Bukan Karakter Kaleng-Kaleng
Zakia Salsabila
Pendidikan Karakter Menjadi Solusi
Bila kita menengok catatan sejarah. Upaya bangsa Indonesia untuk mempertahankan identitanya sebagai bangsa berbudaya sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu, baik secara formal maupun non formal. Meskipun menggunakan istilah yang berbeda, muatan dan tujuannya sama. Misalnya bentuk upaya formal yang pernah dilakukan adalah dalam bentuk mata pelajaran di sekolah, Pendidikan Moral Pancasila menjadi mata pelajaran wajib. Setelah itu dipakai istilah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Dalam perjalanannya banyak pihak yang mulai mengkhawatirkan dampak dari penghilangan kata "moral" maupun kata "Pancasila" pada pelajaran kewarganegaraan ini.
Lalu, apa hubungan antara berbudaya dan karakter? Karakter merupakan kondisi mental yang menjiwai perilaku seseorang. Karakter inilah yang menjadi pembeda satu individu dan individu lainnya. Dengan demikian karakter bangsa merupakan kondisi mental kolektif yang menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara. Jadi, dengan karakter positif yang kuat menjadi penanda bangsa yang berbudaya. Dalam istilah lain masyarakat berbudaya juga disebut masyarakat beradab.
Sedangkan untuk menghasilkan masyarakat yang beradab dan berkemajuan diperlukan upaya sistematis untuk penanaman nilai-nilai peradaban pada tiap individu. Penanaman nilai-nilai kebaikan harus dilakukan melalui proses pembiasaan sejak dini. Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus akan menjadi kebiasaan dan menghasilkan sebuah budaya. Tentu pembiasaan ini menuntut peran keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Authentic Relationship Membentuk Karakter Positif
Apa itu Authentic relationship? Istilah ini dari bahasa Inggris. Bila diurai secara kata per kata lalu dirujuk pada kamus maka ditemukan bahwa authentic berarti asli, sedangkan relationship artinya hubungan. Jadi, kalau dirangkai utuh, authentic ralationship bermakna hubungan asli atau hubungan yang tidak dibuat-buat, apa adanya.
Istilah ini banyak dipakai dalam berbagai artikel yang membahas cara mempertahankan hubungan kerja dalam perusahaan. Baik hubungan antara sesama karyawan maupun hubungan antara karyawan dan atasan.
Penguatan Karakter Melalui Organisasi
Berangkat dari keprihatinan bersama bahwa data dan fakta menunjukkan bahwa telah terjadi degradasi moral pada generasi muda bangsa ini. Kerusakan ini terjadi seiring derasnya gempuran budaya yang alpa tersaring. Ancaman itu semakin menghawatirkan karena invasi dan penetrasi budaya negatif didukung oleh kecanggihan teknologi informasi yang bisa menembus batas negara, gedung sekolah, hingga kamar tidur.
Pendidikan Karakter dan Kepribadian Siswa
Adapun solusi agar anak mempunyai kepribadian yang tangguh dan mental yang kuat perlu adanya peran orang tua dalam perkembangan anak adalah sebagai berikut:
1. Menunjukan perilaku positif
2. Memberi contoh yang baik
3. Mengajak anak komunikasi bersama
4. Mencurahkan perhatian dan kasih sayang
5. Menjalankan fungsi pendidik
6. Menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar agar dapat menjadi referensi wisatawan maupun pihak yang ingin mengelola air terjun di Sulawesi Selatan.

No comments:
Post a Comment