Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts
Showing posts with label Kepemimpinan. Show all posts

August 19, 2026

Enlightened Leadership (Kepemimpinan yang Mencerahkan)

 


Judul:                           Englightened Leadrship, Getting to The Heart of Change

Penulis:                        Ed Oakley & Doug Krug

Editor:                          Nina Amir

Penerbit:                     Fireside, New York

Tahun Terbit:             1994

Jumlah Halaman:    265

ISBN:                            0671866745

Bahasa:                      Inggris

Penulis Resensi:        Suharman, S.S., MIM.

Buku Enlightened Leadership: Getting to the Heart of Change yang ditulis oleh Ed Oakley dan Doug Krug merupakan salah satu karya klasik dalam literatur manajemen dan kepemimpinan. Terbit pada tahun 1994, buku ini hadir sebagai panduan praktis bagi para pemimpin organisasi yang ingin membawa perubahan positif tanpa harus memicu resistensi yang destruktif dari tim mereka. Melalui pendekatan psikologis dan manajerial yang intuitif, kedua penulis berhasil merumuskan kembali esensi dari kepemimpinan yang adaptif dan inklusif.

Fokus utama dari buku ini terletak pada pergeseran paradigma dari gaya kepemimpinan otoriter (top-down) menuju kepemimpinan yang mencerahkan (enlightened leadership). Oakley dan Krug menegaskan bahwa keberhasilan suatu perubahan dalam organisasi tidak ditentukan oleh seberapa ketat seorang pemimpin mengontrol anggotanya, melainkan seberapa mampu ia memberdayakan potensi terbaik dari setiap individu. Dalam pandangan mereka, pemimpin masa kini tidak lagi bertindak sebagai pahlawan yang tahu semua jawaban, melainkan sebagai fasilitator yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan tepat.

Salah satu gagasan paling menonjol dalam buku ini adalah penggunaan pertanyaan sebagai alat utama manajemen perubahan (question-based leadership). Penulis menjelaskan bahwa ketika pemimpin memberikan petunjuk atau instruksi langsung, respon alami bawahan sering kali adalah bertahan atau ragu-ragu. Sebaliknya, ketika pemimpin mengajukan pertanyaan yang konstruktif dan menggugah, anggota tim merasa dihargai dan diajak berpikir, sehingga ide-ide perubahan lahir dari mereka sendiri dan menciptakan rasa memiliki (ownership) yang tinggi terhadap keputusan organisasi.

Di samping itu, Enlightened Leadership juga memberikan kerangka kerja yang sistematis untuk mengubah fokus mental organisasi dari masalah menuju solusi. Penulis mengajarkan teknik untuk mengarahkan energi tim agar tidak terjebak pada pencarian kesalahan (blame game), melainkan berfokus pada langkah-langkah nyata yang dapat diambil untuk mencapai kondisi ideal. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, transparan, dan sarat akan kepercayaan antaranggota tim.

Salah satu kelebihan utama dari buku ini adalah penyampaian materinya yang sangat praktis dan mudah dipahami. Meski mengusung konsep kepemimpinan yang mendalam, penulis menyajikannya dengan bahasa yang lugas, dilengkapi dengan studi kasus nyata, contoh dialog, serta kerangka kerja (framework) yang dapat langsung diterapkan oleh para praktisi di berbagai tingkatan manajemen. Selain itu, penekanan pada aspek empati dan partisipasi aktif menjadikan buku ini tetap relevan dalam konteks dinamika organisasi modern saat ini.

Namun demikian, buku ini tidak bebas dari kekurangan. Dari sudut pandang masa kini, beberapa contoh kasus dan analogi yang digunakan terasa agak berjarak karena ditulis pada era sebelum ledakan era digital dan kerja jarak jauh (remote work). Selain itu, bagi pembaca yang mencari analisis teoretis yang sangat mendalam atau metodologi riset akademis yang ketat, buku ini mungkin terasa terlalu populer dan cenderung repetitif pada beberapa penekanan konsep dasarnya.

Secara keseluruhan, Enlightened Leadership: Getting to the Heart of Change adalah bacaan yang sangat berharga bagi para manajer, eksekutif, maupun siapa saja yang ingin mengasah keterampilan memimpin. Ed Oakley dan Doug Krug berhasil membuktikan bahwa perubahan sejati tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan harus ditumbuhkan dari dalam melalui komunikasi yang efektif dan pemberdayaan manusia secara bermakna. Buku ini merupakan fondasi penting untuk membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan humanis. 



May 9, 2025

Buku Memompa Ban Kempis: Esai Kearifan Pemimpin Karya Sukardi Rinakit

Buku Memompa Ban Kempis: Esai Kearifan Pemimpin Karya Sukardi Rinakit


Oleh: Nabila Wulandani


Buku Memompa Ban Kempis: Esai Kearifan Pemimpin


Pendahuluan

Buku Memompa Ban Kempis karya Sukardi Rinakit menghadirkan kumpulan esai yang menelaah kepemimpinan Indonesia dengan pendekatan metaforis dan reflektif. Terbit pada 2013 oleh Penerbit Buku Kompas buku ini menggunakan gambaran ban kempis sebagai simbol kepemimpinan yang kehilangan daya dorong. Sejak paragraf awal pembaca disadarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar memimpin tetapi juga memelihara kepercayaan dan visi. Gaya penulisan penulis lugas namun hangat sehingga pembaca umum mudah memahami berbagai tema kompleks. Sinopsis ini akan menguraikan struktur isi esai ke dalam pendahuluan inti dan keunikan cara penulis menyampaikan gagasan.

Sukardi Rinakit membuka setiap esai dengan contoh konkret dari dinamika sosial politik yang sedang berlangsung di Indonesia. Pembaca diajak mengamati fenomena ban kempis di jalan raya sebagai metafora situasi politik yang stagnan. Melalui cerita singkat tentang perjalanan seorang pemimpin dan hambatan di jalan, penulis memancing rasa penasaran. Teknik ini membuat setiap pembaca merasakan langsung tekanan dan kebutuhan akan “memompa” semangat perubahan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa esai ini bukan sekadar teori tetapi panduan praktis.


Isi

Bagian pertama berfokus pada kearifan dasar kepemimpinan yaitu integritas dan keberanian moral. Penulis menegaskan bahwa ban kempis akan tetap kempis jika tidak ada pemimpin yang berani mengoreksi kesalahan sendiri. Contoh tokoh berani dalam sejarah Indonesia diangkat untuk mengilustrasikan pentingnya keteladanan. Uraian tentang bagaimana seorang pemimpin mendengarkan rakyat menjadi pijakan argumen. Esai ini mengajak pembaca membayangkan bagaimana integritas dapat “memompa” kepercayaan publik.

Pada bagian selanjutnya pembaca diajak mengeksplorasi dimensi empati dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Sukardi Rinakit memaparkan kisah nyata kegagalan kebijakan yang terjadi karena pemimpin abai pada suara bawahannya. Narasi singkat namun padat makna ini menegaskan empati sebagai pompa yang menjaga ban tetap kencang. Penulis juga mengupas cara memadukan nilai tradisi lokal dengan tuntutan modernitas. Ulasan tersebut menunjukkan koherensi antara teori dan penerapan dalam konteks pelayanan publik.

Keunikan buku ini terletak pada kombinasi gaya penulisan metaforis dan contoh lapangan yang aktual. Penulis tidak menggunakan jargon akademik yang rumit sehingga pembaca dari berbagai latar mudah mengikuti. Setiap judul esai mengundang rasa penasaran dengan kata kunci sederhana namun menggugah. Struktur ringkas dan paragraf pendek memudahkan pembaca menangkap poin penting tanpa merasa terbebani. Gaya seperti percakapan santai namun sarat wawasan menjadi ciri khas yang membedakan karya ini.


Penutup

Memompa Ban Kempis menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan akan menentukan laju kemajuan suatu bangsa. Melalui kumpulan esai ini pembaca diajak tidak hanya bersikap kritis tetapi juga aktif mencari solusi. Buku ini cocok dibaca oleh pemimpin formal maupun informal serta siapa saja yang peduli pada masa depan Indonesia. Sinopsis ini diharapkan memberikan gambaran jelas mengenai ragam gagasan dan kekuatan narasi Sukardi Rinakit. Saat karya ini dibuka pembaca akan menemukan inspirasi untuk terus “memompa” semangat kepemimpinan yang lebih baik.


Bagi pembaca yang ingin menjelajahi cerita dalam Memompa Ban Kempis: Esai Kearifan Pemimpin, buku ini dapat dijumpai di koleksi deposit lantai dua Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak di Jalan Alauddin, Kota Makassar. 


Informasi Buku

Judul Buku: Memompa ban kempis: esai kearifan pemimpin
Karya: Sukardi Rinakit
Penerbit: Penerbit Buku Kompas
Tahun: 2013

June 24, 2023

Memori Kepemimpinan Bupati Takalar : Zainal Abidin

 


Buku : Takalar Kini & Esok, Paradigma Baru Bupati Zainal

Editor : Andi Wanua Tangke dan Usman Nukma

Penerbit : Pustaka Refleksi

Tempat : Makassar

Tahun: 2001

Jumlah Halaman : 204

Ukuran : 20,5 cm

ISBN :

Buku ini diterbitkan pada masa pemerintahan Bupati Zainal Abidin di Kabupaten Takalar. Selain membahas berbagai aspek pembangunan daerah Takalar, juga sedikit diuraikan sejarah Takalar dan asal usul namanya, posisi geografis dan keadaan penduduknya.

Terbagi dalam 7 bagian dimana setiap bagian terdiri dari beberapa sub-bagian. Pada bagian kedua diuraikan secara ringkas bagaimana Takalar menuju Civil Society (Masyarakat Madani) dengan berbagai langkah langkah yang ditempuh untuk mewujudkannya.

Uraian tentang alam, budaya dan pariwisata Takalar selanjutnya di bagian ketiga. Berbagai obyek budaya dan pariwisata dikemukakan misalnya upacara Maudu Lompoa, pariwisata pantai Tope Jawa, Galesong dan juga kilas balik sejarah yang terjadi di Takalar. Potensi daerah Takalar misalnya hasil ternak, hasil pertanian, perikanan dan peternakan.

Hasil kerajinan anyaman serat lontara dan gerabah dari Takalar juga telah menembus pasa dunia dan diekspor ke Belanda, Amerika Serikat dan Australia. Hasil pertanian sayur sayuran juga. Berbagai keberhasilan selama pemerintahan Zainal Abidin diuraikan pada bagian kelima dan keenam.

Bagian ketujuh adalah kumpulan sumbangan tulisan para pakar, akademisi dan tokoh masyarakat tentang Takalar dan tentang kepeminpinan Bupati Zainal Abidin. Judul judul tulisan dari para tokoh adalah sebagai berikut:

·         Pola Penyaluran KUT, Perlu dicontoh (Prof. Dr. Halide, Pakar Ekonomi Pertanian)

·         Wajar Untuk Dikagumi (Prof. Dr. Radi A. Gany, Rektor Universitas Hasanuddin)

·         Jalin Kerjasama dengan Luarnegeri (Prof. Dr. A. Husni Tanra, Direktur PPS UNHAS)

·         Tingkatkan Kualitas Hasil Produk (Dr. Marwah Daud Ibrahim, Anggota DPR RI)

·         Takalar, Contoh dalam Pemberdayaan SDM (Prof.Dr. W.I.M. Polii, Pakar Ekonomi)

·         Takalar Punya Masa Depan (Dr. H. Kalmuddin Salle, S.h., M.H., Pakar Hukum)

·         Masyarakat Berdaya, Partisipasi Meningkat (Drs. A. Azis Sanapiah, M.P.A. Kepala DIKLAT LAN II)

·         Harus Bertemu Bottom Up dengan Top Down (Drs. H. Achmad Batinggi Ketua STIMIK Dipanegara Makassar)

·         Ibarat Mobil, Bupati Lari Sembilanpuluh (Drs. H. Ibrahim Rewa, Ketua DRD dan Partai Golkar Takalar)

·         Kebijakan Pemerintah Sudah Tepat (Kolonel H. Ibrahim Tulle, Mantan Bupati Takalar)

·         Berdosa Kalau Inkari Keberhasilan Bupati (H.M. Dg. Temba, Ketua IPKI dan Wakil Ketua DPRD Takalar)

·         Awalnya Muncul Suara Sumbang (Abdullah Yuseng, Anggota DPRD Takalar)

·         Peduli Pembangunan Agama (Idris Nassa, Ketua Umum BAZ Takalar)

·         Pemda Peduli Perkembangan PERS (H. Syamsu Nur, Ketua PWI Sulsel)

·         Harus Diakui Takalar Sudah Maju (Akamatsu Shiro, Ketua JICA)

·         Dibutuhkan Figur Sekelas Zainal (H. Akbar Serang, Ketua I Gapensi Takalar)

·         Budaya Panjat Pinang Rugika Takalar (Ismail Tato, S.Ag., Ketua Umum HIPERMATA)

·         Sukses Karena Didukung Visi dan Misi (Abdul Muis Malik, Aktifis LSM Takalar)

·         Tidak Harus Putra Daerah (Drs. H.M. Natsir Husain, Sekwilkab Takalar)

·         Terbuka Menerima Kritik (Ir. H. Dahyar Daraba, M.Si., Ketua Bappeda Takalar)

·         Ada Komitmen Kuat Berdayakan Masyarakat Lokal (Ir. H. Muhammad Tamzil, Kadis Transmigrasi dan PPH Takalar)

·         Melibatkan Kalangan Akademisi (Drs. Baso Lewa, Kabag Umum Setwilda Takalar)

·         Eksekutif Harus Lebih Kreatif (Drs. As’ad Limpo, Camat Pattallassang)

Buku ini adalah Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.