Showing posts with label Lapian. Show all posts
Showing posts with label Lapian. Show all posts

August 16, 2022

SULAWESI 1940-1960 : Dari Ratulangi ke Andi Pangerang Petta Rani

Sulawesi sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 mengalami berbagai kekacauan dan berkat ketabahan pemimpin yang berjiwa patriot dan didukung segenap masyarakat, kekacauan itu semuanya dilalui dengan semangat persatuan.

Buku SULAWESI 1940-1960 : Dari Ratulangi ke Andi Pangerang Petta Rani mencoba mengurai pengalaman Gubernur Dr. Ratulangi, Lapian, Sudiro, Lanto Dg Pasewang dan Andi Pangerang Petta Rani dalam mengatasi tantangan-tantangan yang dialaminya, dan menjadi salah satu koleksi Layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.

Pada masa akhir jabatan Gubernur Andi Pangerang Petta Rani, Sulawesi mengalami berbagai bentuk dan sistem pemerintahan. Terakhir, Provinsi Sulawesi dipecah menjadi dua Provinsi, yakni Provisi Sulawesi Utara dan Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Selama 15 tahun, Provinsi Sulawesi dipimpin oleh lima Gubernur, mulai dari Gubernur Dr Ratulangi, Acting Gubernur Lapian, Gubernur Sudiro, Gubernur Lanto Dg Pasewang sampai Gubernur Andi Pangerang Petta Rani. Empat tahun lamanya berada dalam lingkungan Negara Indonesia Timur dengan Presiden dan Kabinetnya sendiri. Pembangunan hampir-hampir semua bidang terbengkalai. Lepas dari persoalan Untaris vs Federalis, Sulawesi dilanda lagi masalah otonomi vs sentralisasi dan keamanan.

Silih berganti operasi militer dilancarkan untuk menciptakan keamanan, namun sampai akhir masa jabatan Gubernur Andi Pangerang gangguan keamanan belum berhasil diatasi sepenuhnya. Pemberontakan Kahar muzakkar dengan DI/TII-nya belum berhasil diatasi sepenuhnya. Pembangunan di semua bidang belum menunjukkan kemajuan yang berarti.

Buku ini memberikan gambaran tantangan yang berbeda dari setiap gubernur. Ratulangi menghadapi Belanda dengan "devide et emperanya", Lapian dihadapkan dengan akibat yang ditimbulkan peristiwa Andi Aziz dan Peristiwa Makassar, Sudiro harus berhadapan dengan peristiwa Kahar Muzakkar dan DI/TII-nya, Lanto Dg Pasewang berhadapan dengan tuntutan otonomi daerah dan penyelenggaraan Pemilihan Umum, Pertama 1955, dan Andi Pangerang menghadapi Permesta dan Demokrasi Terpimpinnya Sukarno di samping peristiwa-peristiwa yang lain yang menyita konsentrasi pemerintahannya.


SULAWESI 1940-1960 : Dari Ratulangi ke Andi Pangerang Petta Rani 
Penulis: Zainuddin Taha
Penerbit: Pusaka Almaida
Tempat Terbit: 2021
ISBN: 978-623-226-277-5