Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membahas
sebuah bab tentang orang-orang Mukmin yang dapat melihat Allah pada hari
Kiamat. Allah berfirman,
“Wajah-wajah (orang-orang Mukmin)
pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya.”
(Al-Qiyamah: 22-23)
Dalam sebuah hadits dijelaskan,
“Pada saat itu, kalangan sahabat
bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Apakah kita akan melihat Allah pada hari
Kiamat?’ Rasulullah menjawab, ‘Apakah kalian merasa tidak jelas melihat matahari dan
rembulan pada saat tidak ada awan yang menghalanginya?’ Mereka menjawab, ‘Tidak,
wahai Rasulullah.’ Rasulullah melanjutkan, ‘Sesungguhnya, kalian akan melihat
Allah sebagaimana jelasnya kalian melihat matahari dan bulan.”
Ayat maupun hadits di atas menandakan
bahwa kelak kaum Muslimin akan melihat Allah SWT secara langsung, sebagaimana
jelasnya manusia melihat matahari dan rembulan di kala tidak ada awan yang
menghalanginya. Di saat para Mukmin melihat Tuhan, wajah mereka berseri-seri
takjub dan bahagia.
Syaikhul Islam rahimahullah
menyebutkan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin melihat Rabb
mereka pada hari Kiamat secara langsung dengan mata kepala mereka dengan cara
yang layak dengan kebesaran-Nya, yang tidak mirip dengan satu pun di antara
makhluk-Nya.
Hal itu juga telah disebutkan di
dalam as-Sunnah. Nabi saw, bersabda, “Bila
penduduk surga telah masuk surga, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Inginkah
kalian jika aku menambahkan sesuatu untuk kalian?’ Mereka berkata, ‘Tidakkah
Engkau telah menjadikan wajah kami menjadi putih, Engkau masukkan kami ke surge,
dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’ Allah lalu menyingkapkan hijab. Tidak ada
sesuatu pun yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka sukai daripada
kenikmatan melihat Rabb mereka ‘Azza wa Jalla.”
Hadits riwayat Muslim berikut ini
juga dikutip oleh Ibnu Kastir, ath-Thabari, dan yang lainnya.
“Diriwayatkan dari Suhaib bahwa
Rasulullah saw, telah membaca Al-Qur’an ‘lilladzina absanu al-husna wa ziyadah’
dan melanjutkan sabdanya, “Apabila penduduk surga telah memasuki surga dan
penduduk neraka telah memasuki neraka, ada suara memanggil,’Wahai, ahli surga!
Sesungguhnya, bagi kalian ada sebuah janji dari Allah SWT, Dia berkehendak
membahagiakan kalian.’ Penduduk surga pun bertanya. ‘Tidakkah amal kebaikan
kami memiliki timbangan yang bagus, muka kami akan dibersihkan, Allah akan
memasukkan kami ke dalam surganya, dan menjauhkan kami dari api neraka?’ Sesungguhnya,
telah dibuka bagi mereka sebuah hijab yang telah membatasi mereka dengan Allah.
Demi Allah, tidak ada satu pun yang diberikan kepada kalian yang lebih kalian
senangi dibandingkan melihat Allah.”
Demikianlah kenikmatan-kenikmatan
yang akan diperoleh setiap Mukmin kelak di hari akhir. Mereka akan menemukan
kenikmatan yang sangat dahsyat, yang kenikmatan tersebut tidak akan diperoleh
dalam kehidupan di dunia, yaitu kenikmatan berupa surga lahiriah maupun
batiniah.
Meski demikian, puncak kenikmatan
yang akan diperoleh oleh semua hamba Allah yang Mukmin adalah melihat Allah
SWT dengan nyata kelak di surga. Itulah hal yang paling ditunggu oleh semua
hamba Allah, yakni para Mukmin sejati yang selalu taat kepada-Nya dan
menjunjung tinggi keimanan yang berada di hatinya serta memiliki perilaku yang
tidak menyimpang.
Semoga kita termasuk golongan
orang-orang yang akan diberikan kenikmatan tersebut oleh Yang Maha Kuasa,
dengan ridhanya. Amin.
ENSIKLOPEDIA
KIAMAT
xxii + 306 hlm.; 26 cm
Penulis: Tim Gema Insani
Penyunting: Arif Anggoro, Yazid Ichsan
Penerbit: Gema Insani
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-250-138-1




