Showing posts with label Bombonna Lariang Bangngi. Show all posts
Showing posts with label Bombonna Lariang Bangngi. Show all posts

May 19, 2021

BOMBONNA LARIANG BANGNGI

Novel ini menceritakan sepasang kekasih yang melakukan kawin lari atau Silariang. Pada zaman dulu, kasus silariang biasanya dilakukan di waktu malam, disaat semua orang semua istirahat tidur terlelap. Bila seorang gadis cantik yang terkenal melakukan silariang di waktu malam, itulah sebabnya masyarakat mengistilahkan Bombonna Lariang Bangngi artinya gadis cantik dan manis diistilahkan dengan bombong (puncak) melakukan silariang bersama kekasihnya di waktu malam. Dengan peristiwa itulah, menjadi inspirasi bagi seniman untuk membuat lagu diantaranya berjudul Bombonna Lariang Bangngi.

Kisah ini menceritakan, seorang gadis cantik dan ia anak raja di Kerajaan Saumata benama Marawanting. Karena takut terhadap kawin paksa dari orang tuanya yang memilih laki-laki lain yang ia tidak sukai, membuat Marawanting nekat kabur bersama kekasihnya I Baso Ana Kondoa yang hanya dari kalangan rakyat biasa.

Perkawinan beda status ini merupakan sebuah gerakan bagi anak raja untuk menentang tradisi bagi kerajaan di zaman dahulu, dimana para raja hanya mau mengawinkan anaknya, bila status sosial mereka sederajat. Tujuannya adalah untuk mempertahankan darah biru atau status sosial yang tinggi. Mereka selalu menentang perkawinan yang beda status, apalagi kalau laki-laki dari kalangan rakyat jelata. Inilah yang ditentang oleh Marawanting sehingga nekat melakukan silariang bersama kekasihnya I Baso Anak Kondoa.

Buku BOMBONNA LARIANG BANGNGI bertujuan mengangkat budaya sirik na pacce dalam kasus silariang tempo dulu yang biasanya dilakukan pada saat tengah malam.  Budaya siri na pacce inilah yang akan melindungi setiap manusia dari perbuatan terhina. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


BOMBONNA LARIANG BANGNGI 
Penulis: Zainuddin Tika, Adi Suyadi Culla, Hamzah Dg. Temba
Penerbit: Lembaga Kajian Sejarah Budaya Sulawesi Selatan kerjasama dengan Madani Publishing
Tempat Terbit: Sungguminasa
Tempat Terbit: 2018