Judul: Kalau Bisa Sekarang, Kenapa Harus
Ditunda?
Penulis: Dayu Pratyahara
Editor: -
Penerbit: Garasi
Tahun
Terbit: 2020
Jumlah
Halaman: 156
ISBN: 978-623-7219-53-8
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Meskipun semua orang punya jatah waktu yang sama yaitu 24 jam dalam
sehari, 7 hari dalam sepekan dan seterusnya, namun tidak semua orang mampu memanfaatkan
atau mengelola waktunya dengan baik. Penulis buku ini mengatakan bahwa orang
orang yang mengelola waktunya dengan baik, akan lebih sukses menjalani
kehidupannya dibandingkan dengan orang yang tanpa pengelolaan waktu yang baik.
Topik utama pembahasan buku ini adalah pengeloaan waktu atau time
management. Pembaca diajak untuk lebih mengenali, dan memahami serta
menguasai jatah waktu masing masing. Hidup lebih terarah dan lebih mudah dalam
mencapai tujuan jika kita mengelola waktu kita dengan baik. Waktu yang kita
jalani, tidak akan kembali, dan seperti judul buku ini, ‘kalau bisa
sekarang, kenapa harus ditunda?’.
Ada 5 pembagian pembahasan dalam buku ini, diawali dengan bagaimana kita
mengenali diri kita sendiri, siapa kita, dan apa tujuan hidup, bagaimana
menemukan tujuan hidup dan cara pandang baru tentang siapa diri kita. Bagaimana
kita memahami waktu diuraikan pada bagian kedua. Pada bagian kedua ini
dijelaskan apakah waktu itu, waktu menurut para filsuf dan konsep waktu dalam
budaya.
Penjelasan tentang bagaimana Persepsi waktu dibahas pada bagian ketiga.
Ada beberapa pembagian sub bahasan yaitu bagaimana cara otak menerjemahkan
waktu, bagaimana usia memengaruhi persepsi waktu, dapatkah kita memperlambat dan
menilai waktu?.
Dua bagian terakhir adalah inti sari pembahasan buku ini. Bagian keempat
yaitu bagaimana kita menguasai waktu, karena menguasai waktu sama dengan
menguasai hidup. Dijelaskan pula bagaimana masa lalu, masa sekarang dan masa
depan, serta bagaimana berdamai dengan masa lalu. Uraian tentang masa kini yang
merupakan masa terpenting dan paling berharga dalam hidup ini, dijelaskan secara
ringkas pada bagian ini.
Terakhir pentingnya mengendalikan waktu. Mengendalikan waktu sama dengan
manajemen waktu atau pengelolaan waktu dengan baik. Pada bagian ini dibahas
tentang manajemen waktu, tanda tanda manajemen waktu yang buruk, bagaimana
membangun disiplin diri dan bagaimana berhenti menunda-nunda sesuatu yang harus
dikerjakan.
Bagian akhir buku dicantumkan beberapa kutipan (quotation) tentang waktu,
manajemen waktu dan pemanfaatan waktu, dari para tokoh dan filsuf dunia.
Buku ini menawarkan tips yang mudah diaplikasikan dalam kehidupan
sehari-hari. Setiap bab dilengkapi contoh sederhana yang relevan untuk
diterapkan langsung. Penulis buku ini menggunakan bahasa yang sederhana sehingga
konsep pengelolaan waktu yang mungkin rumit dapat dipahami oleh pembaca dari
berbagai latar belakang. Pokok pembahasa atau materi dibagi dalam bab-bab yang
berurutan mulai dari dasar pemahaman diri sendiri dalam pengelolaan waktu,
teknik spesifik, hingga cara mengatasi hambatan umum seperti procrastination.
Struktur ini memudahkan pembaca mengikuti alur pemahaman yang logis.
Namun demikian bagi pembaca yang sudah familiar dengan konsep manajemen
waktu, isi buku mungkin terasa kurang mendalam dan lebih fokus pada hal-hal
mendasar. Meskipun menawarkan tips, buku ini tidak banyak menyajikan teknik
manajemen waktu yang lebih terperinci, seperti time blocking atau teknik
Pomodoro, yang mungkin dicari oleh pembaca yang membutuhkan strategi
lebih teknis.
Buku ini cocok untuk pembaca yang baru memulai perjalanan dalam
mengelola waktu dan membutuhkan panduan awal, tetapi mungkin kurang memadai
bagi mereka yang mencari wawasan atau teknik yang lebih mendalam.
Buku ini koleksi Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak, UPT Layanan Perpustakaan, Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.
.jpeg)
