June 29, 2022

SOUTHEAST SULAWESI : ISLAND OF SURPRISE

Sulawesi Tenggara atau Sultra adalah salah satu provinsi di pulau Sulawesi yang meliputi semenanjung sebelah tenggara pulau Sulawesi yang sebelumnya disebut Celebes. Sulawesi Tenggara memiliki luas 27.686 km2 termasuk pulau utama Buton dan Muna serta pulau kecil lainnya hingga laut Flores. Berada di garis bujur 3o-6o dan garis lintang 120o 45’-124o 06’. Sungai-sungainya termasuk Konaweeha, Lahumbuti, Lalindu, Sompana dan Lasolo. Gunung tertingginya adalah gunung Mengkoka, curah hujan rata-rata 2.000 mm pertahun dengan kelembapan 84%. Pada tahun 1996 populasi Sulawesi Tenggara lebih dari 1 juta penduduk yang mayoritas beragama Islam.

Sultra juga bergerak di berbagai jenis industri seperti kelautan dan perikanan, pertambangan hingga pertanian. Sultra terbagi ke dalam 4 kabupaten dan 1 kota madya di bawah pemerintahan Gubernur yang ditunjuk langsung oleh pemerintah. Wilayah tersebut adalah kota madya Kendari, kabupaten Kendari, kabupaten Muna, kabupaten Buton dan kabupaten Kolaka. Setiap kabupaten dan daerah memiliki keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Kekayaan budaya tersebut sayangnya masih kurang terekspos, dengan adanya  rangkuman di dalam buku ini menjadi bukti bahwa Sulawesi Tenggara memiliki banyak kejutan karena kekayaan alam dan budayanya.

Judyth Gregory-Smith adalah seorang jurnalis yang suka menulis cerita perjalanannya  di berbagai titik Indonesia, Judyth telah menulis buku seperti Ujung Pandang to Kendari, Southeast Sulawesi : Islands of Surprises dan A guide to Jambi in Sumatra. Dalam bukunya ini, Judyth memaparkan kekayaan alam dan budaya yang ada di Sulawesi Tenggara.

Buku SOUTHEAST SULAWESI : ISLAND OF SURPRISE berisi pengalaman dan tempat apa saja yang dikunjungi oleh Judyth selama berada di Sulawesi Tenggara. Salah satu yang dikunjunginya adalah pameran kerajinan Gembol yang terbuat dari akar atau tunggak kayu Jati serta menikmati restoran terapung di kota Kendari dan masih banyak tempat wisata lainnya. Buku ini menggunakan bahasa Inggris juga sedikit bahasa lokal Sultra dan memiliki 250 halaman. Buku ini dilengkapi dengan map dan foto dukumentasi perjalanan penulis selama di Sultra.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala’salapang kota Makassar.

 

SOUTHEAST SULAWESI : ISLAND OF SURPRISE

Penulis : Judyth Gregory-Smith

Penerbit : Balai Pustaka

Kota Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2000

ISBN : 979-666-320-1


June 28, 2022

DINAMIKA SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN

 

Indonesia mempunyai perairan teritorial dengan luas 3,1 juta km2 serta hak pengelolaan dan pemanfaatan ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE) dengan luas 2,7 juta km2, maka dari itu Indonesia memiliki sumber daya ikan yang melimpah. Sayangnya, potensi tersebut belum mampu mensejahterakan masyarakat Indonesia.

Kelompok masyarakat nelayan merupakan komunitas yang sebagian besar menggantungkan kehidupannya dengan mencari ikan dan berbagai potensi laut lainnya. Masyarakat yang hidup di pinggiran laut tentunya memiliki pola kehidupan yang berbeda dengan masyarakat petani dan masyarakat perkotaan. Dengan demikian tentu saja modal sosial yang dimiliki setiap kelompok masyarakat tersebut juga berbeda-beda.

Modal sosial merupakan hal penting dalam kehidupan bermasyarakat, utamanya dalam membangun hubungan antar individu. Secara sederhana modal sosial juga bisa didefinisikan sebagai rangkaian nilai-nilai atau norma informal yang dimiliki bersama di antara para anggota suatu kelompok yang memungkinkan terjadinya kerja sama antar mereka. Setiap pola yang yang ada dalam masyarakat diikat oleh trust (kepercayaan), mutual understanding (kesaling pengertian) dan shared value (nilai-nilai bersama).

Buku ini adalah hasil penelitian dari Hasmah yang merpakan seorang Peneliti Muda di Balai Pelestarian Nilai Budaya Makassar. Penelitian ini berfokus pada desa Karama yang berada di pesisir pantai Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman, Sulawesi Barat. Masyarakt Karama sebagian besar menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Eksistensi sebagai nelayan telah mengakar kuat dalam budaya mereka yang telah diwariskan turun temurun. Karenanya modal sosial merupakan unsur penting yang dapat memperkuat eksistensi dan kemampuan mereka bertahan di tengah perubahan zaman.

Konsep modal sosial sangat penting bagi komunitas nelayan karena (1) dapat memberi kemudahan dalam mengakses informasi bagi anggota komunitas, (2) menjadi media “power sharing”, (3) mengembangkan solidaritas, (4) memungkinkan pencapain bersama, (5) menmungkinkan mobilitas sumber daya komunitas, (6) membentuk perilaku kebersamaan dan berorganisasi komunitas.

Hasil penelitian ini dibukukan ke dalam judul  DINAMIKA SOSIAL MASYARAKAT  NELAYAN” merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang kota Makassar.

 

DINAMIKA SOSIAL MASYARAKAT  NELAYAN

Penulis dan Penanggung Jawab : Hasmah

Penerbit : Pustaka Sawerigading

Kota Terbit : Makassar

Tahun Terbit : 2014

ISBN : 978-602-9248-18-0

June 24, 2022

FAJAR 1997 - Aspirasi dan Informasi pada Media Cetak

Era globalisasi adalah masa dimana informasi tersebar dengan begitu cepat dan deras. Informasi ini tentu saja berasal dari berbagai penjuru dunia, tidak ada halangan jarak dan waktu untuk bisa mendapatkannya. Penyebaran informasi dewasa ini juga dipengaruhi oleh perkembangan media yang berkembang setiap saat. Dari waktu ke waktu, informasi beredar melalui media cetak, radio, televisi, internet dan lahirlah sosial media. Berawal dari fakta yang menjadi data, data menjadi informasi kemudian informasi menjadi pengetahuan atau berita. Dengan adanya internet dan sosial media, semua orang bisa menyebarkan informasi dan semua orang dapat menulis berita tanpa pandang bulu. Hanya saja, dengan semakin menjamurnya penulis berita dan informasi keakuratan suatu data harusnya menjadi pertanyaan besar, berbeda dengan surat kabar yang memiliki tim jurnalis dan risetnya sendiri.

Meskipun demikian, sosial media juga menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi, pendapat hingga kritikan. Pada tahun 90-an, masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi, pendapat dan kritikannya dapat dimuat dalam surat kabar harian dengan mengirimkannya ke tim redaksi percetakan, tidak seperti sekarang. Harian Fajar adalah salah satu surat kabar yang menampung aspirasi masyarakat dan menerbitkannya pada saat itu. Mulai dari kehilangan barang, kritikan terhadap pelayanan jasa, aspirasi hingga pendapat pembaca surat kabar saat itu.



Surat Dari Pembaca biasanya berisikan kritikan dan kabar kehilangan barang, sedangkan Sudut biasanya berisikan respon pembaca dan aspirasi mengenai suatu topik tertentu, umumnya masalah politik.



Metode ini memang sudah tidak digunakan lagi hari ini, tapi semangat untuk terus beraspirasi dan berpendapat tidak akan pernah terkikis oleh zaman, tidak peduli alat atau media apa yang digunakan, kapan dan dimanapun. Artikel-artikel di atas adalah potongan-potongan kecil dari surat kabar harian Fajar yang merupakan bagian dari koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Layanan Surat Kabar adalah salah satu layanan yang menyediakan surat kabar baik terbaru maupun yang sudah lama dan berumur puluhan tahun. Layanan ini berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7, Talasalapang kota Makassar.




June 23, 2022

MAKASSAR DOELOE MAKASSAR KINI MAKASSAR NANTI

Nama Makassar memang legendaris. Tetapi kepopuleran nama Makassar yang terkenal ke manca negara, masih terus diselimut pertanyaan kapan sebenarnya bermula penamaannya. Nama Makassar ditemukan dalam buku Negarakertagama yang ditulis Prapanca pada zaman Gajah Mada (1364). Buku ini mencatat bahwa Majapahit juga meliputi Makassar. 

Kalau menggunakan sumber Portugis yang terbit tahun 1944 oleh Armando Contesso, ungkapan bagian-bagian gelap dari sejarah ini sedikit terkuak yang mana diterjemahan ke dalam bahasa Inggris dari catatan perjalanan Tome Pires berjudul “The Sum Orientale of Tome Pires" tahun 1512. Mengenai orang Makassar disebutkan bahwa orang-orang Makassar itu menyerupai orang Sian. Mempunyai bahasa sendiri serta kuat serta ulung berperang Mereka bajak laut hebat dan mempunyai banyak perahu. Mereka tangguh mengarungi lautan, berani menalukkan pembajakan di Pulau Pogu di Philipina, Maluku, Banda dan semua daerah sekitar Pulau Jawa. Perahunya bagus, digunakan pula untuk berdagang. Kaum pria mempunyai tubuh yang bagus, semua memakai keris dan tombak yang tajam.

Buku MAKASSAR DOELOE MAKASSAR KINI MAKASSAR NANTI berisikan informasi berupa bunga rampai tulisan tentang Makassar ditinjau dari aspek sejarah, budaya, serta perspektif pembangunan kota Makassar sekarang dan yang akan datang. Bunga Rampai Makassar tersebut sebagai berikut:

  • Asal Usul, Makna, Lambang & Peranan Makassar, oleh Mohammad Ramto
  • Ujung Pandang atau Makassar? oleh Prof Dr. Mr. A. Zainal Abidin Farid, SH
  • Pappasang Tau Toa Mangkasara oleh Basma, BA
  • Somba Opu Riwayatmu Dulu Kenyataan Kini, oleh H. Ajeip Padindang
  • Bangunan Tua Bersejarah di Makassar Dipunahkan oleh A. Moein MG
  • Makassar Doeloe Makassar Kini oleh Arief Gossin
  • Membangun Spirit Makassar oleh Mahaji Noesa
Selain Bunga Rampai Makassar juga membahas Pernik Makassar: Al Markaz Al Islami, Ambon Kamp, Anging Mammiri, Balla' Lompoa, Bontoala, Chinesse Wijk, Girinaga, Jourpardan, Karebosi, Katedral, Kaluku Talluwa, Kampong Kawat, Kampong Melayu, Kampong Wajo, Kayangan, Klenteng, Koffie Huis, Labuang Baji, Losari, Maipadeapati, Makam Diponegoro, Makam Kuno Raja-Raja Tallo, Mattoanging, Masjid Raya, Monumen Mandala, Pakarena, Paotere, Pasar Sentral, Paotere, Pasar Sentral, Patompo, Pepe-Pepeka, Perguruan Nasional, Perang Mengkasar, PLN, POPSA Makassar, Port of Makassar, Rotterdam, DKM, Teater Angkasa, RRI Makassar, Societeit de Harmoni, Tala' Salapang, Sinriliq, TVRI Makassar, Universitas Hasanuddin.

Buku ini sebagai wacana dalam usaha mengungkapkan, menelusuri dan merekam profil Makassar dari masa ke masa, dan menjadi salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


MAKASSAR DOELOE MAKASSAR KINI MAKASSAR NANTI
Editor: Yudhistira Sukatanya, Goenawan Monoharto
Penerbit: Yayasan Losari Makassar
Tempat Terbit: MAkassar
Tahun Terbit: 2020




The Birth of I La Galigo

Buku : The Birth of I La Galigo, A Poem Inspired by Bugis Legend of the same name

Penulis : Sapardi Djoko Damono (Versi Indoenesia) dan John H. McGlynn (versi Inggris)

Penerbit : The Lontar Foundation

Tempat : Jakarta

Tahun : 2005

Bahasa : Indonesia dan Inggris

ISBN : 979-8083-56-3

 Buku ini diterbitkan dalam rangka promosi salah satu tradisi sastra lama Bugis. Suku Bugis adalah salah satu dari sedikit suku bangsa di Nusantara yang memiliki tradisi tulis menulis, dan bukan hanya tradisi lisan. Sumber asli buku ini adalah buku adaptasi hasil terjemahan dari Mohammad Salim, salah seorang penerjemah naskah naskah kuno Bugis, khususnya naskah I La Galigo. Naskah terjemahan I La Galigo sudah diterbitkan dan dapat dibaca pada berbagai perpustakaan yang ada di Indonesia.

The Birth of I La Galigo ditulis dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Penerjemah untuk bahasa Indonesia adalah Sapardi Djoko Damono, sedangkan penerjemah dalam bahasa Inggris adalah John H. McGlynn. Buku ini menggunakan kertas dengan watermark naskah beraksara lontara Bugis kuno, dengan bagian kiri untuk naskah bahasa Indonesia sedangkan bagian kanan adalah naskah bahasa Indonesia.

Secara umum, buku ini mengisahkan tentang asal muasal I La Galigo, yang ditulis dalam bentuk puisi. Naskah I La Galigo dalam bahasa Bugis disebut Sureq Galigo atau Sureq Selleang. Pemahaman orang Bugis kuno tentang kosmologi membaginya menjadi 3 bagian yaitu Langit, Bumi dan Dunia Bawah. Hubungan ke-3 dunia itu sangat rumit dengan tokoh tokohnya masing masing. Bagian awal Sureq Galigo membahas tentang bagaimana proses penciptaan alam. Kemudian adanya perkawinan antara penghuni langit dengan penghuni dunia bawah sampai kepada lahirnya I La Galigo.

Dibagi menjadi 9 bagian, dan masing masing bagian terdiri dari beberapa bait puisi Bugis I La Galigo. Diawali dengan Ucapan terimakasih (Acknowledgement) dan Prakata (Foreword) kemudian berturut mulai dari

Prolog : Doa Bissu (Prologue : The Bissu’s Prayer)

Batara Guru Turun dari Langit (Batara Guru Descends from the Sky)

Munculnya We Nyilik Timo (The Coming of We Nyilik Timo)

Sawerigading dan We Tenriabeng (Sawerigading and We Tenriabeng)

Sawerigading Jatuh Cinta (Sawerigading Falls in Love)

Pohon Welenreng Ditebang (The Felling of Welenreng Tree)

Perang di Laut (Battles at Sea)

Melamar I We Cudai (Proposing to I We Cudai)

I La Galigo Lahir (The Birth of I La Galigo)

Secara umum buku ini adalah kisah ringkas epos Bugis kuno I La Galigo yang disusun dalam bentuk puisi.

 




DOSA-DOSA BESAR : Penjabaran Tuntas 70 Dosa Besar Menurut Al-Qur'an dan As-Sunnah

 

Kabair adalah semua larangan Allah dan Rasulullah yang tercantum di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, serta atsar dari para salafus shalih. Allah menjamin bagi siapa saja yang menjauhi dosa-dosa besar dan perkara-perkara yang diharamkan akan diampuni semua dosa-dosa kecil yang dilakukannya. Rasulullah SAW. telah menjabarkan secara terperinci akan berbagai dosa yang akan mencampakkan manusia ke dalam kebinasaan yang kekal. banyak diantara ulama baik salaf maupun khalaf yang mengumpulkan hadits-hadits tentang dosa besar dan agar senantiasa waspada dan berhati-hati agar tidak terjerumus dalam murka Allah dan laknat-Nya yang mengerikan.

Siapapun yang melakukan perbuatan dosa yang memiliki had di dunia seperti, membunuh, berzina, mencuri, atau yang pelakunya mendapat ancaman, kemurkaan, serta laknat dari Nabi Muhammad SAW. di akhirat, maka perbuatan itu termasuk kabair. Harus diterima pula bahwa kabair yang satu bisa lebih besar dibandingkan dengan kabair yang lain. Rasulullah SAW. menghitung syirik sebagai salah satu kabair, padahal pelakunya kekal di neraka dan tidak akan diampuni selama-lamanya. Syirik ada dua, pertama menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah dan atau beribadah kepada selainNya, baik itu berupa batu, pohon, matahari, bulan, nabi, guru, binatang, raja, atau pun yang lain. Kedua, menyertai amal dengan riya'. Allah berfirman, "Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Rabb-Nya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabb-nya". (Al-Kahfi: 110).

Seorang muslim harus mengetahui perbuatan-perbuatan yang termasuk dosa besar. akibat dari melakukan dosa besar yaitu masuk neraka. adapun macam-macam dosa besar terhadap Allah SWT :

1. Syirik

2. Kufur (ingkar kepada Allah)

3. Fasiq

4. Nifaq (kemunafikan)

Buku DOSA-DOSA BESAR : Penjabaran Tuntas 70 Dosa Besar Menurut Al-Qur'an dan AS-Sunnah dengan judul asli Al-Kabair merupakan salah satu koleksi Layanan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar. Buku ini merupakan karya yang menampilkan topik-topik yang menarik bagi mereka serta memberi manfaat bagi dien dan dunia mereka. dengan bahasa yang mudah dipahami, Imam Adz-Dzahabi mampu menjelaskan bagian-bagian yang sulit, yang biasa didapati dalam kitab-kitab ilmiah yang membahas topik khusus, buah karya para ulama dan para pencari ilmu. Ungkapan-ungkapan dalam kitab ini laksana petuah seorang "Wa'idz Mursyid" (pemberi peringatan nan bijak) yang menceritakan kemaslahatan manusia dan meluruskan akidah serta perilaku mereka. Imam Adz-Dzahabi memaparkan semua pembahasan dengan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, jelas, dan menarik.


DOSA-DOSA BESAR : Penjabaran Tuntas 70 Dosa Besar Menurut Al-Qur'an dan AS-Sunnah

Penulis : Syamsuddin Muhammad bin Utsman bin Qaimaz At-Turkmaniy Al-Fariqiy Ad-Dimasyqiy Asy-Syafi'iy

Penerjemah : Abu Zufar Imtihan Asy-Syafi'i

Penerbit : Pustaka Arafah

Tempat Terbit : Solo

Tahun Terbit : 2016

ISBN : 978-979-3746-61-6





June 22, 2022

KESEHATAN DARI ASPEK PSIKOLOGI


Psikologi kesehatan adalah bagian dari psikologi klinis, yang memfokuskan pada kajian dan fungsi kesehatan individu terhadap diri dan lingkungan, termasuk penyebab dan faktor-faktor yang berkaitan dengan problematika kesehatan individu. Hal-hal seperti inilah yang kurang diperhatikan oleh akademis kesehatan apalagi masyarakat umum, kesehatan psikis dan mental masih tabu.

Sebelum adanya psikologi kesehatan, pemahaman tentang kesehatan hanya dilihat berdasarkan pada faktor biologis medis semata. Sehingga keadaan sehat diartikan dengan tidak adanya penyakit dalam tubuh. Namun hal tersebut berubah setelah adanya ilmu yang mendalami pengertian kesehatan menjadi lebih luas cakupannya seperti kesehatan fisik tentu saja, kesehatan mental dan sosial. Sehingga terbentuklah psikologi kesehatan.

Psikologi dikembangkan agar bisa memahami hubungan antara psikis dan fisik dan bagaimana cara menjaganya agar lebih sehat. Dalam psikologi kesehatan fisik tidak  bisa hanya dianggap sehat tetapi sehat yang dimaksud adalah seimbangnya kesejahteraan fisik, mental dan sosial. Psikologi kesehatan berfokus pada pemeliharaan dan peningkatan kualitas kesehatan.

Buku KESEHATAN DARI ASPEK PSIKOLOGI merupakan buku teks yang disusun oleh Indra Fajarwati Ibnu. Buku ini mencakup psikologi, perilaku dan faktor perilaku yang mempengaruhi kesehatan seseorang, bukan hanya itu, buku ini juga berfokus pada upaya preventif bagi segala bentuk kemungkinan terserangnya manusia oleh penyakit. Buku ini juga merupakan rujukan bagi para mahasiswa ilmu kesehatan dan ilmu psikologi Universitas Hasanuddin.

Buku ini memuat konsep dasar psikologi dan psikologi kesehatan, hubungan antara human dan body, model biopsikososial, perilaku kesehatan, sehat dan sakit, bagaimana respon tubuh terhadap nyeri hingga pengelolaan emosi dan kontak sosial. Semua dijelaskan dengan baik dalam buku ini.

Penulis juga berharap agar buku ini bisa dibaca bukan hanya oleh mahasiswa ilmu kesehatan dan psikologi tetapi juga dibaca oleh masyarakat umum dalam rangka mewujudkan masyarakat  sehat yang hakiki. Merupakan salah satu koleksi di Layanan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, buku ini dapat dibaca di tempat ataupun dipinjam. Layanan Perpustakaan ini berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang kota Makassar.

KESEHATAN DARI ASPEK PSIKOLOGI

Penulis : Indra Fajarwati Ibnu

Penerbit : Pusat Kajian Media dan Sumber Belajar Universitas Hasanuddin

Kota Terbit : Makassar

Tahun Terbit : 2017

ISBN : 978-602-505-815-8

Obituary Asdar Muis RMS, Menunda Kekalahan dengan Karya, Teman dan Makan

Buku : Obituary Asdar Muis RMS, Menunda Kekalahan dengan Karya, Teman, dan Makan

Editor : Shaifuddin Bahrum & Andi Ahmad Saransi

Penerbit : Baruga Nusantara bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tempat : Makassar

Tahun : 2015

Jumlah halaman : xx + 287

Ukuran : 14 x 21 cm

ISBN : 978-602-72149-2-7

 

Asdar Muis RMS wafat pada 27 Oktober 2014 lalu. Kepergiannya untuk selama-lamanya membuat banyak orang merasa kehilangan, bukan hanya keluarganya, tetapi juga sahabatnya, anggota komunitasnya, murid murid dan mitra kerja serta orang orang yang mengenalnya didunia maya (media sosial). Asdar Muis RMS dikenal sebagai orang yang multi talenta. Selain sebagai seorang wartawan, banyak profesi lain yang dia jalani. Beliau juga dikenal sebagai seniman, aktor, pemain teater, penulis, pelukis, cerpenis, dan essais serta banyak tahu soal sejarah kuliner khususnya kuliner Sulawesi Selatan. Ada banyak buku yang telah ditulisnya, atau yang di suntingnya, termasuk buku “Mata Air Peradaban, Memorial Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo”.

Buku ini adalah kumpulan kata kata kenangan, kisah kisah perkenalan dan persahabatan Asdar Muis RMS dari para keluarga, orang dekatnya dan orang jauh (orang yang tak pernah bertatap muka dengannya namun hanya berteman di media sosial), dan bahkan dari Gubernur Sulawesi Selatan (waktu itu) Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Dari semua penulis dalam buku ini, kita bisa merasakan akan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergiannya.

Asdar Muis RMS memiliki jaringan persahabatan yang sangat luar, karena beliau pernah bermukim dan bertugas di beberapa daerah di Indonesia. Di Yogyakarta, Asdar pernah kuliah di ASDRAFI (Akademi Seni Drama dan Fim), pernah jadi wartawan dan bertugas di Jakarta, Manado, Palu, Samarinda dan di Makassar. Dengan adanya media sosial, jalinan pertemanan dengan Asdar semakin luas. Tulisan tulisannya yang panjang dan tanpa ada salah ketik (typo) sering menghiasi dinding Facebooknya dan di-like serta di komentari oleh banyak orang.

Shaifuddin Bahrum, penyunting (editor) buku ini mengatakan pada Kata Pengantar, bahwa, banyak juga teman dekat Asdar Muis RMS yang diminta untuk menuliskan kisah kenangannya dengan Asdar, namun, setiap kali berhadapan dengan laptop, pasti kesedihannya datang sehingga tak mampu menyelesaikan satu tulisan pun sampai batas waktu yang telah ditetapkan. Namun ada juga sumbangan tulisan dari orang yang hanya mengernal Asdar lewat dunia maya media sosial, dan tak pernah bertatap muka secara langsung.  

Orang orang yang menggoreskan kenangannya bersama Asdar Muis RMS dalam buku ini sebanyak 58 orang, mulai dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Dari pihak keluarga ada istri beliau Herlina Asdar, dan juga Armyn Muis, Adnan Muis serta Abdul Rahman Abu.

Curahan kenangan dari sahabat sahabatnya, disusun secara alfabetis,  yaitu dari Abdul Rasyid Idris, Agus Sumantri, Andi Ahmad Saransi, Andhika Daeng Mammangka, Armin Mustamin Toputiri, Aspar Paturusi, Awit Radiani, Badaruddin Amir, Badauni A. Palinrungi, Bahar Merdhu, Basmawati Haris, Basuki Hariyanto, D. Zawawi Imron, Dimaz Rachmad, F. Daus A.R., Fahmi Syarief, Fonda Lapod Karikaturis, Goenawan Monoharto, Hanafi Saro, Hila Japi, Ishakim, Ishak Ngelajaratan, Johana Usagani, Luna Vidia, M. Anis Kaba, M. Dahlan Abubakar, Maesurah Abdullah, Mahrus Andis, Maria Ulfa, Maxi Wolor, Moh. Hasyimi, Mubha Kahar Muang, Muhammad Amir Jaya, Muhammad Nurullah, Muhammad Salim Makkarodda, Muhary Wahyu Nurba, Nur Alim Djalil, Nur Iswanara (alumni Asdrafi), Nurdin Abu, Pepih Nugraha, Rafli Febrinal, Ramli Palammai, Rusdin Tompo, Shaifuddin Bahrum, Suharman Musa, Syahriar Tato, Syahriel Patakaki, T.R. Andi Lolo, Tautoto TRS, Wawan Tunggul Alam, Yit Kampak dan Yudhistira Sukatanya.

Pada sampul belakang, terdapat kutipan dari Gubernur Syahrul Yasin Limpo tentang Asdar Muis RMS, “Asdar itu memiliki karakteristik yang khas, berbeda dengan teman-teman lainnya. Dia muncul saat tak dibutuhkan dan terlebih lagi saat dibutuhkan. Seringkali kalau saya lagi susah, banyak masalah, dia muncul tiba tiba dengan gayanya yang khas, sambil berdiskusi dan menawarkan berbagai pintu pintu alternatif.”

 



 

OPU DAENG RISAJU

Daerah Luwu adalah suatu daerah yang cukup memiliki latar belakang sejarah yang perlu diungkapkan, baik yang berhubungan dengan kehidupan sosial budaya, sosial keagamaan, maupun yang ada hubungannya dengan masalah perjuangan bangsa.

Opu Daeng Risaju adalah sosok pejuang, yang mengutamakan kepentingan dan kemerdekaan rakyat dan bangsanya, telah dibuktikan dengan perjuangan-perjuangannya semasa hidupnya. Opu Daeng Risaju yang ingin melihat rakyat dan bangsanya bebas dari penindasan dan penjajahan serta imperialisme menunjukkan keuletan dan kepahlawanannya mulai dari perjuangannya merintis kemerdekaan, merebut kemerdekaan, sampai mempertahankan kemerdekaan bangsanya. 

Cita-citanya mulai dibuktikan ketika beliau menjadi anggota Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) cabang Pare-Pare. Kemudian membawanya dan mendirikannya cabang PSII di Palopo, tepatnya pada tanggal 14 Januari 1930, di saat rakyat hidup dalam penindasan dan penjajahan pemerintah kolonial Belanda. Sehingga organisasi tersebut dengan mudah memperoleh dukungan dalam masyarakat yang mayoritas beragama Islam karena tujuan dan sasarannya menginginkan persamaan derajat (didasarkan ajaran ajaran Islam). 

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, senantiasa diwarnai oleh hambatan-hambatan yang tidak sedikit; beberapa kali Opu Daeng Risaju harus meringkuk dalam penjara pemerintah kolonial Belanda, dicabut gelar kebangsawanannya bercerai dengan suaminya, disiksa dan dihina oleh NICA. Tetapi Opu Daeng Risaju pantang mundur dari keyakinan perjuangannya untuk menentang dan mengusir penjajahan demi tercapainya kemerdekaan dan tegaknya syariat Islam. 

Buku OPU DAENG RISAJU merupakan seorang tokoh wanita yang telah berperan aktif dalam dua zaman, masa kebangkitan nasional dan masa revolusi fisik serta pejuang dan pelopor berdirinya PSII di daerah Luwu, dengan segala daya upaya telah berusaha mengangkat derajat rakyat Luwu yang jauh ketinggalan dalam  bidang pendidikan. Sedangkan dalam bidang politik telah mampu menanamkan semangat kebangsaan dan patriotisme yang anti pada penjajahan. Ini dibuktikan dengan berkobarnya peristiwa 23 Januari 1946 di Palopo. 

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar, disertai silsilah keturunan Opu Daeng Risaju, SK dan Lampiran SK Menteri Sosial, dokumentasi, dll. 


OPU DAENG RISAJU
PERINTIS PERGERAKAN KEBANGSAAN/KEMERDEKAAN RI
Penulis: Muhammad Arfah, Muhammad Amir
Penerbit: Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Selatan
Tahun Terbit: 1991



June 21, 2022

Rupama, Kisah Moral Leluhur

Buku : Rupama, Kisah Moral Leluhur

Penulis : Syarifuddin Kulle & Zainuddin Tika

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat : Makassar

Tahun :  2008

Jumlah Halaman : ix + 52

ISBN : 979-3570-70-9

 

Nilai nilai budaya kita semakin tergerus oleh budaya dari luar akhir akhir ini, terutama sejak mulainya era globalisasi dan informasi. Salah satu budaya yang semakin terlupakan adalah cerita rakyat atau folklore.  Nenek moyang kita menciptakan begitu banyak cerita rakyat atau dongeng yang diwariskan dari mulut ke mulut (lisan) dari generasi ke generasi berikutnya. Setiap dongeng selalu mengandung hikmah, pelajaran dan pesan moral untuk mendidik anak anak menjalani kehidupannya menjadi lebih baik dimasa depannya.

Buku yang berjudul “Rupama, Kisah Moral Leluhur” ini adalah salah satu kumpulan cerita rakyat dari suku Makassar. Disusun dan diterbitkan untuk menjawab tantangan zaman untuk lebih memasyarakatkan cerita rakyat. Penulis merekam, menuliskan dan mendeskripsikan cerita rakyat yang diceritakan oleh orang orang tua, yang juga menerima dan mendengar cerita tersebut dari orang tua mereka.

Kisah kisah dan cerita rakyat Makassar ini, sebagian adalah asli dari masyarakat suku Makassar, namun sebagian lagi, ceritanya dikenal di seluruh wilayah nusantara. Misalnya cerita tentang perilaku binatang, Sang Buaya dan Sang Kura Kura. Namun dari mana pun asal ceritanya, usaha mengumpulkan cerita rakyat ini perlu di apresiasi. Buku kumpulan cerita rakyat dari Makassar ini dapat diteruskan kepada anak anak kita baik yang berbahasa Makassar maupun ditempat lainnya.

Ada 10 (sepuluh) cerita rakyat dalam buku ini yaitu :

1. I Dayang Mulli dan I Lailara

2. Rante-Rante Pattola

3. I Lambu Tubaranina Butta Gowa

4. Pung Sipue-pue

5. Setan Tujua

6. Pung Dare-dare na Pung Kura-kura

7. Daeng Naranggong

8. Pung Jonga-jonga na Pung Siso

9. Pung Buaja na Pung Kura-kura

10. Pagandeng Lame Kayua

Buku ini diawali dengan kata pengantar dari penerbit dan dari penulis, dan diakhiri dengan uraian singkat tentang Penulis.

Buku cerita rakyat ini dapat digunakan oleh orangtua untuk menceritakan dongeng kepada anaknya, atau bisa juga untuk para pendongeng (Story-teller) dan pustakawan yang akan mendongeng untuk para pengunjung cilik perpustakaan.

 



Mata Air Peradaban (Memorial Gubernur Sulsel Syahrul Ysin Limpo)




Buku : Mata Air Peradaban (Memorial Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo)

Penulis : Asdar Muis RMS (Ketua Tim)

Penerbit : Citra Pustaka Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tempat : Yogyakarta

Tahun : 2012

Ukuran : 15 x 21 cm

Jumlah Halaman : xxxii + 308

ISBN : 978-602-99724-2-9

 

Syahrul Yasin Limpo, mantan Gubernur Sulawesi Selatan selama 2 periode dan sekarang menjabat sebagai Menteri Pertanian pada Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Di Sulawesi Selatan yang pernah dipimpinnya, cukup banyak buku yang membahas tentang beliau. Juga banyak koleksi buku yang ditulis sendiri oleh  SYL (panggilan akrab beliau) di berbagai perpustakaan baik di provinsi maupun di kabupaten kota. 

Buku ini adalah salah satu buku yang diterbitkan dan diprakarsai oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka peringatan hari lahir ke-57 SYL yang lahir pada 16 Maret 1955. Tim penulis diketuai oleh Asdar Muis RMS dengan anggota : Muhammad Irham, Fachruddin Palapa, Maxi Wolor, Ahmad Saransi,  Andi Aco Zulsafri, dan Irma Yanti.

Diawali dengan pengantar dari Ketua Tim Penulis, Asdar Muis RMS, kemudian pengantar dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. Ama Saing, pengantar dari SYL sendiri dan juga dari Prof. Dr. Andi Ima Kesuma.

Terdiri dari 4 bagian, dimana bagian pertama berjudul Jejak Sang Penanda Sejarah yang merupakan testimoni orang orang dekat SYL serta perjalanan hidup dan karir beliau di pemerintahan, mulai dari lurah, camat, bupati sampai menjadi gubernur. Pada bagian ini ada tulisan dari Agus Arifin Nu’man, wakil beliau selama 2 periode memimpin Sulsel, juga ada dari Azikin Soltan, M. Dahlan Abubakar, Suprapto Budi Santoso, Jufri Rahman, Agus Sumantri, Adi Surya Culla, Ahyar Anwar, Bahar Merdhu, Sawedi Muhammad, dan N. Ikawidjaja.

Selanjutnya ada bagian tentang Gairah Kinerja Ekonomi, Pembangunan Fisik yang tak Terlupakan, dan Pengakuan Terbaik. Pada bagian kedua “Gairah Kinerja Ekonomi” membahas berbagai keberhasilan SYL dalam membangun Sulawesi Selatan di bidang ekonomi. Sedangkan bagian ketiga, “Fisik Tak Terlupakan” lebih menekankan pada keberhasilan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di Sulawesi Selatan. Sementara pada bagian terakhir, adalah berbagai pengakuan tentang keberhasilan beliau dalam memimpin Sulawesi Selatan.

Selama periode pertama kepemimpinannya bersama Agus Arifin Nu’mang, dari 2008 - Desember 2011 beliau menerima 105 penghargaan, baik dari Presiden, Menteri, dan lembaga lainnya. Hanya dalam waktu 3 tahun kepemimpinan beliau, penerimaan 105 penghargaan masuk dalam Museum Rekord Indonesia sebagai Gubernur dengan penghargaan terbanyak di Indonesia. Tahun 2011 beliau menerima pengahargaan Satya Lencana Karya Bhakti, sebuah penghargaan atas kinerja pemerintahan yang dianggap sangat memuaskan dari pemerintah pusat. Agustus 2011, SYL dianugerahi Bintang Maha Putra Utama dari pemerintah pusat sebagai tokoh sipil yang sangat berjasa kepada negara. SYL juga pernah menjadi “Gubernur para Gubernur” istilah yang diberikan kepada SYL saat terpilih sebagai Ketua Umum Assosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 di Semarang pada 9 Desember 2011.

Bagian terakhir dihiasi dengan foto foto dokumentasi berwarna berbagai kegiatan SYL, saat menerima tamu dari luarnegeri, meresmikan suatu proyek, saat menerima penghargaan dan juga foto keluarga beliau.

 


 

June 20, 2022

MORFOLOGI BAHASA BUGIS

                                                 

Morfologi adalah salah satu bagian dari ilmu bahasa atau linguistik. Secara harfiah, morfologi berarti “pengetahuan tentang bentuk” atau (morphos). Secara linguistik, morfologi adalah suatu bidang ilmu linguistik yang mengkaji tentang pembentukan kata atau morfem-morfem dalam suatu bahasa.

Ilmu bahasa dapat dibedakan atas ilmu bahasa komparatif, ilmu bahasa historik dan ilmu bahasa deskriptif. Uraian tentang morfologi bahasa Bugis termasuk dalam ilmu bahasa deskriptif karena mengemukakan seluk-seluk bahasa Bugis tanpa membandingkan bahasa Bugis zaman ini dengan bahasa Bugis masa lampau.

Dalam bahasa Bugis, sebagai contoh,  kata laleng, juga terdapat kata mallaleng, laleng-laleng, riallalengi, lalempettang.  Kata laleng terdiri satu morfem, kata mallaleng terdiri atas 2 morfem yaitu morfem ma- sebagai afiks dan morfem laleng sebagai bentuk dasarnya. Kata lalempettang terdiri atas 2 morfem, yaitu morfem laleng dan morfem pettang. Masalah yang berhubungan dengan bentuk kata itulah yang menjadi objek suatu ilmu yang disebut morfologi. Dalam buku Morfologi Bahasa Bugis inilah pembaca akan mempelajari lebih dalam tentang tata bahasa Bugis.

Penulis menyajikan penjelasan tentang dasar-dasar morfologi bahasa Bugis yang menyangkut kata dasar, pembagian jenis kata, afiksasi atau pengimbuhan, reduplikasi dan kata majemuk. Contoh penggunaannya diambil baik dari pemakaian bahasa Bugis dewasa ini, maupun dari naskah lama (Lontara), bahkan serapan dari bahasa asing.

Karya Andi Muhammad dan Andi Fatimah Junus disusun dalam rangka memenuhi keperluan perkuliahan bagi mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Makassar. Penulis juga berharap agar buku ini bermanfaat bagi mahasiswa dan pembaca lainnya yang memiliki ketertarikan dalam mempelajari morfologi bahasa Bugis. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Talasalapang kota Makassar.

 

MORFOLOGI BAHASA BUGIS

Penulis : Andi Muhammad Junus ; Andi Fatimah Junus

Penerbit : Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar

Kota Terbit : Makassar

Tahun Terbit : 2007

ISBN : 979-8416-63-5

FIKIH MUYASSAR

 

Fikih adalah ilmu tentang hukum-hukum syar'i yang bersifat amaliyah yang digali dari dalil-dalilnya yang detail, dan pengertian kata "fikih" yang digunakan dalam hukum itu sendiri. Objek pembahasan fikih adalah perbuatan-perbuatan hamba yang mukallaf secara umum dan menyeluruh yang mencakup hubungan manusia dengan dirinya, dan dengan masyarakatnya. Fikih dan hukum Islam adalah salah satu disiplin ilmu paling penting yang dibutuhkan setiap Muslim, karena di dalammya terurai tata cara beribadah yang benar-benar kepada Allah SWT. 

Fikih mencakup hukum-hukum amaliyah, dan semua yang bersumber dari seorang mukallaf, baik berupa perkataan, perbuatan, akad-akad, dan tindakan-tindakan yang terbagi menjadi dua jenis:

•  Pertama: Hukum-hukum ibadah, berupa shalat, puasa, haji, dan lainnya.

•  Kedua: Hukum-hukum muamalat, berupa akad-akad, tindakan-tindakan, hukuman-hukuman, tindakan-tindakan pidana (kriminal), tanggung jawab dan lainnya yang mengatur hubungan antar sesama manusia.

Mengetahui fikih dan mengamalkannya akan menghasilkan keshalihan seorang mukallaf, keshahihan ibadahnya, dan kelurusan perangainya. Apabila hamba telah shalih, maka masyarakatnya juga shalih, dan akhirnya, di dunia memperoleh kebahagiaan dan kehidupan yang baik, serta di akhirat memperoleh ridha dan surga Allah.

Buku FIKIH MUYASSAR  dengan judul asli AL-FIQH AL-MUYASSAR merupakan salah satu koleksi Layanan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar. Buku ini memiliki khazanah ilmiah lengkap yang memenuhi kebutuhan untuk beribadah sesuai Syariat Islam sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW. yang menjelaskan panduan fikih dan hukum Islam paling praktis, yang menguraikan hukum secara utuh dan menyeluruh, tetapi ringkas, mudah dan praktis.

Dalam buku ini tersaji:

• Pengantar ilmu fikih yang tertuang dalam mukadimah, yang menyajikan penjelasan mengenai fikih dan segala hal yang penting, serta hal-hal mendasar yang harus diketahui setiap Muslim.

• Kitab Thaharah (Bersuci).

• Kitab Shalat.

• Kitab Zakat

• Kitab Haji

• Kitab Jihad

• Kitab Muamalat

• Kitab Warisan, Wasiat, dan Memerdekakan Sahaya

• Kitab Nikah dan Perceraian

• Kitab Jinayat (Tindak Kriminal)

• Kitab Had (Hukum Pidana Syari'at)

• Kitab Sumpah dan Nadzar

• Kitab Makanan, Sembelihan, dan Hewan Buruan

• Kitab Peradilan dan Kesaksian.


FIKIH MUYASSAR

Penulis : Prof. Dr. Abdul Aziz Mabruk Al-Ahmadi (et.all)

Penerjemah : Izzudin Karimi, Lc.

Penerbit : Darul Haq

Tempat Terbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2019

ISBN : 978-979-1254-99-1