Judul: Muhammad Jufri,
Mutiara Laut Jampea
Penulis: -
Editor: Bachtiar Adnan Kusuma
Penerbit: Yapensi
Tahun
Terbit: 2018
Jumlah
Halaman: xvi + 174
ISBN: 9786020875484
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Pembahasan
utama buku ini adalah kisah hidup Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi.,
Psikolog, Kepala Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan
yang juga pernah menjadi Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar
dan pernah menjadi Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi
Sulawesi Selatan. Beliau lahir pada di sebuah pulau terpencil bernama Pulau
Jampea di Kabupaten Kepulauan Selayar, yang harus menempuh perjalanan laut
selama 12 jam untuk sampai ke kota Benteng, Selayar.
Terdiri
dari lima bagian, diawali dengan pengalaman pengasuhan ayah dirumah dan pengajaran
ayah di sekolah karena sang ayah juga seorang Kepala Sekolah dimana Muhammad
Jufri menimba ilmu saat masih Sekolah Dasar. Ada kisah kisah yang menggelikan
dan lucu diuraikan dalam bagian pertama ini, saat berinteraksi dengan guru dan
teman sekelasnya, atau saat beliau membantu keluarganya menjual ku dan ikan
dikampun halaman di pulau Jampea.
Selanjutnya
dikisahkan tentang pendidikan lanjutan setelah SD. Muhammad Jufri tetap
melanjutkan pendidikan SMP-nya di pulau Jampea dimana SMP tersebut merupakan
sekolah rintisan atau sekolah SMP pertama yang dibangun di pulau Jampea yaitu
SMP Pertiwi Pasimasunggu. Perjuangan menuju ke sekolah yang berjarak kurang
lebih 10 km dan karakter para pendidiknya dan kelanjutan masa pendidikan di SPG
Muhammadiyah Selayar di kota Benteng dibahas pada bagian ini.
Suka
duka hidup diperantauan di kota Benteng dan menumpang tinggal dirumah orang dikisahkan
pada bagian ketiga. Ada keseruan saat mencari kayu bakar buat memasak dirumah
tempat, ada kisah pengembangan pribadi di organisasi IPM (Ikatan Pelajar
Muhammadiyah), kejadian menegangkan di ruang Pola kantor Bupati dan kegalauan
saat tidak lulus SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru), dan pengalaman
lainnya saat kuliah di Universitas Terbuka (UT) dan kerja serabutan untuk
menyambung hidup ditanah rantau Makassar.
Yang
menarik disimak dalam buku ini adalah Muhammad Jufri benar benar berjuang untuk
bertahan hidup di kota Makassar. Berbagai pekerjaan non-formal dilakoninya,
menjadi tukang batu, dan menjadi SPM (Sales Promotion Man). Setahun kemudian
Muhammad Jufri lulus tes masuk perguruan tinggi di IKIP Ujungpandang (sekarang
Universitas Negeri Makassar). Prestasi akademisnya membawanya meraih dua beasiswa
sekaligus dan juga berkesempatan diundang ke Istana Negara mengikuti Upacara
Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Jakarta, sebagai mahasiswa berprestasi
nasional.
Pada
bagian akhir buku, diuraikan tentang masa masa karir Muhammad Jufri, saat
menjadi guru BP di SMA Islam Athirah Makassar dan kemudian menjadi tenaga Survei
di Sakerti (Survei Aspek Kehidupan Rumah Tangga Indonesia) dan ketika akhirnya
menjadi dosen di Universitas Negeri Makassar. Masa kehidupan asmara dan lanjut
ke jenjang pernikahan dan kepedihan hati atas berpulangnya ke Rahmatullah ibunda
tercinta, dan masa kuliah S2 dan lanjut ke program Doktor (S3) di UGM Yogyakarta
diuraikan pula dibagian akhir ini.
Epilog
merupakan penutup buku ini. Pada bagian ini Muhammad Jufri memberikan beberapa
kata motivasi dan inspirasi tentang kesuksesan. Buku ini dilengkapi dengan foto
dokumentasi perjalanan hidup Muhammad Jufri termasuk foto kampung halamannya di
pulau Jampea nun jauh disana ditengah samudra.
Buku
ini sangat menginspirasi pembacanya dan mampu menggugah kesadaran pembaca
bagaimana jika kita berjuang dengan keteguhan hati dalam mencapai cita cita
maka kelak akan tercapai apa yang diinginkan. Bahasa yang digunakan dalam buku mudah
dipahami pembaca.
Sebagaimana
buku biografi populer pada umumnya, buku ini kurang mengupas aspek teoritis dan
kritis secara mendalam atas kehidupan sang tokoh. Buku ini juga tidak dilengkapi
dengan daftar pustaka, catatan kaki, maupun arsip pribadi yang dapat menguatkan
kisah yang diuraikan.
Buku ini koleksi Referensi,
Layanan Umum Perpustakaan, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Sulawesi Selatan.

