Judul: Opu Daeng Risaju, Perintis Pergerakan
Kebangsaan/Kemerdekaan Republik Indonesia
Penulis: Drs. Muhammad Arfah & Drs. Muhammad Amir
Editor:
Penerbit: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Prov. Sulawesi Selatan
Tahun
Terbit: 1991
Jumlah
Halaman: xviii + 150
ISBN: -
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku
Biografi Pahlawan ini merupakan buku seri kedua dari 3 pahlawan yang di
terbitkan kisah hidup dan perjuangannya oleh Bidang Sejarah dan Nilai Tradisional,
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan. Seri pertama
adalah biografi Ibu Agung Andi Depu, dan yang ketiga adalah biografi Ranggong
Deng Romo. Tujuan utama penulisan biografi pahlawan nasional dari Sulawesi
Selatan ini adalah untuk menanamkan dan menumbuhkan semangat kebangsaan dan
rasa cinta tanah air bagi bangsa Indonesia.
Opu
Daeng Risaju adalah seorang Pahlawan Nasional asal Sulawesi Selatan, lahir di
Palopo tahun 1880. Ayahnya adalah Muhammad Abdullah To bareseng dan ibunya Opu
Daeng Mawellu. Dari hasil penelusuran silsilah keluarganya, Opu Daeng Risaju adalah
keturunan dari Raja Bone ke-16 La Patau Matanna Tikka, dan Syekh Yusuf Tuanta
Salamaka ri Gowa dan juga dari Datu Luwu Matinroe ri Tompotikka.
Buku
ini dibagi menjadi 5 bagian, diawali dengan sambutan sambutan dari Gubernur
Sulawesi Selatan, Kepala Kanwil Depdibud Sulawesi Selatan, dan dari Penulis. Selanjutnya
setelah bagian pertama Pendahuluan, diuraikan secara lengkap keadaan daerah
Luwu, baik sejarahnya, keadaan geografisnya dan kehidupan sosial budayanya.
Kisah
hidup dan perjuangan tokoh utama pembahasan buku ini yaitu Opu Daeng Risaju
pada bagian kedua. Diawali dengan asal usul orangtua dan nenek moyanya,
kemudian status dan kedudukan Opu Daeng Risaju dalam masyarakat dan juga para
bangsawan Luwu dan kepemimpinannya. Selanjutnya diulas tentang awal karir Opu Daeng
Risaju dan organisasi Partai Syarekat Islam Indonesia (PSII) dan awal
berdirinya di Luwu.
Pada
bagian selanjutnya diuraikan tentang pasang surut perjuangan Opu Daeng Risaju.
Karena aktif merekrut anggota PSII di daerah Luwu, pemerintah kolonial Belanda
merasa terancam dan kemudian memerintahkan penangkapan Opu Daeng Risaju dan kawan
kawan dan memenjarakan mereka. Opu Daeng Risaju dan aktifis pergerakan lainnya dipenjarakan
lebih dari sekali oleh pemerintah kolonial Belanda selama masa perjuangannya,
namun hal itu tidak mengurangi semangat perjuangan mereka.
Dijelaskan
pula masa masa kedatangan bangsa Jepang di Indonesia termasuk di daerah Luwu,
Sulawesi Selatan. Masa pendudukan Jepang ini, tidaklah lebih baik dari masa
kolonial Belanda. Di masa pendudukan Jepang, bahkan salah seorang petinggi PSII
disiksa dan dibunuh di penjara Masamba.
Masa
pendudukan Jepang berakhir namun kembali datang Belanda dan sekutunya. Pasukan
NICA ini yang kemudian menentang pergerakan PSII dan memburu Opu Daeng Risaju. Opu
Daeng Risaju bahkan sempat dipenjarakan lagi di Bone dan Wajo meskipun beliau
sudah sepuh. Pengaruhnya masih sangat kuat sehingga pemerintah yang berkuasa
saat itu khawatir dan merasa terancam.
Buku
ini dilengkapi dengan dokumentasi foto hitam putih yang sebagian sudah buram.
Ada pula beberapa Peta dan daftar nama nama informan dalam penyusunan buku ini.
Sangat
informatif mengisahkan sejarah hidup dan perjuangan Opu Daeng Risaju, seorang
pahlawan perintis kemerdekaan Republik Indonesia dari daerah Luwu, Sulawesi
Selatan. Meskipun buku ini belum terlalu tua karena terbit tahun 1991, namun
karena penerbitannya oleh pemerintah daerah, maka masyarakat umum kesulitan
mengakses buku ini. Hanya bisa ditemukan di Perpustakaan, itupun hanya pada sebagian
perpustakaan saja. Tidak ada penerbitan ulang buku ini secara komersial,
sehingga menyulitkan masyarakat yang ingin membeli atau memilikinya.
Buku ini koleksi Referensi, Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan Sulawesi Selatan.






