January 12, 2024

Numismatik Indonesia Kuno

Uang sebagai alat non ekonomi dipakai dalam berbagai kegiatan hidup manusia, antara lain dalam upacara  religi dan daur hidup. Hal itu sesuai dengan anggapan kelompok masyarakat bahwa uang itu sendiri adalah banda sakral yang suci dan mempunyai kekuatan magic sehingga dapat berguna sebagai penjaga diri, pengusir roh jahat, menjaga kesehatan anak, bahkan dapat dipergunakan sebagai alat pengobatan tradisional untuk. kerokan, menyembuhkan luka-luka dan mengobati bisul. 

Numismatik (Mata Uang) yang diperkirakan paling tua di Indonesia adalah dari kerajaan Janggala yang dinamakan "Krishnala" dan terbuat dari emas (tahun 896 - 1158), sedangkan uang asing yang pertama kali beredar di Indonesia adalah uang Portugis yang terbuat dari emas, perak dan tembaga. Sesudah itu uang VOC beredar dalam bentuk uang emas yang bernilai 1 Gulden (dicetak di negeri Belanda tahun 1802). Pada masa pemerintahan Inggris (1811-1816) dipakai mata uang Rupiah Jawa, namun sebelumnya telah ada uang tembaga dengan gambar ayam yang disebut Duit.

Uang kertas yang pertama kali beredar di Indonesia dikeluarkan oleh De Javasche Bank bertanggal Batavia 12 Oktober 1927, kemudian pemerintah Belanda berturut-turut mengeluarkan uang kertas seri Welhelmina tahun 1950 dan pada saat itulah pertama kali dipakai Undang-Undang Keuangan dalam bahasa Indonesia yang disebut uang Nica.

Mata uang Republik Indonesia : 

  • Uang kertas (Uang ORI Pematang Siantar) dengan nilai nominal : Rp. 1, Rp. 5, Rp. 10, Rp. 100
  • Uang kertas (Uang ORI Yogyakarta) dengan nilai nominal : Rp. 40, Rp. 75, Rp. 250, Rp. 400
  • Uang kertas (Uang ORI Jakarta) dengan nilai nominal 10 sen, 50 sen, 1 rupiah, 10 rupiah
  • Uang kertas (Uang ORI Bukit Tinggi) dengan nilai nominal Rp. 10, Rp. 25, Rp. 50, Rp. 100
  • Uang kertas (Uang ORI Tapanuli) dengan nilai nominal Rp. 10, Rp. 50, Rp. 100, Rp. 200
Mata uang Republik Indonesia Serikat dengan nilai nominal Rp. 10, Rp. 50, Rp. 100, Rp. 200

Mata uang Bank Indonesia: uang kertas emisi tahun 1952 dengan nilai nominal Rp. 50, Rp. 100, Rp.500, Rp. 1000; uang kertas seri pekerjaan tangan Rp. 100, Rp. 500, Rp. 1000, Rp. 5000; uang kertas seri Bunga dan Burung dengan nilai nominal Rp. 50, Rp. 100, Rp. 500, Rp. 1000; uang kertas Lokal Riau dengan nilai nominal Rp. 2.50, Rp. 5, Rp. 10, Rp. 100; uang kertas lokal Irian Barat dengan nilai nominal Rp. 2.50, Rp. 5, Rp. 10, Rp. 100; uang kertas seri Presiden Soekarno dengan nilai nominal Rp. 50, Rp. 100, Rp. 500, Rp. 1000; uang seri Dwikora dengan nilai nominal 1 Sen, 5 Sen, 10 Sen, 25 Sen uang kertas Seri Pekerjaan Tangan dengan nilai nominal Rp. 100, Rp. 10.000; Uang kertas Seri Sudirman dengan nilai nominal Rp. 100, Rp. 500, Rp. 1000, Rp. 5000; Uang Logam seri Cagar Alam dan 25 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan nilai nominal Rp. 200, Rp. 2000, Rp. 20.000, Rp. 25.000, Rp. 100.000

Buku Foto Numismatik (Mata Uang) merupakan koleksi Museum Negeri La Galigo Ujung Pandang pada waktu itu mengadakan pameran keliling dengan tema " dengan Numismatik (Mata Uang) kita lestarikan budaya bangsa" yang berlangsung dari tanggal 28 s/d 31 Maret 1983 di Museum Balla Lompoa Kabupaten Gowa. 

Buku ini merupakan juga memberikan informasi terkait uang Indonesia Kuno, antara lainnya:

  • Uang Indonesia Kuno (uang Majapahit abad 9-14): uang Gobog; uang Krishnaka
  • Uang kerajaan lokal di Indonesia (abad 14 - 19): uang Banten (Maulana Muhammad); uang Madura (Kerajaan Sumenep); Uang Sulawesi (Kerajaan Gowa)
  • Uang Compagnie Van Verre (1594 - 1602) : uang Benggol
  • Uang V.O.C (1602 - 1799) : uang Duit, uang Ropy, uang Bonk
  • Uang negara asing yang beredar di Indonesia (1602 - 1854) : uang cina; uang spanyol
  • Uang Bataafsche Republik (1799 - 1806) : uang Ropy; uang Bonk
  • Uang Kerajaan Holland/Kekaisaran Prancis (1806 - 1811) : uang Stuiver
  • Uang Pemerintahan Inggris (1811 - 1816) : Uang Ropy
  • Uang Inggeris di Sumatera dan Sulawesi : uang Kepeng dengan nominal 3 kepeng dan nominal 1 Kepeng
  • Uang yang berlaku diperkebunan dalam lingkungan tanah partikulir di Indonesia : uang Token dengan nominal 1 dollar yang dibuat perkebunan Hessa Asahan di Sumatera Utara (perkebunan Jerman) dan di perkebunan Asahan sumatera Utara (perkebunan Belanda).
  • Uang Pemerintah Hindia Belanda : uang "Duit Singa"; uang "Hibrid Duit"; uang Cent; uang Kertas De Jevansche Bank; uang Kertas De Javanche; uang kertas De Javansche Bank
  • Uang masa kedudukan Jepang di Indoensia.
Untuk lebih melengkapi panduan maka sebaiknya buku ini juga dilengkapi gambar menarik perhatian pembaca dan pengunjung pameran. Karena buku ini sudah kuno sebaiknya dilaksanakan alih media untuk tetap menjaga informasi.

PAMERAN KELILING
Foto Numismatik (Mata Uang)
Penulis: Sahriah, Jawiah A. Baso
Penerbit: Museum Negeri La Galigo
Tempat Terbit: Ujung Pandang
Tahun Terbit: 1982


* Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar

No comments:

Post a Comment