March 9, 2022

POLONGBANGKENG DALAM LINTAS SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN RI


Polongbangkeng di Kab Takalar,Sulawesi Selatan, setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 menjadi pusat perjuangan mendukung dan mempertahankan proklamasi oleh para pejuang Sulawesi Selatan.

Ketika NICA mendarat diboncengi tentara Belanda, Polongbangkeng pula yang menjadi basis pejuang mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia di tanah Makassar. Para pejuang yang bermarkas di Polongbangkeng berasal dari berbagai daerah seperti Robert Wolter Monginsidi (Minahasa), Muhammad Syah (Banjar), Raden Endang (Jawa), Bahang (Selayar), Ali Malaka (Pangkajene), Sofyan Sunari (Jawa), dan tentu saja Pahlawan Nasional, pimpinan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi (LAPRIS) Ranggong Dg. Romo putra asli dari Polongbangkeng.

Adapun nilai-nilai kejuangan yang dapat digali dari sejarah perjuangan rakyat Polongbangkeng dalam perang kemerdekaan adalah sebagai berikut:

Nilai Kesetiaan

  • Nilai ini dijabarkan dalam tindakannya sebagai pejuang mempertahankan dan membela kemerdekaan itu, walaupun jiwanya yang menjadi taruhannya 
  • Nilai kesetiaan kepada amanat penderitaan rakyat, yang dalam pengabdiannya dinyatakan sebagai suatu tekad untuk membela kebenaran dan keadilan.

Nilai Integratif

  • Adanya kesamaan dalam berbagai hal dalam diri sikap pejuang, maka ia mampu menggerakkan kekuasaan perjuangan yang lebih besar dalam menghadapi setiap tantangan 
  • Dari sejarah perjuangan rakyat Polongbangkeng tercermin adanya kesamaan (1) Adanya kesamaan perasaan, adat istiadat, sehingga mudah menciptakan rasa keakraban dan solidaritas (2) Adanya perasaan antipati terhadap segala bentuk penindasan oleh banyak orang.
Nilai Musyawarah

Baik secara perorangan maupun secara kelompok-kelompok dalam menentukan garisgaris dan pola perjuangan senantiasa berpedoman kepada “Musyawarah Untuk Mufakat".

Disamping itu juga menunjukkan adanya kesatuan dan persatuan antar sesama pejuang yang terpadu seperti semboyan yang sangat terkenal di daerah Makassar ialah 'A'BULO SIBATANG”.

Nilai Kepeloporoan dan Kepemimpinan 

Keberhasilan perjuangan ditentukan oleh sikap keteladanan, kebijaksanaan, kewibawaan dan sifat kejujuran dari seorang pemimpin. 

Dari sejarah perjuangan rakyat Polongbangkeng dapat ditampilkan sikap hidup pemimpin yang demikian:
  • Keberanian sebagai pelopor, yakni berani mengambil inisiatif dan keputusan serta kebijakan yang tepat, cepat dan tegas 
  • Kewibaan yang mampu menggerakkan massa rakyat maupun para pejuang 
  • Ketauladanan yang mampu menjadi panutan dan contoh bagi rakyat.
Kepeloporan dan kepemimpinan mempunyai dampak timbulnya kesediaan diri untuk berkorban, rasa tanggung jawab, sehingga mencerminkan adanya kewibawaan.

Nilai Patriotisme

Motivasi ini mampu menggerakkan untuk ikut serta berjuang bersama-sama untuk mengusir penjajah :
  • Percaya pada kekuatan diri sendiri
  • Memiliki semangat juang yang tidak mengenal menyerah
Buku POLONGBANGKENG DALAM LINTAS SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN RI membahas tentang sejarah perjuangan rakyat Polongbangkeng dalam perang integral dari seluruh perjuangan bangsa Indonesia. Demikian pula peranannya dalam mewariskan nilai-nilai luhur dan suci kepada generasi penerus bangsa. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


POLONGBANGKENG DALAM LINTAS SEJARAH PERJUANGAN KEMERDEKAAN RI
Penulis: H. Tajuddin M Kr Lewa
Penyunting: Bachtiar Adnan Kusuma
Penerbit: Yapensi
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2007



No comments:

Post a Comment