Showing posts with label Nabi Ya'qub. Show all posts
Showing posts with label Nabi Ya'qub. Show all posts

May 15, 2020

NABI YA’QUB A.S.

Masjid Al Aqsa yang masuk dalam kawasan Baitul Maqdis, salah satu tempat yang disinggahi Nabi Muhammad SAW saat isra mi´raj. 


Nabi Ya’qub merupakan putra Nabi Ishaq. Dia memiliki saudara kembar yang bernama Al-‘Aish. Sayangnya, hubungan keduanya tidak baik. Rasa benci Al-‘Aish kepada Nabi Ya’qub semakin besar ketika Nabi Ya’qub didoakan dan diberkahi oleh ayahnya. Ketika Nabi Ya’qub didoakan, Al-‘Aish justru tidak ada di sana sehingga tidak ikut didoakan oleh ayahnya.

Suatu hari, Nabi Ya’qub memintah nasihat ayahnya agar bisa berdamai dengan Al-‘Aish. Tenyata, Nabi Ishaq sudah mengetahui perseteruan antara Nabi Ya’qub dan Al-‘Aish. Nabi Ishaq mengusulkan agar Nabi Ya’qub pergi ke rumah pamannya, Laban, di Haran.

Pada hari itu, Nabi Ya’qub pergi meninggalkan keluarganya. Di suatu tempat, Nabi Ya’qub beristirahat dan tidur berbantalkan batu. Lalu, Nabi Ya’qub bermimpi melihat malaikat turun dari langit. Nabi Ya’qub pun terbangun dan merasa senang. Dia berjanji akan membangun rumah ibadah di tempat itu. Kemudian, diberinya tanda batu yang sebelumnya dijadikan bantal. Sakarang, tempat itu dikenal dengan nama Baitul Maqdis.

Nabi Ya’qub melanjutkan perjalanannya dan bertemu dengan paman dan keluarganya. Akhirnya, Nabi Ya’qub pun tinggal dan bekerja di keluarga pamannya. Di menggembalakan ternak dan berkebun di ladang pamannya.

Beberapa tahun kemudian, Nabi Ya’qub menikah dengan putri pamannya dan mempunyai banyak anak. Setelah tinggal nertahun-tahun di Haran. Nabi Ya’qub menemui pamannya. Dia ingin mengajak seluruh keluarganya ke kampung halaman Nabi Ya’qub.

“Pergilah, “jawab pamannya. ”Bawa pula sebahagian hewan ternak ini.”
Akhirnya, Nabi Ya’qub berangkat bersama keluarga dan hewan ternak pemberiaan pamannya.

Di tengah jalan, Nabi Ya’qub mendapat kabar, Al-‘Aish akan menghadangnya. Lalu, Nabi Ya’qub memohon perlindungan dari Allah. Beliau mengirim utusannya dengan mengantarkan hewan ternak kepada Al-Aish.

Rombongan Nabi Ya’qub pun diterima Al-Aish dengan senang hati. Mereka diajak pulang ke bukit Sa’id. Akhirnya, Nabi Ya’qub dan Al-‘Aish diajak ke Bukit Sa’id. Akhirnya,  Nabi Ya’qub dan Al-'Aish pun hidup rukun dan damai berdampingan.

Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9

Foto dari @aiyspy


April 28, 2020

NABI YUSUF A.S.

Makam Nabi Yusuf di Nablus, Tepi Barat, Palestina

Ketika masih kecil, Nabi Yusuf diajak saudara-saudatanya bermain. Mereka pun meminta izin kepada Nabi Ya’qub, ayah mereka. Nabi Ya’qub punya firasat yang tidak enak. Dia tahu Nabi Yusuf dimusuhi oleh saudara-saudaranya.

Berkata Ya’qub, “Sesunggunhya, kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalu-kalau dia dimakan serigala, sedangkan kamu lengah daripadanya.”
(QS. Yusuf: 13)

Saudara-saudara Nabi Yusuf berjanji akan menjaga Nabi Yusuf sebaik-baiknya. Padahal, mereka punya niat tidak baik terhadap Nabi Yusuf.

Dengan berat hati, Nabi Ya’qub mengizinkan Nabi Yusuf bermain dengan saudara-saudaranya.

Di suatu tempat, mereka memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur. Lalu, mereka mengambil baju Nabi Yusuf dan melumurinya dengan darah kambing. Setelah itu, saudara-saudara Nabi Yusuf pulang. Mereka menemui Nabi Ya’qub sambil pura-pura menangis.

Betapa sedihnya Nabi Ya’qub mendengar berita bahwa Nabi Yusuf dimakan serigala. Apalagi, mereka menunjukkan baju Nabi Yusuf yang penuh darah.

… Ya‘qub berkata, “Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terdapat apa yang kamu ceritakan.” 

(QS. Yusuf: 18)

Nabi Yusuf ditemukan oleh serombongan musafir yang hendak mengambil air di sumur itu. Lalu, Nabi Yusuf dibawa dan dijual menjadi budak di Mesir. Nabi Yusuf pun tinggal bersama keluarga yang terhormat. 

Nabi Yusuf tumbuh menjadi laki-laki yang sangat tampan. Karena perilakunya yang baik dan terpuji, dia disayangi majikannya. Suatu hari raja bermimpi aneh. Namun, tidak ada seorang pun yang bisa menafsirkannya. Kemudian Nabi Yusuf dipanggil untuk menafsirkan minpi raja tersebut.

Setelah mendengar penafsiran mimpi dan sarannya untuk kerajaan, Nabi Yusuf pun diberi jabatan penting dipemerintahan. 

Suatu hari Nabi Yusuf kedatangan sekelompok orang yang meminta jatah gandum untuk ditukarkan dengan barang berharga mereka. Nabi Yusuf menyambut dan menerima mereka dengan baik. Ternyata, tamu-tamu itu adalah saudara Nabi Yusuf yang dulu menjatuhkannya ke dalam sumur. Saat itu Nabi Yusuf meminta mereka untuk membawa ayahnya ke istana. 

Akhirnya, tamu-tamu itu menyadari bahwa orang yang mereka temui adalah adik kandung mereka sendiri. Mereka sangat kanget bertemu Nabi Yusuf lagi. Nabi Yusuf pun memaafkan mereka. Akhirnya, Nabi Yusuf dan keluarganya berkumpul lagi dan tinggal di istana.

Dia (Yusuf) berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”
(QS. Yusuf: 92)

Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids

Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9