Judul: A Guide to Learning Independently
Penulis: Lorraine A. Marshall
& Frances Rowland
Editor: -
Penerbit: Longman Chesire Pty Limited
Tahun
Terbit: 1981
Jumlah
Halaman: xv + 224
ISBN: 0582711088
Bahasa: Inggris
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Buku A Guide to
Learning Independently karya Lorraine A. Marshall dan Frances Rowland merupakan
salah satu referensi penting dalam bidang keterampilan belajar (study skills),
khususnya bagi mahasiswa atau pelajar yang ingin mengembangkan kemampuan
belajar mandiri. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 dan terus
mengalami revisi hingga edisi-edisi terbaru, menandakan relevansinya yang
berkelanjutan dalam dunia pendidikan. Secara umum, buku ini berfokus pada
bagaimana individu dapat mengelola proses belajarnya sendiri secara efektif,
mulai dari memahami gaya belajar hingga menguasai teknik-teknik akademik
seperti membaca, mencatat, dan menulis.
Isi buku ini disusun
secara sistematis dan bertahap, dimulai dari pengenalan diri sebagai
pembelajar. Penulis menekankan bahwa keberhasilan belajar sangat bergantung
pada pemahaman terhadap diri sendiri, termasuk kebiasaan, motivasi, dan
strategi belajar yang sesuai. Selain itu, buku ini juga mengajarkan pentingnya
perencanaan belajar, seperti mengatur waktu, menentukan prioritas, serta
menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa
belajar bukan hanya aktivitas pasif menerima informasi, tetapi sebuah proses
aktif yang memerlukan kesadaran dan strategi.
Salah satu pembahasan
utama dalam buku ini adalah teknik membaca efektif. Pembaca diajak untuk tidak
sekadar membaca secara linear, tetapi juga menganalisis isi bacaan,
mengidentifikasi ide utama, serta menghubungkan informasi baru dengan
pengetahuan yang sudah dimiliki. Hal ini bertujuan agar proses membaca menjadi
lebih bermakna dan tidak hanya bersifat hafalan. Selain itu, buku ini juga
memberikan panduan tentang bagaimana memanfaatkan berbagai sumber informasi,
termasuk perpustakaan dan bahan referensi lainnya secara optimal.
Selain membaca, buku
ini juga membahas secara mendalam tentang teknik mencatat (note-taking).
Penulis menjelaskan berbagai metode pencatatan yang efektif, seperti mencatat
poin-poin penting, menggunakan diagram, serta merangkum materi dengan bahasa
sendiri. Teknik ini dianggap penting karena membantu meningkatkan daya ingat
dan pemahaman terhadap materi. Buku ini juga menekankan bahwa mencatat bukan
sekadar menyalin, tetapi merupakan proses berpikir aktif yang membantu
pembelajar mengolah informasi.
Pembahasan mengenai
keterampilan mendengarkan juga menjadi salah satu poin penting dalam buku ini,
terutama dalam konteks mengikuti perkuliahan atau presentasi. Pembaca diajarkan
bagaimana cara mendengarkan secara aktif, mencatat hal-hal penting selama penjelasan,
serta mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman. Hal ini menunjukkan
bahwa proses belajar tidak hanya terjadi saat membaca atau menulis, tetapi juga
saat berinteraksi secara langsung dalam situasi belajar.
Selain itu, buku ini
juga memberikan panduan tentang keterampilan menulis akademik, seperti menulis
esai dan laporan ilmiah. Penulis menjelaskan struktur penulisan yang baik, cara
mengembangkan argumen, serta pentingnya penggunaan referensi yang tepat. Dengan
demikian, buku ini tidak hanya membantu dalam memahami materi, tetapi juga
dalam mengkomunikasikan pemahaman tersebut secara efektif melalui tulisan.
Kelebihan utama buku
ini terletak pada pendekatannya yang praktis dan aplikatif. Setiap konsep yang
dijelaskan selalu disertai dengan contoh dan strategi yang dapat langsung
diterapkan oleh pembaca. Selain itu, buku ini juga mendorong pembaca untuk
menjadi pembelajar yang mandiri dan reflektif, yang mampu mengevaluasi dan
memperbaiki cara belajarnya sendiri. Cakupan materi yang luas—mulai dari
membaca, mencatat, mendengarkan, hingga menulis—menjadikan buku ini sebagai
panduan komprehensif bagi pelajar.
Namun demikian, buku
ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah gaya penyampaian
yang cenderung akademis dan cukup padat, sehingga mungkin terasa kurang menarik
bagi pembaca pemula. Selain itu, karena buku ini awalnya ditujukan untuk konteks
pendidikan tinggi, beberapa contoh atau pendekatan mungkin kurang relevan bagi
siswa sekolah menengah. Beberapa pembaca juga mungkin merasa bahwa buku ini
kurang membahas perkembangan teknologi modern dalam belajar, seperti penggunaan
media digital atau platform pembelajaran online.
Secara keseluruhan, A
Guide to Learning Independently merupakan buku yang sangat bermanfaat bagi
siapa saja yang ingin meningkatkan kualitas belajar mereka. Dengan pendekatan
yang sistematis dan berbasis pengalaman, buku ini mampu memberikan pemahaman mendalam
tentang bagaimana belajar secara efektif dan mandiri. Meskipun memiliki
beberapa kekurangan, nilai praktis dan relevansinya tetap menjadikan buku ini
sebagai salah satu referensi penting dalam bidang keterampilan belajar.



