August 28, 2024

Layanan Pelanggan yang Unggul

 


Judul:                           Customer Services Excellent, Teori dan Praktik

Penulis:                        Dr. Kasmir, S.E., M.M.

Editor:                         -

Penerbit:                     Rajawali Press

Tahun Terbit:               2018

Jumlah Halaman:        xiv + 273

ISBN:                            978-602-425-139-0

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku "Customer Service Excellence, Teori dan Praktik" karya Dr. Kasmir, S.E., M.M. merupakan salah satu literatur yang sangat relevan bagi para praktisi, akademisi, dan siapa saja yang tertarik dengan dunia layanan pelanggan. Buku ini berfokus pada pentingnya memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan sebagai salah satu faktor kunci keberhasilan bisnis di era modern.

Buku ini terdiri dari 19 bab yang disusun secara sistematis, dimulai dari Pendahuluan yang membahas tentang faktor faktor yang mempengaruhi pelayanan, dan ciri pelayanan yang baik. Dr. Kasmir menjelaskan secara detail bab bab selajutnya tentang bagaimana lingkungan kerja, pembagian jabatan, atasan, rekan kerja dan alat kerja. Bagaimana pengertian pelayanan, jenis pelayanan, dasar dasar pelayan, ciri ciri pelayanan yang baik, sifat sifat pelanggan, penyebab sehingga pelanggan kabur, sikap dalam melayani pelanggan dan etika etika pelayanan.

Tujuan dan larangan dalam etika pelayanan diuraikan dalam bab bab selajutnya. Selain itu juga dibahas tentang sikap, penampilan, cara berpakaian, cara bertanya, gerak gerik, sarana dan prasarana, kepuasan pelanggan dan terakhir tentang cutomer services lembaga keuangan.

 

Salah satu kekuatan utama dari buku ini adalah pendekatannya yang komprehensif. Dr. Kasmir tidak hanya membahas teori-teori dasar, tetapi juga memberikan contoh nyata dari praktik customer service di berbagai industri. Ini memberikan pembaca gambaran yang jelas tentang bagaimana teori-teori tersebut dapat diterapkan dalam situasi dunia nyata. Misalnya, ia membahas bagaimana perusahaan-perusahaan besar seperti bank, restoran, dan ritel menerapkan strategi layanan pelanggan untuk meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan.

Salah satu keunggulan utama dari buku ini adalah pendekatannya yang praktis. Dr. Kasmir tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga memberikan contoh-contoh kasus yang realistis dan relevan. Ini membantu pembaca untuk memahami bagaimana konsep-konsep tersebut dapat diterapkan dalam situasi nyata, menjadikan buku ini sangat berguna bagi praktisi di bidang layanan pelanggan. Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang akademis dalam bidang manajemen atau pemasaran. Penulis berhasil menyampaikan ide-idenya dengan jelas tanpa terlalu banyak menggunakan jargon teknis yang mungkin sulit dimengerti oleh pembaca awam. Materi yang disajikan dalam buku ini cukup komprehensif, mencakup berbagai aspek layanan pelanggan mulai dari teori dasar hingga aplikasi praktis. Struktur buku yang terorganisir dengan baik memudahkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis dan memahami setiap konsep yang disampaikan.

Buku ini terbatas dalam pembahasan teknologi.  Meskipun Dr. Kasmir membahas tentang peran teknologi dalam customer service, pembahasannya terasa kurang mendalam. Di era di mana teknologi seperti AI, chatbots, dan CRM system semakin menjadi bagian integral dari layanan pelanggan, buku ini bisa lebih eksploratif dalam menjelaskan bagaimana teknologi-teknologi tersebut dapat diimplementasikan secara efektif.

Studi Kasus yang dibahas dalam buku ini kurang variatif, seharusnya diperbanyak, misalnya ada perusahaan lokal ada juga internasional. Buku ini juga tidak ada illustrasi yang menarik, baik berupa gambar, sketsa, foto dan illustrasi lainnya.

Secara keseluruhan, "Customer Service Excellence, Teori dan Praktik" adalah buku yang sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang pentingnya layanan pelanggan dalam bisnis. Kelebihannya yang terletak pada pendekatan praktis dan bahasa yang mudah dipahami menjadikan buku ini sebagai referensi yang baik, baik bagi praktisi maupun akademisi. Namun, ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam pembahasan mengenai teknologi dan pengukuran kinerja layanan pelanggan. Meski demikian, buku ini tetap layak untuk dibaca dan dijadikan acuan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pelanggan di berbagai sektor bisnis.

Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



Betapa Mudah Menyusun Tulisan Ilmiah

 


Judul:                           Betapa Mudah Menyusun Tulisan Ilmiah

Penulis:                        Prof. Suyanto, Ph.D., dan Drs. Asep Jihad, M.Pd.

Editor:                         -

Penerbit:                     Esensi Erlangga Group

Tahun Terbit:               2016

Jumlah Halaman:        151

ISBN:                         978-602-68847-16-4

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku Betapa Mudahnya Menyusun Tulisan Ilmiah adalah panduan praktis yang dirancang untuk membantu mahasiswa, peneliti, dan akademisi dalam menyusun tulisan ilmiah dengan baik dan benar. Penulis, Prof. Suyanto, Ph.D., dan Drs. Asep Jihad, M.Pd., menyajikan materi secara sistematis, mulai dari bagaimana kiat kiat menulis, konsep dasar menulis, kriteria metode ilmiah, jenis jenis karya ilmiah, desain penelitian, menghindari plagiarisme, sampai masalah masalah psikologis yang sering melanda para penulis.

Buku ini juga dilengkapi dengan berbagai contoh langkah langkah penelitian, masalah yang layak diteliti, desain penelitian, penggunaan bahasa, sampai pada tata cara mengutip sumber informasi. Bahkan tradisi menulis juga di uraikan dalam buku ini. Budaya tutur dan budaya tulis serta penulisan ulang, juga dibahas jelas. Selain itu, terdapat juga panduan mengenai pencarian inspirasi, dan kesulitan memulai menulis serta rasa percaya diri dalam menulis.

Dibagi dalam 7 bab dan diawali dengan Kata Pengantar dan Daftar Isi. Bab awal dibahas tentang menulis artikel ilmiah populer, lalu apa saja jenis karya ilmiah. Dilanjutkan dengan bab yang menjelaskan hipotesis dan desain penelitian. Bab pertengahan menguraikan tentang teknik penulisan dan bagaimana merakit budaya menulis. Dua bab terakhir diuraikan tentang plagiarisme dan masalah psikologi penulis.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini mudah dipahami. Selain itu penggunaan bahasa sederhana dan jelas. Buku ini sebenarnya ditujukan kepada par akademisi, namun masyarakat umum pun dari berbagai kalangan dengan mudah dapat mengakses dan memahami isinya. Bahkan penulis pemula pun buku ini dapat direkomendasikan.

Buku ini menawarkan panduan yang sangat rinci, membuat proses penulisan ilmiah terasa lebih mudah dan terstruktur. Setiap bab dirancang untuk mengarahkan pembaca melalui setiap tahapan penulisan, dari awal hingga akhir.

Ada beberapa bagian dalam buku ini yang pendekatannya mungkin terlalu ilmiah dan teknis sehingga bisa saja pembaca yang tidak terbiasa akan kesulitan. Walaupun buku ini menawarkan panduan umum, beberapa contoh dan kasus yang diangkat lebih relevan untuk bidang ilmu tertentu, yang mungkin kurang aplikatif bagi pembaca dari disiplin ilmu lain.

Mengingat buku ini ditulis tahun 2009 dan kemudian diterbitkan pada tahun 2016, pembahasan mengenai penggunaan software atau alat bantu teknologi dalam penulisan ilmiah, tidak dibahas secara lengkap dalam buku ini. Beberapa tahun terakhir ini teknologi “Artificail Intelligence” (AI) sangat melimpah tersedia di web / internet, termasuk teknologi AI untuk penulisan. Perlu ada pembahasan tentang teknologi AI khusus untuk penulisan ilmiah, dan tetap mengikuti kaidah kaidah penulisan ilmiah.

Betapa Mudah Menyusun Tulisan Ilmiah adalah buku yang sangat berguna bagi siapa saja yang ingin meningkatkan keterampilan menulis ilmiahnya. Dengan penyajian yang sistematis, bahasa yang mudah dipahami, dan fokus pada etika penulisan, buku ini layak menjadi referensi utama dalam proses penulisan ilmiah. Namun, pembaca dari disiplin ilmu yang berbeda mungkin perlu melengkapi pengetahuannya dengan sumber lain yang lebih spesifik.

Buku ini koleksi Layanan Umum Perpustakaan, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



August 27, 2024

Arung Palakka Sang Pembebas

 


Judul:                         Arung Palakka Sang Pembebas

Penulis:                      La Side

Penerjemah:               H. A. Ahmad Saransi               -

Penerbit:                    Pustaka Sawerigading

Tahun Terbit:              2014

Jumlah Halaman:        xxxiv + 154

ISBN:                         978-602-9248-19-7

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini awal mulanya ditulis dalam bahasa Bugis dan dengan menggunakan aksara Lontara Bugis, yang kemudian dialih-bahasakan dan dialih-aksara-kan kedalam bahasa Indonesia dengan aksara Latin. Sosok yang penuh kontroversi Arung Palakka, nampaknya tak pernah berhenti menjadi topik penulisan oleh para peneliti, sejarawan, dan pemerhati sejarah lainnya. Bisa dikatakan beliaulah tokoh Sulawesi Selatan yang mungkin paling banyak ditulis dalam buku buku sejarah.

Kisah dalam buku ini sebenarnya tidak murni sejarah Arung Palakka, tapi lebih bersifat Roman Sejarah. Menurut Wikipedia Indonesia, Roman adalah cerita rekaan yang menggambarkan kronik kehidupan para tokoh secara rinci dan mendalam. Dalam cerita roman, kehidupan yang digambarkan tidak hanya penggalan peristiwa kehidupan saja, tapi dimulai sejak lahir sampai dewasa. Kisah ini dinarasikan seakan akan penulisnya (La Side) hidup sezaman dengan Arung Palakka sendiri sehingga dalam kisah ini, ada banyak dialog dialog antara para tokoh yang berperan didalamnya.

Tentu saja dialog dialog yang ada dalam buku ini hanya rekaan penulisnya saja dengan tetap menggunakan tokoh sejarah dan alur cerita yang merujuk pada kisah perjuangan tokoh Arung Palakka. Pada masa Arung Palakka hidup, belum ada teknologi yang dapat merekam dialog para bangsawan dan raja, namun ada beberapa petuah dan nasehat dari para tokoh yang sempat dicatat dan dilestarikan dan masih dapat diakses sampai sekarang dalam buku koleksi lokal Sulawesi Selatan.  

“…tak diragukan lagi bahwa keterlibatan Arung Palakka dan orang orang Bone dalam perang adalah pemulihan harga diri, siri’. Keduanya diikat oleh satu hubungan emosional yang amat dalam, pesse. (Mukhlis Paeni)

Buku ini diawali dengan Kata Pengantar dari Penerbit, Sambutan dari H. Ajiep Padindang, Pengantar dari Penerjemah, H. A, Ahmad Saransi dan Prolog dari Dr. Mukhlis PaEni, ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI).

Kemudian kisah “Arung Palakka, Sang Pembebas” ini dibagi dalam fragmen fragmen sebagai berikut: Sang Kakek, Bone Paliliq Gowa, Kekalahan di Sempeq, Arung Tanatengnga, Kerjapaksa di Gowa, Kerja Bersama Rakyat, Wafatnya Sang Ayah, Sebuah Rencana, Hari Pembebasan, Persekutuan, Perang di Lamuru, Pengejaran Pasukan Gowa, Menuju Buton, Berlindung di Buton, Menuju Batavia, Menyerang Pariaman, Karaeng Bontomarannu, Pulang Ke Bone, Menaklukkan Gowa.

Pada bagian akhir ada Glossarium yaitu penjelasan istilah istilah dalam bahasa Bugis kedalam bahasa Indonesia, tentang Penulis (La Side) dan tentang Penerjemah (H.A. Ahmad Saransi).

Meskipun masuk kategori Roman Sejarah, namun buku ini cukup tepat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin menambah pengetahuan sejarah khususnya sejarah Arung Palakka, dan konflik yang timbul antara Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin dari Kesultanan Gowa. Kisahnya sangat menarik seakan akan membaca kita kemasa masa perang antara Kerajaan Bugis (Bone dan Soppeng) dengang kerajaan atau Kesultanan Gowa. Penulis juga cukup detail dalam menggambarkan situasi kehidupan masyarakat pada masa itu.

Sebagaimana Roman Sejarah pada umumnya, sering kali terjadi distorsi fakta sejarah. Untuk kepentikang naratif, penulis bisa saja mengubah, menambah atau mengurangi fakta fakta sejarah yang ada. Pembaca roman sejarah bisa saja salah paham dalam memahami tokoh yang dikisahkan. Roman sejarah juga harus mematuhi batasan waktu dan tempat, sehingga penulis seringkali bisa jadi penulis merasa kreatifitasnya dalam menulis kisah ini sangat terbatas.

Buku ini koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



August 26, 2024

Untukmu Yang Sedang Hijrah

 


Judul:                           Untukmu Yang Sedang Hijrah, Pengugah Jiwa Pemuda Zaman Now

Penulis:                        Akh. Muwafik Saleh

Editor:                         Dani Fitriani, Hijrah Ahmad, Adhika Prasetya

Penerbit:                     Emir Penerbit Erlangga

Tahun Terbit:               2019

Jumlah Halaman:        x + 333

ISBN:                            9786020935904

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Hijrah, Pengugah Jiwa Pemuda Zaman Now” yang ditulis oleh Akh Muwafik Saleh merupakan kumpulan quotes atau kutipan dari Al Quran yang dikumpulkan oleh penulis sejak tahun 2015 di tulis di berbagai platform Media Sosial. Pada kata pengantar, disebutkan oleh penulis bahwa ada 600 kutipan yang telah dikumpulkannya dan dituliskannya di berbagai media sosial.

Setiap kali penulis buku ini menemukan kutipan, maka akan dituliskannya dan kemudian diuraikan dalam bentuk kalimat kalimat penuh hikmah sehingga pembaca menjadi tercerahkan jiwa dan pemikirannya.

Dari susunan kutipan penuh hikmah tersebut, akhirnya terciptalah sebuah buku yang ditujukan kepada siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas kehidupannya, jalan kehidupan yang lebih baik yang senantiasa menginginkan rahmat dan hidayah Allah SWT. Buku ini ditujukan bagi orang orang yang mungkin keluar dari ‘jalan lurus’ yang kemudian menyadari dan mendengar suara suara fitrah dalam dirinya untuk kembali kejalan Ilahi, dalam kesucian, kabaikan dalam menjalani sisa sisa kehidupannya.

Ada 89 kata kata hikmah yang dituliskan dalam buku ini. Setiap judul kata hikmah, diuraikan dalam bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan kutipan ayat ayat suci Al Quraan dan terjemahannya.

Beberapa judul kata kata hikmah dalam buku ini diantaranya : Untukmu yang Sedang Hijrah, Umur yang Berkualitas, Allah SWT Tempat Bergantung, Dewasa dalam Berorganisasi, Pola Konsumsi dan Masa Depan Generasi, Antusiasme: Jalan Meraih Bintang, Terbelenggu Kelompok, Kenapa Galau, Sabar dan Shalat Solusi Kehidupan, Mengapa Kita Gagal Mengelola Waktu, Ibu Adalah Sekolah Pertama, Ciri Pemimpin Sejati, Berpikir Sebelum Orang lain Berpikir,  Riak Riak Kehidupan, Wanita Zaman Now, Anda Bukan Peminpin Sejati Jika…, Tingkatan Syukur, Yang Berilmu dan Tidak Berilmu, Membangun Kematangan Diri, Tanda Cinta Sejati, dan lain lain.

Buku ini sangat menarik dibaca. Pembaca bisa memperoleh petuah petuah hikmah tanpa merasa diajari. Pembaca dapat memulai membaca dari bagian mana saja, artinya tidak perlu dari awal sampai akhir. Pembaca dapat melihat ‘Daftar Isi’ dan mencari topik kata kata hikmah yang ingin dibacanya. Pada bagian mana pun yang dibaca, akan tetap dapat mencerahkan pemikiran pembaca. Apalagi uraiannya selalu dilengkapi dengan ayat ayat suci Al Quran.

Tidak hanya bagi yang ‘sedang’ berhijrah, yang rencana berhijrah pun sangat tepat memilih buku ini sebagai bahan bacaan untuk perenungan. Membaca buku ini akan memperkuat tekad untuk perubahan menjadi pribadi yang lebih baik dalam meneguhkan nilai nilai kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Buku setebal lebih dari 300 halaman ini tanpa disertai “indeks” pada bagian akhir, sehingga pembaca agak kesulitan dalam mencari topik tertentu yang ingin dibacanya. Ada Daftar Isi, namun Daftar Isi biasanya tidak mewakili topik topik tertentu, hanya merupakan bagian atau sub bagian dari topik utama pembahasan. Buku ini juga tanpa adanya illustrasi atau gambar gambar penghias halaman halaman buku, tapi mungkin karena memang gambar oleh sebagian orang Islam tidak dibolehkan.

Buku ini koleksi Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




Kisah 1001 Malam

 


Judul:                          Kisah 1001 Malam

Penulis:                        -

Editor:                         Andrew Lang

Penerbit:                     Indie Book Corner

Tahun Terbit:               2020

Jumlah Halaman:        vi + 288

ISBN:                         978-602-309-475-2

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Kisah kisah 1001 Malam adalah kisah klasik yang sangat terkenal dari kawasan jazirah Arab, Persia dan Asia. Kisah kisah atau dongeng dongeng yang ada diperuntukkan bukan untuk anak anak, melainkan untuk orang dewasa. Pada masa silam, mungkin ribuan tahun lalu, belum ada buku cerita, atau novel. Cerita di sebarkan oleh orang orang yang memang profesinya adalah tukang cerita, atau pendongeng atau pengkisah. Merekalah yang menceritakan berbagai kisah kepada orang orang.

Kisah 1001 Malam mungkin tidak akan dikenal didunia seandainya tidak diterjemahkan oleh Monsieur Galland kedalam bahasa Prancis. Dari bahasa Prancis ini kemudian diterjemahkan lagi ke berbagai bahasa di dunia, terutama bahasa bahas Eropa, seperti bahasa Inggris, Spanyol, Portugis, Jerman, Belanda, Rusia dan lain lain.

Ada 18 kisah dalam buku ini. Dari judulnya dapat diketahui bahwa kemungkinan besar masih sangat banyak yang tidak dituliskan dalam buku ini. Bisa saja memang ada 1001 kisah yang ada. Tapi bisa juga tidak sebanyak itu, hanya dugaan atau pleonasme kata untuk merujuk pada kata “banyak” sehingga disebut 1001 macam kisah.

Kedelapan-belas kisah yang ada dalam buku ini adalah : Kisah Seorang Saudagar dan Si Jin, Kisah Orang Tua Pertama dan Rusanya, Kisah Orang Tua Kedua, Kisah Sang Nelayan, Kisah Raja Yunani dan Tabib Douban, Kisah Suami dan Burung Beo, Kisah Penasehat Yang dihukum, Kisah Raja Muda Kepulauan Hitam, Kisah Tiga Sufi Putra Raja dan Tiga Wanita Bagdad, Kisah Sufi Pertama Putra Raja, Kisah Sufi kedua Putra Raja, Kisah Si Lelaki Iri dan Orang yang ia Cemburui, Kisah Sufi ketiga Putra Raja, Petualangan Harun Al-Rasyid Khalifah Bagdad, Kisah Baba Abdullah Si Orang Buta, Kisah Sidi Numan, Kisah Ali Cogia Pedagang Bagdad, dan Kisah Aladin dan Lampu Ajaib.

Sebagian kisah kisah ini cukup dikenal di Indonesia, misalnya Aladin dan Lampu Wasiat. Sejak masa kanak kanak, kita sudah sering mendengarkan kisahnya atau membaca bukunya. Bahkan kisah ini sudah difilmkan, baik di luar negeri maupun di Indonesia.

Kisah kisah dalam Kisah 1001 Malam dapat memperkaya pengetahuan kita tentang budaya Arab, Persia dan Asia lainnya. Para mahasiswa maupun peneliti dapat mengkajinya dan membandingkannya dengan kisah kisah dari kawasan dunia lainnya. Kisah 1001 Malam dapat menjadi inspirasi bagi para pendongeng, guru, orangtua atau siapa saja yang ingin berbagi kisah dan menjadikannya bahan cerita. Kisah kisah ini juga di dapat di repro ulang menjadi komik atau bahkan film audio-visual yang menarik. Para penerjemah juga dapat menerjemahkannya kedalam bahasa apa saja sehingga lebih banyak kalangan dan etnis yang dapat membacanya.

Namun ada beberapa kekurangan buku ini. Pertama, pembaca yang kurang teliti mungkin agak bingun membacanya karena diantara kisah kisah yang ada, kadang terselip narasi bagaimana kisah itu diceritakan. Artinya, dalam satu Kisah, tidak murni kisah itu saja. Ada dituliskan pula bagaimana pengkisah, atau pendongeng menceritakan kepada Raja atau penguasa saat itu. Bahkan ada pengkisah yang mestinya dihukum mati, namun karena Raja penasaran dengan lanjutan kisahnya, akhirnya dia tetap hidup dan melanjutkan kisahnya keesokan harinya.

Buku ini juga sangat kurang illustrasi atau gambar penghias yang dapat menambah dan memudahkan para pembaca berimajinasi dalam membaca buku ini. Pada bagian akhir juga tidak disebutkan sumber bahasa asli buku ini.

Buku ini koleksi Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.




August 23, 2024

Cerita Rakyat Massenrempulu "La'bo Balida"

 


Judul:                           La’bo Balida, Cerita Rakyat Massenrempulu

Penulis:                        Arham, dkk.

Editor:                         -

Penerbit:                     Pustaka Refleksi

Tahun Terbit:               2009

Jumlah Halaman:        vi + 61

ISBN:                            979-9673-23-6

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Sulawesi Selatan termasuk salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan tradisi lisan. Folklore atau cerita rakyat cukup dikenal luas di tengah tengah masyarakat Sulawesi Selatan. Berbagai suku atau etnis yang ada di Sulawesi Selatan, masing masing memiliki cerita rakyat atau kisah kisah tradisional / dongeng yang telah dikisahkan dari generasi ke generasi, dari masa ke masa sampai sekarang. Salah satu kelompok masyarakat yang juga memiliki kekayaan tradisi lisan berupa cerita rakyat adalah masyarakat Massenrempulu yang ada di kabupaten Enrekang. Masyarakat Massenrempulu berusaha melestarikan cerita rakyat yang sudah ada sejak ratusan tahun silam, yaitu dengan mengumpulkannya dalam bentuk buku ini.

Buku ini diterbitkan dalam rangka upaya pelestarian cerita rakyat Massenrempulu, yang dilaksanakan oleh sekelompok anak muda dan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HPMM (Himpunan Pelajar Mahasiswa Massenrempulu). Anak muda kreatif ini berusaha agar cerita cerita rakyat dari daerah mereka harus dilestarikan dan didokumentasikan agar generasi muda Sulawesi Selatan, khususnya yang berasal dari daerah Massenrempulu dapat lebih mengenal kearifan lokal (local wisdom) yang ada didaerahnya.  Para mahasiswa ini, mewawancarai para tokoh masyarakat atau masyarakat biasa yang punya atau bisa mengisahkan suatu cerita rakyat Massenrempulu.

Dari hasil penelitian dan wawancara tersebut terkumpul sebanyak 24 cerita rakyat Massenrempulu. Cerita rakyat tersebut direkam dalam media digital lalu kemudian di terbitkan dalam bentuk buku. Buku cerita rakyat Massenrempulu ini tentu akan menambah khazanah folklore masyarakat Enrekang khususnya, dan Sulawesi Selatan serta Indonesia pada umumnya. Buku cerita rakyat ini juga memudahkan upaya pelestarian tradisi lisan kepada generasi muda.

Adapun ke 14 Cerita Rakyat dalam buku ini adalah : Ca’dodong, Bellang Langi, Buttu Kabobong, La’bo Balida, Beristrikan Daun Pacar, Tumaling Pemberani dari Tuara, Ceba Kalasi, Tomanurung di Maiwa, Jarum, Dua Bersaudara Menjadi Batu, “Jalan Pintas” Lajana, Buntu Mataran dan Kutu, To Bu’tu ri Tallang, dan Ulat Berbulu.

Pada bagian akhir buku, ada lampiran yang menguraikan nama nama para pengumpul (pewawancara), informan (orang yang bercerita), pekerjaan informan, dan alamat informan. Juga ditampilkan biografi ringkas 7 orang anak muda pengumpul cerita dari rakyat Massenrempulu.

Buku sangat menarik dijadikan sebagai rujukan cerita rakyat Massenrempulu di daerah Enrekang. Cerita rakyat yang terkumpul dapat memperkaya khazanah budaya khususnya folklore atau cerita rakyat yang ada di Enrekang. Buku ini juga bisa dijadikan contoh daerah lain yang juga memiliki sejumlah cerita rakyat untuk dapat mengumpulkannya juga dan menerbitkannya dalam bentuk buku. Generasi muda dapat menambah literasi budaya dengan adanya buku buku tentang cerita rakyat.

Kekurangan buku ini adalah tanpa ada satupun illustrasi yang dapat membantu membangun imajinasi para pembaca buku cerita ini. Kalau saja mau menambah illustrasi, baik gambar sketsa, foto, kartun, atau bahkan kalau perlu dibuatkan file Audio atau Audio-Visual, tentu akan sangat menarik lagi. Cerita cerita ini juga dapat dikonversi menjadi komik sehingga anak anak dan remaja akan semakin tertarik membacanya.

Buku koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




 

August 20, 2024

Perjanjian Bersaudara Sawitto dan Enrekang

Sejarah mencatat nama La Sinrang sebagai seorang pejuang yang gagah berani dalam menghadapi penjajah Belanda. Nama La Sinrang Putera La Tamma Addatuang La Tamma addatuang Lolo Ri Sawitto tak dapat di pisahkan dengan nama "Sawitto", sebuah negeri subur, makmur, memiliki latar belakang tradisi, adat, budaya dan sejarah.

Sawito memiliki latar belakang sejarah dan budaya, kebanggan terhadap semangat patriotisme dalam menghadapi penindasan dan penjajahan sama dengan Enrekang, sesuai dengan pesan penulis buku H. Puang Palisuri :

" .... Mate ele'i Sawitto, mate aruengngi Enrekang, mate aruengngi Sawitto, mate ele'i Enrekang. Narekko nakennai sussa Enrekang mapettui alikolie nalaloi to Sawitto-e menre' ri Enrekang marewangi Enrekang. Narekko nakennai sussa Sawitto maddarumpui lebbu-e mareppa'i bacu-bacu e nalaloi to Enrekangnge no ri Sawitto marewangi Sawitto...."

Buku Perjanjian Bersaudara Sawitto dan Enrekang dimulai dari silsilah keturunan keluarga Aru Enrekang serta Addatuang Sawitto mulai dari Landorundun Puang Makale, We Bissu Tonang Aru Enrekang, La Patau Addatuang Sawitto Timoreng Sadang dan Sadapotto Addatuang Sawitto Wattang Saddang.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang, Makassar yang membahas membahas 4 (empat) perjanjian:

Perjanjian Kesatu

Menurut sumber lontara', pada abad ke-14M, enam Raja (pemimpin negeri) berkumpul di kampung Leoran, sekitar empat kilometer dari kota Enrekang. Masing-masing adalah:

  1. Addatuang Sawitto
  2. Puang Makale
  3. Puang Baroko
  4. Puang Taulan (Enrekang)
  5. Aru' Belawa
  6. Puang Letta
Pertemuan ini kemudian melahirkan kesepakatan dalam perjanjian bahwa enam raja tersebut "bersaudara".

Perjanjian Kedua

Pada abad XV M, La Temmanroling Addatuang Sawitto mengundang WeTakkebuku Aru Enrekang datang ke Pinrang mengukuhkan perjanjian bersaudara Sawitto dengan Enrekang. Sebagaimana diketahui bahwa suami We Takkebuku Aru Enrekang, La Mappesangka, telah membebaskan Temmanroling dari tawanan Kerajaan Bone.

Perjanjian Ketiga

Pada abd XVI M. La Patau Addatuang Sawitto Timoreng Saddang kawin dengan We Bissu Tonang Arung Enrekang. Dalam pesta perkawinan ini perjanjian pertama dan kedua antara Sawitto dan Enrekang diumumkan kepada seluruh hadirin.

Perjanjian Keempat

Pada abad XVII M. Baso Panca Aru Enrekang bersama pasukannya naik perahu melalui sungai Saddang dari Enrekang ke Jampu'E dengan maksud membantu Addatuang Sawitto berperan menghadapi tentara VOC Belanda yang ingin membangun pelabuhan di Jampu'E. Sewaktu komandan tentara Belanda mengetahui kedatangan Aru Enrekang bersama pasukannya bermaksud membantu Addatuang Sawitto, tentara VOC memutuskan kembali ke Makassar.

Salah satu cara melestarikan perjanjian Sawitto dengan Enrekang bersaudara, antara lain melalui ikatan perkawinan. 


Perjanjian Bersaudara Sawitto dan Enrekang
Penulis: H. Puang Palisuri
Penerbit: Yapensi Jakarta
Pemkab Pinrang bekerjasama Lembaga Adat dan Budaya Sawitto Massenrempulu
Tempat Terbit: Jakarta 
Tahun Terbit: 2005


PINISI : Panduan Teknologi dan Budaya

Perahu tradisional pinisi adalah paduan teknologi dan budaya serta merupakan lambang keperkasaan suku Bugis Makassar di lautan. Ketangguhan perahu pinisi telah teruji dengan keberhasilan beberapa misi pelayaran internasional antara lain Pinisi Nusantara dan Pinisi Ammana Gappa. Hal ini telah mengangkat citra dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia.

Kepandaian membuat perahu bagi orang Ara dan Lemo- Lemo diilhami oleh penemuan kepingan-kepingan perahu Sawerigading yang terdampar di sekitar Tanjung Bira. Bagi orang Ara, keterampilan dasar tersebut selanjutnya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Bentuk (tipe) perahu pun mengalami perubahan dan modifikasi secara evolusi dan diperkirakan sekitar tahun 1900 terciptalah jenis perahu yang diberi nama Perahu Pinisi.

Ciri khas (utama) perahu pinisi (asli/klasik) ialah perahu yang mempunyai dua buah tiang dan tujuh layar, memakai anjong pada haluan serta buritannya model rembasang. Ada beberapa pendapat tentang nama pinisi. Salah satunya menyatakan bahwa dari kata venecia yang berubah sebutan menurut dialek konjo menjadi penisi dan selanjutnya mengalami proses fonemik menjadi pinisi.

Pembuatan perahu pinisi berbeda dengan logika teknologi maju, sebab dinding/kulit perahu dahulu yang dibuat baru kemudian dipasang rangkanya dan model perahu ditentukan oleh dindingnya. Teknologi pembuatan perahu tradisional pinisi sangat sederhana, namun sejak ratusan tahun lalu telah memiliki konsep dan rancang bangun yang sangat rapi dan sudah dibakukan. Anehnya konsep dan rancang bangun tersebut tidak tertulis dan tidak memiliki gambar rekayasa, tetapi hanya dihafal oleh seorang punggawa/panrita lopi. Pembakuan ukuran papan dasar tiap unit perahu dengan bobot tertentu.

Berdasarkan kepercayaan panrita lopi, perahu adalah sebuah wujud yang memiliki eksistensi layaknya manusia. Perahu adalah sosok kehidupan yang menjadi simbol terkecil (mikrokosmos) dari alam semesta (makrokosmos). Untuk menjalin keharmonisan dan keselarasan antara makrokosmos dan mikrokosmos, maka dalam pembuatan perahu diadakan beberapa ritual dengan tata cara tertentu yang diwarisi dari leluhur mereka. Ada tiga upacara ritual yang dilakukan punggawa/panrita lopi dalam pembuatan perahu, yaitu: upacara menebang kayu pertama (kalabiseang), upacara annattara, dan upacara ammossi.

Selama perahu diproses terdapat banyak pantangan dan pemali yang tidak boleh dilanggar, sebab akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup perahu. Ada dua motif yang terdapat pada pemali, yaitu motif teknis dan motif magis. Kedua motif ini berkaitan dalam satu pemali, namun dalam padangan panrita lopi keseluruhan pemali itu mempunyai motif magis yang kuat.

Buku PINISI : Panduan Teknologi dan Budaya mengkaji perahu pinisi yang difokuskan pada teknologi tradisional dan nilai budaya untuk menganalisis bagaimana panrita lopi dahulu membuat rancangan dan menetapkan ukuran serta sejumlah bahan tiap komponen sebuah perahu pinisi dengan kapasitas tertentu, juga membahas tentang pasang surut perahu pinisi, latar belakang pertukangan dan pembuatannya, proses terciptanya, serta aspek ekonomi dan pendidikan dalam pertukangan perahu. Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi Jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


PINISI : Panduan Teknologi dan Budaya
Penulis: Muhammad Arief Saenong
Penerbit: Ombak (Anggota IKAPI)
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: 2013