Showing posts with label Jusuf Kalla. Show all posts
Showing posts with label Jusuf Kalla. Show all posts

June 22, 2024

Jenderal M. Yusuf, Panglima Para Prajurit



Judul:                           Jenderal M. Yusuf, Panglima Para Prajurit

Penulis:                        Atmadji Sumarkidjo

Editor:                         -

Penerbit:                     Kata Hasta Pustaka

Tahun Terbit:               2006

Jumlah Halaman:        xxx + 458

ISBN:                        979-99473-7-5

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Buku ini adalah yang paling lengkap membahas tentang kisah pejuangan dan karir Jenderal M. Yusuf. Buku yang digagas penerbitannya oleh Jusuf Kalla, Mar’ie Muhammad dan A.M. Fatwa ini diterbitkan 2 tahun setelah wafatnya Jenderal M. Yusuf pada 7 September 2004. Mar’ie Muhammad sebagai ketua Panitia Penerbitan buku ini dan sebagai penulis adalah Atmadji Sumarkidjo, seorang wartawan Hankam yang selama bertahun tahun mengikuti perjalanan dan kunjungan Jenderal M. Yusuf ke berbagai daerah di Indonesia.

Ucapan terimakasih dari Penulis, dan Pengantar dari Jusuf Kalla mengawali buku ini. Selanjutnya ada Sekapur Sirih dari ketua penerbitan buku, Mar’ie Muhammad, mantan Menteri Keuangan, dan Prakata dari A.M. Fatwa, Wakil Ketua MPR RI waktu itu. Juga ada sambutan dari Penerbit.

Buku setebal 458 halaman ini dibagi menjadi 9 bab, dimana setiap bab dibagi lagi menjadi beberapa sub bab atau sub bagian.

Bab pertama berjudul “Penerbangan Terakhir Sang Panglima” dimana dikisahkan tentang penerbangan sang Jenderal saat kunjungan kerja ke berbagai daerah, kesehatannya, dan momen ketika M. Yusuf mengunjungi makam para sahabatnya di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. Pada bagian pertama ini juga ada kisah tentang pembangunan Masjid terbesar di kawasan timur Indonesia, Masjid Al-Markaz Al-Islami di Makassar.

Masa masa ketika Jenderal M. Yusuf bertugas di Makassar diuraikan dalam bab kedua dengan judul “Panglima Militer di Kampung Sendiri”. Ada kisah tentang suasana Sulawesi Selatan pada masa itu yang masih rawan pemberontakan. Ada pemberontakan Abdul Qahhar Mudzakkar, ada konflik dengan Andi Selle, dan penandatangangan Piagam Permesta.

Bab bab selanjutnya diuraikan tentang “cetak biru” Industri Nasional saat M. Yusuf diangkat menjadi Menteri perindustrian pada masa Orde Baru. Gaya kepemimpinan sang Jenderal saat memimpin Departemen Perindustrian. Bagian yang menarik lainnya adalah Bab 4 yag membahas khusus tentang Surat Perintah 11 Maret 1966 yang sering menjadi polemik terutama saat menjelang atau sesudah tanggal 11 Maret. Bagi pembaca yang ingin mencari rujukan atau referensi tentang ‘Supersemar’ maka bagian ini sangat pantas dijadikan bahan referensi.

Masa masa jabatan M. Yusuf sebagai Menteri Perindustrian lalu kemudian menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan / Panglima Angkatan Bersenjata (Menhankam Pangab) diuraikan dibagian lain. Termasuk juga saat memperkenalkan istilah “Kemanunggalan ABRI dan Rakyat”.

Topik pembahasan lainnya, adalah issu issu sensitif dalam pemilihan Kepala Staf Angkatan Darat, Kesejahteraan Prajurit, Pembangunan di Timor Timur sebelum lepas dari NKRI, kunjungan beliau ke Luar Negeri, masa masa menjabat sebagai Ketua Bepeka (Badan Pemeriksa Keuangan), kebiasaan beliau yang selalu sederhana.

Membaca buku membawa kita seakan akan mengikuti jejak jejak langkah Jenderal M. Yusuf  dalam menapaki karir di TNI sampai menjabat Menteri dan masa masa terakhir beliau. Banyak hal hal penting diuraikan dalam buku ini, namun juga banyak kisah kisah lucu dan humor yang menyertai kegiatan sehari hari sang Panglima.

Tidak banyak sisi kehidupan pribadi Jenderal M. Yusuf yang dibahas dalam buku ini. Sebagian besar hanyalah karier dan kegiatan beliau selama menjalani kehidupan militer dan juga tugas tugas negara yang pernah di emban.

Buku ini juga dilengkapi dengan sejumlah foto dokumentasi hitam putih kegiatan Jenderal M. Yusuf. Akan lebih menarik sekiranya foto foto dokumentasi yang ditampilkan adalah foto berwarna.. Sebagian foto tersebut sudah agak buram, sehingga perlu di edit dan diperbaiki tanpa mengurangi nilai foto itu sendiri. Sebagian foto dokumentasi masih cukup jelas.

Bagian akhir di lampirkan daftar kepustakaan dan Indeks. Indeks digunakan untuk mencari topik tertentu yang dilengkapi dengan halaman tempat topik yang kita inginkan.

Buku ini sangat menyenangkan dibaca.

Buku koleksi Pribadi. 




April 26, 2024

CeritaTentang JK

 


Judul:                         #JK75 Cerita Tentang Kalla

Penulis:                      Tim Wartawan Wapres 2017

Editor:                        Adi Sulhardi & Buyung Wijaya Kusuma

Penerbit:                    Kompas

Tahun Terbit:              2017

Jumlah Halaman:        xvi + 168

ISBN:                        978-602-412-266-9

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Isi Resensi:

Menjelang hari ulang tahun ke-75 Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil pak JK, sekelompok wartawan yang khusus bertugas di kantor Wakil Presiden yang waktu itu dijabat oleh pak JK, menerbitkan buku ini. Ada 22 orang wartawan muda yang terkadang memanggil pak JK dengan panggilan “Opa” yang bertugas di kantor Wakil Presiden waktu itu. Keduapuluh-dua orang inilah yang menuliskan dan mengumpulkan pengalaman mereka selama berinteraksi dengan pak JK selama masa jabatan beliau sebagai Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Buku ini sangat menarik dibaca, karena berisi pengalaman pengalaman pribadi para wartawan dalam meliput semua kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada pengalaman lucu, jenaka dan kadang mengharukan. Selain tulisan ringan para wartawan, juga ada kesaksian atau testimony orang dekat beliau. Ada ulasan dari Husain Abdullah, juru bicara pak JK pada masa beliau menjabat Wakil Presiden, ada juga tulisan dari Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi, keduanya kita kenal sebagai Jurnalis Televisi yang dikenal luas di masyarakat.

Terdiri dari 5 bagian utama, diawali dengan sepatahkata dari penulis dan dari jurnalis televisi. Kemudian kelima bagian utama tersebut yaitu :

ü  -Masa Lalu Seorang Jusuf Kalla

ü  -Jusuf Kalla Bersama Keluarganya

ü  -Jusuf Kalla dan Gaya Hidupnya

ü  -Kala Jusuf Kalla di Pemerintahan

ü  -Dari Jusuf Kalla untuk Indonesia dan Dunia

Dari setiap bagian inilah ada tulisan para wartawan Istana Wakil Presiden. Ada kisah tentang pak JK ketika masih muda kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada tahun 1960-an dan menjadi asisten dosen dari pak Ambar, sementara itu pak Ambar, adalah asisten dosen dari pak Muhammad Hatta (Bung Hatta) yang waktu itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden.

Peran pak JK dalam mengatasi berbagai konflik ditanah air dan dunia juga ada dikisahkan dalam buku ini. Mulai dari konflik Ambon, Poso, dan persoalan  Aceh dengan GAM-nya. Pengalaman menjadi host sebuah Talk-Show di salah satu stasiun Televisi, yang berjudul “Talk Show Jalan Keluar” juga dibahas dalam buku ini. Ada juga tentang persahabatan beliau dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Najib bin Tun Abdurrazak yang berdarah Makassar.

Muhammad Jusuf Kalla akan selalu jadi tokoh paling menarik untuk diwawancarai dalam situasi apa pun. Bukan saja karena jejek pengalamannya tetapi karena gayanya yang ringan dan apa adanya.” Itulah kata kata Najwa Shihab dalam buku ini.

Muhammad Jusuf Kalla, orang Bugis dan tokoh dari Sulawesi Selatan, seorang pengusaha yang menjadi Wakil Presiden dua kali dengan Presiden yang berbeda. Pernah menjadi juru runding untuk mengatasi konflik konflik, baik di negeri sendiri maupun dinegara tetangga. Sampai sekarang masih menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesi (PMI) dan kegiatan sosial lainnya.

Buku ini diakhiri dengan nama dan foto para penulis (wartawan) yang menyumbangkan tulisannya di buku ini, dan juga ada indeks yang disusun secara alphabetis sesuai topik yang dibahas. Indeks ini memudahkan pembaca dalam mencari topik apa saja yang ingin dibaca dalam buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan foto illustrasi berwarna berbagai kegiatan pak JK selama menjabat sebagai Wakil Presiden.

Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena cukup lengkap membahas tentang pak Jusuf Kalla selama menjabat sebagai Wakil Presiden. Pembaca dengan mudah dapat memahami segala seluk beluk dan hiruk pikuk kehidupan seorang Wakil Presiden, dari buku ini. Namun buku kurang membahas tentang kehidupan pribadi pak JK, misalnya hidupnya semasa kecil, pengalaman hidupnya, jabatan jabatan yang pernah di emban dan lain lain. Buku ini kuran menarik dari segi sampul yang hanya hitam putih, dan tidak banyak gambar atau illustrasi penghias halaman buku. Mungkin karena memang buku ini ditulis oleh wartawan yang bertugas di kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla waktu itu.




May 24, 2022

#JK75 Cerita Tentang Kalla

 



Buku : #JK75 Cerita Tentang Kalla

Penulis : Tim Wartawan Wapres 2017

Editor : Adi Sulhardi & Buyung Wijaya Kusuma

Penerbit : Kompas

Tempat : Jakarta

Tahun : 2017

Jumlah Halaman : xvi+168

Ukuran : 14 cm x 21 cm

ISBN : 978-602-412-266-9

Menjelang hari ulang tahun ke-75 Jusuf Kalla atau yang akrab dipanggil pak JK, sekelompok wartawan yang khusus bertugas di kantor Wakil Presiden yang waktu itu dijabat oleh pak JK, menerbitkan buku ini. Ada 22 orang wartawan muda yang terkadang memanggil pak JK dengan panggilan “Opa” yang bertugas di kantor Wakil Presiden waktu itu. Keduapuluh-dua orang inilah yang menuliskan dan mengumpulkan pengalaman mereka selama berinteraksi dengan pak JK selama masa jabatan beliau sebagai Wakil Presiden pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Buku ini sangat menarik dibaca, karena berisi pengalaman pengalaman pribadi para wartawan dalam meliput semua kegiatan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ada pengalaman lucu, jenaka dan kadang mengharukan. Selain tulisan ringan para wartawan, juga ada kesaksian atau testimony orang dekat beliau. Ada ulasan dari Husain Abdullah, juru bicara pak JK, ada juga tulisan dari Najwa Shihab dan Rosiana Silalahi, keduanya merupakan Jurnalis Televisi.

Terdiri dari 5 bagian utama, diawali dengan sepatahkata dari penulis dan dari jurnalis televisi. Kemudian kelima bagian utama tersebut yaitu :

ü  -Masa Lalu Seorang JK

ü  -JK Bersama Keluarganya

ü  -JK dan Gaya Hidupnya

ü  -Kala JK di Pemerintahan

ü  -Dari JK untuk Indonesia dan Dunia

Dari setiap bagian inilah ada tulisan para wartawan Istana Wakil Presiden. Ada kisah tentang pak JK ketika masih muda kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin pada tahun 1960an dan menjadi asisten dosen dari pak Ambar, sementara itu pak Ambar, adalah asisten dosen dari pak Muhammad Hatta (Bung Hatta) yang waktu itu sudah tidak lagi menjabat sebagai Wakil Presiden.

Peran pak JK dalam mengatasi berbagai konflik ditanah air dan dunia juga ada dikisahkan dalam buku ini. Mulai dari konflik Ambon, Poso, dan persoalan  Aceh dengn GAM-nya. Pengalaman menjadi host sebuah Talk-Show di salah satu stasiun Televisi, yang berjudul “Talk Show Jalan Keluar” juga dibahas dalam buku ini. Ada juga tentang persahabatan beliau dengan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Najib bin Tun Abdurrazak yang berdarah Makassar.

Muhammad Jusuf Kalla akan selalu jadi tokoh paling menarik untuk diwawancarai dalam situasi apa pun. Bukan saja karena jejek pengalamannya tetapi karena gayanya yang ringan dan apa adanya.” Itulah kata kata Najwa Shihab dalam buku ini.

Muhammad Jusuf Kalla, orang Bugis dan tokoh dari Sulawesi Selatan, seorang pengusaha yang menjadi Wakil Presiden dua kali dengan Presiden yang berbeda. Pernah menjadi juru runding untuk mengatasi konflik konflik, baik di negeri sendiri maupun dinegara tetangga. Sampai sekarang masih menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesi (PMI) dan kegiatan sosial lainnya.

Buku ini diakhiri dengan nama dan foto para penulis (wartawan) yang menyumbangkan tulisannya di buku ini, dan juga ada indeks yang disusun secara alphabetis sesuai topik yang dibahas. Indeks ini memudahkan pembaca dalam mencari topik apa saja yang ingin dibaca dalam buku ini. Buku ini juga dilengkapi dengan foto illustrasi berwarna berbagai kegiatan pak JK selama menjabat sebagai Wakil Presiden.

 



 

April 22, 2022

EMPAT FIGUR YUSUF: Potret Pembelajaran Karakter

Nilai-nilai cultural Bugis-Makassar yang sangat khas mendasari pola tingkah lakunya, adalah sri'na pesse (Bugis) pacce (Makassar) - harga diri dan tenggang rasa-nilai tersebut kemudian menjadi pembatas mengenai apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan. Siri' membentuk pribadi getteng - gigih (tegas) pada sesuatu yang diyakin benar, lempu' (jujur) dan reso (kerja keras). 

Sikap pantang menyerah dan malu bila dianggap tidak berhasil atas sesuatu yang diusahakannya, bagi masyarakat Sulawesi Selatan merupakan refleksi dari nilai siri' tersebut sebagaimana tergambar dalam ungkapan “puru babbara, sompekku, pura tangkisi' gulikki, ulebbireng mui tellengngE natowaliЕ (Bugis) - punna allabbaʼmi sombalaka, kunlleangi tallanga natoalin (Makassar)” Kembang sudah lavarku, kemudi telah pula berputar, kupilih jua tenggelam daripada kembali ketepian.

Akumulasi pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki serta nilai--nilai kultural, sehingga tokoh-tokoh seperti Syekh Yusuf, Jenderal M. Jusuf, Baharuddin Jusuf Habibie dan Jusuf Kalla dapat diakui dan diterima sebagai pemimpin oleh bangsanya sendiri maupun bangsa lain. 

  • Syekh Yusuf
Agama Islam di Afrika Selatan selama dibawa oleh Syekh Yusuf pada abad ke-17. Syekh Yusuf hadir di negara tersebut sebagai orang buangan Belanda yang menjajah Indonesia ketika itu. Sebelum dibuang ke Afrika Selatan, syekh Yusuf diasingkan ke Ceylon (sekarang Srilanka).

  • Jenderal M. Jusuf

Kesejahteraan tidak harus serba benda, tidak harus uang tapi sentuhan kasih sayang, perhatian, kedekatan, jarak yang dekat dengan anak buahnya. Dan itu semua ditunjukkan oleh Pak Jusuf ketika memimpin ABRI.

  • Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibie
Model manusia yang mampu bekerja diberbagai bidang dengan kemampuan yang tinggi. Melihat ketaatannya dalam beragama, sebuah media terbitan Amerika Serikat Christian Science Monitor menjulukinya "Lambang Progrevitas Islam". 
  •  Muhammad Jusuf Kalla

Saudagar, politisi dan juru damai.

Buku EMPAT FIGUR YUSUF: Potret Pembelajaran Karakter menggambarkan keberhasilan Syekh Yusuf "Tuanta Salamaka", Jenderal M. Jusuf, Baharuddin Jusuf Habibie dan Jusuf Kalla dapat menjadi referensi penggalian nilai-nilai tentang kearifan lokal berkenaan dengan etos kerja bagi generasi muda yang bermuara pada penegakan siri'-harkat dan martabat-baik sebagai individu maupun siri'na tanneE-harkat dan martabat tanah tumpah darahnya. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


EMPAT FIGUR YUSUF: Potret Pembelajaran Karakter
Editor: Ama Saing
Penyunting: Siti Nuraeda, Lucia L. Barrung, Muslimin
Penerbit: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan
Tahun 2008