Showing posts with label Sejarah Lisan. Show all posts
Showing posts with label Sejarah Lisan. Show all posts

November 23, 2025

Sejarah Lisan Enrekang (Oral History Enrekang)

 


Judul:                           Oral History Enrekang

Penulis:                        Tim Sejarah Lisan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Editor:                         -

Penerbit:                     Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tahun Terbit:               2016

Jumlah Halaman:        v + 327

ISBN:                            -

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Salah satu buku Sejarah Lisan (Oral History) yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan adalah buku Oral History Enrekang. Buku ini merukan transkripsi dari proyek sejarah lisan yaitu wawancara dengan para pelaku sejarah masa pemerintahan Jepang di Indonesia, khususnya di Enrekang, Sulawesi Selatan. Dokumentasi proyek ini berupa kaset kaset rekaman baik yang berukuran biasa, maupun yang dalam ukuran mini (mini kaset). Penerbitan buku Sejarah Lisan ini berkat kerjasama dengan Pusat Kajian Multikultural dan Pengembangan Regional  Divisi Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora, pada Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin.

Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk melengkapi khazanah arsip arsip tekstual yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Dari sumber sumber Audial (Kaset) ditranskripsi dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Tujuan lainnya adalah untuk memudahkan akses informasi arsip Sejarah Lisan yaitu dengan mengubah format informasinya dari arsi audial (arsip suara) menjadi arsip tekstual (arsip tercetak). Mengakses informasi arsip suara memerlukan sejumlah sarana akses informasi yang sekarang sudah mulai susah ditemukan. Teknologi perekaman informasi melalui kaset, sekarang ini sudah dianggap ketinggalan zaman (out of date), sehingga dengan adanya buku transkripsi Oral History Enrekang ini, akan memudahkan pemustaka atau peneliti serta masyarakat umum untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan sejarah Enrekang dimasa pendudukan Jepang.

Hasil wawancara sejarah lisan di Enrekang dengan topik “Awal Masuknya Jepang di Daerah Anggeraja, Enrekang” dengan informan bernama M. Syafaat (76 tahun) seorang pensiunan sipil yang beralaman di Kampung Lura, kelurahan Bambapuang, kecamatan Anggeraja Enrekang dengan pewawancara yaitu : H. Abdul Kadir Bacololo. Wawancara dilaksanakan pada 12 Oktober 1999, berlansung selama 60 menit. Informan lainnya yang diwawancarai oleh H. Abdul Kadir Bacololo adalah Husain (75 tahun) seorang petani, juga beralamat di kampung Lura. Hamzah Taju, (69 tahun) seorang petani yang juga dijadikan sumber informasi.

Pewawancara lainnya adalah Suharman Musa, yang merekam jejak sejarah lisan masuk tentara Jepang di Enrekang dari informan bapak R. Patria (72 tahun) seorang petani dari kampung Lura, kelurahan Bambapuang, kecamatan Anggeraja, Enrekang. Pewawancara lainnya adalah Andi Ahmad Saransi dan Man Arfa. Sementara itu informan lainnya adalah Hasan (75 tahun) dan M. Yahya (73 tahun), Ambe Teppo (88 tahun) dan Jamar Nyapu (75 tahun)

Membaca buku ini, membawa kita ke tahun tahun pendudukan Jepang di Indonesia, khususnya di Enrekang. Banyak kisah kisah menarik terekam dalam buku ini. Di kampung Lura, tentara Jepang membangun markas besarnya. Selain itu juga tentara Jepang membangun liang / lubang persembunyian. Anggapan kita selama ini bahwa tentara Jepang itu kejam, ternyata dari buku ini terungkap bahwa sebagian tentara Jepang itu baik hati dan suka menolong. Tentara Jepang juga mendirikan sekolah dan mengajarkan pelajaran bahasa Jepang serta olahraga  beladiri Jepang kepada anak anak sekolah di Anggeraja.

Suasana daerah di Enrekang selama masa pendudukan Jepang dideskripsikan dalam buku ini dengan baik, sehingga dapat dijadikan bahan rujukan bagi para peneliti, siswa atau mahasiswa yang ingin mengetahui lebih dalam tentang masa masa penjajahan Jepang di Enrekang atau Sulawesi Selatan pada umumnya.

Karena buku ini disusun berdasarkan hasil wawancara sejarah lisan, yang mungkin bagi sebagian orang meragukan keakuratannya. Buku ini juga tanpa ada dokumentasi foto yang dapat meyakinkan pembaca dan memperkuat argumen penulisan buku ini.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi para pencinta sejarah Sulawesi Selatan, khususnya sejarah Enrekang. Buku koleksi Perpustakaan Khusus, Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Provinsi Sulawesi Selatan.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ruang Baca Arsip, UPT Layanan Arsip, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




December 13, 2021

Oral History Enrekang

 




Buku : Oral History Enrekang

Penulis : Tim Sejarah Lisan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Penerbit : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tahun : 2016

Tempat terbit : Makassar

Jumlah Halaman : v + 327

ISBN : -

Salah satu buku Sejarah Lisan (Oral History) yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan adalah buku Oral History Enrekang. Buku ini merukan transkripsi dari proyek sejarah lisan yaitu wawancara dengan para pelaku sejarah masa pemerintahan Jepang di Indonesia, khususnya di Enrekang, Sulawesi Selatan. Dokumentasi proyek ini berupa kaset kaset rekaman baik yang berukuran biasa, maupun yang dalam ukuran mini (mini kaset). Penerbitan buku Sejarah Lisan ini berkat kerjasama dengan Pusat Kajian Multikultural dan Pengembangan Regional  Divisi Ilmu Ilmu Sosial dan Humaniora, pada Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin.

Tujuan utama penerbitan buku ini adalah untuk melengkapi khazanah arsip arsip tekstual yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. Dari sumber sumber Audial (Kaset) ditranskripsi dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Tujuan lainnya adalah untuk memudahkan akses informasi arsip Sejarah Lisan yaitu dengan mengubah format informasinya dari arsi audial (arsip suara) menjadi arsip tekstual (arsip tercetak). Mengakses informasi arsip suara memerlukan sejumlah sarana akses informasi yang sekarang sudah mulai susah ditemukan. Teknologi perekaman informasi melalui kaset, sekarang ini sudah dianggap ketinggalan zaman (out of date), sehingga dengan adanya buku transkripsi Oral History Enrekang ini, akan memudahkan pemustaka atau peneliti serta masyarakat umum untuk mengakses informasi yang berkaitan dengan sejarah Enrekang dimasa pendudukan Jepang.

Hasil wawancara sejarah lisan di Enrekang dengan topik “Awal Masuknya Jepang di Daerah Anggeraja, Enrekang” dengan informan bernama M. Syafaat (76 tahun) seorang pensiunan sipil yang beralaman di Kampung Lura, kelurahan Bambapuang, kecamatan Anggeraja Enrekang dengan pewawancara yaitu : H. Abdul Kadir Bacololo. Wawancara dilaksanakan pada 12 Oktober 1999, berlansung selama 60 menit. Informan lainnya yang diwawancarai oleh H. Abdul Kadir Bacololo adalah Husain (75 tahun) seorang petani, juga beralamat di kampung Lura. Hamzah Taju, (69 tahun) seorang petani yang juga dijadikan sumber informasi.

Pewawancara lainnya adalah Suharman Musa, yang merekam jejak sejarah lisan masuk tentara Jepang di Enrekang dari informan bapak R. Patria (72 tahun) seorang petani dari kampung Lura, kelurahan Bambapuang, kecamatan Anggeraja, Enrekang. Pewawancara lainnya adalah Andi Ahmad Saransi dan Man Arfa. Sementara itu informan lainnya adalah Hasan (75 tahun) dan M. Yahya (73 tahun), Ambe Teppo (88 tahun) dan Jamar Nyapu (75 tahun)

Membaca buku ini, membawa kita ke tahun tahun pendudukan Jepang di Indonesia, khususnya di Enrekang. Banyak kisah kisah menarik terekam dalam buku ini. Di kampung Lura, tentara Jepang membangun markas besarnya. Selain itu juga tentara Jepang membangun liang / lubang persembunyian. Anggapan kita selama ini bahwa tentara Jepang itu kejam, ternyata dari buku ini terungkap bahwa sebagian tentara Jepang itu baik hati dan suka menolong. Tentara Jepang juga mendirikan sekolah dan mengajarkan pelajaran bahasa Jepang serta olahraga  beladiri Jepang kepada anak anak sekolah di Anggeraja.

Buku sangat direkomendasikan bagi para pencinta sejarah Sulawesi Selatan, khususnya sejarah Enrekang. Buku koleksi Perpustakaan Khusus, Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan  Provinsi Sulawesi Selatan.

 



 


April 23, 2020

Masa Pendudukan Jepang di Maros



Buku : Transkripsi Oral Histori Masa Pemerintahan Jepang di Maros, Sulawesi Selatan
Penulis : Tim Dispus-Arsip Sul-Sel
Penerbit : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Makassar 2015
Jumlah Halaman : vii + 215
Ukuran : 14,5 x 21 cm
ISBN : -

Jika anda ingin mengetahui, mengkaji atau meneliti bagaiman suasana kehidupan di Maros, Sulawesi Selatan pada masa pendudukan Jepang, masa ketika Pasukan Jepang mengambil alih kekuasaan dari tangan pasukan Belanda, maka buku ini adalah salah satu sumber informasi yang anda butuhkan. Meskipun tidak secara lengkap menggambarkan keadaan dan suasana waktu itu, tetapi setidaknya ada fragmen kehidupan masa penjajahan Jepang yang bisa kita ambil dari buku ini. Buku ini juga merupakan hasil transkripsi dari hasil wawancara sejarah lisan (Oral Histori) yang dilaksanakan oleh Tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan beberapa tahun silam.

Sejarah Lisan adalah karya sejarah atau historiografi yang didominasi oleh sumber lisan (Sugeng Priyadi, 2017:15). Perlu diketahui bahwa Sejarah Lisan, adalah salah satu sumber informasi kesejarahan dan nilai budaya tradisional yang sangat potensial bagi pembinaan kebudayaan di suatu daerah. Demikian halnya dengan Transkripsi Sejarah Lisan ini, dapat dijadikan sumber informasi kesejarahan untuk daerah Maros, dan Sulawesi Selatan pada umumnya. Informasi kesejarahan yang ada dalam buku ini adalah hasil wawancara beberapa tokoh masyarakat atau masyarakat biasa yang pernah menjalani kehidupan masa pendudukan Jepang. Pelaksanaan wawancara dilaksanakan pada tahun 1999, oleh Tim dari Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, dan pelaksana transkripsi hasil wawancara dilaksanakan oleh Tim dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Buku ini diawali dengan Kata Pengantar dan Sambutan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan, kemudian pendahuluan dan transkripsi hasil wawancara. Ada 6 orang warga atau tokoh masyarakat dengan rincian sebagai berikut;

1.      Topik : Tentang Jepang di Camba. Informan : Puang Bori Sirua dan Istri, seorang pensiunan Polisi yang berusia 79 tahun, tinggal di Desa Cempaniga, Kecamatan Camba, suku Bugis. Pewawancara adalah Suharman Musa, dan wawancara berlangsung selama 85 menit, dilaksanakan pada tanggal 29 September 1999. Wawancara menggunakan bahasa Indonesia dan Bugis.
2.      Topik : Tentang Masuknya Jepang di Camba. Informan : Puang Salle, seorang laki laki berusia 79 tahun, pedagang, suku Bugis, tinggal di Desa Cempaniaga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Pewawancara : Suharman Musa, dan wawancara berlangsung selama 85 menit menggunakan bahasa Indonesia dan Bugis.
3.      Topik : Sejarah Kedatangan Pasukan Jepang di Camba. Informan : Puang Daeng Sitonra, laki laki umur 89 tahun, anggota Veteran TKRI, beralamat di Camba, Maros. Pewawancara : Suharman Musa, dan wawancara berlangsung selama 60 menit pada tanggal 29 September 1999, menggunakan bahasa Bugis dan Indonesia.
4.      Topik : Tentang Masuknya Jepang di Camba Maros. Informan ; Haji Ba’du Syukur, laki laki berusia 72 tahun, anggota Veteran TKRI, beralamat di Desa Cempaniga, Kecamatan Cambar, Kabupaten Maros. Pewawancara : Man Arfa, dan wawancara berlangsung 60 menit menggunakan bahasa Bugis dan Indonesia pada tanggal 29 September 1999.
5.      Topik : Masuknya Jepang di Camba. Informan : Haji Abdul Wahab, laki laki berusia 80 tahun, anggota Veteran TKRI, beralamat di Desa Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Pewawancara adalah Drs. Abdul Kadir Bacololo. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 29 September 1999, menggunakan bahasa Bugis dan Indonesia.
6.      Topik : Pendudukan Jepang di Camba. Informan : Baso Sirua, laki laki, bertempat tinggal di Desa Cempaniga, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros. Pewawancara : Man Arfa, wawancara menggunakan bahasa Indonesia dan Bugis,  pada tanggal 29 September 1999

Buku ini dapat dibaca di Perpustakaan Khusus Unit Kearsipan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.