![]() |
| Masjid Al Aqsa yang masuk dalam kawasan Baitul Maqdis, salah satu tempat yang disinggahi Nabi Muhammad SAW saat isra mi´raj. |
Nabi Ya’qub
merupakan putra Nabi Ishaq. Dia memiliki saudara kembar yang bernama Al-‘Aish.
Sayangnya, hubungan keduanya tidak baik. Rasa benci Al-‘Aish kepada Nabi Ya’qub
semakin besar ketika Nabi Ya’qub didoakan dan diberkahi oleh ayahnya. Ketika
Nabi Ya’qub didoakan, Al-‘Aish justru tidak ada di sana sehingga tidak ikut
didoakan oleh ayahnya.
Suatu hari, Nabi
Ya’qub memintah nasihat ayahnya agar bisa berdamai dengan Al-‘Aish. Tenyata,
Nabi Ishaq sudah mengetahui perseteruan antara Nabi Ya’qub dan Al-‘Aish. Nabi
Ishaq mengusulkan agar Nabi Ya’qub pergi ke rumah pamannya, Laban, di Haran.
Pada hari itu,
Nabi Ya’qub pergi meninggalkan keluarganya. Di suatu tempat, Nabi Ya’qub
beristirahat dan tidur berbantalkan batu. Lalu, Nabi Ya’qub bermimpi melihat
malaikat turun dari langit. Nabi Ya’qub pun terbangun dan merasa senang. Dia
berjanji akan membangun rumah ibadah di tempat itu. Kemudian, diberinya tanda
batu yang sebelumnya dijadikan bantal. Sakarang, tempat itu dikenal dengan nama
Baitul Maqdis.
Nabi Ya’qub
melanjutkan perjalanannya dan bertemu dengan paman dan keluarganya. Akhirnya,
Nabi Ya’qub pun tinggal dan bekerja di keluarga pamannya. Di menggembalakan
ternak dan berkebun di ladang pamannya.
Beberapa tahun
kemudian, Nabi Ya’qub menikah dengan putri pamannya dan mempunyai banyak anak.
Setelah tinggal nertahun-tahun di Haran. Nabi Ya’qub menemui pamannya. Dia ingin
mengajak seluruh keluarganya ke kampung halaman Nabi Ya’qub.
“Pergilah, “jawab
pamannya. ”Bawa pula sebahagian hewan ternak ini.”
Akhirnya, Nabi
Ya’qub berangkat bersama keluarga dan hewan ternak pemberiaan pamannya.
Di tengah jalan,
Nabi Ya’qub mendapat kabar, Al-‘Aish akan menghadangnya. Lalu, Nabi Ya’qub
memohon perlindungan dari Allah. Beliau mengirim utusannya dengan mengantarkan
hewan ternak kepada Al-Aish.
Rombongan Nabi
Ya’qub pun diterima Al-Aish dengan senang hati. Mereka diajak pulang ke bukit
Sa’id. Akhirnya, Nabi Ya’qub dan Al-‘Aish diajak ke Bukit Sa’id. Akhirnya, Nabi Ya’qub dan Al-'Aish pun hidup rukun dan
damai berdampingan.
Kisah 25 Nabi dan Rasul for Kids
Penulis: Erna Fitrini
Editor Kepala: Iwan Yuswandi
Penerbit: Pelangi Mizan
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-602-0863-39-9
Foto dari @aiyspy

