March 8, 2022

KEDATUAN LUWU: Catatan tentang Sawerigading, Sistem Pemerintahan dan Masuknya Islam

Kerajaan Luwu sejak dulu menyimpan banyak peristiwa sejarah dan tokoh-tokoh yang fantastis. Salah satunya tokoh Sawerigading yang telah melanglang buana menebarkan pesona dan kekuatan yang membuat namanya termaktub dalam alam pikiran masyarakat yang mengenalnya. Sosoknya selalu dihubungkan dengan benda dan asal mula kerajaan atau daerah di berbagai wilayah dan dikenal sebagai manusia perkasa keturunan dewa yang memiliki kemampuan yang luar biasa. Namanya termaktub jelas dalam Sureq Galigo. 

Meski nama Sawerigading sebagai sosok yang menyejarah sangat dikenal, namun masih banyak yang belum mengetahui nama lain dari tokoh heroik ini. Nama-nama Sawerigading dan artinya ini dijelaskan dalam Sureq Galigo. Pemberian nama/gelar kepada Sawerigading disebabkan kesaktian dan kepribadian yang dimilikinya. Ada pun beberapa nama/gelar yang dimilikinya yaitu:

  1. Pati Ware pemberian nama pada waktu lahirnya.
  2. La Maddukkelleng namanya di Wariwangeng. 
  3. Sawerigading namanya di Luwu. 
  4. La Tenritappu namanya di Toddattoja. 
  5. La Tenriwerru namanya di Peretiwi. 
  6. Langi Paewa namanya di Boroliu. 
  7. Pamadalette namanya di Angkasa. 
  8. Opunna Ware namanya di Watampare. 
  9. To Appanyompa namanya di Bone.

Arti nama tersebut di atas adalah sebagai berikut:

  1. Pati Ware artinya Walikota.
  2. La Maddukkelleng artinya sungguh mulia. 
  3. Sawerigading artinya mengembangkan kemuliaan.
  4. La Tenritappu artinya mulia asli.
  5. La Tenriwerru artinya mulia sempurna
  6. Langi Paewa artinya maha perkasa.
  7. Pamadallette artinya mengatasi sesamanya pahlawan.
  8. Opunna Ware pemberian gelar kehormatan di pusat kerajaan Luwu.
  9. To Appanyompa artinya menundukkan setiap pribadi dalam kebenaran.
Buku KEDATUAN LUWU: Catatan tentang Sawerigading, Sistem Pemerintahan dan Masuknya Islam membahas Sawerigading serta menguraikan berbagai hal mengenai konsep Pemerintahan Kerajaan Luwu. Bagaimana tata cara pemilihan Pajung/Datu Luwu dan berbagai unsur-unsur yang mendukung jalannya pemerintahan. 

Buku ini juga membahas tentang masuknya Islam dan Perkembangan Islam, misalnya cerita versi tulisan Sejarah Masuknya Islam, mengungkapkan hubungan sejarah dengan garis keturunan dari Suku Minangkabau serta Kerajaan Malaysia dahulu kala, serta raja di Sulawesi Selatan yang pertama memeluk agama Islam adalah Raja Luwu, Pati Arase. 

Selanjutnya, sejarah kedatangan Datuk Suleman di Lapandoso Kecamatan Bua, sangat berpegaruh pada pembangunan mesjid (rumah ibadah) yang ada di Bua khususnya dan di Sulawesi Selatan pada umumnya. Rumah ibadah yang pertama kali terbuat dari bahan kayu pada saat itu dibangun karena segera akan ditempati untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Bangunan mesjid ini memilki artistik empat tingkat, terletak tidak jauh dari mesjid Jami' yang berdiri hingga sekarang yang ada di Desa Tana Rigella, Kecamatan Bua.

Selain itu, dalam ajaran dan budaya Islam terdapat aneka macam syariat dan hakekat, serta gagasan yang memiliki sistem nilai yang perlu mendapat perhatian untuk dikaji dan disumbang-kan dalam rangka pembinaan dan pengembangan budaya Islam di daerah Luwu khususnya dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar


KEDATUAN LUWU
Catatan tentang Sawerigading, Sistem Pemerintahan dan Masuknya Islam
Penulis: Siodja Daeng Mallondjo
Penerbit: Komunitas Sawerigading bekerjasama Pmerintahan Palopo
Tempat Terbit: PAlopo
Tahun Terbit: 2003
ISBN: 979-98372-0-0



No comments:

Post a Comment