Daerah Sinjai sebagai salah satu ibukota Kabupaten di Sulawesi Selatan, tumbuh dan berkembang seperti sekarang ini, mempunyai latar belakang sejarah masa lampau. Sinjai pada masa lampau dikenal sebagai pusat Kerajaan Tellu LimpoE, yakni Tondong, Bulo-Bulo dan Lamatti. Namun dalam perjalanan waktu berikutnya Sinjai berada di bawah pengaruh dua kerajaan besar yang mengapitnya yaitu Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone.
Laporan Penelitian SEJARAH DAERAH SINJAI membahas membahas sejarah perkembangan daerah Sinjai dari berbagai aspek yang kompleks dengan berbagai permasalahan seperti pertumbuhan, perkembangan, pemerintahan, budaya, agama/kepercayaan, organisasi kemasyarakatan, hubungan daerah luar dan lain-lain
Sinjai pada masa awal perkembangan yang dimulai penyelidikan tentang penduduk pertama; mitos to - manurung; dan penamaan Sinjai.
Persekutuan kerajaan-kerajaan Tellu Limpoe mengenai Tondong Bulo-Bulo Lamatti; Masuknya Islam dan Proses Islamisasi; serta Hubungan dengan Kerajaan Tetangga.
Sinjai dari abad ke-19 hingga terbentuknya Daerah Tingkat II Sinjai mengenai perlawanan terhadap Belanda hingga tahun 1942; Sinjai dari masa pendudukan Jepang hingga Revolusi Kemerdekaan; serta Masa transisi pemerintahan ke sistem republik sistem pemerintahan kolonial.
Sinjai sesudah terbentuknya daerah Tingkat II di mulai pada periode masa jabatan BKDH Sinjai Abdul Latief tahun 1960-1963; periode masa jabatan BKDH Sinjai A. Azikin tahun 1963-1967; periode masa jabatan BKDH Sinjai Drs. H. Muh. Nur Tahir tahun 1967-1971; serta periode masa jabatan BKDH Sinjai Drs. Andi Bintang M tahun 1971-1983.
Buku ini menjadi salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala' salapang-Makassar.
Penyusun: H. Abu Hamid, Amiruddin, Halilintar Lathief
Penerbit: Pemerintah Daerah Sinjai dengan Yayasan Kebudayaan "Pusaka Sinjai"
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2002

No comments:
Post a Comment