Judul: Tafsir Kelong (Kajian Sastra Lisan Makassar)
Penulis: Chaeruddin Hakim
Editor: Goenawan Monoharto
& Pertiwi Murani Ch, Hakim
Penerbit: De La Macca Makassar
Tahun
Terbit: 2016
Jumlah
Halaman: ix + 110
ISBN: 9786022630920
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku ini merupakan
hasil penelitian dalam rangka penyusunan Thesis program Strata 2 (S2) penulis
(Chaeruddin Hakim) yang kemudian dijadikan sebuah buku. Pokok bahasan utama
dalam buku ini adalah konsep dasar tentang sastra, filsafat moral dan filsafat
nilai yang terkandung pada kelong Makassar yang disertai dengan
penafsirannya. Penulis buku ini mengharapkan buku ini akan memberi masukan bagi
masyarakat dalam upaya mengembangkan dan melestarikan Kelong.
Kelong adalah sejenis
prosa liris yang dapat dinyanyikan dalam sastra lisan Makassar. Kelong adalah nyanyian liris yang
mengandung nasihat atau ajaran yang berguna bagi masyarakat etnis Makassar.
Sastra lisan klasik Makassar ini merupakan karya artistik yang sakral.
Chaeruddin Hakim
dalam buku ini berusaha menafsirkan Kelong Makassar untuk mengungkap makna yang
terkandung didalamnya. Masyarakat umum mungkin mengetahui eksistensi kelong
dalam kehidupan sehari hari mereka, namun kebanyakan tidak memahami makna
tersembunyi dari kelong tersebut. Selain karena diksi atau pemilihan kata dalam
kelong tersebut sangat sastrawi, juga karena setiap bait kelong punya aturan
dan irama serta jumlah suku kata dalam setiap barisnya.
Ada dua bagian utama
dalam buku ini. Bagian konsep dasar dijelaskan pada bagian kedua tentang konsep
dasar nilai, konsep dasar religius, konsep dasar etika/moral, konsep dasar
pendidikan dan konsep dasar makna dan hermeneutik. Sedangkan bagian ketiga
adalah pembahasan utama buku ini yaitu tafsir Kelong. Diuraikan pada bagian ini
tentang Kelong yang memiliki kandungan nilai religius yang bersumber pada rukun
Islam. Diulas pula kelong yang mempunyai nilai religius yang bersumber pada rukun
Iman. Terakhir nilai nilai dan makna moral Kelong Makassar.
Buku ini memberikan
kajian yang mendalam dan terperinci tentang kelong sebagai bentuk sastra lisan
khas Makassar. Pendekatan yang sistematis membantu pembaca memahami konteks
budaya, fungsi sosial, dan nilai-nilai yang terkandung dalam kelong, sehingga
memperkaya wawasan tentang budaya Makassar. Buku ini juga merupakan upaya
pelestarian budaya Makassar khususnya sastra lisan yang cenderung mudah punah.
Penulis buku ini banyak memberikan contoh kelong dan menganalisisnya secara
kontekstual, sehingga pembaca dapat melihat langsung bagaimana makna dan pesan
tersirat dalam kelong terbentuk dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari
masyarakat Makassar.
Karena pembahasan
utama buku ini adalah sastra lisan Makassar (kelong) maka kemungkinan bagi
pembaca yang ingin mengetahui lebih luas tentang sastra lisan secara umum akan
merasakan adanya keterbatasan ini. Kemungkinan ada pembaca yang merasa buku ini
kurang memaparkan metode pengumpulan data dan analisis yang digunakan. Hal ini
menyebabkan validitas dan reliabilitas kajian bisa dipertanyakan dalam konteks
ilmiah yang ketat. Buku ini juga tidak memiliki illustrasi atau gambar atau
visualisasi lainnya yang bisa menarik perhatian pembaca.
Secara keseluruhan,
"Tafsir Kelong, Kajian Sastra Lisan Makassar" oleh Chaeruddin Hakim
adalah karya penting yang mengangkat kekayaan sastra lisan Makassar, khususnya
kelong, dengan pendekatan yang cukup komunikatif dan kontekstual. Kekurangan-kekurangan
yang ada lebih bersifat teknis dan metodologis, yang bisa diperbaiki dalam
kajian-kajian selanjutnya.
Buku ini koleksi Layanan
Ruang Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.


.png)



