Buku : Apa
yang Masih Teringat
Penulis :
Manai Sophiaan
Penerbit :
Yayasan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Jakarta 1991
Jumlah
Halaman : xvi + 480
ISBN : -
Buku ini
merupakan memoir atau kisah hidup Manai Sophiaan, seorang pejuang tiga zaman
(Belanda, Jepang dan setelah kemerdekaan) yang berasal dari Takalar, Sulawesi
Selatan. Namun tak sekedar kisah hidup Manai Sophiaan, buku ini juga banyak
mengungkap kisah kisah heroisme perjuangan rakyat Sulawesi Selatan, juga
perjuangan bangsa Indonesia secara umum, melawan penjajahan Belanda dan Jepang.
Soekarno
atau lebih dikenal dengan sebutan Bung Karno, juga banyak dibahas dalam buku
ini. Mulai dari sejak awal perjuangannya membangun prestasinya, menjadi
pemimpin pemuda, sampai kepada memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan.
Termasuk juga para pengkritik kebijakan dan para pemberontak seperti DI/TII,
RMS, PRRI, Permesta dan lain lain, juga dibahas dalam buku ini.
Kehidupan
pribadi Manai Sophiaan adalah inti pokok bahasan buku ini. Mulai dari masa masa
kecil, menempuh pendidikan di Twede Inlandse
School (1926), Schakel School (1931), dan MULO Makassar (1934) ikut Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) Makassar, belajar di
Taman Guru Taman Siswa Yogyakarta 1937 dan juga aktif pada organisasi Indonesia
Muda (IM) di Yogyakarta, saat menjadi guru pada Taman Dewasa Taman Siswa
Makassar pada tahun 1940an, kemudian
menjadi anggota PARINDRA, kemampuannya berbahasa Belanda sehingga sempat
menjadi tenaga pengajar Bahasa Belanda. Beliau juga sempat menjadi jurnalis
pada Koran Celebes dan di Yogya menjadi pimpinan Redaksi Suluh Marhaen dan
Suluh Indonesia.
Karir
politiknya mulai dari anggota Dewan Gementee, dan anggota Badan Pekerja Komite
Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP). Beliau juga anggota PARINDRA, lalu PNI.
Sementara karir diplomatiknya yaitu ketika beliau ditunjuk sebagai Duta Besar
RI untuk Rusia di Moskow.
Buku ini
terbagi menjadi 16 bagian, diawali dengan Sekapur Sirih dari Penerbit, Kata
Pengantar dari penulis (Manai Sophiaan) dan kemudian judul judul bagian sebagai
berikut:
1.
Profil
Sang Penjajah
2.
Pasar
Malam Jadi Kongress
3.
“Indie
Verloren – Rampspoed Geboren”
4.
Pesan
Bung Karno dan Ki Hadjar
5.
Bersumpah
di Makam Pangeran Diponegoro
6.
Australia
dan NICA Mendarat
7.
Kesaksian
orang orang Belanda
8.
Carte-Blanche
untuk Membunuh
9.
Bukan
Lahir dari Laras Bedil
10.
Mosi
di KNIP
11.
Watergeuzen
van Indonesia
12.
Desember
Kelabu
13.
Makna
Gerakan 17 Oktober 1952
14.
Masalah
“Dwifungsi” dan Kejatuhan Sukarno
15.
Duta
Besar di Moskow
16.
Renungan
Akhir
Buku ini
ditutup dengan Bibliografi (Daftar Pustaka) dan Indeks yang memudahkan pembaca
mencari topik apa saja yang ingin dibaca.
Koleksi
Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Sulawesi Selatan.


No comments:
Post a Comment