January 30, 2026

Pemikiran Kritis Kontemporer


Buku ini hadir sebagai pengantar penting untuk memahami cara berpikir dalam kajian sosial-budaya kontemporer. Ditulis oleh penulis yang berpengalaman lama dalam pengajaran filsafat dan metodologi ilmu sosial, buku ini menawarkan kerangka pemikiran yang relevan untuk membaca realitas masyarakat masa kini yang semakin kompleks. Pembahasannya tidak hanya informatif, tetapi juga mengajak pembaca untuk berpikir lebih dalam dan reflektif terhadap perubahan sosial yang terus berlangsung.

Salah satu kekuatan utama buku ini terletak pada penekanannya terhadap sikap kritis. Pembaca diajak menyadari bahwa ilmu pengetahuan, media massa, dan kebijakan publik tidak pernah sepenuhnya netral. Di balik klaim objektivitas, sering kali tersembunyi kepentingan tertentu yang memengaruhi cara realitas dipahami dan disajikan. Kesadaran inilah yang menjadi dasar penting untuk membaca fenomena sosial-budaya secara lebih jernih dan bertanggung jawab.

Buku ini juga menegaskan urgensi pendekatan lintas disipliner dalam kajian sosial-budaya. Persoalan masyarakat dewasa ini tidak lagi bisa dijelaskan dengan satu sudut pandang keilmuan saja. Dengan menggabungkan berbagai perspektif—filsafat, ilmu sosial, budaya, hingga kajian media—buku ini membantu pembaca melihat masalah secara lebih utuh dan kontekstual.

Lebih dari sekadar menawarkan teori, buku ini membawa pesan kuat tentang peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial. Ilmu pengetahuan, sebagaimana ditegaskan dalam buku ini, seharusnya memiliki watak emansipatoris: berpihak pada kemanusiaan, peka terhadap ketidakadilan, dan mampu mendorong perubahan sosial ke arah yang lebih adil. Dengan demikian, pengetahuan tidak berhenti sebagai wacana akademik, tetapi memiliki dampak nyata bagi kehidupan bersama.

Atas dasar itu, buku ini menjadi bacaan penting bagi mahasiswa, pengajar, peneliti, pengambil kebijakan, hingga siapa pun yang peduli pada dinamika sosial-budaya masa kini. Di tengah arus perubahan yang cepat dan sering kali membingungkan, buku ini menawarkan bekal pemikiran kritis untuk memahami, menafsirkan, dan memaknai kehidupan sosial secara lebih sadar dan manusiawi. Pembaca dapat membaca buku ini selengkapnya pada Layanan Umum Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Sultan Alauddin KM.7 Tala'salapang kota Makassar.


PEMIKIRAN KRITIS KONTEMPORER : DARI TEORI KRITIS, CULTURE STUDIES, FEMINISME, POSTKOLONIAL, HINGGA MULTIKULTURALISME

Penanggung Jawab : Akhyar Yusuf Lubis

Bahasa  : Indonesia

Penyunting  : Tim Pondok Penyuntingan

Penerbit  : Rajawali Pers

Kota Terbit  : Jakarta

Tahun Terbit  : 2015

ISBN  : 978-979-769-854-6

January 29, 2026

Patung Tau Tau Toraja Sulawesi Selatan


Patung Tau Tau merupakan salah satu artefak budaya penting masyarakat Toraja di Sulawesi Selatan yang lahir dari sistem kepercayaan Aluk To Dolo. Patung ini tidak hanya hadir sebagai karya seni rupa, tetapi sebagai ekspresi estetik-religius masyarakat religius-arkhais Toraja dalam memahami kematian, kehidupan setelah mati, serta hubungan manusia dengan Yang Transenden. Dalam konteks budaya Toraja, Tau Tau menjadi simbol visual dari ruh orang yang meninggal, sekaligus perwujudan nilai sakral yang menyatu dengan ritual kematian Rambu Solo’.

Buku Patung Tau Tau Toraja Sulawesi Selatan: Perwujudan, Mitos, dan Nilai Karakter hadir sebagai upaya komprehensif untuk membaca dan memahami patung Tau Tau dari berbagai sudut pandang, khususnya seni rupa, mitologi, dan nilai karakter. Buku ini tidak hanya memposisikan Tau Tau sebagai benda budaya atau peninggalan tradisi, tetapi sebagai karya seni adiluhung yang lahir dari pengalaman religius masyarakat Toraja. Dengan pendekatan interdisipliner, penulis menguraikan bagaimana konsep kematian, mitos, dan sistem kepercayaan Aluk To Dolo menjadi landasan utama penciptaan patung Tau Tau, sekaligus membentuk makna estetik dan religius yang melekat di dalamnya.

Melalui kajian estetik, buku ini menjelaskan bahwa nilai keindahan patung Tau Tau terbentuk dari kesatuan unsur intrinsik dan ekstrinsik seni rupa, seperti garis, bidang, volume, tekstur, warna, ukuran, serta asas penyusunan karya seni berupa kesatuan, keseimbangan, proporsi, perkembangan, dan tema. Seluruh unsur tersebut berpadu dengan latar mitis-religius masyarakat Toraja, sehingga melahirkan estetika yang bersifat mitis-religius dan simbolik. Patung Tau Tau menjadi visualisasi realitas transenden yang dipahami secara imanen oleh masyarakat Toraja.

Sebagai media ritual, patung Tau Tau memiliki fungsi sakral dalam upacara kematian Rambu Solo’. Patung ini diyakini sebagai simbol ruh orang yang meninggal dan menjadi syarat sah kesempurnaan upacara, khususnya dalam tingkatan ritual tertinggi, yakni Rapasan, yang hanya diperuntukkan bagi golongan bangsawan Tana’ Bulaan dan Tana’ Bassi. Dengan demikian, patung Tau Tau tidak hanya berfungsi religius, tetapi juga menjadi simbol status sosial dan kebangsawanan.

Buku ini juga menguraikan keterkaitan patung Tau Tau dengan mitos-mitos Toraja yang bersumber dari aluk pitungsa’bu pitiratu’ pitungpulo pitu (7777), antara lain mitos kosmogonis tentang Eran di Langi’, mitos antropogonis tentang asal-usul manusia Toraja, mitos makhluk adikodrati (Daeta-Daeta), serta mitos tentang kematian. Melalui reaktualisasi mitos-mitos tersebut, patung Tau Tau dipahami sebagai benda sakral yang memuat peristiwa hierofani.

Selain nilai estetik dan religius, buku ini menegaskan bahwa patung Tau Tau juga mengandung nilai-nilai karakter yang kuat, seperti penghormatan kepada leluhur, tanggung jawab, kebijaksanaan, integritas, kerja keras, kasih, dan rasa syukur. Nilai-nilai ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana pendidikan karakter, baik bagi masyarakat Toraja maupun masyarakat Indonesia secara umum.

Secara keseluruhan, buku ini menempatkan patung Tau Tau sebagai karya seni primitif yang sarat makna, simbol religius, identitas budaya, sekaligus model paradigmatik dalam pembentukan moral dan karakter. Patung Tau Tau menempati posisi yang urgen dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Toraja dan menjadi salah satu penanda penting keberlanjutan tradisi Aluk To Dolo. Buku Patung Tau Tau Toraja Sulawesi Selatan: Perwujudan, Mitos, dan Nilai Karakter merupakan salah satu koleksi Bintang Pusnas Edu.


Patung Tau Tau Toraja Sulawesi Selatan: Perwujudan, Mitos, dan Nilai Karakter
Penulis: Suherman
Editor: Eka Wahyuni
Penerbit: Perpusnas Press Anggota IKAPI
Tempat Terbit: Jakarta 
Tahun Terbit: 2023
ISBN: 978-623-117-068-8 (pdf)



January 21, 2026

Anakku Terlambat Bicara

Sebagai seorang ibu yang memiliki pengalaman mengasuh dan membimbing anak dengan kondisi khusus yang membutuhkan perhatian. Dalam masa pertumbuhan, anaknya mengalami keterlambatan berbicara, berbagai masalah perilaku hingga kesulitan belajar. Melalui pengamatan panjang secara berkelanjutan secara multidisiplin dan deteksi dini sebagai anak gifted visual-spatial learner, kondisi tersebut mengalami disinkronitas, mempunyai gambaran pola perkembangan seperti anak-anak autismu, ADD/ADHD, bahkan anak yang mengamalami keterbelakangan intelegensia. Julia Maria van Tiel menuliskan pengalamannya ke dalam buku yang berjudul "ANAKKU TERLAMBAT BICARA". 

Melalui buku ini, pembaca bisa memahami dengan baik kata gifted dan fenomenanya. Penulis bercerita bagaimana ia lelah secara mental dan fisik manakala mengasuh dan membesarkan anak yang pola tumbuh kembangnya penuh pertanyaan. Belum lagi, di masa taman kanak-kanak perkembangan anaknya jauh tertinggal dari teman-teman sebayanya. Bukan hanya kemampuan berbicara, akan tetapi cara bersosialisasi, cara bermain dan prestasinya di sekolah memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berbeda dengan temannya yang lain.

Walaupun pertanyaan dari masa kembang tersebut pada akhirnya terjawab, namun butuh waktu dan usaha yang tidaklah mudah. Untuk memahami masa perkembangan anaknya, penulis membaca banyak literatur mengenai issue tersebut dari sudut kedokteran, psikologi dan pedagogi yang didukung oleh fakta ilmiah bukan sekedar opini. Semua jawaban tersebut ada di dalam buku bacaan ini. Penulis juga menjelaskan hal-hal mendasar mengenai gifted disinkronisasi terlebih dahulu karena kasus seperti ini tidaklah populer. Tentu saja hal tersebut bertujuan untuk membantu dan memudahkan pembaca untuk lebih memahami pokok pembahasan sebelum beralih ke bagian yang lebih serius  di dalam buku ini. 

Koleksi ini bisa dibaca lebih lengkap di Layanan Umum Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin KM.7 Tala'salapang kota Makassar.


ANAKKU TERLAMBAT BICARA : ANAK BERBAKAT DENGAN DISINKRONITAS PERKEMBANGAN; MEMAHAMI DAN MENGASUHNYA MEMBEDAKANNYA DENGAN AUTISME, ADHD, DAN PERMASALAHAN GANGGUAN BELAJAR

Penanggung Jawab : Julia Maria van Tiel

Bahasa : Bahasa Indonesia

Penerbit : Prenada Media Group

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2008

ISBN : 978-979-3464-36-7

January 12, 2026

Ensiklopedia Seni Budaya dan Keterampilan: Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara


Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman budaya, mulai dari bahasa, suku, adat istiadat, pakaian tradisional, hingga makanan khas daerah. Kekayaan ini merupakan identitas dan kebanggaan bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, serta dilindungi dari klaim negara lain. Melalui buku Ensiklopedia Seni Budaya dan Keterampilan, penulis mengajak pembaca untuk lebih mengenal, mencintai, dan menghargai warisan budaya bangsa, khususnya dari empat provinsi di Pulau Sulawesi.

Buku ini menyajikan ragam seni budaya dan keterampilan tradisional dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara secara ringkas namun komprehensif. Di dalamnya dibahas berbagai unsur budaya seperti alat musik tradisional, rumah adat, pakaian dan kain tradisional, tarian daerah, upacara adat, hingga tradisi unik yang menjadi ciri khas masing-masing daerah.

Pembaca akan diajak mengenal budaya Mandar di Sulawesi Barat dengan Sandeq, Sayyang Pattudu, dan sarung sutra Mandar; memahami kekayaan tradisi Bugis dan Bajo di Sulawesi Selatan dengan Pinisi, Badik, serta Upacara Rambu Solo; menelusuri kearifan lokal Sulawesi Tengah melalui Kakula, Sarung Donggala, dan Tari Dero; serta mengapresiasi budaya Sulawesi Tenggara dengan Istana Malige, Kain Buton, Tari Lulo, dan berbagai upacara adatnya.

Salah satu pembahasan menarik dalam buku ini adalah mengenai Lippa Sa’bbe atau Sarung Bugis. Menurut legenda masyarakat Bugis, keterampilan menenun nenek moyang mereka diilhami oleh sehelai sarung yang ditinggalkan para dewa di tepi Danau Tempe. Dari desa-desa di sekitar danau itulah lahir kain tenun Bugis yang terkenal indah dan bernilai tinggi. Sejak masa lampau, sarung Bugis tidak hanya berfungsi sebagai pakaian sehari-hari, tetapi juga sebagai pelengkap upacara sakral dan hadiah bagi mempelai perempuan dari pihak laki-laki.

Keindahan Lippa Sa’bbe tercermin dari ragam coraknya, seperti balo renni (kotak-kotak kecil), balo lobang (kotak-kotak besar menyerupai tartan), serta corak zig-zag bombang yang melambangkan gelombang laut. Selain itu, terdapat pula pola kembang besar yang dikenal sebagai sarung Samarinda. Tradisi tenun ini berkembang hingga ke Samarinda di Kalimantan Timur, dibawa oleh masyarakat Bugis yang bermigrasi akibat Perjanjian Bungaya pada abad ke-16. Perpaduan budaya tersebut justru memperkaya khazanah tenun Bugis dan memperluas pengaruhnya di Nusantara.

Setiap pembahasan dalam ensiklopedia ini disusun secara sistematis dan informatif sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum. Buku ini tidak hanya memaparkan bentuk fisik dan pelaksanaan tradisi, tetapi juga mengangkat nilai-nilai filosofis, makna simbolik, serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pembaca tidak hanya mengetahui, tetapi juga memahami esensi dari setiap kebudayaan yang dibahas.

Sebagai salah satu koleksi Bintang Pusnas Edu, buku ini diharapkan dapat menjadi bagian dari referensi literasi nasional yang memperkaya wawasan kebangsaan dan memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya. Kehadirannya tidak hanya menjadi dokumentasi pengetahuan, tetapi juga kontribusi nyata dalam upaya pelestarian dan penguatan identitas budaya Indonesia.


Ensklopedia Seni Budaya dan Keterampilan
Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara 

Penulis: Yulian Arsi Wirawan
Chief in Editor: Andarini Saptika
Penerbit: Multazam Mulia Utama
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun terbit: 2010
ISBN: 978-602-194-3

January 5, 2026

Manhaj Salaf Sousi Selamat dari Fitnah Akhir Zaman

 



 
Judul                             : Manhaj Salaf Sousi Selamat dari Fitnah
                                                   Akhir Zaman

Penulis                                : Syaikh Masyhur Hasan Salman

Penerbit                               : Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Tahun Terbit                        : 2019

Jumlah Halaman                 : viii + 208 hlm; 14 x 20 cm

ISBN                                   : 978-602-6360-48-9

Penulis Resensi                  : Andi Karlina Sari


Buku Manhaj Salaf Solusi Selamat dari Fitnah Akhir Zaman karya Syaikh Masyhur Hasan Salman membahas pentingnya berpegang teguh pada manhaj Salaf sebagai jalan keselamatan di tengah berbagai fitnah yang semakin kompleks pada akhir zaman. Penulis merupakan ulama Ahlus Sunnah yang dikenal luas akan keteguhannya dalam mengikuti Al-Qur’an, Sunnah, serta pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.

Dalam buku ini, penulis menjelaskan bahwa fitnah akhir zaman tidak hanya berupa kerusakan akidah, tetapi juga meliputi penyimpangan pemikiran, perpecahan umat, sikap berlebih-lebihan dalam beragama, serta lemahnya komitmen terhadap kebenaran. Semua permasalahan tersebut, menurut penulis, dapat diatasi dengan kembali kepada manhaj Salaf yang lurus dan seimbang.

Penyajian materi disusun secara sistematis, dimulai dari penjelasan pengertian manhaj Salaf, urgensinya bagi umat Islam, hingga contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Penulis juga menguatkan pembahasannya dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih, serta perkataan para ulama Salaf, sehingga argumen yang disampaikan memiliki landasan ilmiah yang kuat.

Bahasa yang digunakan relatif lugas dan mudah dipahami, meskipun tetap mempertahankan kedalaman ilmiah. Hal ini menjadikan buku ini cocok dibaca oleh penuntut ilmu, dai, maupun masyarakat umum yang ingin memahami Islam berdasarkan pemahaman generasi terbaik umat ini.

Secara keseluruhan, buku ini memberikan kontribusi penting sebagai panduan akidah dan manhaj di tengah maraknya berbagai pemikiran menyimpang. Buku ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang ingin menjaga keistiqamahan dan keselamatan iman di tengah tantangan akhir zaman.

Buku Manhaj Salaf Solusi Selamat dari Fitnah Akhir Zaman karya Syaikh Masyhur Hasan Salman membahas konsep manhaj Salaf sebagai solusi utama dalam menghadapi berbagai fitnah yang muncul pada akhir zaman. Buku ini menjelaskan pengertian manhaj Salaf, urgensi berpegang teguh kepadanya, serta dampak positif penerapannya dalam menjaga kemurnian akidah dan persatuan umat Islam. Penulis menyoroti berbagai bentuk fitnah, seperti penyimpangan pemahaman agama, perpecahan, dan sikap ekstrem, yang dapat mengancam keselamatan iman seorang muslim. Dengan landasan Al-Qur’an, Sunnah, dan pemahaman para ulama Salaf, buku ini menegaskan bahwa mengikuti manhaj Salaf merupakan jalan yang aman, seimbang, dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah . Buku ini ditujukan bagi kaum muslimin yang ingin memahami Islam secara benar dan konsisten di tengah tantangan zaman.

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.