Judul: Psikologi Bencana
Penulis: Zarina Akbar, Ernita Zakiah & Gita Irianda
Rizkyani Medellu
Editor: -
Penerbit: Kencana
Tahun
Terbit: 2022
Jumlah
Halaman: x + 282
ISBN: 9786233841474
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Indonesia
termasuk satu negara yang sering dilanda bencana. Letak Indonesia secara
geografis berada di dalam Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Ring
of Fire adalah wilayah yang membentang sepanjang 40.000 kilometer di
sekitar Samudra Pasifik dan terdiri dari rangkaian gunung berapi serta situs
aktif seismik. Indonesia berada di dalam Ring of Fire karena terletak di
pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng
Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
Bencana
yang sering terjadi di Indonesia misalnya gempa bumi, gunung meletus, banjir,
tanah longsor, angin puting beliung, dan tsunami, yang semua menimbulkan
kerugian, baik kerugian harta benda maupun jiwa. Dampak psikologis bagi warga selalu
menyertai terjadinya bencana. Penanganannya biasanya adalah adanya bantuan
bahan pangan dan shelter dari pemerintah. Hal lain yang perlu di perhatikan
pula adalah harus selalu ada bantuan pemulihan aspek psikis dan kejiwaan bagi
warga yang terkena bencana.
Topik
pemulihan aspek psikis dan kejiwaan para warga yang terkena bencana inilah yang
dibahas dalam buku ini. Di uraikan secara rinci dalam buku ini bagaimana
membantu, mempelajari dan memahami mengenai psikologi bencana.
Buku
ini terdiri dari 10 bab, dan masing masing bab terdiri dari sub bab. Setiap bab
ditutup dengan Rangkuman. Diawali dengan pembahasan tentan pengertian bencana
secara umum, jenis dan dampak bencana. Kemudian konsep dasar psikologi bencana,
termasuk peran dan penerapan peran psikologi terhadap bencana. Penelitian dalam
konteks bencana termasuk isu isu yang ada dan tahapan penelitian bencana juga
dibahas.
Selanjutnya
ada uraian tentang asesmen bencana, asesmen kebutuhan, karakteristik penyintas
bencana dan desain asesmen. Teori teori penanganan bencana dan manajemen
bencana misalnya tahapan manajemen bencana, kelompok yang terlibat, dan sistem
penanganan bencana.
Buku
ini sangat luas membahas tentang bencana. Bahkan etika penanganan bencana juga
di ulas, termasuk etika para relawan. Langkah langka pencegahan bencana, psychologial
first aid (PFA) serta Aplikasi bencana diuraikan diakhir bab. Buku ini ditutup
dengan lampiran daftar pustaka, dan biografi singkat para penulisnya.
Banyak
nilai positif atau kelebihan dari buku ini diantaranya, buku ini
mengintegrasikan konsep-konsep psikologi dalam konteks penanganan bencana,
mencakup aspek pencegahan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Para
penulis juga menyertakan berbagai contoh studi kasus dari pengalaman nyata,
sehingga pembaca dapat memahami penerapan teori dalam situasi nyata. Penjelasan
tentang dampak psikologis bencana dan metode intervensi dijabarkan dengan
bahasa yang mudah dimengerti, cocok untuk pembaca umum dan profesional. Buku
ini juga menyoroti peran budaya, norma sosial, dan struktur komunitas dalam
mengelola trauma dan adaptasi psikologis.
Namun
demikian ada pula hal hal yang perlu diperhatikan misalnya dalam bku ini tidak
banyak membahas bagaimana teknologi modern, seperti aplikasi kesehatan mental,
dapat diterapkan dalam penanganan psikologis bencana. Demikian pula dengan studi
kasus dan referensi yang digunakan lebih fokus pada Indonesia, sehingga mungkin
kurang relevan untuk pembaca internasional.
Buku
ini juga kurang memanfaatkan diagram, grafik, atau ilustrasi yang dapat
membantu pembaca memahami data atau proses psikologis dengan lebih mudah.
Selain itu pendekatan teoretis yang lebi dominan atau lebih banyak dibandingkan
teknik praktis yang bisa langsung diterapkan oleh praktisi di lapangan.
Buku
ini cocok untuk pembaca yang tertarik memahami aspek psikologis dari penanganan
bencana, baik dari kalangan akademisi, praktisi, maupun masyarakat umum.
Buku ini koleksi Layanan
Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Sulawesi Selatan.


No comments:
Post a Comment