu Nabi Yusuf meminta mereka untuk membawa ayahnya ke istana. 

Akhirnya, tamu-tamu itu menyadari bahwa orang yang mereka temui adalah adik kandung mereka sendiri. Mereka sangat kanget bertemu Nabi Yusuf lagi. Nabi Yusuf pun memaafkan mereka. Akhirnya, Nabi Yusuf dan keluarganya berkumpul lagi dan tinggal di istana.

Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”
(QS. Yusuf: 92)

Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids

Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9




No comments:

Post a Comment