July 31, 2024

Kepemimpinan Sanusi Daris dalam Dinamika Komunitas Duri Kabupaten Enrekang

Kepemimpinan Sanusi Daris yang bermula bertugas mengajar sebagai Guru Sekolah Rakyat, kemudian terlibat dalam gerakan mempertahankan kemerdekaan. Ketika pasukannya resmi menjadi anggota TNI ia tidak ikut serta, padahal kedudukannya pada saat itu sebagai Komandan Kompi, sebuah jabatan yang cukup prestisius. Ia malah bergabung dengan Qakar Muzakkar dan bersamanya memproklamasikan berdirinya Gerakan DI-TII di Kampung Baraka Kabupaten Enrekang.

Disertasi Kepemimpinan Sanusi Daris dalam Dinamika Komunitas Duri Kabupaten Enrekang dapat disimpulkan beberapa hal:

  • Sanusi Daris lahir dan dibesarkan pada sebuah komunitas yang telah memiliki sistem sosial yang teratur, yaitu komunitas Duri. Jauh sebelum zaman sejarah, di sana sudah terdapat sebuah kerajaan yang dikenal dengan nama " Kerajaan Duri”. Komunitas Duri sangat memperhatikan rekrutmen pemimpin. Karena bagi komunitas tersebut, seorang pemimpin mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pemimpin identik dengan kemaslahatan, dan kesejahteraan, karena menentukan berkembang tidaknya “Tallu Lolo (manusia, ternak piaraan, dan tanam-tanaman)”. Apabila seorang pemimpin melakukan pelanggaran tata aturan hidup (aluk), akan membawa akibat serius bagi kehidupan masyarakat.
  • Sanusi Daris lahir dari orang tua perpaduan etnis Duri dan etnis Toraja. Kedua orang tuanya masih tergolong keturunan Pemangku Adat. Itulah sebabnya pada saat tiba masa usia sekolah, Ia mendapat kesempatan mengikuti pendidikan. Ia pernah menjadi guru, melibatkan diri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan, dan terakhir menjadi anggota DI-TII yang menyebabkan ia dicap sebagai pemberontak. 
  • Sanusi Daris adalah seorang pemimpin yang memiliki empati tinggi, amanah, dan bertanggung jawab. Ia dianggap sebagai pelindung, panutan, dan penyelamat. Karena itu ia sangat dicintai dan dilindungi oleh komunitasnya, baik pasukannya maupun masyarakat luas yang pernah berada di bawah pengaruhnya.
  • Dengan kecerdasan, integritas, dan pengaruhnya, ia telah mampu mendorong terjadinya perubahan dalam kehidupan sosial budaya, membangkitkan etos kerja sehingga masyarakat terdorong memperbaiki kehidupannya dan meninggalkan cara-cara tradisional yang bertentangan dengan ajaran Islam.
  • Sebagai seorang pemimpin, Sanusi Daris memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan sekaligus kecerdasan spiritual Penghayatan dan ketaatan beribadah memperkokoh kepribadian dan jati dirinya sebagai pemimpin sehingga mampu mengelaborasi perannya dalam suasana genting sekalipun untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi kelompoknya. Ia memiliki talenta kepemimpinan, diramu dengan warisan kultur komunitasnya, membuat aura penampilan fisiknya yang menyenangkan. Ia mahir dalam orasi-orasi agama dan politik untuk memberi inspirasi kepada konstituennya dalam mengemban tugas yang dibebankan di atas pundaknya. Ia adalah pemimpin yang mempunyai prinsip, integritas, dan karakter. Ia mengucapkan sesuatu dan ia mengamalkannya. Tidak pernah memberi janji, kecuali ia menepatinya. Tutur bahasanya menarik, dan perilakunya menyejukkan. Ke semuanya itu melahirkan pola kepemimpinan yang unik yang menjadikannya disegani, dihormati, dan dicintai oleh pengikutnya. Ia adalah pemimpin yang mempunyai pengaruh luar biasa dan dengan pengaruh tersebut ia mampu mendorong terciptanya sebuah sistem sosial yang religius, inklusif, dan dinamis kreatif dalam mencapai kemajuan. Ke semuanya itulah yang menjadikan dirinya dianggap sebagai pemimpin karismatik bagi komunitasnya.
Disertasi ini membahas Komunitas Duri yang sangat memperhatikan pola rekrutmen pemimpin karena dalam pandangan mereka pemimpin identik dengan kemaslahatan karena dalam pandangan mereka pemimpin identik dengan kemaslahatan dan kesejahteraan. Sosok beliau menjadi pemimpin karismatik dan sebagai agen perubahan sosial budaya dengan diberlakukannya syariat Islam, ternyata telah mendorong terjadinya perubahan sistem keberagamaan yang selanjutnya menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya, sehingga Komunitas Duri mempersepsikan Sanusi Daris sebagai panutan, penyelamat, pelindung, pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab. Buku ini koleksi layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


Kepemimpinan Sanusi Daris dalam Dinamika Komunitas Duri Kabupaten Enrekang
The Leadership of Sanusi Daris in Dynamic of Duri Community of Enrekang District
Penyusun: ABD. Rahman Pilang
Penerbit: Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
Penerbit: Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2008

July 22, 2024

Bigrafi Ringkas 30 Ulama Nusantara

 


Judul:                         Mengenal Ulama Nusantara, Sejarah Biografi 30 Ulama Khrismatik

Penulis:                      Tim Baitul Mukminin

Editor:                       Hijrah Ahmad

Penerbit:                    Penerbit Erlangga

Tahun Terbit:              2019

Jumlah Halaman:        xii + 306

ISBN:                        978-602-0935-87-4

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku "Mengenal Ulama Nusantara" merupakan karya Tim Baitul Mukminin yang menguraikan secara ringkas perjalanan hidup dan sumbangsih para ulama yang dimuliakan di seluruh kawasan di Nusantara. Para tokoh ulama yang ada dalam buku ini adalah putra terbaik bangsa Indonesia. Buku ini mengangkat kisah hidup, perjuangan, dan pemikiran para ulama yang telah berperan besar dalam penyebaran Islam serta pendidikan di Nusantara. Melalui buku ini, pembaca dapat mengambil hikmah dan manfaat dari pelajaran hidup para ulama yang dapat menjadi contoh teladan dalam masyarakat Indonesia. Pembaca diajak untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia.

Adapun ke-30 Ulama yang diuraikan biografinya dalam buku ini adalah : Syaikh Abdur Ra’uf as-Sinkili (1615-1693), Syaikh Muhammad Yusuf al-Makassari (1626-1699), Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari (1710-1812), Syaikh Abdush Shamad al-Palimbani (1736-1819), Syaikh Nawawi al-Bantani (1813-1897), Syaikhona Muhammad Kholil al-Bankalani (1820-1925), Syaikh Muhamma Sholeh ‘Darat’ as-Samarani (1820-1903), Syaikh Sayyid Utsman al-Batawi (1822-1913), Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi (1860-1916), Syaikh Mahfudz at-Tarmasi (1868-1923), K.H. Ahmad Dahlan (1868-1923), Guru Haji Ismail Mundu (1870-1957), Hadratissyikh K.H. hasyim Asy’ari (1871-1947), Syaikh Ahmad Surkati al-Anshari (1875-1943), K.H. Muhammad Mansur al-Batawi ‘Guru Mansur’ (1878-1967), K.H. Abbas Abdul Djamil (1879-1946), K.H. Wahab Chasbullah (1888-1971), K.H. Mas Mansur (1896-1946), K.H. R. As’ad Syamsul Arifin (1897-1990), K.H. Sirajuddin Abbas (1905-980), T.G.K.H. Muhammad Zainuddin Abdul Majid (1908-1997), Buya Hamka (1908-1981), K.H. Abdul Wahid Hasyim (1914-1953), K.H. Noer Ali (1914-1992), K.H. Bisri Mustofa (1915-1977), K.H. AR. Fachruddin (1916-1995), K.H. Muhammad Ilyas Ruhiyat (1934-2017), K.H. M.A. Sahal Mahfudh (1937-2014), K.H. Abdurrahman Wahid (1940-2009), K.H. Shiddiq Amien (1955-2009).

Buku ini menyajikan sejarah ulama Nusantara secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan mereka. Mulai dari latar belakang keluarga, pendidikan, hingga kontribusi mereka dalam masyarakat.

Tim Baitul Mukminin melakukan penelitian yang mendalam untuk menulis buku ini. Informasi yang disajikan didukung oleh berbagai sumber yang kredibel, seperti manuskrip kuno, wawancara, dan literatur sejarah. Meskipun mengandung banyak informasi sejarah dan teologis, buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Hal ini memudahkan pembaca dari berbagai kalangan untuk memahami isi buku tanpa kesulitan. Buku ini dilengkapi dengan berbagai gambar dan ilustrasi yang membantu pembaca untuk lebih memahami konteks sejarah yang dibahas. Foto-foto ulama, manuskrip, dan tempat bersejarah memperkaya pengalaman membaca.

Meskipun sudah mencakup banyak ulama, beberapa pembaca mungkin merasa bahwa masih ada tokoh-tokoh penting yang belum dibahas secara mendetail dalam buku ini. Perlu adanya edisi lanjutan untuk melengkapi cakupan tokoh-tokoh ulama Nusantara.

Terdapat beberapa bagian dalam buku di mana gaya penulisan terasa kurang konsisten, mungkin karena ditulis oleh tim yang berbeda. Konsistensi dalam gaya penulisan bisa meningkatkan kualitas keseluruhan buku.

"Mengenal Ulama Nusantara" oleh Tim Baitul Mukminin adalah buku yang sangat informatif dan bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang sejarah ulama di Indonesia. Dengan penyajian yang komprehensif dan bahasa yang mudah dipahami, buku ini berhasil membawa pembaca mengenal lebih dekat para ulama yang telah berkontribusi besar dalam penyebaran Islam di Nusantara.

Buku Koleksi layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




Secangkir Kopi Inspirasi, Kumpulan Kisah Inspiratif

 


Judul:                          Secangkir Kopi Inspirasi

Penulis:                       Muhammad Irsan Zainuddin

Editor:                        Winny Rachmayanti-

Penerbit:                     Esensi (divisi Penerbit Erlangga)

Tahun Terbit:               2021

Jumlah Halaman:        200

ISBN:                         978-623-7478-3…

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku yang berjudul “Secangkir Kopi Inspirasi” ini merupakan kumpulan tulisan opini pribadi Muhammad Irsan Zainuddin. Buku yang berisi ide ide inspiratif yang muncul pada diri penulis kapan saja dan kemudian dikumpulkannya dalam bentuk tulisan. "Secangkir Kopi Inspirasi" merupakan kumpulan cerita dan refleksi yang menawarkan berbagai kisah inspiratif yang bertujuan untuk memotivasi pembaca dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap kisah ditulis dan dikemas dengan bahasa yang ringan, sederhana dan mudah dipahami, sehingga membuat pembaca merasa seolah-olah sedang menikmati secangkir kopi sambil merenungi makna kehidupan.

Ada 50 judul kisah inspiratif dalam buku ini dan disusun secara acak, yang artinya pembaca bisa membaca dari mana saja, tanpa perlu secara berurut dari halaman pertama sampai akhir. Setiap judul diuraikan secara mendalam namun tidak secara panjang lebar. Setiap judul hanya dibahas satu setengah halaman saja, sehingga pembaca dapat membacanya dengan tuntas dalam waktu singkat.

Diawali dengan kata pengantar dari penulis, kemudian Daftar Isi, lalu kisah inspiratif pertama yang berjudul “Bermula dari Kata ‘Why?’”.  Disini dijelaskan oleh penulis bagaimana sebuah tindakan atau perbuatan haruslah dimulai dengan pertanyaan, Why (mengapa). Misalnya, ketika akan bekerja, kita akan bertanya pada diri sendiri, “mengapa pekerjaan ini saya pilih” dan berbagai contoh lainnya. Apapun kegiatan yang akan dilakukan, jawaban dari “why” ini harus ditemukan, karena akan sangat mempengaruhi kokohnya langkah anda dalam menjalaninya. Ketika jawabat ditemukan, maka tujuan akan tercapai dengan mudah.

Beberapa kisah inspiratif dalam buku ini tertulis dalam bahasa Inggris, ‘Enjoy the Journey’, Suffering Builds Your Character’, ‘It’s Ok Not To Be Ok’, Write a New Story’, ‘Be Trustworthy’, ‘Building Personal Branding’, ‘Master What You Can Control’, ‘Give Yourself A Break’, ‘Long Life Learner’, ‘Abundance Mentality Versus Scarcity Mentality’, dan masih banyak lagi yang lain. Meskipun judulnya berbahasa Inggris, namun penjelasannya tetap berbahasa Indonesia.

Sedangkan judul kisah kisah inspiratif lainnya yang berbahasa Indonesia misalnya, ‘Menuai Apa Yang Ditanam’, ‘Waktuku Hilang, Waktuku Terbuang’, ‘Mengapa Malas Berubah’, ‘Sikap, Asset Terbaik Hidup Anda’, “Memeluk Kegagalan’, ‘Berhenti Bekerja, Mulailah Berkarya’, ‘Sibu, Apa yang Kita Sibukkan?’, ‘Jangan Sepelekan Orang yang Anda Temui’, ‘Vibrasi Rasa Syukur’, dan lain lain. Ada juga judul kisah yang bercampur antara bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris, misalnya ‘Menunggu Giliran, Someday to Everyone’.

Penulis buku ini menyampaikan pesan pesannya dengan sangat sederhana sehingga pembacanya, dari kalangan mana pun dapat memahaminya dengan baik. Kisah kisah yang dijadikan inspirasi pun sangat dekat dengan kehidupan kita para pembaca sehari hari sehingga mungkin sebagian pembaca pernah mengalaminya sendiri. Susunan kisahnya juga menarik karena disetiap kisah ada semacam hikmah pada bagian akhir kisah. Pembaca akan mengalami perenungan setiap kali selesai membaca satu kisah.

Desain sampul dan layout pencetakan dan penerbitan buku ini juga sangat menarik, sehingga pembaca semakin tertarik untuk membaca buku ini.

Karena kisah kisah dalam buku ini adalah pengalaman pribadi penulisnya, maka tidak ada daftar pustaka diakhir buku seperti biasanya buku pada umumnya. Ada beberapa kisah yang mungkin terlalu singkat bagi sebagian pembaca. Mungkin akan lebih menarik lagi sekiranya buku ini dihiasi dengan illustrasi, gambar atau foto foto berwarna yang satu topik dengan kisah yang dibahas.

Buku ini sangat menarik dibaca, penuh inspirasi dan dapat memotivasi pembacanya.

Koleksi Perpustakaan Ibu dan Anak, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan. 




July 20, 2024

Permainan Rakyat Tradisional Sulawesi Selatan

 


Judul:                           Permainan Rakyat Sulawesi Selatan

Penulis:                        -

Editor:                         Gunawan Monoharto & Yudisthira Sukatanya

Penerbit:                     La Macca Press

Tahun Terbit:               2003

Jumlah Halaman:        -

ISBN:                            979-97452-1-7

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Ditengah serbuan gadget dan peralatan elektronik digital dalam kehidupan sehari hari kita, permainan tradisional semakin terlupakan. Begitu banyak permainan tradisional dari ke-4 suku utama di Sulawesi Selatan yang dulu marak dimainkan, sekarang sudah ditinggalkan. Hampir pasti, anak anak zaman sekarang tidak mengetahui berbagai macam permainan tradisional Sulawesi Selatan. Mungkin hanya yang tinggal di kampung kecil yang jauh dari jaringan seluler yang masih memainkan permainan tradisional.

Tujuan utama penulisan buku ini untuk mendokumentasikan berbagai macam permainan tradisional Sulawesi Selatan agar generasi muda dan generasi selanjutnya akan tetap mampu mempertahankan dan memainkannya. Permainan dalam buku ini didefinisikan sebagai tradisi suatu kelompok  masyarakat yang mengandung unsure olahraga sekaligus seni. Seperti yang dikatakan H. Ajeip Padindang pada pengantar buku ini, bahwa permainan rakyat bukan sekedar ajang bermain main.

Ada 36 jenis permainan tradisional dibahas dalam buku ini. Pembahasannya meliputi, bagaimana permainan itu dimainkan, siapa saja yang biasa mainkan (laki laki atau perempuan, anak anak atau dewasa), sejarahnya, nama permainan dalam bahasa lain misanya Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja, berapa orang yang biasa mainkan, waktu permainan ini dimainkan dan lain lain.

Adapun permainan rakyat yang dibahas dalam buku ini yaitu:  Aqraga (Maqraga), Attaba Lisere Camba, Appaddekko, Beklam (Bekkel), Galla (Gallarang), Mabbangnga’ (Attaruq),   Maccubbu-cubbu (Accokko-cokkoang), Maccukke (Accangke), Maggalaceng (Aggalacang),   Maggasing (Aqgasing), Maggecciq (Aqdatte-datte), Majjekka, Maggale (Makkaddaro),   Mallanca (Aqlanja), Maqirrong, Maqkacalele, Mallogo, Mammenca (Aqmancaq), Maqdanda (Santo-Santo), Mappuccaq, Makkanreppa, Mallongaq, Mappolo Beceng (Aqkati-katinting),   Mantarruq, Maqpasilaga Tedong, Maqsumpi-sumpiq, Maqtebbaq, Massalo (Aqsalo),  Massilelo, Massempe, Mappasajang (Aqlayang-layang),  Mattojang (Attoweng), Paboboq,   Rengngeng (Ajjonga), Sapinggaq-pinggaq, dan Songko-Songkokang Jangang,

Mungkin masih ada permainan tradisional yang sering anda mainkan dimasa anak anak dan remaja dulu yang belum disebut diatas. Hampir setiap daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan memiliki permainan rakyat khas masyarakat setempat.  

Buku ini sangat bagus untuk dikaji lebih mendalam untuk bahan penelitian tentang tradisi tradisi yang di Sulawesi Selatan, khususnya permainan tradisional.

Buku tentang permainan tradisional membantu melestarikan warisan budaya dan tradisi yang mungkin sudah mulai terlupakan oleh generasi muda. Pembaca dapat mempelajari aturan, sejarah, dan nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional, yang sering kali memiliki aspek edukatif. Buku ini bisa membangkitkan nostalgia bagi orang dewasa yang pernah memainkan permainan tersebut di masa kecil mereka. Dapat menjadi media untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak dan remaja yang mungkin lebih akrab dengan permainan modern atau digital. Pembaca bisa memahami manfaat permainan tradisional dalam mengembangkan keterampilan sosial, motorik, dan kognitif anak-anak.

Namun bisa jadi informasi yang disajikan dalam buku ini  tidak lengkap atau kurang mendalam, terutama jika penulis tidak memiliki akses ke sumber yang autentik atau cukup mendalam. Pembaca yang lebih tertarik pada permainan modern mungkin kurang tertarik pada buku yang membahas permainan tradisional, sehingga target pembaca menjadi terbatas. Buku ini tanpa ilustrasi yang memadai atau penjelasan yang jelas, pembaca mungkin kesulitan memahami cara memainkan permainan tradisional tersebut. Beberapa permainan tradisional mungkin tidak lagi relevan atau praktis dimainkan di lingkungan modern, sehingga pembaca merasa informasi tersebut kurang berguna.

Akan sangat bagus jika buku ini dilengkapi dengan alat bantu audio-visual (pandang-dengar) dalam bentuk CD atau DVD atau media audiovisual lainnya. Bagi pemustaka, menggunakan Alat bantu peraga Audio-visual  akan lebih memudahkan memahami informasi semacam ini (permainan Tradisional).



Kisah Hidup dan Perjuangan Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah

 


Judul:                           Srikandi Pendidikan Dari Timur (Perjalanan Hidup, Visi dan Karir Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah)

Penulis:                        Ahmad M. Sewang dkk.

Editor:                         Waspada, M.Sos.I., M.HI & Dr. Mohd. Sabri, AR

Penerbit:                     Pustaka Al-Zikra berkerjasama dengan UIN Alauddin Makassar

Tahun Terbit:               2017

Jumlah Halaman:        xxxiv + 228  

ISBN:                        978-602-5555-01-5

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini adalah buku yang mengisahkan perjalanan hidup dan karir Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah salah seorang akademisi dan tokoh pendidik dari Sulawesi Selatan. Beliau adalah Rektor perempuan pertama di Sulawesi Selatan yang memimpin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar yang menjabat dari tahun 1985-1993. IAIN Alauddin sekarang bernama Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Beliau juga pernah menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Kelembagaan Agama (Binbaga), Departemen Agama RI dari tahun 1993 -1996.

Terbagi menjadi 4 bagian, diawali dengan pengantar dari penerbit, daftar isi, kata pengantar dan Prolog yang berisi biografi singkat Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiyanah. Pada bagian ini dibahas pendidikan, keluarga, prestasi yang pernah diraih, pengabdiannya, pengalaman organisasinya, dan pandangan pandangan (visi)nya terhadap dunia pendidikan yang digelutinya.

Selanjutnya adalah tulisan/ ulasan atau testimoni  para tokoh ulama dan umara terhadap Prof. Dr. Hj. Andi Rasdiayanah. Adapun tulisan yang tercantum pada bagian pertama ini adalah : Srikandi dari Selatan (Achmad Amiruddin), Gagasannya Tentang Agama Sangat Luas (K.H. Bakri Wahid), Refleksi Pemikiran Andi Rasdiyanah Tentang Huku Islam (Minhajuddin).

Pada bagian kedua diberi tajuk “Identifikasi Kepemimpinannya” yang memuat ulasan tulisan yaitu : Generasi Pejabat dari Tanah Bugis (Azhar Arsyad), Mengukir Prestasi Unik dan Langka (Ahmad M. Sewang), Pemimpin yang Cekatan (Marwan Sarijo), Sosok Perempuan yang tak Pernah “disoal” (Qadir Gassing), Kasih Ibu Sepanjang Masa (Hamka Haq), Kepemimpinannya Telah Teruji ( Abd. Rahim Amin), Pembuka Jalan Karir Hakim Wanita (Andi Syamsu Alam), Pemimpin dan Ibu Panutan (Rusli Wolman), Mahaguru dan Pemimpin Teladan (M. Ghalib M), Kepemimpinannya Fenomenal (Syuaib Mallombassi), Cendekia Muslim Nusantara (Nurnaningsih Nawawi), dan Mengadu Pena dengan Cangkul (M. Ashar Said Mahbub).

Pada bagian ketiga dengan judul “Dalam Persepsi Para Koleganya”. Ada ulasan testimoni pada bagian ini yaitu : Ibu Dunia dan Akhirat (Abd. Muin Salim), Andi Rasdiyanah Tokoh Pendidik (K.H. Jamaluddin Amin), Sosok Muslimah Multi Dimensi (Nasruddin Razak), Guru Besar, Guru Sejati (Muhammad Amad), Pengabdian “Dua Ras” (Danawir Ras Burhany), Mengkader Sarjana Kajian Ilmu Hadis (Mustafa Nuri), Rektor Wanita Pertama di Sulawesi Selatan (Paturungi Parawangsa), dan Pribadinya Paripurna (Bakri Asrif).

Pada bagian terakhir adalah tertimoni para mantan mahasiswanya yang diberi judul : Aprisiasi Mahasiswanya dengan tulisan sebagai berikut: Cendekiawan, Pemimpin dan Ibu Teladan (Nasir A. Baki),  Andi Rasdiyanah, Bundaku Sejati (Salehuddin Yasin), Sosok Wanita yang Kreatif (Syamsuduha Saleh), Ibu Sejati yang Menyayangi Anak Anaknya (Ahmad Thib Raya), Refleksi Atas Andi Rasdiyanah (Andi Faisal Bakti), Tokoh Rasional dan Argumentatif (K.H. Zain Irwanto), Istri dan Pendidik yang bijak (Chaeruddin B.), Pembela Sunnar (Arifuddin Ahmad), dan Pembelajar dan Pengajar Sepanjang Hayat (Wahyuddin Halim).

Buku ini ditutup dengan uraian singkat data data para penulisnya yaitu : Ahmad M Sewang, Waspada Santing, Moh. Sabri AR., Muhammad Ashar, Muhammad Natsir Siola, dan Anwar Sadat.

Buku biografi Hj. Andi Rasdiyanah ini menyajikan kisah-kisah inspiratif tentang perjuangan, dan kesuksesan, yang bisa memotivasi pembaca untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Dari buku ini juga pembaca dapat memperoleh wawasan tentang periode sejarah tertentu, konteks sosial, politik, dan budaya di mana tokoh Hj. Andi Rasdiyanah hidup. Pembaca juga dapat belajar dari kesalahan dan keputusan tokoh yang diceritakan, serta strategi-strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi tantangan.

Kisah hidup seseorang termasuk kisah hidup Hj. Andi Rasdiyanah bisa saja ada unsur unsur  dengan interpretasi subyektif dari peristiwa-peristiwa tertentu, yang bisa berbeda dari kenyataan. Buku biografi ini juga kurang foto atau gambar illustrasi yang bisa menarik perhatian pembaca.

Buku koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Dg. Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




SUMPAH PENA, Buku Penting Bagi Anda yang Ingin Menulis

 


Judul:                           Sumpah Pena; Why, How, and What Generation Write

Penulis:                        Ruslan Ismail Mage & Kuspriyanto

Editor:                         -

Penerbit:                     Elfatih Media Insani

Tahun Terbit:               2021

Jumlah Halaman:        300

ISBN:                         978-623-96247-7-4

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku “Sumpah Pena” adalah salah satu buku tentang seluk beluk penulisan yang terbaik yang pernah saya baca.  Keluasan pembahasan, keseimbangan antara tulisan dan illustrasi, tata letak (layout), ukuran font dan berbagai aspek lainnya semua dikemas dengan baik. Pembaca buku ini tak hanya menerima ilmu pengetahuan tentang bagaimana teknik menulis tetapi juga akan termotivasi untuk menulis. Mungkin karena penulisnya juga seorang motivator sehingga selain teknik menulis, juga membahas tentang motivasi diri untuk menulis. Apapun bentuk tulisan, baik fiksi maupun non-fiksi semua dibahas dalam buku ini.

Buku ini diawali dengan ‘Persembahan’ dari kedua penulis yang berisi ucapan terimakasih kepada semua pihak yang membantu dalam proses penulisan. Selanjutnya ‘Prakata’ yang mengulas bagaimana sampai buku ini dapat tersusun dan tercetak, serta ‘Kata Pengantar’ dari Prof. Dr. Alfitri, M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Sriwijaya, Palembang.

Terdiri dari 3 bagian utama, dan setiap bagian masing masing terbagi lagi dalam beberapa bagian, dan sub bagian. Ketiga bagian utama yaitu Why yang membahas tentang mengapa perlu menulis, kemudian How yaitu bagaimana menulis. Pada bagian ini berbagai teknik penulisan diuraikan dengan lengkap. Hambatan yang sering dialami oleh penulis dan ragam metode penulisan. Sedangkan bagian terakhir What yaitu tentang ‘apa’ yang ditulis, fiksi atau non-fiksi, termasuk genre apa yang dikuasai oleh seorang penulis. Pada bagian terakhir ini juga dibahas tentang bagaimana menerbitkan tulisan.

Pada bagian pertama ‘Why’ (mengapa menulis), penulis membagi menjadi 8 bagian dan setiap bagian dibagi lagi menjadi beberapa sub-bagian. Dijelaskan pada bagian pertama tentang bagaimana dalam Al-Quran ada yang disebut Sumpah Pena yaitu Surah Al-Qalam Ayai 1 yang berbunyi, “Nun, wal-qalami wamaa yasthuruun” yang artinya, “demi Pena dan apa yang ditulisakannya”.  Selain dalam kita Suci Al-Quran, juga diuraikan beberapa pendapat para ulama dan  ahli sufi tentang pentingnya dan keutamaan menulis dan membaca hasil tulisan. Sub-bagian lainnya adalah bagaimana seorang penulis akan berada dalam dunia yang abadi melalui karya karya yang ditulisnya. Budaya baca dan Daya baca orang Indonesia, dan beberapa alasan mengapa harus menulis, serta manfaat menulis juga diuraikan secara lengkap pada bagian ini.

Tentang bagaimana menulis (How) pada bagian kedua, diuraikan dan dijabarkan dalam 12 sub bagian. Dimulai dengan bagaimana menghadapi hambatan menulis dan solusinya, ragam teknik menulis dengan 2 metode yang unik; metode ATM dan metode Hollywood. Sumber sumber Ide, Mind Mapping, pengorganisasian bahan tulisan, penyusunan kerangka tulisan sampai pada pemanfaatan software dan applikasi untuk pengelolaan tata letak dan penulisan dibahas tuntas pada bagian ini.

Bagian terakhir ‘What’ tentang apa yang ditulis. Buku apa saja yang menarik dan berkualitas, adalah pembahasan awal bagian ini. Selanjutnya dijelaskan teknik menulis artikel dan opini, pola penulisan Fiksa dan Non-Fiksi, serta bagaimana menerbitkan hasil tulisan. Nah pada akhir bagian ini ada sesuatu yang menarik yaitu bagaimana membangun Personal Branding dengan menulis.  Jika anda senang menulis di media apa saja secara rutin dan konsisten dengan tema atau topik yang anda kuasai, maka akan terciptalah kesan dan citra individual anda dimata para pembaca tulisan anda. Cara membangun Personal Branding juga diuraikan dengan gamblang pada bagian ini.

Gaya penulisan Ruslan Ismail Mage dan Kuspriyanto sangat mengalir dan mudah dipahami. Mereka menggunakan bahasa yang sederhana namun kuat dalam menyampaikan pesan-pesan dan motivasi kepenulisan. Pembaca dari latar belakang apapun dapat dengan mudah memahami penbahasan dalam buku ini.

Beberapa pembaca mungkin merasa bahwa beberapa bagian terlalu dasar, terutama bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman menulis. Pada bagian kedua, poin ke 20, 21 dan 22 membahas tentang teknologi software dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan bagi seorang penulis. Sesuatu yang terkait dengan teknologi biasanya dengan cepat berubah, seiring dengan berjalannya waktu. Ada aplikasi misalnya berganti nama, atau diperbarui teknologinya atau bahkan bisa hilang sama sekali, digantikan oleh Aplikasi dengan teknologi yang lebih canggih. Penulis buku harus selalu memeriksa di Web, apakah Aplikasi yang uraikannya dalam buku, masih ada dan dipakai orang, atau sudah usang atau bahkan mungkin sudah hilang sama sekali.




Panduan Mudah Eating Clean

 


Judul:                       Panduan Mudah EATING CLEAN, Makan Pintar, Makan Benar

Penulis:                      Inge Tumiwa-Bachrens

Editor:                        -

Penerbit:                    PT. Kawan Pustaka

Tahun Terbit:              2018

Jumlah Halaman:        264

ISBN:                        978-979-757-650-9

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini membahas tentang bagaimana cara mengolah makanan yang sehat dan bergizi, pola makan sehat. Penulis buku telah mempraktekkan pola makan sehat dan benar selama bertahun tahun di dalam rumah tangganya dan kemudian membagikan pengalamannya melalui buku ini. Menurut penulis buku, pola makan yang tidak sehat adalah salah satu pemicu yang tanpa disadari merusak kesehatan secara perlahan lahan.  

Terdiri dari 4 bagian atau bab utama yang masing masing terdiri dari beberapa sub bagian atau sub bab, diawali dengan pendahuluan yang membahas bagaimana penulis menjalani dan mempraktekkan pola hidup dan pola makan sehat di rumah. Apa yang dialami penulis buku, akhirnya dikumpulkannya dalam bentuk tulisan. Pola hidup dan pola makan sehat yang dijalaninya, menjadikannya menjadi nara sumber pada berbagai komunitas, perusahaan, institusi yang berminat menerapkan pola makan sehat.

Keunggulan buku ini juga dipertegas dengan adanya testimoni dari pembaca dan suami penulis buku.

Selanjutnya pada bagian pertama ada beberapa pertanyaan mendasar yang sering diajukan tentang kesehatan kita. Pertanyaan pertanyaan tersebut kemudian dijawab dalam buku ini. Pada bagian ini diuraikan dengan jelas tentang “makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan”, dan topik Eating Clean yang merupakan skill dasar makan dengan benar dan sehat.

Panduan mudah dalam memulai dan menjalankan “makan pintar dan makan benar” atau Eating Clean, dibahas secara detail pada bagian kedua. Contoh pembahasan dalam bagian ini misalnya bagaimana makan dengan porsi yang sehat, makan teratur 5 kali sehari, cara memilih makanan dengan benar, makanan asli dan makanan proses, fructose yang seharusnya dihindari, ketagihan gula, penggunaan minyak dari biji bijian, makanan karbohidrat yang sehat, penggunaan tepung, susu, cara memasak yang benar,  dan lain lain.

Di jelaskan pula tentang resep resep makanan gaya Eating Clean di rumah pada bagian ketiga.

Pada bagian terakhir diuraikan tentang orang orang yang telah mempraktekkan projet Eating Clean ini.

Buku ini ditulis dengan menarik, sederhana dan sangat mudah dipahami isinya. Pokok pembahasannya sarat akan makna dan menggugah kesadaran pembaca akan pentingnya memberikan makanan yang sehat kepada anggota keluarga terutama kepada anak anak.

Pada bagian akhir ada penutup, testimoni pembaca, contoh resep resep masakan yang sehat, ada daftar pustaka yang bisa dijadikan bahan rujukan jika ingin menulis topik yang sama dengan buku ini. Ucapan terimakasih penulis buku dan biodata ringkas penulis ada pada bagian akhir buku.

Cetakan dan tataletak (layout) buku ini juga sangat menarik. Hampir setiap halaman buku ada kutipan dengan hurup hurup besar yang menarik, dan menggunakan berbagai jenis font yang tidak terlalu formal sehingga tidak membosankan dibaca. Foto foto dan illustrasi menarik juga melengkapi uraian dan pembahasan buku ini. Penggunaan warna warna lembut untuk tulisan dan latar belakang halaman dalam buku ini semakin menambah kesan menarik para pembaca. Pada beberapa bagian, juga ada gambar kartun dan caption yang menggunakan font yang mirip tulisan tangan.

Ada beberapa halaman buku ini tulisannya tercetak ganda, huruf hurufnya saling tumpang tindih yang dapat mengakibatkan pembaca pusing. Sepertinya ini disengaja, karena ada juga tulisan lain,  dihalaman yang sama tidak tumpang tindih. Pada bagian testimoni pembaca yang terletak pada bagian akhir buku, tulisannya berupa copy printscreen yang sangat kecil yang mungkin sulit dibaca bagi yang matanya rabun. Copy printscreen tersebut diambil dari sumber media sosial.





July 8, 2024

Lontaraq Riwayaqna Tuanta Salamaka Ri Gowa

Aksara daerah atau lontaraq adalah aksara daerah Sulawesi Selatan yang digunakan oleh suku bangsa Bugis, Makassar dan Mandar. Salah satunya Lontaraq Riwayaqna Tuanta Salamaka Ri Gowa (RTSG) yang sangat populer di kalangan masyarakat Makassar. Lontaraq ini ditemukan puluhan naskah yang berbahasa Makassar sedangkan berbahasa Bugis dan Mandar hanya ditemukan satu atau dua buah saja.

Banyaknya naskah berbahasa Makassar terjadi karena besarnya minat masyarakat Makassar  untuk memiliki naskah tersebut. Keinginan memiliki naskah disebabkan karena keinginan mengetahui riwayat Syekh Yusuf yang disebut juga Tuanta Salamaka atau Tuan Loweta. Mengetahu riwayatnya berarti suatu keistimewaan baginya. Di samping itu, mereka ingin memiliki karena dianggap dapat mengurangi atau menghapuskan dosanya di hari kemudian. Bahkan mereka bahwa naskah percaya RTSG dapat menghindarkannya dari bahaya-bahaya, seperti pencurian, penyakit dan sebagainya. Dengan demikian mereka menjadikan naskah RTSG sebagai jimat penjaga diri dan keluarganya.

Ringkasan Lontaraq Riwayaqna Tuanta Salamaka Ri Gowa suatu Analisis Rintisan Filolinguistik, dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan ekstrinsik dan pendekatan intrinsik. Pendekatan Ekstrinsik telah ditemukan 

  • Teori kader. Dalam naskah RTSG kehadiran Tuanta Salamaka disebut putera Nabi Khaidir karena kehadiran sejak dalam perut ibunya telah banyak memperlihatkan hal-hal yang ajaib. 
  • Teori Parsprototo. Dalam naskah RTGS mayat Tuanta Salamaka ketika akan di bawa ke Gowa meninggalkan baju dalamnya sebagai pengganti dirinya.
  • Ayah Tuanta Salamaka. Dalam naskah RTSG disebutkan bahwa ayah Tuanta Salamaka adalah nabi Khaidir. Ayahnya salah seorang keturunan Tuanta Salamaka di Soreang memiliki silsilah dalam tulisan tangan. Dalam silsilah itu tertulis Sekh Yusuf bin Abullah Al-Manjalawi.
  • Mobilitas Sosial Vertikal. Dalam naskah RTGS menyebutkan bahwa masih ada golongan ulama atau golongan cendekiawan dan pada mulanya Tuanta Salamaka dianggap golongan budak.
  • Siriq. Dalam naskah RTGS Tuanta Salamaka bertekat hatinya untuk pergi mencari ilmudi tanah suci dan berjanji dalam dirinya untuk tidak kembali sebelum cita-citanya tercapai. 
  • Kepercayaan. Dalam naskah RTGS kepercayaan tentang gunung Bawakaraeng dan kepercayaan masyarakat Gowa tak perlu lagi pergi haji, kalau ada yang akan pergi, maka ia wajib mengunjungi kuburan Tuantaq Salamaka untuk meminta isin.
  • Tarekat. Dalam naskah RTGS menunjukkan adanya perbedaan kemampuan dalam mendapatkan ilmu hakikat atau ilmu maqrifat dan Tuanta Salamaka  memiliki faham wihdatussamad (istilah sultan).
  • Budaya Tamalanrea. Dalam naskah RTSG menunjukkan Tuanta Salamaka tidak bosan menghadapi tindakan gurunya .
  • Musyawarah Mufakat. Dalam naskah RTSG banyak ditemukan masalah-masalah yang besar bahkan hampir menimbulkan perang akan tetapi itu dapat diatasi Tuanta Salamaka dengan musyawarah mufakat.
Selain pendekatan ekstrinsik juga ada pendekatan instrinsik dengan pendeskripsian dan telah kelompokkan ke dalam enam kelompok sesuai episode yang terdapat dalam cerita. Keenam kelompok itu adalah:
  1. Kelompok A yang isinya sama pada semua naskah. 
  2. Kelompok B, yaitu naskah RTSG yang episodenya mendapat tambahan pertemuan dengan Nabi Musa.
  3. Kelompok C, yaitu naskah RTSG yang mendapat tambahan episode kunjungan ke Giri dan Siantang.
  4. Kelompok D. yaitu naskah RTSG yang mendapat tambahan episode kekerasan I Daeng Ritasammeng melaksana- kan ajaran Islam.
  5. Kelompok E, yaitu naskah RTSG yang mendapat tambahan episode pertandingan menebak antara Tuang Rappang dengan Botolempangan.
  6. Kelompok F, yaitu naskah RTSG yang mendapat tambahan tentang Dampang Kogmaraq.
Ada pun episode-episode yang terdapat dalam naskah-naskah itu adalah:
  1. Pendahuluan.
  2. Sinar yang muncul di kebun Dampang Kogmarag.
  3. Undangan Raja Gowa kepada "Sang Orang Tua".
  4. Kelahiran Tuanta Salamaka.
  5. Masa Remaja Tuanta.
  6. Menuntut ilmu di Makassar.
  7. Mengail di danau Mawang.
  8. Meminang Puteri Raja Gowa.
  9. Perjalanan ke Mekah.
  10. Peristiwa-peristiwa dalam perjalanan.
  11. Belajar pada Imam Empat.
  12. Berguru pada Syekh Abdulkadir Jailani.
  13. Mencari kuburan Rasulullah.
  14. Pertemuan dengan Syekh Ma'un.
  15. Pertemuan dengan Syekh Muhyiddin.
  16. Syekh Muhyiddin ke Bima.
  17. Kembali ke Banten.
  18. Berpisah dengan Ka'bah.
  19. Perkawinan dengan Puteri Banten.
  20. Kedatangan utusan Gowa.
  21. Banten terkena Musibah.
  22. Tuanta dibuang ke Selon.
  23. Tuanta kembali lagi ke Banten.
  24. Mangkatnya Tuanta.
  25. Nasihat-nasihat Tuanta.
Ringkasan Lontaraq Riwayaqna Tuanta Salamaka Ri Gowa bertujuan untuk mendapatkan naskah yang benar dan mendekati aslinya sehingga dapat disunting naskah yang benar-benar dapat mendekati aslinya dengan pendekatan instrinsik.


Ringkasan Lontaraq Riwayaqna Tuanta Salamaka Ri Gowa 
Suatu Analisis Rintisan Filolinguistik
Penulis: Abdul Kadir Manyambeang
Penerbit: Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1997