Showing posts with label Kelong Makassar. Show all posts
Showing posts with label Kelong Makassar. Show all posts

December 16, 2025

Tafsir Kelong, Kajian Sastra Lisan Makassar

 


Judul:                           Tafsir Kelong (Kajian Sastra Lisan Makassar)

Penulis:                        Chaeruddin Hakim

Editor:                          Goenawan Monoharto & Pertiwi Murani Ch, Hakim

Penerbit:                     De La Macca Makassar

Tahun Terbit:             2016

Jumlah Halaman:    ix + 110

ISBN:                            9786022630920

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Buku ini merupakan hasil penelitian dalam rangka penyusunan Thesis program Strata 2 (S2) penulis (Chaeruddin Hakim) yang kemudian dijadikan sebuah buku. Pokok bahasan utama dalam buku ini adalah konsep dasar tentang sastra, filsafat moral dan filsafat nilai yang terkandung pada kelong Makassar yang disertai dengan penafsirannya. Penulis buku ini mengharapkan buku ini akan memberi masukan bagi masyarakat dalam upaya mengembangkan dan melestarikan Kelong.

Kelong adalah sejenis prosa liris yang dapat dinyanyikan dalam sastra lisan  Makassar. Kelong adalah nyanyian liris yang mengandung nasihat atau ajaran yang berguna bagi masyarakat etnis Makassar. Sastra lisan klasik Makassar ini merupakan karya artistik yang sakral.

Chaeruddin Hakim dalam buku ini berusaha menafsirkan Kelong Makassar untuk mengungkap makna yang terkandung didalamnya. Masyarakat umum mungkin mengetahui eksistensi kelong dalam kehidupan sehari hari mereka, namun kebanyakan tidak memahami makna tersembunyi dari kelong tersebut. Selain karena diksi atau pemilihan kata dalam kelong tersebut sangat sastrawi, juga karena setiap bait kelong punya aturan dan irama serta jumlah suku kata dalam setiap barisnya.

Ada dua bagian utama dalam buku ini. Bagian konsep dasar dijelaskan pada bagian kedua tentang konsep dasar nilai, konsep dasar religius, konsep dasar etika/moral, konsep dasar pendidikan dan konsep dasar makna dan hermeneutik. Sedangkan bagian ketiga adalah pembahasan utama buku ini yaitu tafsir Kelong. Diuraikan pada bagian ini tentang Kelong yang memiliki kandungan nilai religius yang bersumber pada rukun Islam. Diulas pula kelong yang mempunyai nilai religius yang bersumber pada rukun Iman. Terakhir nilai nilai dan makna moral Kelong Makassar.

Buku ini memberikan kajian yang mendalam dan terperinci tentang kelong sebagai bentuk sastra lisan khas Makassar. Pendekatan yang sistematis membantu pembaca memahami konteks budaya, fungsi sosial, dan nilai-nilai yang terkandung dalam kelong, sehingga memperkaya wawasan tentang budaya Makassar. Buku ini juga merupakan upaya pelestarian budaya Makassar khususnya sastra lisan yang cenderung mudah punah. Penulis buku ini banyak memberikan contoh kelong dan menganalisisnya secara kontekstual, sehingga pembaca dapat melihat langsung bagaimana makna dan pesan tersirat dalam kelong terbentuk dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Makassar.

Karena pembahasan utama buku ini adalah sastra lisan Makassar (kelong) maka kemungkinan bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih luas tentang sastra lisan secara umum akan merasakan adanya keterbatasan ini. Kemungkinan ada pembaca yang merasa buku ini kurang memaparkan metode pengumpulan data dan analisis yang digunakan. Hal ini menyebabkan validitas dan reliabilitas kajian bisa dipertanyakan dalam konteks ilmiah yang ketat. Buku ini juga tidak memiliki illustrasi atau gambar atau visualisasi lainnya yang bisa menarik perhatian pembaca.

Secara keseluruhan, "Tafsir Kelong, Kajian Sastra Lisan Makassar" oleh Chaeruddin Hakim adalah karya penting yang mengangkat kekayaan sastra lisan Makassar, khususnya kelong, dengan pendekatan yang cukup komunikatif dan kontekstual. Kekurangan-kekurangan yang ada lebih bersifat teknis dan metodologis, yang bisa diperbaiki dalam kajian-kajian selanjutnya.

Buku ini koleksi Layanan Ruang Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.



April 14, 2022

TAFSIR KELONG

Kelong sebagai salah satu bentuk kesusastraan Makassar, di dalamnya mengandung renungan dan kearifan yang tergambar melalui kesatuan dan kepadatan makna. Kelong memiliki sifat-sifat nilai sebagai produk budaya masyarakat, di dalam Kelong Makassar terdapat beberapa nilai, di antaranya nilai religius dan nilai moral.

  • Kelong yang mempunyai kandungan nilai-nilai religius yang bersumber dari Rukun Islam

Paknassai syahadaknu
Sekreji Allah Taala 
Nakbi Muhammad
Suro matappak-Na

Terjemah:

Perjelas syahadatmu 
Allah itu satu 
Nabi Muhammad 
Rasul kepercayan-Nya

Makna/pesan kelong di atas adalah manusia hendaknya senantiasa memperbaharui syahadatnya, serta yakin bahwa Allah itu hanya satu dan Nabi Muhammad adalah utusan-Nya.
  • Kelong yang mempunyai kandungan nilai-nilai religius yang bersumber dari Rukun Iman
Boyai ri tae-Na
Assengi ni maniak-Na
Tenai antu
Namaknassaja niak-Na

Terjemah:

Carilah Dia dalam gaib 
Ketahuilah adanya
Dia tak tampak
Tetapi pasti Dia ada

Makna/pesan kelong di atas adalah agar manusia hendaknya menyadari bahwa Allah itu ada tetapi tidak tampak dan tidak dapat dilihat oleh mata, melainkan dengan iman.

Buku TAFSIR KELONG membahas tentang 34 Kelong Makassar yang memiliki/mempunyai nilai-nilai religius dan nilai moral, yang terdiri dari 5 buah Kelong yang termasuk dalam kategori rukun Islam, 6 buah kelong yang termasuk kategori rukun iman, dan 23 buah kelong yang termasuk ajakan moral. Nilai-nilai yang dimaksud adalah:

  1. Nilai moral yang terkandung pada kelong Makassar adalah nilai kejujuran, kesopanan, kedisiplinan, kebenaran, keadilan, ketaatan, nilai sosial kemasyarakatan, dan tata nilai bersosialisasi dengan sesama manusia.
  2. Nilai religius yang terkandung pada kelong Makassar meliputi nilai ketahuidan, yaitu pengakuan akan kebenaran Rasul Allah. Kemudian nilai syariah dan nilai akhlak.
Kelong Makassar memberikan kontribusi positif nilai religius dan nilai moral kelong terhadap pendidikan moral anak usia pendidikan dasar. Besarnya konstribusi tersebut adalah 39,5 %. Sedangkan sisanya 60,5 % dipengaruhi oleh faktor lain yang belum terungkap, menjadi salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Keraispan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


TAFSIR KELONG
(Kajian Sastra Lisan Makassar)

Penulis: Chaeruddin Hakim
Penerbit: De La Macca
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2006
ISBN: 978 602 263 09020




February 2, 2021

Sastra Kelong; Menyibak Literasi Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal

 


Judul : Sastra Kelong, Menyibak Literasi Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal

Penulis : Labbiri, M.Pd.

Penerbit : CV. Kanaka Media Kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan

Tahun terbit : 2018

Tempat terbit : Makassar

Jumlah halaman : 116

ISBN : 978-623-7029-09-0

Buku ini merupakan satu diantara sedikit buku yang membahas tentang Kelong Makassar. Diantara gempuran budaya barat terutama diera digital sekarang ini, penerbitan buku buku berkonten lokal tentu sangat menggembirakan. Sekecil apapun itu, buku buku lokal termasuk salah satu tameng yang dapat membendung penetrasi budaya asing didaerah. Dengan adanya buku bergenre Sastra Makassar ini diharapkan generasi muda akan lebih memahami dan lebih mencintai kesusastraan Makassar, khususnya sastra Kelong.

Kelong Makassar sebagaimana dengan Elong Ugi (Bugis), adalah salah satu budaya yang sangat populer dimasa silam. Selama ratusan tahun, kelong dijadikan sebagai alat komunikasi diantara masyarakat Makassar. Kelong tercipta dengan berbagai tujuan baik untuk tujuan nasehat keagamaan, ungkapan kerinduan, media hiburan, pendidikan dan bahkan sebagai media pelestari budaya itu sendiri. Kelong Makassar selalu terdiri dari 4 bait dengan jumlah suku kata masing masing; baris pertama, kedua dan keempat semua bersuku kata 8. Hanya baris ketiga saja yang bersuku kata 5.  

Buku ini terdiri dari 4 bagian dimana bagian pertama adalah “Sastra Kelong: Menyibak Nilai Nilai Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal”. Pada bagian ini, penulis membahas secara terinci tentang asal usul dan definisi Kelong Makassar. Selain itu juga tentang sejarah kelong dan sumber sumber informasi lain tentang kelong.

Pada bagian kedua dibahas tentang fungsi kelong, diantaranya, kelong sebagai media pendidikan, sebagai media hiburan, pembangkit motivasi dan semangat juang, media komunikasi, dan sebagai produk dan pelestari budaya.

Berbagai ragam kelong Makassar dibauraikan pada bagian ketiga.

Sedangkan bagian keempat membahas tentang Pappasang; Cerminan nilai nilai Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal.

Buku ini ditutup dengan Daftar Pustaka dan biodata penulis.

Buku Koleksi Layanan Perpustakaan Umum, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.  

 

 



February 26, 2020

Bunga Sibollo





Buku : Bunga Sibollo (Kumpulan Sajak / Kelong Makassar) Karya Ho Eng Dji
Editor/Penerjemah : Shaifuddin Bahrun
Penerbit :  Yayasan Baruga Nusantara, Makassar 2006
Jumlah Halaman : xxiv + 72
ISBN : -

Masih ingat Film “Ati Raja” yang tahun lalu diputar di beberapa bioskop di Makassar? Pernahkah anda menonton film tersebut? Film tentang sosok Ho Eng Dji, seniman, penyair, musikus, sastrawan Makassar berdarah Tionghoa yang aktif berkarya dari tahun 1930an – 1960an.  Buku ini adalah kumpulan dari sajak atau puisi atau dalam bahasa Makassar disebut “kelong” karya Ho Eng Dji. Kumpulan sajak ini dikumpulkan dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Shaifuddin Bahrum.

Buku ini diawali dengan kata pengantar dari penerbit. Kemudian kisah hidup Ho Eng Dji. Kemudian karya karya sajak atau puisi Ho Eng Dji yang dibagi dalam dua bagian utama yaitu : Puisi (Kelong ) Makassar dan Puisi yang telah di gubah menjadi Lagu Makassar. 

Bagian pertama puisi dengan judul : Malino, Kodi Tojenna, Ri Biring Moncong, Sinriliq, Biseang, Cinna Cinikku, Tunanu, Dendang 1, Dendang 2, Dendang 3, Rua Bungung, Lino 1, Lino 2, Lino 3, To Battua, Empoanna Tallasaka, Bunga Sibollo, Sibokoi, Sassaqlalang.

Bagian kedua puisi yang telah digubah menjadi lagu Makassar dengan judul :  Ampir Siang, Pasangteng 1, Pasangteng 2, Dendang-dendang 1, Dendang-dendang 2, Ati Raja 1, Ati Raja 2, Maqrencong-rencong, Rambang Tinggal, Kola Satu, Mas Bangun, Jali Jali, Baju Ejayya, Sailong dan Ammaq Ciang.
 
Buku ini menjadi bahan rujukan yang bagus bagi anda yang berminat tentang puisi Makassar, tentang seniman Makassar berdarah Tionghoa, atau kesusastraan Makassar secara umum. Buku ini koleksi Perpustakaan Abdurrasyid daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.