April 26, 2024

CeritaTentang JK

 


Judul:                         #JK75 Cerita Tentang Kalla

Penulis:                      Tim Wartawan Wapres 2017

Editor:                        Adi Sulhardi & Buyung Wijaya Kusuma

Penerbit:                    Kompas

Tahun Terbit:              2017

Jumlah Halaman:        xvi + 168

ISBN:                        978-602-412-266-9

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Isi Resensi:

Menjelang hari ulang tahun ke-75 Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil pak JK, sekelompok wartawan yang khusus bertugas di kantor Wakil Presiden yang waktu itu dijabat oleh pak JK, menerbitkan buku ini. Ada 22 orang wartawan muda yang terkadang memanggil pak JK dengan panggilan “Opa” yang bertugas di kantor Wakil Presiden waktu itu. Keduapuluh-dua orang inilah yang menuliskan dan mengumpulkan pengalaman mereka selama berinteraksi dengan pak JK selama masa jabatan beliau sebagai Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Buku ini sangat menarik dibaca, karena berisi pengalaman pengalaman pribadi para wartawan dalam meliput semua kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada pengalaman lucu, jenaka dan kadang mengharukan. Selain tulisan ringan para wartawan, juga ada kesaksian atau testimony orang dekat beliau. Ada ulasan dari Husain Abdullah, juru bicara pak JK pada masa beliau menjabat Wakil Presiden, ada juga tulisan dari Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi, keduanya kita kenal sebagai Jurnalis Televisi yang dikenal luas di masyarakat.

Terdiri dari 5 bagian utama, diawali dengan sepatahkata dari penulis dan dari jurnalis televisi. Kemudian kelima bagian utama tersebut yaitu :

ü  -Masa Lalu Seorang Jusuf Kalla

ü  -Jusuf Kalla Bersama Keluarganya

ü  -Jusuf Kalla dan Gaya Hidupnya

ü  -Kala Jusuf Kalla di Pemerintahan

ü  -Dari Jusuf Kalla untuk Indonesia dan Dunia

Dari setiap bagian inilah ada tulisan para wartawan Istana Wakil Presiden. Ada kisah tentang pak JK ketika masih muda kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada tahun 1960-an dan menjadi asisten dosen dari pak Ambar, sementara itu pak Ambar, adalah asisten dosen dari pak Muhammad Hatta (Bung Hatta) yang waktu itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden.

Peran pak JK dalam mengatasi berbagai konflik ditanah air dan dunia juga ada dikisahkan dalam buku ini. Mulai dari konflik Ambon, Poso, dan persoalan  Aceh dengan GAM-nya. Pengalaman menjadi host sebuah Talk-Show di salah satu stasiun Televisi, yang berjudul “Talk Show Jalan Keluar” juga dibahas dalam buku ini. Ada juga tentang persahabatan beliau dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Najib bin Tun Abdurrazak yang berdarah Makassar.

Muhammad Jusuf Kalla akan selalu jadi tokoh paling menarik untuk diwawancarai dalam situasi apa pun. Bukan saja karena jejek pengalamannya tetapi karena gayanya yang ringan dan apa adanya.” Itulah kata kata Najwa Shihab dalam buku ini.

Muhammad Jusuf Kalla, orang Bugis dan tokoh dari Sulawesi Selatan, seorang pengusaha yang menjadi Wakil Presiden dua kali dengan Presiden yang berbeda. Pernah menjadi juru runding untuk mengatasi konflik konflik, baik di negeri sendiri maupun dinegara tetangga. Sampai sekarang masih menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesi (PMI) dan kegiatan sosial lainnya.

Buku ini diakhiri dengan nama dan foto para penulis (wartawan) yang menyumbangkan tulisannya di buku ini, dan juga ada indeks yang disusun secara alphabetis sesuai topik yang dibahas. Indeks ini memudahkan pembaca dalam mencari topik apa saja yang ingin dibaca dalam buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan foto illustrasi berwarna berbagai kegiatan pak JK selama menjabat sebagai Wakil Presiden.

Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena cukup lengkap membahas tentang pak Jusuf Kalla selama menjabat sebagai Wakil Presiden. Pembaca dengan mudah dapat memahami segala seluk beluk dan hiruk pikuk kehidupan seorang Wakil Presiden, dari buku ini. Namun buku kurang membahas tentang kehidupan pribadi pak JK, misalnya hidupnya semasa kecil, pengalaman hidupnya, jabatan jabatan yang pernah di emban dan lain lain. Buku ini kuran menarik dari segi sampul yang hanya hitam putih, dan tidak banyak gambar atau illustrasi penghias halaman buku. Mungkin karena memang buku ini ditulis oleh wartawan yang bertugas di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu.




No comments:

Post a Comment