Judul: Rahmatan
Lil Alamin, Indahnya Berbagi 40 Kisah Inspratif Hidup Bersama
Penulis: Shaifuddin
Bahrum
Penerbit: Yayasan Baruga Nusantara
Tahun Terbit: 2013
Jumlah Halaman: viii+141
ISBN: 978-979-97969-9-8
Penulis Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Isi Resensi:
Jika anda berteman dengan penulis buku ini di media sosial Facebook, beberapa
tahun silam, maka anda tentu pernah membaca rankaian (seri) tulisan yang
berjudul “Rahmatan Lil Alamin” di dinding (wall) Facebook-nya. Ya,
Shaifuddin Bahrum, penulis buku ini yang berpulang ke rahmatullah pada Januari
2020 lalu, selalu menuliskan kisah kisah inspiratif pada dinding Facebooknya.
Berbagai peristiwa yang dialaminya, ditulis dan dibagi di media sosial. Peristiwa
peristiwa yang dianggapnya inspiratif, mempunyai hikmah, dan mampu menggugah
pembaca, akan dibagikannnya di Facebook.
Terdiri dari 40
kisah inspiratif, diawali dengan kata pengantar dari penerbit, dan juga kata
pengantar dari Dr. Nunding Ram dan Pengantar dari penulisnya sendiri. Kemudian
kisah pertama tentang kebiasaan ibundanya memberi makan kucing kucing liar yang
ada disekitar rumahnya. Ada juga kisah tentang Mas Sugio, seorang penjual bakso
yang menjadi donatur tetap sebuah Panti, dan kisah kisah menarik lainnya. Semua
kisah kisah itu memberi inspirasi bagi pembacanya.
Shaifuddin
Bahrum juga seorang sosiolog yang banyak mengkaji tentang suku Tionghoa di
Indonesia khususnya di Makassar. Sebagian tokoh Tionghoa yang dikenalnya juga
ditulis dalam kisah inspiratif di buku ini. Sebagian nama disebutkan dengan
jelas namun sebagian lagi disamarkan. Sebagai seorang penulis tentu beliau
mengerti betul yang mana yang mesti disamarkan, mungkin atas permintaan nara
sumbernya, namun kisah kisah itu tetap mampu menginspirasi bagi pembacanya.
Inti dari buku
ini adalah bahwa kita semua sebagai individu haruslah menjadi rahmat bagi
seluruh alam (Rahmatan Lil Alamin), dan tidak menjadi seorang yang
dimusuhi dan menjadi bencana bagi orang lain. Untuk menjadi rahmat bagi seluruh
alam, maka kita mesti berbuat baik. Berbuat baik kepada manusia tanpa memandang
etnis (suku) , ras dan agamanya. Bahkan manusia sebagai mahluk Allah yang
memiliki akal dan budi pekerti, tak hanya berbuat baik kepada sesama manusia
tetapi juga kepada mahluk Allah yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Ada
beberapa contoh kebaikan kepada hewan dikisahkan dalam buku ini.
Desain cover
bukunya juga menarik, terdiri dari gambar bunga bunga matahari dan lebah madu
yang mendapatkan sari pati dari bunga matahari tersebut. Bunga matahari
merupakan rahmat bagi para lebah yang mengisap sari sari pati bunga yang
kemudian akan dikumpulkan dan dijadikan madu yang kemudian menjadi rahmat bagi
umat manusia.
Buku ini
merupakan kumpulan kisah kisah inspiratif yang diambil dalam kehidupan sehari
hari penulisnya. Kisah kisahnya dituliskan dan pembaca dapat mengambil
inspirasi dan hikmah dari buku ini. Akan lebih baik seandainya, penulis,
menuliskan hikmah atau kebijakan yang dapat dipetik, secara terpisah, pada
bagian akhir tulisan. Dengan demikian, pembaca dengan mudah dapat mengambil
hikmah dan kebijakan dari kisah kisah tersebut.
Buku ini telah
mengabadikan nama Shaifuddi Bahrum, yang meskipun jasadnya sudah tiada, namun
pemikiran pemikirannya masih bisa kita baca dan nikmati. Kisah kisah yang dulu
ditulisnya di dinding media sosial Facebooknya, kini telah di bukukan dan dapat
dibaca oleh seluruh lapisan masyarakat.


No comments:
Post a Comment