Judul: Jadi Penulis? Siapa
Takut
Penulis: Alif Danya Munsyi
Editor: Indradya SP
Penerbit: Kaifa, Bandung
Tahun
Terbit: 2012
Jumlah
Halaman: vi + 270
ISBN: 9786028994781
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku ini membahas topik
tentang kepenulisan, bagaimana menjadi seorang penulis, baik penulis fiksi
maupun non-fiksi. Atau bahkan bisa menjadi penulis fiksi sekaligus penulis non-fiksi,
karena kedua duanya diuraikan secara gamblang pada buku ini. Penulis buku ini
adalah seorang wartawan penerima Tirto Adhi Soerjo Award pada 2008. Penulis
selain menulis artikel, essai, kolom, kritik seni di media, ia juga menulis
puisi, novel dan drama. Penulis buku ini juga dikenal dengan nama samaran
lainnya yaitu Remy Sylado.
Dalam buku yang
setebal 270 halaman ini, selain mengupas tentang tips dan trik menulis, juga
dibahas tentang pentingnya membaca, bakat, kemauan belajar, proses kreatif,
sejarah tulis menulis, sejarah sastra, pengaruh gaya dan visi kepenulisan, dan
topik topik lainnya. Semua topik itu sangat menunjang dalam dunia kepenulisan.
Buku ini terbagi
menjadi 11 bagian, diawali dengan topik bagaimana membaca dalam proses pembelajaran.
Yang menarik karena penulis menyusun tulisannya secara poin poin yang
sistematis sehingga praktis dan mudah dipahami. Topik lain pada bagian awal ini
ada tentang kebudayaan menulis, pemahaman kata kata, bagaimana membaca
terjemahan.
Bagi pembaca yang
senang dengan puisi, ada bagian yang membahas tentang teknik menulis puisi. Ada
pula teknik penulisan berita, penulisan kritik, penulisan esai, dan teknik
penulisan fiksi seperti cerita, novel dan drama. Yang menarik juga adalah pada
bagian akhir buku ini, ada Indeks, dimana para pembaca dapat mencari topik yang
ingin dibacanya. Indeks biasanya disusun menjadi 3 bagian, ada indeks topik,
indeks nama tempat dan indeks nama orang. Dalam buku ini, indeks digabungkan
menjadi 1 indeks. Pada bagian akhir ada riwayat hidup singkat penulis buku.
Buku ini cukup
lengkap dalam pembahasan setiap bagiannya, misalnya pada bagian “pemahaman kata
kata”, diuraikan secara ringkas tentang bagaimana terbentuknya kosa kata
tertentu dalam bahasa Indonesia. Sementara pada bagian “penulisan Esai”
disebutkan bahwa Esai adalah bentuk langsung dari opini. Dengan kata lain, opini
pribadi yang ditulis dengan pertimbangan obyektif, maka akan memberikan
pengetahuan tertentu kepada pembacanya.
Ada pembahasan
menarik pada bagian “penulisan novel” yaitu tentang sosok sentral dalam novel
yang sedang ditulis. Sosok sentral tersebut bisa menjadi ‘aku’ atau bisa juga
menjadi ‘dia’ yaitu orang ketiga tunggal. Pada buku ini, penulis memberikan
pula contoh penggunaan sosok ‘aku’ dan sosok ‘dia’ dalam sebuah novel sehingga
pembaca akan lebih mudah memahami buku ini.
Banyak kelebihan buku
ini, diantaranya pembahasannya tentang topik penulisan, sangat lengkap sehingga
pembaca dapat memilih jenis tulisan apa yang hendak ditulisnya. Nama besar
penulisnya juga menjadi daya tarik tersendiri, karena selain penulis, juga
seorang seniman, aktor, dramawan yang telah menerima banyak penghargaan. Gaya bahasa
sangat mudah dipahami sehingga pembaca pemula atau penulis pemula pun dengan
mudah memahaminya.
Namun demikian, ada
beberapa topik yang mungkin terasa tidak tuntas bagi sebagian pembaca, misalnya
topik penulisan puisi, tidak dibahas secara mendalam. Bagi sebagian pembaca
mungkin kurang suka karena tidak adanya ilustrasi gambar yang menarik pada buku
ini. Ulasan buku ini juga belum banyak ditemukan di media cetak maupun media
daring.
Buku ini sangat
bermanfaat bagi pembaca karena cakupan penulisannya sangat luas, namun ada
beberapa topik yang pembahasannya tidak mendalam.
Buku ini koleksi
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Provinsi Sulawesi Selatan.


No comments:
Post a Comment