November 30, 2025

Komoditi Budak dalam Hubungan Vertikal Tuan dan Hamba di Makassar Abad XVIII


Perdagangan budak di Makassar pada abad XVIII merupakan salah satu episode penting dalam perjalanan sejarah sosial ekonomi masyarakat Bugis–Makassar. Praktik ini tidak hanya menggambarkan bagaimana perbudakan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menunjukkan perubahan fundamental ketika manusia dijadikan barang dagangan yang memiliki nilai komersial tinggi. Budak pada masa itu tidak lagi sekadar berada dalam posisi subordinatif dalam struktur sosial, melainkan menjadi komoditas yang diperjualbelikan dalam jaringan perdagangan yang luas dan terorganisir.

Akar sejarah perdagangan budak sesungguhnya telah tampak sejak abad XVI, ketika kerajaan-kerajaan lokal mulai tumbuh dan terlibat dalam hubungan politik antarkekuasaan. Kehadiran bentuk awal struktur pemerintahan dan jaringan kekuasaan menciptakan dinamika sosial yang membuka ruang bagi praktik eksploitasi, termasuk perbudakan. Namun, pada abad XVIII, aktivitas perdagangan budak mencapai intensitas yang jauh lebih tinggi seiring berkembangnya hubungan politik, ekonomi, dan persaingan antar-kerajaan serta meningkatnya keterlibatan kekuatan kolonial.

Salah satu faktor utama yang mendorong meningkatnya jumlah budak adalah peperangan. Setiap konflik, baik antar-kerajaan lokal maupun melibatkan kekuatan asing, menghasilkan tawanan yang kemudian dialihkan statusnya menjadi budak. Mereka dapat dimiliki oleh pihak yang menang atau diperdagangkan ke berbagai daerah sesuai kebutuhan. Fenomena ini menjadikan budak sebagai barang bergerak yang berpindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Motif perdagangannya pun beragam, mulai dari kebutuhan domestik hingga kepentingan ekonomi yang lebih besar pada skala regional. Fakta ini menunjukkan bahwa pada abad XVIII, Makassar menjelma sebagai salah satu bandar perdagangan budak terbesar di kawasan timur Nusantara, posisi yang semakin menguat akibat tingginya permintaan tenaga kerja, terutama dari pihak kolonial.

VOC, sebagai kekuatan dagang sekaligus politik yang dominan pada masa itu, memainkan peran signifikan dalam memperluas pasar perdagangan budak. Kebutuhan tenaga kerja untuk Batavia dan pusat-pusat kekuasaan lain mendorong VOC terlibat lebih dalam dalam rantai distribusi budak dari Makassar. Hal ini memperkuat posisi Makassar sebagai pusat transit, di mana budak dari berbagai daerah dikumpulkan sebelum dikirim ke wilayah lain. Perdagangan ini tidak hanya menguntungkan pihak kolonial, tetapi juga sebagian elite lokal yang turut mengambil peran dalam distribusinya.

Dalam struktur sosial masyarakat Bugis–Makassar, hubungan antara tuan dan hamba telah lama dikenal. Namun, ketika budak diposisikan sebagai komoditas dagang, makna relasi tersebut mengalami perubahan penting. Budak tidak lagi sekadar bagian dari hierarki sosial, tetapi berubah menjadi aset ekonomi yang memiliki nilai tukar. Jaringan perdagangan yang terbentuk melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari bangsawan, pedagang, hingga perantara yang terhubung dengan pasar internasional melalui VOC. Jalur perdagangan ini mencakup wilayah Makassar dan daerah-daerah penghasil budak di sekitarnya, sehingga menciptakan sistem distribusi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Praktik perdagangan budak dalam skala besar akhirnya membawa dampak signifikan terhadap struktur sosial dan budaya masyarakat Bugis–Makassar. Kehidupan sosial menjadi semakin bertingkat dan ketergantungan terhadap tenaga kerja budak meningkat. Pada saat yang sama, hubungan antara masyarakat lokal dan kekuatan kolonial berubah mengikuti kepentingan ekonomi dan politik yang berkembang. Perdagangan budak tidak hanya memengaruhi ekonomi pada masa itu, tetapi juga membentuk pola relasi sosial dan tingkah laku kultural yang diwariskan dalam perkembangan masyarakat pada masa-masa selanjutnya.

Sejarah perdagangan budak di Makassar pada abad XVIII mencerminkan kompleksitas sebuah masyarakat yang berada di persimpangan antara tradisi lokal dan sistem ekonomi global yang diperkenalkan melalui kolonialisme. Salah satu rujukan penting yang menelaah fenomena ini secara lebih mendalam adalah buku Komoditi Budak dalam Hubungan Vertikal Tuan dan Hamba di Makassar Abad XVIII. Buku tersebut dapat diakses melalui platform perpustakaan digital iPusnas https://ipusnas2.perpusnas.go.id dan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai bagaimana dinamika kekuasaan, ekonomi, dan budaya saling berkelindan dalam membentuk wajah masyarakat Bugis–Makassar di masa lampau.


Komoditi Budak dalam Hubungan Vertikal Tuan dan Hamba di Makassar Abad XVIII
Penulis : Muhammad Rafiuddin
Eitor: Dr. Bahri, S.Pd., M.Pd
Penerbit : Syahadah Creative Media
Tempat Terbit: Watampone
Tahun Terbit : 2020
ISBN: 978-632-7250-16-6


November 27, 2025

KEJAR TARGET



 Judul                                      : KEJAR TARGET

Penulis                                  : Dedy Budiman, M.Pd.

Penerbit                               : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit                        : 2015

Jumlah Halaman                 : x + 170

ISBN                                       : 978-602-03-1142-5

Penulis Resensi                    : Nur Wahidah (pkl dari sekolah smk yp-pgri 1 makassar)

 

Buku Kejar adalah nuku yang berisikan hal-hal yang akan membekali diri anda dengan pemikiran yang kuat dan pemikiran yang kuat dan pengetahuan serta keterampilan untuk siap mengejar dan melampaui target dalam berbagai kondisi.

Ketika berhasil melampaui target yang telah di tetapkan, setiap orang akan mendapatkan kepuasan yang tidak ternilai. untuk bisa mencapai dan bahkan melampaui target, kita harus memiliki keyakinan diri yang tinggi, di dukung pengetahuan dan keterampilan yang mumpumi. 

Semakin banyak pengalaman kesuksesan dalam hidup anda, semakin tinggi keyakinan diri anda. semakin tinggi keyakinan diri, semakin banyak kesuksesan yang akan anda raih. Kisah dan pengalaman seseorang yang telah berhasil ibarat percikan api yang dapat membakar semangat anda untuk menggapai keberhasilan. 

Sebelum anda bertemu dengan pelanggan maka anda harus terlebih dahulu mencari tahu profil dari pelanggan yang akan anda temui. Beruntungnya sekarang ini untuk mendapatkan informasi tentang seseorang sangatlah mudah.

Buku ini adalah sumber yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik pada judul KEJAR TARGET Buku ini membahas Ketika berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, setiap orang akan mendapatkan kepuasan yang tidak ternilai. Untuk bisa mencapai dan bahkan melampaui target, kita harus memiliki keyakinan diri yang tinggi, didukung pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni.

Dalam buku ini disajikan beragam teknik yang telah teruji untuk membantu Anda menjual lebih banyak.Semuanya dikemas dengan netode yang praktis dan kisah-kisah inspiratif sehingga mudah dipahami dan diaplikasikan dilapangan.

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.

 

 

 

 

 

TERAPI SHALAT SUBUH

                                                           

 Judul                                    : TERAPI SHALAT SUBUH

Penulis                                  : Yusni A. Ghazali

Editor                                    : Hery Sucipto

Penerbit                               : Grafiando Khazanah Ilmu

Tahun Terbit                        : 2020

Jumlah Halaman                 : x + 108

ISBN                                   : (13) 978-979-3858-24-1

Penulis Resensi                    : Nur Wahidah (pkl dari sekolah smk yp-pgri 1 makassar)

 

Buku ini adalah sumber yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik pada judul TERAPI SHALAT SUBUH, Buku ini membahas Tak sedikit umat Islam yang memandang shalat wajib (lima kali) sehari sebatas kewajiban. Pandangan semacam ini cenderung menjadikan shalat semacam ini cenderung menjadikan shalat semacam beban. Harusnya shalat dilihat sebagai kebutuhan, sehingga kita menjalankannya pun tidak merasa terbebani. Justru sebaliknya, menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Bila badan membutuhkan kesehatan fisik, maka mentalpun demikian. Dalam shalat, kedua hal tersebut terkandung dalam setiap kali shalat, baik dari aspek gerakan,medis,hingga air yang kita buat berwdhu pun memiliki keistimewaan.Demikianlah, shalat memiliki banyak kemukjizat, tak sekadar ajaran yang dijamin berpahala kelak.

Tak sedikit umat islam yang memandang shalat wajib (lima kali) sehari sebatas kewajiban. Pandangan semacam ini cenderung menjadikan sholat semacam beban. seharusnya sholat dilihat sebagai kebutuhan, Sehingga kita menjalankannya pun tidak merasa terbebani. Justru sebaliknya, menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Bila badan membutuhkan kesehatan fisik, maka mentalpun demikian. Dalam sholat, kedua hal tersebut terkandung dalam setiap kali sholat, baik dari aspek gerakan, medis, hingga air yang kita buat berwudhu pun memiliki keistimewaan. Demikianlah, sholat memiliki banyak kemukjisatan, Tak sekadar ajaran yang di jamin berpahala kelak. 

Buku di tangan anda ini misalnya. Selain khusus mengungkap keajaiban sholat subuh, juga di kupas masalah-masalah yang berkaitan dengan ibadah sholat. Misalnya: bagaimana 'menjadikan' sholat sebagai terapi jiwa dan raga; sholat dan pengaturan irama tubuh; manfaat sholat bagi kaum hawa yang sedang hamil; Soal mukjizat berwudhu; keajaiban 'waktu' sholat bagi kesehaatan jasmani; serta sejauh mana berkah dan mukjizat bangun pagi (untuk menunaikan sholat). 

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum-Layanan BI Corner, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.

 

 

 

 

 

76 DOSA BESAR yang Dianggap Biasa

 


 


 Judul                                    : 76 DOSA BESAR Yang Dianggap Biasa

Penulis                                  : Al-Imam Syamsuddin Abu Abdillah

                                                 Muhammad bin Ahmad Utsman adz-Dzahabi

Muraja’ah                            : Tim Pustaka DH

Penerbit                               : DARUL HAQ

Tahun Terbit                        : 2020

Jumlah Halaman                 : x + 199

ISBN                                   : 978-979-1254-51-9

Penulis Resensi                    : Nur Wahidah

 

Buku ini adalah sumber yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik pada judul 76 D0SA BESAR Yang Dianggap Biasa, Buku ini membahas Kitab al-Kaba’ir ( dosa-dosa besar ) karya al-Imam al-Hafizh adz-Dzahabi, telah diterbitkan oleh berbagai penerbit di tanah air, akan tetapi sangat disayangkan, ternyata naskah yang telah diterbitkan bukan al-Kaba’ir yang asli yang telah ditulis oleh Imam adz-Dzahabi, melainkan yang telah ditambahkan dengan hadits-hadits dhaif bahkan maudhu’ serta dibumbui kisah-kisah yang tak jelas juntrungannya.

Kitab al-kaba'ir (dosa-dosa besar) karya al-imam al-hafizh adz-dzahabi, telah di terbitkan oleh berbagai penerbit di tanah air, akan tetapi sangat disayangkan, ternyata naskah yang telah di terbitkan bukan al-kaba'ir yang asli yang telah di tulis oleh imam adz-dzahabi, melainkan yang telah di tambah dengan hadits-hadits dhaif bahkan maudhu',serta dibumbui kisah-kisah yang tak jelas juntrungnya. Ironisnya justru naskah ini lah yang telah terlanjur berdar di dunia islam. ini dari satu sisi.

Dari sisi yang lain, justru sebagian hadits shahih dan hukum-hukum hadits dalam naskah tersebut -yang merupakan hasil kesimpulan dari penelitian imam adz-dzahabi terhadap masing masing hadits-, telah dibuang. Ini adalah kezhaliman yang buruk terhadap iman adz-dzahabi.

Dan setelah itu, kami bersyukur kepada Allah atas taufik-Nya, karena buku ”76 Dosa Besar Yang Dianggap Biasa” yang kami terbitkan ini, adalah terjemahan dari naskah al-Kaba’ir asli milik adz-Dzahabi, yang tidak ditambah dan dikurangi, dan hanya berdasarkan al-Qur’an dan as Sunnah dan shahih dalam pandangan penulis.           

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.

La Galigo Menelusuri Jejak Warisan Sastra Dunia


 

 

Judul                                     : La Galigo menelusuri jejak warisan sastra dunia

Penulis                                  : Nurhayati Rahman, Anil Hukma, Idwar Anwar

Penerbit                               : Pusat Studi La Galigo, Divisi Ilmu Sosial dan Humaniora

Tahun Terbit                        : 2003

Jumlah Halaman                 : 556

ISBN                                   : 979-97666-0-5

Penulis Resensi                   : Nur Wahidah (PKL dari Sekolah Smk Yp-Pgri 1 Makassar)


La galigo yang merupakan karya sastra terpanjang di dunia-, adalah epic mitologis orang bugis dan juga ditemui serpihan -serpihan episodenya di luar wilayah Bugis, sampai derajat tertentu memperlihatkan dua kemampuan kanonik seperti yang dikemukakan oleh Harold Bloom, yakni kemampuannya membuat manusia merasa asing ditengah lingkungannya sendiri (feel strange at home), atau sebaliknya membuat orang merasa betah dan akrab ditengah dunia asing (at home out door, foreign, abroad). Kedua kemampuan ini dimiliki oleh La Galigo, karenanya La Galigo dapat ditempatkan sebagai kanon sastra dunia.

Aspek manusia yang kosmopolit dan universal inilah agaknya yang bisa menjadi sedikit pengobat dalam kegamangan hidup manusia di tengah-tengah dunia yang kini semakin tidak menjanjikan perdamaian. Barangkali karena itulah, seorang Robert Wilson, sutradara papan atas Amerika, berani menyutradarai pementasan ”Teater La Galigo” yang akan dipentaskan di hampir semua kota besar di dunia. La Galigo kini bukan lagi hanya menjadi milik orang Bugis, orang Indonesia, tapi merupakan bagian dari kekayaan sastra dunia.

Buku ini merupakan kumpulan makalah dari berbagai pakar yang berasal dari dalam dan luar negeri yang mengupas begitu komprehensif berbagai sisi dari karya sastra besar ini.

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum-Layanan BI Corner, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Jl. Sultan Alauddin Km 7, Talasalapang, Makassar. Bagi yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung. 

November 24, 2025

Lontarak Pannessaenngi Bettuwanna Nippie

 


Judul                            : Lontarak Pannessaenngi Bettuwanna Nippie (Lanjutan)

Penulis                         : H. Ahmad Yunus, Pananrangi Hamid, Pammusu Raja, Tatiek Kartikasari

Penerbit                      : Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai Nilai Budaya Pusat - Jakarta

Tahun Terbit                : 1995

Bahasa                         : Bugis / Indonesia

Jumlah Halaman       : viii + 110

ISBN                               : -

Penulis Resensi           : Suharman, S.S., MIM.

Salah satu konsepsi pengetahuan budaya Bugis dari masa lampau yang masih ada sampai sekarang adalah konsepsi budaya yang berkaitan dengan tafsir atau takwil atau arti mimpi. Cukup banyak naskah kuno Bugis yang membahas tentang mimpi dan takwilnya, namun hanya sedikit yang telah diteliti dan dianalisis untuk ditulis ulang dalam bentuk buku. Salah satu nilai budaya Bugis berupa takwil mimpi dari naskah kuno Lontaraq telah terwujud dalam bentuk buku ini.

Konsepsi pengetahuan budaya masyarakat Bugis dimasa lampau, tertuang dalam bentuk takwil mimpi dalam naskah Lontara Pannessaenngi Bettuwanna Nippie. Dalam masyarakat Bugis, mimpi itu terbagi menjadi 2 jenis, yaitu mimpi yang tak punya takwil, yaitu mimpi tentang sesuatu yang ilusif, bayangan semu tanpa makna apa apa, yang kemungkinan karena pengaruh setan. Jenis mimpi ini disebut kaita-ita atau katulu-tulu dalam bahasa Bugis. Adapun jenis kedua, yaitu mimpi yang memiliki takwil atau makna. Jenis mimpi ini disebut nippi dalam bahasa Bugis. Jenis mimpi ini diyakini sebagai suatu petunjuk dari Allah Subhana Wataala kepada umat manusia.

Karena buku ini adalah hasil dari suatu proyek yaitu “Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai Nilai Budaya”, maka isinya juga disusun sesuai tatanan aturan suatu karya ilmiah. Para penulis buku ini membaginya menjadi 5 bab dengan diawali Prakata dari Pimpinan Proyek (Drs. Soimun), kemudian Sambutan dari Direktur Jenderal Kebudayaan waktu itu, yaitu Prof. Dr. Edi Sedyawati.

Selanjutnya, ada Pendahuluan di bab pertama yang berisi Latar Belakang dan Masalah, Tujuan dan Kegunaan Penelitian, Ruang Lingkup, Metodologi, dan Pertanggungjawaban Penulisan. Pada bab II, Alih Aksara, yaitu dari sumber aksara Lontaraq pada naskah kuno, yang kemudian dialih-aksarakan menjadi aksara Latin pada buku ini. Sedangkan bab III adalah alih bahasa yaitu dari bahasa sumber Bugis dialih-bahasakan menjadi bahasa Indonesia.

Bab IV yaitu Kajian Isi Lontaraq dan Relevansinya dalam Pembinaan dan Pengembangan Kebudayaan Nasional. Bab ini dibagi menjadi beberapa sub bagian yaitu analisa isi naskah, kajian nilai tradisional dan isi Lontaraq serta relevansi dan peranan Lontaraq dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Bagian terakhir buku ini ditutup dengan Bab Kesimpulan dan Saran, serta daftar pustaka bahan rujukan dalam penyusunan buku ini. 

Tercatat dalam buku ini ada 249 takwil mimpi yang semua ditulis dalam aksara Latin dan dalam dua bahasa yaitu Bugis dan Indonesia. Sayang sekali karena buku tua, ada 1 lembar yang sudah hilang, halaman 1 – 2. Buku ini pun adalah buku “lanjutan” artinya ada buku ‘pendahulu’nya atau edisi pertamanya, namun saya tidak menemukannya. Isi halaman bukunya juga sudah lepas dari sampulnya, sehingga sangat perlu direstorasi dan dikonservasi agar tetap dapat digunakan dalam pembinaan nilai nilai budaya tradisional khususnya Bugis. Buku ini juga jenis koleksi lokal yang sudah tidak terbit lagi, sehingga masyarakat kesulitan untuk membeli atau memiliki buku ini.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Umum, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




Terjemahan Memory Van Overgave Controlier Bone Riattang 1912 - 1915

 


Judul:                          Terjemahan Memory Van Overgave Controlier Bone Riattang 1912-1915

Penulis:                       -

Editor:                         Andi Ahmad Saransi

Penerbit:                    Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tahun Terbit:             2015

Jumlah Halaman:    xii + 155

ISBN:                            -

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Memory Van Overgave (bahasa Belanda) adalah memori serah terima jabatan dari seorang pejabat lama kepada pejabat baru pada era kolonial. Pejabat yang menyerahkan memori serah terima jabatan pada buku ini adalah Controleur yang mungkin setingkat camat pada masa sekarang ini. Controleur yang pernah menjabat di daerah Bone bagian selatan atau dalam bahasa Bugis, Bone Riattang.

Buku ini merupakan hasil terjemahan dari arsip khazanah pemerintah kabupaten Bone yang ada di unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Aslinya yang tertulis di Arsip masih menggunakan bahasa Belanda. Oleh karena dianggap penting informasinya, maka arsip arsip Memory Van Overgave ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tujuan penerjemahan ini, agar semakin banyak pihak, baik dari kalangan mahasiswa, pelajar, peneliti maupun masyarakat umum yang dapat membacanya dan mengambil manfaat dari arsip arsip ini.

Bagi masyarakat yang ingin mengakses langsung arsip aslinya yang berbahasa Belanda tetap memungkinkan dengan beberapa persyaratan tertentu. Sumber arsip yang digunakan dalam buku ini adalah arsip Memorie Betreffende de Onderafdeeling Boni Bijlagen Opgemakt Ingevalge Schriven van het Department van Oorlag VII Afdeeling dd 12 Agustus 1912 Nomor 765, khazanah Arsip Pemerintah Daerah Tingkat II Bone, register 304. Sumber kedua adalah Arsip Memorie Van Overgave van den Controleur H.R. Rookmaker, Betreffende de onderafdeeling Boni Riattang, Afdeeling Boni, Gouvernement Celebes en Onderhoorigheden, khazanah arsip Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bone, register 305.

Terdiri dari dua bagian, dimana bagian pertama merupakan Catatan mengenai Onderafdeeling Bone dengan berbagai lampiran informasi tentang Bone yaitu: situasi geografis, penduduk, hasil bumi, sarana transportasi, pemerintahan, kondisi politik dan hubungan dengan Gubernemen Hindia-Belanda.

Bagian kedua adalah Laporan Serah Terima Jabatan dari Kontrolir H.R. Rookmaker yang membahas tentang Onderafdeeling Boni Ri Attang, Afdeeling Boni, Gubernemen Celebes dan daerah bawahannya. Pada bagian ini juga dibahas tentang keadaan Bone bagian selatan mengenai gambaran geografis, penduduk, sumber pendapatan daerah, sarana transportasi darat dan air, pemerintahan dan hubungan dengan pemerintahan Gubernemen Hindia Belanda.

Beberapa informasi dari buku ini antara lain pada halaman 91, “dari PalattaE ada jalan selebar 4 meter menuju Patimping (Patimpeng) namun belum dipekeras. Di musim kering jalan dapat digunakan untuk kendaraan ringan.”

“Di PalattaE, Bontorihu dan Camming terdapat Baruga yang luas dari kayu yang kuat (kesemuanya dibangun tahun 1914) sedangkan di Gareccing orang juga telah membangun Baruga, sementara di Cani kayu yang dibutuhkan untuk itu telah dikumpulkan.”

Bahkan informasi tentang berapa jumlah dukun (sanro) yang ada di distrik Mare, Tonra, Salomekko, Kajuara, Kahu, Libureng dan Cani juga tercatat dalam laporan ini.  Yang menarik, ternyata pada masa itu (1912-1915) di Bone selatan, begitu banyak jenis padi. Tercatat ada 13 jenis padi dalam laporan ini yaitu : Ase Banda sama Tepe, Ase Banda Jamala, Ase Panasa, Ase Beka, Ase Unji, Ase Ulo, Ase Pance, Ase Tobe, Ase Tallan, Ase Cella, Ase Tabangka, Ase Lappang dan Ase Kasa. Jenis beras ketan juga ada 10 jenis, jenis jagung ada 5. Di Kahu pada masa itu banyak tanaman Kopi.

Buku ini sangat menarik dibaca, memberikan gambaran situasi masa awal abad ke-20 dimana situasi daerah Bone Selatan dicatat masih menggunakan bahasa Belanda. Buku ini dapat dijadikan sumber rujukan untuk penulisan sejarah Bone khususnya Bone bagian selatan.

Buku ini tidak dilengkapi dengan Indeks, yang dapat memudahkan pembaca mencari topik tertentu yang ingin dibacanya. Dokumentasi foto atau illustrasi lainnya juga tidak ditemukan dalam buku ini.

Buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan di Unit Kearsipan.  



November 23, 2025

Muhammad Jufri, Mutiara Laut Jampea

 


Judul:                           Muhammad Jufri, Mutiara Laut Jampea

Penulis:                        -

Editor:                         Bachtiar Adnan Kusuma

Penerbit:                    Yapensi

Tahun Terbit:            2018

Jumlah Halaman:   xvi + 174

ISBN:                           9786020875484

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Pembahasan utama buku ini adalah kisah hidup Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog, Kepala Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar dan pernah menjadi Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Beliau lahir pada di sebuah pulau terpencil bernama Pulau Jampea di Kabupaten Kepulauan Selayar, yang harus menempuh perjalanan laut selama 12 jam untuk sampai ke kota Benteng, Selayar.

Terdiri dari lima bagian, diawali dengan pengalaman pengasuhan ayah dirumah dan pengajaran ayah di sekolah karena sang ayah juga seorang Kepala Sekolah dimana Muhammad Jufri menimba ilmu saat masih Sekolah Dasar. Ada kisah kisah yang menggelikan dan lucu diuraikan dalam bagian pertama ini, saat berinteraksi dengan guru dan teman sekelasnya, atau saat beliau membantu keluarganya menjual ku dan ikan dikampun halaman di pulau Jampea.  

Selanjutnya dikisahkan tentang pendidikan lanjutan setelah SD. Muhammad Jufri tetap melanjutkan pendidikan SMP-nya di pulau Jampea dimana SMP tersebut merupakan sekolah rintisan atau sekolah SMP pertama yang dibangun di pulau Jampea yaitu SMP Pertiwi Pasimasunggu. Perjuangan menuju ke sekolah yang berjarak kurang lebih 10 km dan karakter para pendidiknya dan kelanjutan masa pendidikan di SPG Muhammadiyah Selayar di kota Benteng dibahas pada bagian ini.

Suka duka hidup diperantauan di kota Benteng dan menumpang tinggal dirumah orang dikisahkan pada bagian ketiga. Ada keseruan saat mencari kayu bakar buat memasak dirumah tempat, ada kisah pengembangan pribadi di organisasi IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), kejadian menegangkan di ruang Pola kantor Bupati dan kegalauan saat tidak lulus SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru), dan pengalaman lainnya saat kuliah di Universitas Terbuka (UT) dan kerja serabutan untuk menyambung hidup ditanah rantau Makassar.

Yang menarik disimak dalam buku ini adalah Muhammad Jufri benar benar berjuang untuk bertahan hidup di kota Makassar. Berbagai pekerjaan non-formal dilakoninya, menjadi tukang batu, dan menjadi SPM (Sales Promotion Man). Setahun kemudian Muhammad Jufri lulus tes masuk perguruan tinggi di IKIP Ujungpandang (sekarang Universitas Negeri Makassar). Prestasi akademisnya membawanya meraih dua beasiswa sekaligus dan juga berkesempatan diundang ke Istana Negara mengikuti Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jakarta, sebagai mahasiswa berprestasi nasional.

Pada bagian akhir buku, diuraikan tentang masa masa karir Muhammad Jufri, saat menjadi guru BP di SMA Islam Athirah Makassar dan kemudian menjadi tenaga Survei di Sakerti (Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia) dan ketika akhirnya menjadi dosen di Universitas Negeri Makassar. Masa kehidupan asmara dan lanjut ke jenjang pernikahan dan kepedihan hati atas berpulangnya ke Rahmatullah ibunda tercinta, dan masa kuliah S2 dan lanjut ke program Doktor (S3) di UGM Yogyakarta diuraikan pula dibagian akhir ini.   

Epilog merupakan penutup buku ini. Pada bagian ini Muhammad Jufri memberikan beberapa kata motivasi dan inspirasi tentang kesuksesan. Buku ini dilengkapi dengan foto dokumentasi perjalanan hidup Muhammad Jufri termasuk foto kampung halamannya di pulau Jampea nun jauh disana ditengah samudra.

Buku ini sangat menginspirasi pembacanya dan mampu menggugah kesadaran pembaca bagaimana jika kita berjuang dengan keteguhan hati dalam mencapai cita cita maka kelak akan tercapai apa yang diinginkan. Bahasa yang digunakan dalam buku mudah dipahami pembaca.

Sebagaimana buku biografi populer pada umumnya, buku ini kurang mengupas aspek teoritis dan kritis secara mendalam atas kehidupan sang tokoh. Buku ini juga tidak dilengkapi dengan daftar pustaka, catatan kaki, maupun arsip pribadi yang dapat menguatkan kisah yang diuraikan.  

Buku ini koleksi Referensi, Layanan Umum Perpustakaan, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



Sejarah Lisan Enrekang (Oral History Enrekang)

 


Judul:                           Oral History Enrekang

Penulis:                        Tim Sejarah Lisan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Editor:                         -

Penerbit:                     Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tahun Terbit:               2016

Jumlah Halaman:        v + 327

ISBN:                            -

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Salah satu buku Sejarah Lisan (Oral History) yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan adalah buku Oral History Enrekang. Buku ini merukan transkripsi dari proyek sejarah lisan yaitu wawancara dengan para pelaku sejarah masa pemerintahan Jepang di Indonesia, khususnya di Enrekang, Sulawesi Selatan. Dokumentasi proyek ini berupa kaset kaset rekaman baik yang berukuran biasa, maupun yang dalam ukuran mini (mini kaset). Penerbitan buku Sejarah Lisan ini berkat kerjasama dengan Pusat Kajian Multikultural dan Pengembangan Regional  Divisi Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora, pada Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin.

Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk melengkapi khazanah arsip arsip tekstual yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Dari sumber sumber Audial (Kaset) ditranskripsi dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Tujuan lainnya adalah untuk memudahkan akses informasi arsip Sejarah Lisan yaitu dengan mengubah format informasinya dari arsi audial (arsip suara) menjadi arsip tekstual (arsip tercetak). Mengakses informasi arsip suara memerlukan sejumlah sarana akses informasi yang sekarang sudah mulai susah ditemukan. Teknologi perekaman informasi melalui kaset, sekarang ini sudah dianggap ketinggalan zaman (out of date), sehingga dengan adanya buku transkripsi Oral History Enrekang ini, akan memudahkan pemustaka atau peneliti serta masyarakat umum untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan sejarah Enrekang dimasa pendudukan Jepang.

Hasil wawancara sejarah lisan di Enrekang dengan topik “Awal Masuknya Jepang di Daerah Anggeraja, Enrekang” dengan informan bernama M. Syafaat (76 tahun) seorang pensiunan sipil yang beralaman di Kampung Lura, kelurahan Bambapuang, kecamatan Anggeraja Enrekang dengan pewawancara yaitu : H. Abdul Kadir Bacololo. Wawancara dilaksanakan pada 12 Oktober 1999, berlansung selama 60 menit. Informan lainnya yang diwawancarai oleh H. Abdul Kadir Bacololo adalah Husain (75 tahun) seorang petani, juga beralamat di kampung Lura. Hamzah Taju, (69 tahun) seorang petani yang juga dijadikan sumber informasi.

Pewawancara lainnya adalah Suharman Musa, yang merekam jejak sejarah lisan masuk tentara Jepang di Enrekang dari informan bapak R. Patria (72 tahun) seorang petani dari kampung Lura, kelurahan Bambapuang, kecamatan Anggeraja, Enrekang. Pewawancara lainnya adalah Andi Ahmad Saransi dan Man Arfa. Sementara itu informan lainnya adalah Hasan (75 tahun) dan M. Yahya (73 tahun), Ambe Teppo (88 tahun) dan Jamar Nyapu (75 tahun)

Membaca buku ini, membawa kita ke tahun tahun pendudukan Jepang di Indonesia, khususnya di Enrekang. Banyak kisah kisah menarik terekam dalam buku ini. Di kampung Lura, tentara Jepang membangun markas besarnya. Selain itu juga tentara Jepang membangun liang / lubang persembunyian. Anggapan kita selama ini bahwa tentara Jepang itu kejam, ternyata dari buku ini terungkap bahwa sebagian tentara Jepang itu baik hati dan suka menolong. Tentara Jepang juga mendirikan sekolah dan mengajarkan pelajaran bahasa Jepang serta olahraga  beladiri Jepang kepada anak anak sekolah di Anggeraja.

Suasana daerah di Enrekang selama masa pendudukan Jepang dideskripsikan dalam buku ini dengan baik, sehingga dapat dijadikan bahan rujukan bagi para peneliti, siswa atau mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam tentang masa masa penjajahan Jepang di Enrekang atau Sulawesi Selatan pada umumnya.

Karena buku ini disusun berdasarkan hasil wawancara sejarah lisan, yang mungkin bagi sebagian orang meragukan keakuratannya. Buku ini juga tanpa ada dokumentasi foto yang dapat meyakinkan pembaca dan memperkuat argumen penulisan buku ini.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi para pencinta sejarah Sulawesi Selatan, khususnya sejarah Enrekang. Buku koleksi Perpustakaan Khusus, Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Provinsi Sulawesi Selatan.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ruang Baca Arsip, UPT Layanan Arsip, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




November 21, 2025

Perfect Proposal



 Judul                                    : PERFECT PROPOSAL

Penulis                                  : Ririn ayu

Editor                                    : Th. Arie Novitasari

Penerbit                                : Sheila Publisher

Tahun Terbit                         : 2021

Jumlah Halaman                   : vi + 506 

ISBN                                     : 978-623-6844-23-6

Penulis Resensi                   : Nur Wahidah ( PKL dari sekolah SMK YP-YPGRI 1 Makassar)

 

Buku Perfect Proposal karya Ririn Ayu menghadirkan kisah romansa kontemporer yang menyoroti dinamika perasaan, pilihan hidup, serta proses menemukan cinta yang matang dan realistis. Cerita berfokus pada perjalanan tokoh utama dalam menghadapi konflik batin antara masa lalu, rasa kehilangan, dan kesempatan untuk memulai hubungan baru. Penulis menggambarkan karakter dengan pendekatan emosional dan psikologis, disertai alur yang mengalir serta dialog yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain mengangkat tema cinta, novel ini juga menekankan nilai kemandirian, keberanian mengambil keputusan, serta pentingnya komunikasi dalam hubungan. Dengan gaya bahasa yang ringan namun menyentuh, Perfect Proposal menjadi bacaan yang menawarkan refleksi tentang proses dewasa dalam memahami makna cinta yang tidak hanya tentang perasaan, tetapi juga komitmen dan pilihan hidup.

Buku ini adalah sumber yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik pada judul buku Perfect Proposal oleh Ririn ayu Buku ini membahas tentang Han Da-eun dipaksa menikah dengan Kang Ha-neul,anak lelaki tetangga karena katanya terkena kutukan.pernikahan paksa yang terjadi tanpa cinta itu dilakukan demi menyelamatkan nyawa.Meski begitu Ha-neul setuju untuk merahasiakan pernikahan itu sampai Da-eun lulus SMA.semuanya berjalan lancar dan seepertinya pernikahan rahasia itu akan berlangsung tanpa masalah.Namun,semuanya menjadi runyam ketika sebuah buku hitam misterius tiba-tiba ada di laci meja milik Da-eun.Buku itu katanya membawa kutukan.

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi Anda yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.

 


Syarah Kitab Tauhid : Memahami & merealisasikan Tauhid dalam Kehidupan

 

 Judul                                    : Syarah Kitab Tauhid

 ”Memahami & merealisasikan Tauhid dalam Kehidupan”

Penulis                                  : Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Editor                                    : Tim Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Penerbit                               : Pustaka Imam Asy-Syafi'i

Tahun Terbit                       : 2016

Jumlah Halaman                 : x + 558

ISBN                                   : 978-602-9183-99-3

Penulis Resensi                  : Andi Karlina Sari

 

Buku Syarah Kitab Tauhid: Memahami & Merealisasikan Tauhid dalam Kehidupan karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas merupakan penjelasan komprehensif atas konsep tauhid berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman salaf. Penulis menguraikan hakikat tauhid sebagai inti ajaran Islam yang mencakup Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma’ wa Sifat, disertai pembahasan rinci tentang bentuk-bentuk penyimpangan akidah seperti syirik, bid’ah, dan khurafat yang banyak terjadi dalam kehidupan umat. Melalui pemaparan argumentatif serta penyertaan dalil-dalil shahih, buku ini tidak hanya menekankan urgensi memurnikan ibadah kepada Allah semata, tetapi juga mengarahkan pembaca untuk menerapkan prinsip tauhid secara praktis dalam aspek ibadah, sosial, dan moral. Karya ini ditujukan sebagai rujukan bagi kaum Muslimin dalam memahami dan mengokohkan akidah yang benar, sekaligus sebagai panduan dakwah dalam menjaga kemurnian ajaran Islam sesuai tuntunan Rasulullah .

Buku ini adalah sumber yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang tertarik pada judul buku Syarah Kitab Tauhid : Memahami & merealisasikan Tauhid dalam Kehidupan. Buku ini membahas tauhid secara tuntas dan benar-benar berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah serta perkataan ulama-ulama salaf yang lurus. dengan membaca buku ini,akan mendapatkan ilmu yang benar tentang tauhid serta terbantu untuk dapat merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Buku ini merupakan bagian dari koleksi Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Bagi yang ingin membaca dan mendalami buku ini, kunjungi layanan perpustakaan tersebut untuk menikmati pengalaman membaca langsung.

 

November 20, 2025

Perjanjian-Perjanjian Bersejarah

Sejarah mencatat bangsa Indonesia harus melewati masa penjajahan panjang yang dimulai sejak hadirnya VOC di Nusantara. Meski hanya kongsi dagang, VOC memiliki kewenangan layaknya sebuah negara melalui hak octrooi sehingga bebas menjalankan misi politik dan ekonomi, termasuk melalui perjanjian dengan kerajaan-kerajaan lokal. 

Pada masa kolonial Belanda, beberapa perjanjian pada zaman kolonial

  1. Perjanjian  Bungaya 
  2. Perjanjian  Giyanti  
  3. Perjanjian  Salatiga   
  4. Perjanjian  Tuntang   
  5. Perjanjian  Paku  Alam  
  6. Perjanjian London
  7. Beberapa Perjanjian dan Trakta (a) Perjanjian Belanda dan Kaum Padri (Perjanjian Masang; Perjanjian Padang; Pelakat Panjang); (b) Traktat Siak; (c) Perjanjian Belanda dengan Aceh (Traktat Sumatera; Pelakat Aceh)
  8. Perjanjian Kalijati

Kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik menciptakan kekosongan kekuasaan (vacuum of power) yang dimanfaatkan para pemimpin bangsa untuk memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Soekarno dan Mohammad Hatta kemudian dipercaya memimpin Republik Indonesia yang baru lahir.

Namun kemerdekaan itu bukan akhir perjuangan. Belanda kembali datang membonceng Sekutu hanya dua bulan kemudian. Pasukan NICA melakukan intimidasi untuk mengembalikan kolonialisme. Arah perjuangan bangsa pun berubah: dari merebut kemerdekaan menjadi mempertahankannya. Masa inilah dikenal sebagai periode Revolusi. 

Belanda berulang kali mengajak perundingan tiap kali terdesak di medan perang, namun kemudian melanggarnya ketika telah pulih kekuatan militernya. Meski demikian, rakyat Indonesia menunjukkan keteguhan luar biasa. Dukungan terhadap para gerilyawan mengalir tanpa pamrih, sementara dunia internasional memberi simpati dan dukungan diplomatik. Puncaknya, perjuangan masih terus berlanjut hingga pembebasan Irian Barat pada 1960-an. 

Melihat kembali seluruh perundingan yang pernah ditempuh bangsa ini, kita dapat mempelajari strategi diplomasi para pemimpin Indonesia dalam mempertahankan kedaulatan negara.

Perjanjian  pada  Zaman  Revolusi  Kemerdekaan

  1. Perjanjian  Hoge  Veluwe  
  2. Konferensi Malino  
  3. Perjanjian  Linggajati  
  4. Perjanjian  Renville  
  5. Penjanjian Roem-Roijen
  6. Konferensi Meja Bundar
  7. Pengakuan Kedaulatan
  8. Konferensi Asia Afrika
  9. Gerakan Non-Blok
  10. Perjanjian New York
Membaca sejarah bukan hanya usaha kembali ke masa silam, tetapi juga cara memahami jati diri bangsa. Seluruh perjanjian dan diplomasi yang pernah ditempuh Indonesia mengajarkan bahwa kemerdekaan diperoleh dan dipertahankan melalui kecerdasan, keberanian, serta pengorbanan. Bagi pembaca yang ingin memperdalam pemahaman mengenai perjalanan diplomasi tersebut, buku Perjanjian-Perjanjian Bersejarah dapat diakses melalui platform iBilibrary.

Perjanjian-Perjanjian Bersejarah
Penulis : Wahjudi Djaja
Penerbit : Cempaka Putih PT
Tempat Terbit : Klaten
Tahun Terbit : 2007
e-ISBN : 978-979-662-986-2

November 17, 2025

Jejak Kaki Wolter Mongisidi

 


Judul:                           Jejak Kaki Wolter Mongisidi

Penulis:                        S. Sinansari Ecip

Editor:                          -

Penerbit:                     Pustaka Refleksi

Tahun Terbit:             2008

Jumlah Halaman:    viii + 134

ISBN:                            9793570997

Penulis Resensi:       Suharman, S.S., MIM.

Robert Wolter Mongisidi adalah seorang tokoh pejuang Sulawesi Selatan, yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Robert Wolter Mongisidi yang biasa dipanggil ‘Bote’ dirumahnya, lahir di Malalayang sebuah dusun kecil diluar kota Manado, pada 14 Februari 1925. Dia berasal dari Suku Bantik, salah satu Sub Suku  Minahasa di Sulawesi Utara, tinggal di pesisir dan sekitar Kota Manado, terutama di Malalayang, Kalasey, dan kawasan utara Manado seperti Buha dan Bengkol.

Robert Wolter Mongisidi termasuk salah seorang pelajar yang cerdas dimasanya. Dia menguasai bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda dan Jepang. Selain itu dia juga banyak menulis sajak dan puisi selama masa perjuangannya, termasuk pada saat menjelang eksekusinya.

Awalnya Wolter ikut kakaknya ke Luwuk (Sulawesi Tengah) tapi kemudian pindah ke Makassar, atas ajakan kakaknya yang tertua yang kebetulan menjadi seorang Polisi di Makassar. Selama di Makassar, Wolter sekolah di SMP Nasional  (sekarang sekolah sekolah Perguruan Nasional di Jalan Dr. Ratulangi).

Di Makassar, Wolter dan kawan kawannya siswa SMP Nasional turut aktif dalam laskar laskar pemuda yang menentang penjajahan Belanda. Ada Laskar Pemberontak Indonesia Sulawesi (LAPRIS), ada Laskar Harimau Indonesia. Laskar Harimau Indonesia terdiri dari dua kelompok salah satu kelompok dipimpin oleh Wolter dan dua orang lainnya.

Ada 12 bagian dalam buku ini yang mengisahkan perjuangan Robert Wolter Mongisidi dan kawan kawannya. Bagian akhir diuraikan tentang kata dan nama nama asing yang digunakan, daftar laskar perjuangan yang menjadi anggota LAPRIS, daftar ekspedisi dari Jawa dan ditutup dengan biografi singkat penulis.

Buku ini banyak menampilkan percakapan perkapan antara para tokohnya, termasuk percakapan antara para pejuang kemerdekaan dengan para tentara Belanda (KNIL), atau percakapan antara sesama pejuang. Termasuk pula ada percakapan antara pihak Belanda yang sedang mencari pemberontak Wolter dan kawan kawannya.

Penulis buku ini meneliti dengan seksama dan menggunakan banyak sumber informasi termasuk hasil wawancara terkait perjuangan Robert Wolter Mongisidi. Meskipun terasa singkat, namun ulasannya cukup padat dan dapat dijadikan bahan referensi bagi siswa, mahasiswa, masyarakat umum maupun peneliti, yang ingin menulis lebih lengkap tentang hidup dan perjuangan Robert Wolter Mongisidi.

Membaca buku ini juga membawa kita ke masa masa perjuangan di kota Makassar dan sekitarnya. Selama ini lebih banyak buku yang membahas tentang serunya perjuangan di tanah Jawa atau Sumatra, sehingga perjuangan rakyat Sulawesi juga bisa berbicara di tingkat Nasional. Buku ini dapat dijadikan salah satu sumber sejarah lokal Sulawesi Selatan, khususnya sejarah perjuangan Robert Wolter Mongisidi dan kawan kawan.

Pembaca yang ingin mendalami kisah perjuangan Robert Wolter Mongisidi dan kawan kawan, munkin akan merasa kurang dalam hal analisis. Buku ini lebih ke pembahasan deskriptif dibanding analitis. Hasil wawancara yang digunakan sebagai sumber informasi juga oleh sebagian masyarakat dianggap tidak terlalu valid, karena bisa saja informan yang diwawancarai tidak lagi mengingat peristiwa peristiwa dimasa silam, terutama jika informannya adalah orang yang sudah sepuh.

Adanya dua penerbit yang menerbitkan buku ini pada masa yang berbeda, juga dapat membingungkan pembaca, yang mana yang lebih lengkap, karena bisa saja ada perbedaan antara penerbitan pertama (Sinar Harapan 1981) dan penerbitan kedua (Pustaka Refleksi, 2008).

Buku ini sangat bermanfaat dibaca oleh para generasi muda, pemuda, pelajar dan mahasiswa. Banyaknya sumber informasi wawancara (oral history) dapat dijadikan langkah awal sebelum menggunakan sumber informasi primer, buku buku dan arsip perjuangan yang ada di Perpustakaan atau kantor Arsip.  

Buku ini koleksi Referensi, Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.