December 23, 2024

Dunia Maritim Indonesia dalam Perspektif Budaya

Nelayan merupakan suatu komunitas yang menggantungkan hidupnya di laut. Laut sangat kaya akan hasil ikannya, namun tidak semua nelayan dapat menikmatinya dan berada pada taraf kehidupan yang lebih matang dan makmur. Namun sebaliknya sebagian besar nelayan masih berada di bawah garis kemiskinan, khususnya para nelayan tradisional, mereka masih menggunakan alat tangkap yang masih tradisional, sehingga mereka hanya bisa berlayar untuk mencari ikan pada zona-zona tertentu, akibat keberadaan alat tangkap. Belum lagi adanya musim-musim, mereka tidak dapat melaut, sehingga untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari mereka harus melakukan usaha yang dapat menghasilkan uang, guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Buku Dunia Maritim Indonesia dalam Perspektif Budaya merupakan hasil penelitian sejarah dan budaya menjadi salah satu koleksi layanan deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang belokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang, Makassar. Buku ini telah di seminarkan dengan tema  "Dunia Maritim Indonesia dari Perspektif Sejarah dan Budaya". Adapun makalah yang termuat di Buku 1 ini adalah:

  • Ikon Kemaritiman dalam Kehidupan Spiritual (Kajian atas Sub Teks Naskah Tasawuf: Timbangan) oleh Agus Heryana
  • Ideologi dan Konstruksi Perahu Belang Masyarakat Aru, oleh Marthen M. Pattipeilohy
  • Pengetahuan Orang Laut tentang alam di Provinsi Kepulauan Riau, oleh Evawarni
  • Palebon: Upacara Ngaben di Jawa, oleh Noor Sulistyo Budi
  • Pesan Pelestarian Lingkungan dalam Kearifan Lokal Tradisi Buang Buang pada Masyarakat Mempawah Kalimantan Barat, oleh M. Natsir
  • Sistem Pengetahuan Tradisional Nelayan Bajo dalam Pengelolaan Sumber Daya Laut di Kabupaten Bone, oleh Raodah
Buku ini membahas tentang konsep laut menurut masyarakat di Pesisir utara tanah Papua. Masyarakat yang hidup di pesisir pantai utara Papua memahami laut sesuai dengan kebudayaannya, yakni laut tidak hanya sebagai tempat untuk mencari nafkah, namun laut dijadikan sebagai tempat menjalin hubungan antar individu atau manusia, baik melalui penangkapan ikan, pelayaran, maupun hubungan melalui perdagangan. Selain itu, mereka memiliki aturan-aturan dan nilai-nilai dalam mengolah laut yang harus dipatuhi guna terjalinnya ekosistem dengan baik. 

Selanjutnya tentang teknologi penangkapan ikan pada masyarakat di Pulau Aru, khususnya perahu tradisional yang dikenal dengan perahu belang. Perahu tersebut tidak sekedar dibuat untuk dijadikan sebagai transportasi untuk menangkap ikan, akan tetapi mengandung filosofi sesuai dengan nilai budaya pada komunitas adat yang ada di Pulau Aru. Konstruksi perahu tersebut disesuaikan dengan struktur sosial masyarakat yang bersangkutan.

Kearifan lokal masyarakat di pesisir Pantai Pulau Bungin Nusa Tenggara Barat, khususnya terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap laut yang menganggap bahwa di laut banyak tantangannya sehingga perlu melakukan tolak bala guna menghindari malapetaka selama melaut atau guna menjaga keselamatan di laut.

Orang Bajo di Kabupaten Bone, khususnya berkaitan dengan sistem pengetahuan yang mereka miliki berkaitan dengan proses penangkapan ikan di laut, termasuk pengetahuan tentang flora dan fauna, serta tanda-tanda alam yang dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan mereka sehari-hari sebagai sebuah komunitas yang sangat akrab dengan kehidupan laut.

Sedangkan masyarakat Pesisir di Kepulauan Riau, juga berkaitan dengan pengetahuan masyarakat terkait dengan tanda-tanda alam yang kemudian menjadi patokan mereka dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari sebagai nelayan.

Adapun masyarakat pesisir di Minahasa yang melakukan upacara syukuran berupa penyerahan sesajen di tepi pantai kemudian dilarungkan ke laut yang ditujukan kepada penguasa laut yang telah memberikan hasil tangkapan, sehingga kehidupan mereka bisa survive. Upacara tersebut dikenal dengan upacara labuang.

Berbeda dengan masyarakat Jawa yang melestarikan ajaran Hindu dengan melakukan upacara life cycle, khususnya upacara kematian dengan melakukan pembakaran jenazah dan abu jenazah dimasukkan ke dalam goci-gocu dan dilarungkan ke pantai. Upacara tersebut dikenal dengan palebon atau ngaben.

Tradisi masyarakat pesisir di Kalimantan Barat. Upacara tersbut dikenal dengan tradisi buang-buangan, yakni tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di sungai guna menghindari penghuni sungai berupa buaya, tidak memangsa manusia, sebab manusia memiliki hubungan kekerabatan terhadap buaya. Oleh karena itu, maka salah satu bentuk penghormatan kepada penghuni sungai yang melakukan upacara buang-buangan dengan membaca mantra dan memberi sesajen di sungai.

Hal-hal lain terkait kemaritiman juga terkait karya sastra memuat menjelaskan pemahaman spiritual dengan memakai simbol-simbol kemaritiman, seperti kesenian masyarakat pesisir pantai di Pulau  Sumatera di daerah Pulau Brauh, kemudian dijadikan sebagai media untuk menyampaikan syiar Islam.

Dunia Maritim Indonesia dalam Perspektif Budaya (Buku 1)
Penulis: Agus Heryana, Marthen M. Pattipeilohy, Evawarni, Noor Sulistyo Budi, M. Natsir, Raodah
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2017
ISBN: 978-979-3570-95-2

December 19, 2024

Pancana Pusat Pelayaran Niaga: Kerajaan Bugis Melayu di Nusantara

Pancana merupakan Ibu Kota Kerajaan Tanete sejak awal pertumbuhannya sebagai kota pelabuhan yang terpenting dalam jaringan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan Bugis. Sejak itu Pancana/Tanete telah masuk dalam jaringan perdagangan yang menghubungkan antara dunia niaga Bugis dan Asia Tenggara. Ia muncul sebagai bagian dari titik temu antara dunia niaga di belahan Timur (Maluku, Irian Jaya) dan Barat (Kalimantan, Malaka, Jawa, Asia Selatan dan juga Eropa), dan antara dunia niaga di belahan utara (Filiphina, Jepang dan Cina) dan selatan (Nusa Tenggara dan Australia).

Kehadiran Pancana sebagai jalur perdagangan tidak dapat ditempatkan secara terpisah dari sejarah perdagangan Makassar / Gowa dan Kerajaan-kerajaan Bugis yang menguasai produksi komoditi di pedalaman Bugis. Hal itu bukan hanya didasarkan atas kenyataan bahwa kegiatan perdagangan berkaitan erat dengan interaksi antara seseorang dengan yang lainnya, atau antara kelompok dengan kegiatan tukar menukar barang dan jasa, tetapi juga karena terjadinya percaturan dan hubungan ekonomi yang kuat antara kelompok bangsa dalam menguasai sumber-sumber ekonomi. Juga ketika itu telah terjalin dan berkembangnya hubungan niaga antar pusat-pusat perdagangan. 

Peranan Pancana sebagai bandar niaga atau kota pelabuhan di pedalaman Bugis sekaligus sebagai pusat peradaban kemaritiman yang membentuk tiga peran, yakni sebagai "centre of cahange" centre of interation dan centere of culture".

Laporan penelitian Pancana Pusat Pelayaran Niaga: Kerajaan Bugis Melayu di Nusantara merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit yang berlokasi di Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar yang membahas tentang perkembangan kota Pancana dengan berbagai pengaruh yang masuk, maka cakrawala kebaharian suku bugis, Makassar dan Melayu semakin penting dalam jaringan perdagangan Asia Tenggara di masa lalu. Itulah sebabnya hukum perdagangan dan pelayaran Amannagappa muncul dan lahir atas kreativitas para pelaut dan pedagang Bugis Makassar hadir dalam mengatasi tantangan perdagangan Nusantara.

Di bidang politik, dengan ideologi Islam Tanete telah berhasil menjadi pusat perdagangan dan penyebaran Islam di wilayah Indonesia bagian Timur. Di samping itu juga menempatkan Pancana sebagai pusat perdagangan di Nusantara. Di Bidang Kebudayaan, Tanete mengalami kemajuan yang pesat. Berkembangnya pelabuhan Pancana secara otomatis meningkatkan interaksi masyarakat Tanete bahkan dengan terbukanya perkampungan dari berbagai bangsa seperti: Melayu, Cina, Arab, Melayu, Belanda, Inggris, Portugis. Adanya interaksi ini melahirkan kontak budaya yang sangan intensif baik yang bersifat imitasi, asimilasi, maupun akulturasi. 

Politik kebudayaan Bugis yang menekankan asas selektif, adaptif dan inovatif, mendorong kebudayaan Bugis dan Melayu ke arah peradaban yang lebih tinggi. Dan hal ini berdampak pula pada kerajaan-kerajaan Bugis, bahkan wilayah-wilayah Semenanjung Melayu khususnya Kesultanan Johor. 


Pancana Pusat Pelayaran Niaga: Kerajaan  Bugis Melayu di Nusantara 
Penerbit: Pusar Kajian Multikultural dan Pengembangan Regional PKP Universitas Hasanudin dengan Dinas Komunikasi Informasi Kebudayaan ddan Pariwisata Kab. Barru
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2006

December 12, 2024

Psikologi Bencana

 


Judul:                           Psikologi Bencana

Penulis:                        Zarina Akbar, Ernita Zakiah & Gita Irianda Rizkyani Medellu

Editor:                         -

Penerbit:                     Kencana

Tahun Terbit:               2022

Jumlah Halaman:        x + 282

ISBN:                         9786233841474

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Indonesia termasuk satu negara yang sering dilanda bencana. Letak Indonesia secara geografis berada di dalam Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Ring of Fire adalah wilayah yang membentang sepanjang 40.000 kilometer di sekitar Samudra Pasifik dan terdiri dari rangkaian gunung berapi serta situs aktif seismik. Indonesia berada di dalam Ring of Fire karena terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Bencana yang sering terjadi di Indonesia misalnya gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan tsunami, yang semua menimbulkan kerugian, baik kerugian harta benda maupun jiwa. Dampak psikologis bagi warga selalu menyertai terjadinya bencana. Penanganannya biasanya adalah adanya bantuan bahan pangan dan shelter dari pemerintah. Hal lain yang perlu di perhatikan pula adalah harus selalu ada bantuan pemulihan aspek psikis dan kejiwaan bagi warga yang terkena bencana.

Topik pemulihan aspek psikis dan kejiwaan para warga yang terkena bencana inilah yang dibahas dalam buku ini. Di uraikan secara rinci dalam buku ini bagaimana membantu, mempelajari dan memahami mengenai psikologi bencana.

Buku ini terdiri dari 10 bab, dan masing masing bab terdiri dari sub bab. Setiap bab ditutup dengan Rangkuman. Diawali dengan pembahasan tentan pengertian bencana secara umum, jenis dan dampak bencana. Kemudian konsep dasar psikologi bencana, termasuk peran dan penerapan peran psikologi terhadap bencana. Penelitian dalam konteks bencana termasuk isu isu yang ada dan tahapan penelitian bencana juga dibahas.  

Selanjutnya ada uraian tentang asesmen bencana, asesmen kebutuhan, karakteristik penyintas bencana dan desain asesmen. Teori teori penanganan bencana dan manajemen bencana misalnya tahapan manajemen bencana, kelompok yang terlibat, dan sistem penanganan bencana.

Buku ini sangat luas membahas tentang bencana. Bahkan etika penanganan bencana juga di ulas, termasuk etika para relawan. Langkah langka pencegahan bencana, psychologial first aid (PFA) serta Aplikasi bencana diuraikan diakhir bab. Buku ini ditutup dengan lampiran daftar pustaka, dan biografi singkat para penulisnya.

Banyak nilai positif atau kelebihan dari buku ini diantaranya, buku ini mengintegrasikan konsep-konsep psikologi dalam konteks penanganan bencana, mencakup aspek pencegahan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Para penulis juga menyertakan berbagai contoh studi kasus dari pengalaman nyata, sehingga pembaca dapat memahami penerapan teori dalam situasi nyata. Penjelasan tentang dampak psikologis bencana dan metode intervensi dijabarkan dengan bahasa yang mudah dimengerti, cocok untuk pembaca umum dan profesional. Buku ini juga menyoroti peran budaya, norma sosial, dan struktur komunitas dalam mengelola trauma dan adaptasi psikologis.

Namun demikian ada pula hal hal yang perlu diperhatikan misalnya dalam bku ini tidak banyak membahas bagaimana teknologi modern, seperti aplikasi kesehatan mental, dapat diterapkan dalam penanganan psikologis bencana. Demikian pula dengan studi kasus dan referensi yang digunakan lebih fokus pada Indonesia, sehingga mungkin kurang relevan untuk pembaca internasional.

Buku ini juga kurang memanfaatkan diagram, grafik, atau ilustrasi yang dapat membantu pembaca memahami data atau proses psikologis dengan lebih mudah. Selain itu pendekatan teoretis yang lebi dominan atau lebih banyak dibandingkan teknik praktis yang bisa langsung diterapkan oleh praktisi di lapangan.

Buku ini cocok untuk pembaca yang tertarik memahami aspek psikologis dari penanganan bencana, baik dari kalangan akademisi, praktisi, maupun masyarakat umum.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.






Manajemen Komunikasi Digital

 


Judul:                         Manajemen Komunikasi Digital, Perencanaan, Aktivitas, dan Evaluasi

Penulis:                       Dr. Rulli Nasrullah, M.Si.

Editor:                         -

Penerbit:                     Kencana

Tahun Terbit:               2021

Jumlah Halaman:        xviii + 316

ISBN:                         9786232189577

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Diera internet sekarang ini, komunikasi dan interaksi antar manusia dan antar institusi banyak dilakukan dalam bentuk komunikasi digital. Begitu pula dengan program kehumasan dan promosi promosi yang dilakukan oleh institusi juga banyak dilakukan dalam format digital. Kehadiran media sosial dan berbagai macam aplikasi juga semakin memudahkan bentuk komunikasi dan interaksi digital ini.

Komunikasi digital inilah yang menjadi topik utama pembahasan buku ini, dan dapat dijadikan bahan rujukan dalam pengelolaan atau manajemen komunikasi digital. Selain memuat teori dan konsep komunikasi, juga membahas mulai dari perencanaan, aktivitas sampai pada evaluasinya.

Terdiri dari 10 bab, dan masing masing bab terbagi lagi menjadi beberapa sub bab, buku ini diawali dengan pembahasan tentang komunikasi digital, pendekatan konsep dan teori. Pada awal bab ini dijelaskan bagaimana komunikasi terjadi sejak adanya internet dan terjadinya komunikasi digital. Kemudian munculnya media sosial yang mengubah arah medium komunikasi digital. Pada bagian ini dijelaskan tentang definisi, karakter, jenis jenis media sosial, termasuk diantarany social networking, blog, microblogging, media sharing dan lain lain.

Internet dan budaya digital diuraikan pada bab selanjutnya. Pada bagian ini, pembahasan tentang budaya dan literasi digital serta pengaruhnya terhadap praktik kehumasan pada institusi. Disebutkan oleh penulis bahwa perlu adanya panduan dalam komunikasi digital, baik panduan dalam bermedia sosial, maupun panduan style atau gaya bermedia sosial.

Manajemen SDM komunikasi dan pelayanan publik digital dibahas pada bagian berikutnya. Disusul kemudian pembahasan tentang konten di media sosial yang bisa menjadi kekuatan institusi. Disajikan pula bagaimana strategi mengelola interaksi, persoalan krisis dalam komunikasi digital serta terakhir evaluasi dalam komunikasi digital.

Buku "Manajemen Komunikasi Digital, Perencanaan, Aktivitas, dan Evaluasi" karya Dr. Rulli Nasrullah ini adalah referensi yang komprehensif dalam bidang komunikasi digital. Namun demikian ada beberapa kelebihan buku ini diantaranya:

Buku ini tidak hanya memaparkan teori dan konsep, tetapi juga mencakup perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi dalam komunikasi digital. Buku ini juga memberikan panduan praktis tentang bagaimana institusi dapat memanfaatkan media sosial untuk komunikasi dan pelayanan publik digital dan sangat relevan di era digital saat ini, di mana media sosial dan aplikasi digital memainkan peran penting dalam komunikasi institusi.

Buku ini juga bermanfaat bagi praktisi komunikasi, humas, serta mereka yang tertarik pada kajian komunikasi digital dari berbagai perspektif, termasuk pemasaran, periklanan, jurnalisme, sosial, budaya, dan politik.

Namun demikian ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan misalnya meskipun buku ini komprehensif, mungkin ada keterbatasan dalam jumlah studi kasus yang disajikan untuk menggambarkan penerapan konsep-konsep yang dibahas. Beberapa pembaca juga mungkin merasa bahwa buku ini terlalu teoritis dan kurang memberikan contoh praktis yang lebih mendalam. Mengingat cepatnya perkembangan teknologi dan media sosial, buku ini mungkin memerlukan pembaruan berkala untuk tetap relevan dengan tren terbaru.

Secara keseluruhan, buku ini merupakan sumber yang sangat baik bagi siapa saja yang ingin memahami dan mengelola komunikasi digital secara efektif.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



December 11, 2024

Bahasa Indonesia, Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah

 


Judul:                          Bahasa Indonesia, Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah

Penulis:                       Sri Hapsari Wijayanti, dkk.

Editor:                         -

Penerbit:                     Rajawali Pers

Tahun Terbit:               2021

Jumlah Halaman:        xiv + 304

ISBN:                         9789797697822

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Topik utama pembahasan buku ini adalah bagaimana penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam penulisan dan penyajian karya ilmiah. Menulis karya ilmiah adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa dan pelajar, maupun para profesional lainnya. Dalam penulisan karya ilmiah, harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah kaidah yang berlaku dan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

Buku ini dapat dijadikan panduan bagi masyarakat umum, terutama mahasiswa dalam mengerjakan tugas tugas penulisan karya ilmiah selama perkuliahan atau selama masa pendidikan. Selain itu, juga dapat dijadikan panduan dalam melakukan presentasi ilmiah pada forum akademis. Tersedia pula banyak contoh latihan yang dapat dikerjakan oleh pembaca atau didiskusikan bersama mahasiswa lainnya.

 Terbagi menjadi 8 unit (bagian) dan masing masing unit terbagi lagi menjadi beberapa sub unit. Diawali dengan penjelasan tentang Ejaan Yang Disempurnakan. Pada unit ini, diuraikan tentang penulisan huruf kapital, huruf miring, penulisan kata, unsur serapan, angka/bilangan, dan penggunaan tanda baca.

Penggunaan kalimat efektif juga dibahas pada unit selanjutnya dimana diuraikan pengertian tentang subjek, objek, predikat, pelengkap, dan keterangan. Dijelaskan pada bagian ini tentang jenis jenis kalimat, kalimat efektif, pemilihan kata, perangkaian kalimat, dan penataan kalimat dalam suatu paragraf.

Unit selanjutnya diberikan penjelasan secara singkat tentang paragraf, esai, reproduksi bacaan, makalah, proposal penelitian dan terakhir bagaimana menyajikan presentasi ilmiah. Pada unit reproduksi bacaan, pembaca disajikan cara cara meringkas suatu bacaan, perbedaan ringkasan dan ikhtisar, cara membuat resensi, rangkuman, menyusun sintesis dan cara membuat abstrak.

Pembuatan makalah yang merupakan hal yang paling sering dilakukan mahasiswa juga di ajarkan dalam buku ini. Dijelaskan bahwa, ada yang namanya makalah penelitian, ada pula makalah non-penelitian. Ada makalah studi, makalah kerja dan makalah kajian.

Pada bagian terakhir yaitu penyajian atau presentasi ilmiah, disajikan tata cara presentasi, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi presentasi. Ada juga dibahas tentan sistematika penyajian slide dan teknik presentasi.

Buku ini memiliki banyak kelebihan diantaranya : buku ini membahas kaidah penggunaan bahasa Indonesia secara mendetail, mencakup aspek kebahasaan seperti tata bahasa, ejaan, hingga penyusunan kalimat yang efektif. Selain itu juga dilengkapi dengan contoh-contoh konkret dari berbagai jenis karya ilmiah seperti proposal penelitian, makalah, atau esai akademik, sehingga memudahkan pembaca memahami penerapan teorinya.

Buku ini menyusun materi secara sistematis mulai dari dasar penggunaan bahasa hingga teknik penyajian ilmiah, yang sangat berguna bagi mahasiswa dan akademisi. Buku ini juga  mengikuti pedoman resmi seperti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), memastikan akurasi dan kesesuaiannya. Selain itu penulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sehingga buku ini cocok bagi pemula maupun kalangan yang sudah berpengalaman.

Namun demikian ada pula beberapa hal yang mungkin dapat dianggap sebagai kekurangan buku ini misalnya buku ini fokus pada penerapan kaidah resmi sehingga kurang memberikan panduan untuk menyelaraskan penulisan dengan tren akademik modern seperti penggunaan perangkat lunak penulisan ilmiah. Buku ini lebih banyak menggunakan teks dibandingkan tabel, diagram, atau infografis, yang bisa membuat pembaca cepat bosan.  Beberapa bagian terlalu menekankan teori kebahasaan tanpa memberikan solusi praktis untuk masalah umum yang sering ditemui penulis pemula.

Dalam era digital, banyak mahasiswa atau akademisi yang memanfaatkan alat bantu seperti aplikasi pengolah kata atau manajer referensi, namun hal ini kurang diulas.

Buku ini tetap menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun, tambahan elemen interaktif dan pembahasan inovatif akan membuatnya lebih relevan di era digital.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



December 10, 2024

Anakku, Guru Kehidupanku: Catatan Seorang Psikolog

 


Judul:                         Anakku, Guru Kehidupanku: Catatan Seorang Psikolog

Penulis:                      Yuli Fajar Susetyo

Editor:                        Restu Damayanti

Penerbit:                    Bumi Aksara

Tahun Terbit:              2018

Jumlah Halaman:        xvi + 198

ISBN:                        9786024444624

Penulis Resensi:         Suharman, S.S., MIM.

Buku ini ditulis oleh seorang ayah dari 5 orang anak yang juga seorang Psikolog dan dosen pada Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Apa yang dibahas dalam buku ini adalah pengalaman sehari hari penulis dalam mendidik dan mengasuh anak anaknya dan pelaksanaan praktek psikologi yang menjadi bidang keahlian penulis.

Yuli Fajar Susetyo menuliskan pengalaman pengalamannya bersama anak anaknya dan kemudian menuliskan teori teori psikologi yang menyertai setiap pengalaman itu. Melalui pengasuhan ke-5 anaknya, penulis ini juga sekaligus mempraktekkan ilmu psikologi yang dikuasainya. Menurut penulis, anak anak belajar dari orangtuanya, namun orangtua pun belajar dari anak anaknya. Orangtua banyak belajar dari anak tentang bagaimana memahami diri sendiri, bagaimana mengelola emosi, mensyukuri nikmat, bertindak dengan penuh petimbangan bagaimana menjadi individu yang lebih baik.

Terdiri dari tiga bagian, dimana setiap bagian terbagi lagi menjadi beberapa sub bagian yang merupakan penggalan atau fragmen pengalaman penulis bersama anak anaknya. Ketiga bagian dalam buku ini adalah: “Anak dan Keluarga”, “Anak dan Teman Sebaya”, dan “Anak dan Sekolah”.

Pada bagian pertama, dikisahkan bagaimana penulis sebagai orangtua berusaha menunda memenuhi kebutuhan anak anaknya. Misalnya anak anak minta dibelikan boneka baru, sementara bonekanya masih cukup banyak dan masih bagus, maka penulis biasa mencari alasan, supaya permintaan itu tidak perlu segera dipenuhi. Biasanya si Ayah akan memberi alasan “Ayah belum gajian, Nak!”. Hal ini dikaitkan dengan teori psikologi tentang “penundaan pemuasan”. Nah, anak anak terkadang menjadi tantrum (marah dan menangis keras) jika keinginannya tidak terpenuhi. Disini perlunya pengelolaan emosi orangtua.

Penulis juga memiliki anak kembar dan dalam buku ini juga dibahas tentang teori teori yang membahas tentang anak kembar, bagaimana pengaruh herediter dan pengaruh lingkungan dalam pembentukan perilaku anak kembar.

Kelebihan buku ini karena ditulis oleh seorang psikolog, sehingga teori-teori yang dipaparkan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Penulis mampu menjelaskan konsep psikologi anak secara sederhana sehingga mudah dipahami oleh orang tua maupun pembaca awam. Selain itu buku ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga memuat banyak contoh nyata dari pengalaman penulis dalam mendidik anak. Hal ini memudahkan pembaca untuk mengaitkan teori dengan situasi sehari-hari.

Penulis menggunakan pendekatan humanis dalam menjelaskan pola asuh, menekankan pada empati, kasih sayang, dan hubungan yang sehat antara orang tua dan anak. Selain itu gaya bahasa yang digunakan mudah dipahami dan komunikatif, sehingga buku ini dapat dinikmati oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Penulis mampu memadukan pengalaman pribadi dengan teori psikologi, membuat buku ini tidak hanya informatif, tetapi juga menginspirasi pembaca untuk melihat anak sebagai individu yang berharga dan unik.

Namun demikian ada beberapa hal yang mungkin dapat disebut sebagai kekurangan buku ini antara lain beberapa pembahasan tentang pengalaman pribadi mungkin kurang rinci dan tidak selalu disertai dengan solusi yang komprehensif, sehingga pembaca mungkin perlu referensi tambahan untuk pemahaman yang lebih dalam. Buku ini juga cenderung menonjolkan pengalaman penulis sebagai rujukan utama, yang bisa kurang relevan untuk pembaca dengan situasi keluarga atau budaya yang berbeda.

Buku ini juga lebih bersifat naratif, dan tidak banyak menyediakan panduan atau alat interaktif seperti checklist, worksheet, atau panduan langkah demi langkah yang dapat membantu pembaca menerapkan pola asuh dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun buku ini cukup komprehensif, ada beberapa aspek pola asuh atau perkembangan anak yang tidak dibahas secara mendalam, seperti pengaruh teknologi modern terhadap psikologi anak.

Secara keseluruhan, "Anakku, Guru Kehidupanku, Catatan Seorang Psikolog” adalah buku yang sangat bermanfaat bagi orang tua atau pendidik yang ingin mendalami pola asuh berbasis psikologi, dengan catatan bahwa pembaca mungkin perlu mencari tambahan sumber untuk memperluas wawasan.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




December 9, 2024

Strategi Meningkatkan Daya Baca

 


Judul:                         Strategi Meningkatkan Daya Baca

Penulis:                      Nurhadi

Editor:                       Nur Syamsiyah

Penerbit:                    PT. Bumi Aksara

Tahun Terbit:              2019

Jumlah Halaman:        x + 164

ISBN:                         9786022175742

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Di era informasi sekarang ini, daya baca sesorang menjadi sangat penting untuk mencari, mengakses dan mengelola informasi secara efektif dan efisien. Buku ini merupakan panduan bagi masyarakat umum, terutama mahasiswa, guru dan dosen dalam mengembangkan dan meningkatkan daya baca. Berbagai macam teori membaca, termasuk tahap tahap membaca, strategi meningkatkan minat dan kemampuan membaca di bahas dalam buku ini.

Buku ini terdiri dari 4 bab dan masing masing bab dibagi lagi menjadi beberapa sub bab. Bab pertama membahas tentang bagaimana cara meningkatkan kemampuan membaca. Pertama, diuraikan tentang tingkatan membaca yang menurut penulis ada tiga tingkatan yaitu : Reading the Lines, Reading between the Lines, dan Reading Beyond the Lines.

Modal membaca dijelaskan dalam bab ini, termasuk diantaranya kemampuan berbahasa, teknik membaca, tujuan membaca dan pengetahuan praktis yang mendukung kegiatan membaca.

Bagaimana menemukan gagasan dalam membaca dibahas pada bab kedua. Dijelaskan disini bagaimana menemukan ide pokok bacaan, ciri ciri kalimat yang mewadahi ide pokok dan cara menemukan ide pokok. Tambahan penjelasan tentang bagaimana menangkap detail secara cepat dan bagaimana membuat contoh ringkasan dan ikhtisar, serta bagaimana membaca Tabel, Grafik dan Bagan.

Pembahasan tentang pentingnya meningkatkan kecepatan membaca diuraikan pada bab selajutnya. Pada bab ini dibuat rincian perlunya meningkatkan kecepatan membaca, perbedaan antara pembaca yang efektif dengan pembaca yang tidak efektif, bagaimana membaca cepat, hakikat membaca cepat, cara mengukur kecepatan membaca dan tipe pembaca yang tidak efisien.

Terakhir diberikan strategi mengembangkan kecepatan membaca, termasuk diantaranya metode ‘Gerak Mata’. Contoh bentuk latihan yang dapat meningkatkan kecepatan membaca diulas pada bagian akhir, termasuk latihan meningkatkan konsentrasi, latihan mempercepat gerak mata, memperluas jangkauan pandangan mata, dan cara mengecek kecepatan membaca.

Buku ini dilengkapi dengan glossarium yaotu daftar istilah, daftar pustaka dan juga profil penulis. Juga dilengkapi dengan banyak daftar gambar dan daftar tabel yang menjadi pelengkap buku sehingga semakin mudah dipahami.

Kelebihan buku ini diantaranya adalah pembahasannya terstruktur dan menyajikan materi dengan struktur yang sistematis, mulai dari pengenalan konsep daya baca, strategi, hingga aplikasi teknik membaca. Ini memudahkan pembaca untuk mengikuti langkah-langkah yang diajarkan. Penulis menawarkan berbagai teknik membaca, yang membantu pembaca meningkatkan efisiensi membaca sesuai kebutuhan. Selain itu buku ini tidak hanya membahas kecepatan membaca, tetapi juga bagaimana meningkatkan pemahaman terhadap teks, sehingga pembaca tidak hanya membaca cepat tetapi juga efektif.

Selain itu topik ini relevan bagi berbagai kalangan, baik pelajar, mahasiswa, maupun profesional yang ingin meningkatkan produktivitas membaca. Buku ini juga dilengkapi dengan contoh dan latihan yang memungkinkan pembaca langsung mempraktikkan strategi yang diajarkan, sehingga materi lebih mudah diterapkan.

Namun demikian, ada beberapa kekurangan dalam buku ini diantaranya pendekatan yang mungkin terlalu akademis atau teknis, sehingga pembaca umum yang baru memulai mungkin merasa kesulitan memahami konsep tertentu. Buku ini juga cenderung memberikan panduan umum tanpa banyak menyesuaikan strategi membaca untuk berbagai jenis teks, seperti teks fiksi, ilmiah, atau teknis. Buku ini kurang pembahasan teknologi modern misalnya alat bantu membaca seperti aplikasi e-reader atau teknologi text-to-speech, yang bisa menjadi pelengkap. Latihan membaca yang disediakan cenderung mengacu pada teknik lama tanpa menambahkan pendekatan baru yang relevan untuk teks digital atau membaca cepat online. Beberapa strategi yang dijelaskan mungkin kurang disertai contoh yang relevan dengan konteks pembaca Indonesia, sehingga membutuhkan adaptasi sendiri.

Buku ini sangat berguna sebagai panduan awal bagi pembaca yang ingin meningkatkan keterampilan membaca mereka. Namun, pembaruan dengan memasukkan teknologi modern dan contoh kontekstual bisa menambah daya tarik buku ini.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




Panduan Berinternet Sehat dan Aman bagi Remaja

 


Judul:                          Panduan Berinternet Sehat dan Aman untuk Remaja

Penulis:                       Louie Stowell

Editor:                         Putri Fitrisia & Winny Rachmayanti

Penerbit:                     Esensi, Erlangga Group

Tahun Terbit:               2018

Jumlah Halaman:        viii + 152

ISBN:                         9786026847836

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Internet mempunyai 2 sisi yang saling bertentangan. Satu sisinya adalah sangat bermanfaat namun sisi lainnya adalah memiliki dampak buruk bagi penggunanya. Dengan internet, manusia dapat saling berkomunikasi, berinteraksi, mendapatkan penghasilan, komersial, hiburan, dan lain lain. Namun ada pula yang menggunakan internet untuk melakukan kejahatan, misalnya penipuan online, pemerasan, perundungan (bulying), pencurian data, dan lain lain.

Buku ini mencoba membahas bagaimana menggunakan internet yang sehat terutama bagi remaja. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa jumlah pengguna internet dari kalangan remaja sangat besar. Buku ini berisi panduan dalam menggunakan internet secara aman dan sehat, dan bagaimana menghadapi orang orang yang tidak bertanggung jawab atau berniat jahat. Banyak pula diuraikan dalam buku ini tentang hal hal positif yang dapat dilakukan dengan internet.

Terdiri dari 11 bagian, diawali dengan pengertian dan pengetahuan dasar tentang internet, misalnya apa itu internet, mengapa internet berbahaya, perundungan dunia maya, penyebaran virus, pembuatan kata sandi yang kuat dan lain lain.

Selanjutnya diuraikan tentang pertemanan dan Media Sosial. Pada bagian ini, dijelaskan secara rinci tentang apa yang boleh dan tidak boleh di bagi (share) di media sosial. Tata krama atau etika saat berinteraksi dengan orang lain di internet juga dibahas. Bagaimana menjaga reputasi diri, bagaimana menghindari bullying atau perundungan didunia maya, serta apa saja yang boleh dan tidak boleh di share (dibagi) di dunia maya.

Hal hal yang terkait hak cipta, mengunggah dan mengunduh dokumen, file, musik dan film, serta hal yang terkait pelanggaran hukum di internet juga di uraikan secara detail dalam buku ini.

Selanjutnya adalah bagaimana jual beli dan perdagangan di dunia maya. Dikatakan bahwa remaja harus lah berhati hati sebelum membeli sesuatu secara daring dan perlu minta izin dari orangtua jika akan menggunakan kartunya. Ada juga penjelasan tentang bahaya judi online dan penyebaran foto orang lain secara daring yang merupakan perbuatan ilegal jika dilakukan tanpa persetujuan yang punya foto.

Penting bagi remaja untuk tidak terlalu banyak membagi informasi, terutama informasi yang bersifat pribadi. Perlu juga menghindari berinteraksi dengan orang lain di internet dan meminta bertemu langsung sendirian. Anak anak juga harus dilindungi dari bahaya internet misalnya pornografi anak, cyber crime, game online yang bisa membuat anak anak kecanduan dan lain lain.

Kelebihan buku ini adalah membahas tema yang sangat penting di era digital seperti sekarang ini, terutama bagi remaja yang rentan terhadap dampak negatif internet. Topiknya mencakup keamanan digital, etika online, dan manajemen jejak digital. Gaya bahasa yang digunakan sederhana dan informatif. Sebagai buku panduan untuk remaja, buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan ilustrasi atau contoh praktis yang membuat materi lebih menarik.

Buku ini juga memberikan saran langsung mengenai perilaku yang aman di internet, seperti menjaga privasi, menghindari cyberbullying, dan mengenali berita palsu. Buku ini tidak hanya memberikan "daftar larangan", tetapi juga mendorong pembaca untuk berpikir kritis dalam menghadapi informasi dan situasi online. Sebagai buku untuk remaja, terjemahan ini kemungkinan mempertahankan elemen visual seperti diagram atau ilustrasi yang membantu pembaca memahami materi.

 

Namun demikian, ada pula kekurangan, misalnya sebagai buku terjemahan, beberapa contoh atau kasus yang diangkat mungkin kurang relevan dengan situasi lokal, sehingga memerlukan penyesuaian dalam konteks budaya dan sosial. Buku ini juga sebagai sebuah buku panduan seperti ini sering kali bersifat ringkas, sehingga beberapa topik, seperti keamanan data atau pengaruh psikologis internet, mungkin tidak dibahas secara detail.

Meskipun ditujukan untuk remaja, cakupan materi mungkin terlalu luas dan tidak disesuaikan dengan perbedaan kebutuhan remaja usia awal dan akhir. Demikian pula dalam konteks keamanan online, buku ini mungkin tidak membahas alat atau teknologi terkini yang dapat digunakan untuk melindungi diri, seperti aplikasi parental control atau fitur keamanan platform media sosial.

Buku ini sangat cocok sebagai bahan edukasi awal untuk remaja dan orang tua yang ingin memberikan pemahaman dasar tentang penggunaan internet yang sehat dan aman. Namun, pelengkap berupa panduan lokal atau teknologi terkini dapat menambah nilai praktisnya.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.