Showing posts with label Rasulullah SWA. Show all posts
Showing posts with label Rasulullah SWA. Show all posts

July 3, 2020

KENIKMATAN PALING TINGGI IALAH MELIHAT ALLAH KELAK DI SURGA-NYA



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah membahas sebuah bab tentang orang-orang Mukmin yang dapat melihat Allah pada hari Kiamat. Allah berfirman,
Wajah-wajah (orang-orang Mukmin) pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya.” 
(Al-Qiyamah: 22-23)

Dalam sebuah hadits dijelaskan,
“Pada saat itu, kalangan sahabat bertanya kepada Rasulullah saw., ‘Apakah kita akan melihat Allah pada hari Kiamat?’ Rasulullah menjawab, ‘Apakah kalian merasa tidak jelas melihat matahari dan rembulan pada saat tidak ada awan yang menghalanginya?’ Mereka menjawab,Tidak, wahai Rasulullah.’ Rasulullah melanjutkan, ‘Sesungguhnya, kalian akan melihat Allah sebagaimana jelasnya kalian melihat matahari dan bulan.”

Ayat maupun hadits di atas menandakan bahwa kelak kaum Muslimin akan melihat Allah SWT secara langsung, sebagaimana jelasnya manusia melihat matahari dan rembulan di kala tidak ada awan yang menghalanginya. Di saat para Mukmin melihat Tuhan, wajah mereka berseri-seri takjub dan bahagia.

Syaikhul Islam rahimahullah menyebutkan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang Mukmin melihat Rabb mereka pada hari Kiamat secara langsung dengan mata kepala mereka dengan cara yang layak dengan kebesaran-Nya, yang tidak mirip dengan satu pun di antara makhluk-Nya.

Hal itu juga telah disebutkan di dalam as-Sunnah. Nabi saw, bersabda, “Bila penduduk surga telah masuk surga, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Inginkah kalian jika aku menambahkan sesuatu untuk kalian?’ Mereka berkata, ‘Tidakkah Engkau telah menjadikan wajah kami menjadi putih, Engkau masukkan kami ke surge, dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’ Allah lalu menyingkapkan hijab. Tidak ada sesuatu pun yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka sukai daripada kenikmatan melihat Rabb mereka ‘Azza wa Jalla.”

Hadits riwayat Muslim berikut ini juga dikutip oleh Ibnu Kastir, ath-Thabari, dan yang lainnya.

“Diriwayatkan dari Suhaib bahwa Rasulullah saw, telah membaca Al-Qur’an ‘lilladzina absanu al-husna wa ziyadah’ dan melanjutkan sabdanya, “Apabila penduduk surga telah memasuki surga dan penduduk neraka telah memasuki neraka, ada suara memanggil,’Wahai, ahli surga! Sesungguhnya, bagi kalian ada sebuah janji dari Allah SWT, Dia berkehendak membahagiakan kalian.’ Penduduk surga pun bertanya. ‘Tidakkah amal kebaikan kami memiliki timbangan yang bagus, muka kami akan dibersihkan, Allah akan memasukkan kami ke dalam surganya, dan menjauhkan kami dari api neraka?’ Sesungguhnya, telah dibuka bagi mereka sebuah hijab yang telah membatasi mereka dengan Allah. Demi Allah, tidak ada satu pun yang diberikan kepada kalian yang lebih kalian senangi dibandingkan melihat Allah.”

Demikianlah kenikmatan-kenikmatan yang akan diperoleh setiap Mukmin kelak di hari akhir. Mereka akan menemukan kenikmatan yang sangat dahsyat, yang kenikmatan tersebut tidak akan diperoleh dalam kehidupan di dunia, yaitu kenikmatan berupa surga lahiriah maupun batiniah.

Meski demikian, puncak kenikmatan yang akan diperoleh oleh semua hamba Allah yang Mukmin adalah melihat Allah SWT dengan nyata kelak di surga. Itulah hal yang paling ditunggu oleh semua hamba Allah, yakni para Mukmin sejati yang selalu taat kepada-Nya dan menjunjung tinggi keimanan yang berada di hatinya serta memiliki perilaku yang tidak menyimpang.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang akan diberikan kenikmatan tersebut oleh Yang Maha Kuasa, dengan ridhanya. Amin.

ENSIKLOPEDIA KIAMAT
xxii + 306 hlm.; 26 cm
Penulis: Tim Gema Insani
Penyunting: Arif Anggoro, Yazid Ichsan
Penerbit: Gema Insani
Tempat Terbit: Jakarta
Tahun Terbit: 2013
ISBN: 978-602-250-138-1

May 19, 2020

ALASAN MENGAPA ANJING NAJIS


Lebih dari 1400 tahun yang lalu Rasulullah Saw telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya. Karena pada setiap harinya, anjing sering menjilati tubuhnya. Inilah yang memindahkan kuman-kuman pada kulit, mulut, dan air liurnya. Dengan begitu, anjing berbahaya terhadap kesehatan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunkan tanah”.

Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali.” (HR. Muslim)

Diriwatkan pula dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda, "Siapa yang memegang anjing, maka pahala amal (ibadah)nya setiap hari akan berkurang qirath (1 inchi/2,5 cm), kecuali anjing penjaga atau anjing peliharaan.” (Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan ilmiah berkaitan dengan hadits yang pertama adalah kesimpulan para dokter yang menetapkan bahwa proses membasuh wadah bekas jilatan anjing harus disertai dengan tanah, sebagai berikut:
  1. Dalam sebuah forum tentang kesehatan umum para dokter mengemukakan rahasia kenapa harus tanah tidak bahan lainnya. “Hikmah tujuh kali basuhan yang salah satunya dengan tanah dalam menghilangkan najis jilatan anjing adalah bahwa virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur anjing yang mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini, tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus-virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah.”
  2. Secara ilmiah tanah mangandung dua materi yang dapat membunh kuman-kuman, yaitu tracyclinete dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberpa kumna.
  3. Beberapa dokter peneliti dahulu memperkirakan bahwa tanah kuburan mengandung kuman-kuman tertentu yang berasal dari bangkai-bangkai mayat yang dikubur. Namun sekarang eksperimen dan beberapa hipotesa menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman.
  4. Menurut Muhammad Kamil Abd Al-Shamad, tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dan kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung di dalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan.
  5. Para dokter mengemukakan alasan membasuh dengan menggunakan tanah lebih kuat dalam proses sterilisasi dibanding dengan air. Karena, kekuatan tanah dalam menghentikan reaksi air liur anjing dan virus-virus yang terkandung didalamnya, lebih besar dibandingkan dengan mengguyurkan air atau menggunakan tangan saat membersihkan wadah bekas jilatan anjing. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan dalam daya tekan pada wilayah cairan (air liur anjing) dan tanah. Hal tersebut secara fisika dapat diumpamakan seperti memasukkan kapur tulis pada bagian tinta.

Hadit kedua dan ketiga mengisyaratkan perintah untuk mengerik wadah bekas jilatan anjing dan haram mendidik anjing untuk kepentingan yang tidak mendesak.

DR. Al-Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan berhati dan waspada saat menyentuh anjing, jika cairan-cairan yang keluar darinya berupa air liur yang dapat mengakibatkan buta.  Para dokter spesialis hewan mengungkapkan bahwa mendidik anjing dan berinteraksi dengan cairan-cairan yang keluar darinya berupa kotoran, air kencing, dan lain sebagainya, dapat menularkan sebuah virus yang disebut “tocks characins”. Virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Setalah melakukan pemeriksaan terhadap 60 ekor anjing dr. Ian Royt seorang dokter spesialis hewan di London, Inggris menyimpulakan bahwa seperempat binatang tersebut membawa telur-telur ulat  di cairan-cairan yang keluar darinya. Ia menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan yang ditemukan di lapisan unsur tanah. Seperempat lannya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik-jentik kuman yang tumbuh berkembang. Tiga di antaranya dapat matang cukup dengan menempelkannya pada kulit.

Laporan para ahli yang dipublikasikan oleh surat kabar di Inggris Daily Mirror menyatakan bahwa sel-sel telur dari ulat ini sangat lengket dan panjang mencapai 1 milimeter. Ia akan berpindah dengan mudah saat bersentuhan dengan anjing atau mencadainya.

Menurut dr. Abd Al-Hamid Mahmud Thahmaz, secara ilmiah, anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan. Karena, ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak di dalam ususnya. Ulat itu mengeluarkan telur-telur bersamaan dengan keluarnya kotoran anjing. Ketika anjing menjilat pantatnya, maka telur-telur ulat tersebut akan berpindah padanya. Kemudian dari jilatan anjing inilah, telur-telur ula itu akan berpindah pada wadah, piring, dan tangan para pemiliknya. Di antaranya ada yang masuk kedalam perut, lalu menuju ke pencernaan. Kemudian kulit telur-telur ulat itu terkelupas dan keluarlah anak-anak ulat yang langsung bercampur baur dengan darah dan lender.

Melalui darah dan lender tersebut, ulat-ulat penyakit ini  merambah pada semua bagian organ tubuh, terutama hati yang merupakan target utama dari organ-organ yang ada di dalam tubuh. Kemudian ulat-ulat itu berkembang di anggota tubuh yang dimasukinya. Ia membentuk sebuah kantong yang berisi penuh dengan embrio anak-anaknya dan cairan bersih, seperti sumber air (mata air). Kantong itu terkadang membesar, sehingga membentuk menjadi kepala embrio. Penyakit ini dinamakan penyakit kantong cairan. Indikasinya muncul sesuai dengan anggota tubuh yang ditempatinya. Indikasi yang paling berbahaya menyerang otak dan otot jantung. Untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada obatnya kecuali dengan operasi.

Para dokter juga mengatakan ulat yang bersemayam di paru-paru (ulat Echinococcosis), yang bertempat di hati dan beberapa organ tubuh bagian dalam lainnya, terbentuknya kantong yang penuh dengan cairan. Dari luar, kantong ini diliputi oleh dua lapisan dengan ukuran kantong sebesar bentuk kepala embrio. Penyakit tersebut berkembang dengan lambat. Ulat Echinococcosis dapat tumbuh berkembang di dalam kantong itu selama bertahun-tahun. Dengan demikian, penyakit menular itu dapat berpindah dari anjing kepada manusia.


ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ALQURAN DAN HADIS
Kumujikzatan Penciptaan Hewan
Judul Asli: Al I’jaz Al Ilmi fi Alquran wa Al Sunnah
Penulis: Hisham Thalbah (et.al)
Penerjemah: Syarif Hade Masyah (et.al)
10 jilid – 34 cm, Cetakan IV
Penerbit: PT. Sapta Sentosa
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-602-8255-05-9






May 16, 2020

THA’UN (WABAH)

Masjid Nabawi, Kota Madinah

Wabah telah terjadi ratusan kali di muka bumi. Orang-orang zaman dahulu menyebutnya tha’un bagi setiap penyakit mematikan yang menyebar pada satu tempat atau pada radius sangat luas. Ilmuwan saat ini menamakannya dengan wabah.

Tha’un sama sekali tidak pernah menyerang kota Madinah. Sekalipun tha’un pernah menyerang Jazirah Arab pada tahun 1926. Hal ini mengingatkan kita terhadap hadits Rasulullah Saw, yang mulia yang diriwayatkan oleh imam Al Bukhari berikut ini.

“Bahwa  Rasulullah Saw, bersabda ‘Pada setiap sudut dan pintu masuk kota Madinah ada malaikat penjaga, maka Dajjal dan tha’un tidak akan masuk ke dalamnya.”
(HR. Al Bukhari).

Bahwasanya Rasulullah Saw, bersabda (pada setiap sudut kota Madinah ada malaikat penjaga maka ia tidak akan dimasuki oleh Tha’un dan tidak pula Dajjal). Para malaikat itu menjaga manusia yang berada padanya dari hal yang belum ditakdirkan terhadap mereka.

Wabah tha’un yang paling berbahaya yang pernah terjadi adalah tha’un yang menimpa Eropa di tahun 1348. Tha’un ini membuat terror yang sangat menakutkan bagi manusia. Mereka berhamburan dan berlari dari setiap tempat yang terangkit oleh wabah ke tempat lain yang mereka anggap lebih aman. Dengan demikian, wabah tersebut semakin cepat menyebar dan membunuh setengah dari penduduk Eropa.

Pada pertengahan pertama abad ke-20an para ilmuwan menemukan cara pencegahan yang paling efektif dalam menanggulangi penyakit menular, yaitu mengisolasi penyakit tersebut pada tempat terjadinya dan mencegah penyebarannya keluar, yaitu dengan mengisolasi para penderita dan memeriksa orang-orang yang telah bersinggungan dengan mereka. Cara lainnya, yaitu dengan mencegah mereka berhubungan dengan orang lain. Dengan kata lain, mewajibkan penjara medis terhadap mereka dan melarang setiap orang ke luar dari tempat wabah. Tidak lupa dilarang juga bagi setiap orang untuk masuk ke tempat wabah. Dengan demikian, terhenti penyebaran wabah dari satu tempat ke tempat lain dan tidak terjadi lagi kejadian-kejadian zaman dulu.

Rasulullah Saw, telah menujukkan hal itu sebelumnya, semenjak empat belas abad yang lalu, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim berikut ini.

“Dari Abdullah bin Abbad, di bercerita bahwasanya Umar bin Khathab r.a bersama para sahabat-sahabat lain pergi menuju negeri Syam (sekarang wilayah Palestina dan sekitarnya), pada bulan Rabiul Akhir tahun kedelapan belas Hijriah untuk melihat langsung keadaan rakyat di daerah tersebut. Sesampainya di satu daerah penyanggah dipinggiran Syam, dia mendapatkan informasi Tha’un (wabah) sedang terjadi di negeri Syam. Maka Umar bermusyawarah dengan orang-orang yang bersamanya dimulai dari Muhajirin yang pertama. Mereka berbeda pendapat. Kemudian, dilanjutkan dengan kaum Ansar dan bermusyawarah. Kaum Ansar pun berbeda pendapat seperti hanya kaum Muhajirin. Lalu, Umar berpikir dan bertekat untuk tidak masuk ke daerah Syam dan memutuskan segera kembali ke Madinah. Setelah itu, Umar mengumumkan kepada orang-orang yang ada di tempat itu, ‘Besok pagi kita akan pulang dan kembali ke Madinah, maka berkemas-kemaslah.’ Dia dan orang-orang yang bersamanya akan kembali ke Madinah mengendarai hewan tunggangan mereka. Maka ia menyuruh semuanya untuk bersiap-siap. Lalu, Ubaidah bin Jarrah berkata, ‘Wahai Umar, apakah engkau lari dari takdir Allah Swt.?’ Umar menjawab, ‘Wahai Abu Ubaidah, andaikan pertanyaan ini bukan dari engkau, saya tidak mengira engkau akan berkata seperti ini karena engkau adalah termasuk orang yang paling berilmu dan cerdas’. Selanjutnya, Umar dengan tegas menjawab, ‘Iya! Kita lari dari takdir Allah Swt. Menuju takdir Allah Swt. ‘‘Bagaimana pendapatmu jika engkau memiliki untah dalam dua lembah, yang satu subur yang satu lagi tandus, apakah engkau tidak memilih yang subur untuk menempatkan untahmu, dan engkau memilihnya dengan qadar Allah Swt.?’ Tiba-tiba Abdurrahman bin Auf datang. Dia adalah orang yang sering tidak tampil pada beberapa moment dan dia berkata, ‘Sesungguhnya aku memiliki pengetahuan tentang hal ini, aku telah mendengar Rasulullah Saw. Bersabda tentang tha’un dan berkata, ‘Apabila kalian mendengar (tha’un) terjadi pada satu daerah maka janganlah kalian masuk kepadanya dan apabila terjadi pada satu daerah dan kalian berada di dalamnya maka janganlah kalian keluar berlari darinya.’ Kemudian, Umar berkata, ‘Segala puji bagi Allah Swt.’ Setelah itu, dia berangkat pulang  ke Madinah.“
(HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadits Rasulullah Saw. yang mulia ini, mengajarkan manusia dalam urusan keduniaan yang sebelumnya tidak mereka ketahui. Dengan demikian, kita mendapatkan fakta-fakta diantaranya fakta ilmiah yang agung dari hadits Rasulullah Saw yang mulia. Allah Swt mewahyukan kepada Rasulullah Saw yang berkaitan dengan urusan dunia, disamping urusan akhirat. Perkataan yang diucapkan Rasulullah Saw. tidak dianggap semata-mata hanya sebagai hasil pemikiran beliau sebagai manusia biasa karena dia tidak mengetahu fakta-fakta ilmiah yang tidak dapat diungkap oleh para ilmuwan kecuali setelah empat belas abad zaman beliau.



ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ILMIAH HADITS NABI
Serangga, Laba-Laba, dan Mikroba
x+206 hlm; 19,3 x 27,3 cm
Judul Asli: Al I’jaz ‘Ilmi Fi Al Hadits An Nabawi
Al Hasyarat Ath Thufayliyat Al Ankabut Al Mikrawbat
Penulis: Ahmad Syawqi Ibrahim
Alih Bahasa: Ali Muhsin Siregar
Penerbit: Sygma Publishing
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-055-116-9

May 1, 2020

RAHASIA DIMENSI WAKTU



Realitas sejarah mewartakan bahwa tidak ada satu pun dari para filsuf dan para ilmuwan –masa lampau –yang mampu mendefinisikan zaman serta menyuguhkan pemahaman utuh tentang zaman. Mereka juga tak sanggup merumuskan titik kesepahaman dalam pendefinisian zaman. Di antara mereka bahkan ada yang menafikan (memungkiri) wujud zaman. Akan tetapi, sejalan dengan kemajuan peradaban sains (keilmuan) modern mereka akhirnya mengakui dengan jujur bahwa wujud zaman benar adanya.

Buku Ensiklopedia Mukjizat Ilmiah Hadits Nabi RAHASIA DIMENSI WAKTU mencoba mengulas secara utuh dan benar informasi perihal zaman, berbasiskan nila-nilai qur’ani dan hadits-hadits sahih (valid) Rasulullah saw, yang menembus dimensi ruang dan waktu. Fakta tersebut juga membuktikan bahwa semua ucapan, tindakan, konsensus  Rasulullah saw, adalah berbasis wahyu Allah.

Buku ini dibagi ke dalam delapan bab, yaitu sebagai berikut.
Bab satu, diura empat kajian, yaitu (1) esensi ad dahr (masa); (2) awal penciptaan alam semesta; (3) awal penciptaan langit dan bumi; (4) kapan zaman bermula dan kapan berakhir?

Bab dua, dikupas masalah urgensi ajal dan akhir kehidupan seluruh ciptaan di muka bumi ini.

Bab tiga, diuraikan lima pembahasan, yaitu (1) esensi tidur; (2) tidur dalam fenomena waktu; (3) tidur adalah kematian kecil; (4) tidur para pemuda di Gua (Ashabul Kahfi) dan tidur hamba Allah yang bernama Uzair; (5) mimpi dalam ragam permasalahannya.

Bab empat, dijelaskan empat kajian (1) matahari; (2) rotasi dan revolusi matahari; (3) terbit dan terbenamnya matahari; (4) gerhana matahari.

Bab lima, dijelaskan hadits-hadits Rasulullah saw, terkait tiga masalah esensial terkait bulan (1) bulan sabit; (2) peristiwa bulan terbelah dan gerhana bulan; (3) keterkaitan matahari dan bulan dengan zaman.

Bab enam, diuraikan tentang hadits-hadits Rasulullah saw, yang tekait dengan zaman di planet bumi; zaman sebelum terjadinya kiamat serta zaman di alam akhirat, serta mengupas masalah alam gaib dan alam nyata (realitas), berikut keterkaitan alam di antara keduanya.

Bab tujuh, disuguhkan hadits-hadits Rasulullah saw, tentang manusia, berikut uraian terkait hidup dan kehidupan manusia, semisal apa sejatinya alam tempat manusia hidup ini. Bagaimana pula manusia muncul di alam ini ? Apa sejatinya makna hidup dan kehidupan manusia di dunia ini ? Siapa sejatinya makhluk yang di sebut manusia ?

Bab delapan, diuraikan ragam permasalahan yang terkait awal kehidupan umat manusia dan akhir hidup kemanusiaan universal.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, yang berlokasi di jalan Kenangan No. 6A, Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dengan membaca buku ini –siapa pun orangnya dan kenyakinan apa pun yang dianutnya –akan mengarifi bahwa Rasulullah saw, adalah pribadi pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Beliau juga seorang penyeru pada agama Allah dengan izin Nya serta merupakan lentera cahaya yang menerangi hati dan pikiran umat manusia sepanjang lorong waktu kehidupan insrani.


ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ILMIAH HADITS NABI
Rahasia Dimensi Waktu
x+174 hlm; 19,3 x 27,3 cm
Judul Asli: Al I’jaz ‘Ilmi Fi Al Hadits An Nabawi
Az Zaman
Penulis: Ahmad Syawqi Ibrahim
Alih Bahasa: Misbah Em Madjidy
Penerbit: Sygma Publishing
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-055-113-8

April 29, 2020

KEBENARAN RISALAH MUHAMMAD



Sunah (hadits) merupakan wahyu dari Allah SWT, yang berfungsi sebagai penjelas Al Qur’an dan sunah merupakan dasar bagi pembentukan hukum Islam. Buku ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ILMIAH HADITS NABI (jilid 1) “Kebenaran Risalah Muhammad”, membahas tentang hal-hal yang berhubungan dengan sunah, seperti kekeliruan pemahaman sebagian ulama terdapat sunah serta meluruskan pemahaman yang mengatakan bahwa Rasulullah tidak dijamin dalam hal berbuat salah.

Buku ini dibagi ke dalam tiga bab, yaitu sebagai berikut.
Bab I. Pembahasan meliputi hal-hal yang berkenaan dengan sosok Rasulullah SAW, dan seputar As Sunnah. Setelah itu, masuk pada pembahasan metodologi ilmiah tentang penjelasan mukjizat ilmiah dalam Al Qur’an dan As Sunnah serta tingkat fashahah (kemampuan bahasa) yang dimiliki oleh Rasulullah SAW.

Bab ini juga meliputi pembahasan tentang perkara-perkara yang lain yang berkaitan secara langsung dengan Rasulullah SAW., seperti mukjizat peristiwa Isra’ dan Mi’raj, pembahasan tentang keberadaan Rasulullah SAW pada sepanjang masa, pembahasan tentang cahaya kenabian, dan setelah itu menjelaskan keagungan sosok Rasulullah SAW sebagai baginda umat manusia serta bukti-bukti kenabian beliau.

Bab ini pun membahas pengucapan shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, berkata bukan berdasarkan hawa nafsu. Kemudian bab ini akan ditutup dengan kesucian Rasulullah SAW serta ijtihad beliau dalam perkara duniawi. Permasalahan ini merupakan permasalahan yang menjadi perdebatan di antara para ulama, seperti permasalahan tentang penyerbukan kurma, peristiwa Sumur Badar, peristiwa Ibnu Ummi Maktum, izin yang diberikan Rasulullah SAW kepada sebagian orang yang membolehkan mereka lari dari peperangan, serta doa Rasulullah SAW di Bukit Uhud.

Bab II. Pembahasan dalam bab ini meliputi makhluk yang pertama diciptakan, awal penciptaan, pengetahuan kehidupan dalam rahim, kisah Adam dan Hawa, serta hal yang menyebabkan Iblis enggan bersujud kepada Adam A.S ketika diperintahkan oleh Allah SWT.

Bab III. Bab ini meliputi pembahasan tentang hadist-hadist Nabi yang khusus berkaitan dengan wanita dan kesehatannya, dan pembatasan tentang mukjizat ilmiah seputar  hadist-hadits yang membahas perkara-perkara tersebut. Adapun perkara-perkara khusus yang berkenaan dengan wanita, seperti tentang kekurangan yang dimiliki wanita dalam tingkat kualitas akal dan agama, para wanita penghuni surga, para wanita penghuni neraka, khitan, dan penciptaan Hawa dari tulang rusuk yang bengkok. Kemudian pembahasan dilanjutkan dengan perkara kewanitaan, seperti permasalahan haid, penyakit dalam darah haid, masalah penyewaan rahim, pernikahan antar kerabat, serta mukjizat kelahiran Nabi Isa A.S dalam rahim Maryam.

Bab IV. Bab ini membahas menyusui anak, susu sebagai makanan bagi bayi, serta persaudaraan sesusu.

Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, yang berlokasi di jalan Kenangan No. 6A, Sungguminasa Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Diharapkan buku ini memberikan wawasan yang sangat luas tentang sunah sehingga sunah dapat dipahami secara menyeluruh dan integral.

ENSIKLOPEDIA MUKJIZAT ILMIAH HADITS NABI
Kebenaran Risalah Muhammad
Xii+234 hlm; 19,3 x 27,3 cm
Judul Asli: Al I’jaz ‘Ilmi Fi Al Hadits An Nabawi
Muhammad Rasulullah
Penulis: Ahmad Syawqi Ibrahim
Alih Bahasa: A. Zaini Anshori
Penerbit: Sygma Publishing
Tempat Terbit: Bandung
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-055-111-4