Showing posts with label Ulama Sulsel. Show all posts
Showing posts with label Ulama Sulsel. Show all posts

June 3, 2024

Ulama Perintis, Biografi 5 Ulama Sulawesi Selatan

 


Judul:                           Ulama Perintis, Biografi Mini Ulama Sulsel

Penulis:                        -

Editor:                         Drs. H. Waspada, M.Sos., M.HI.

Penerbit:                     PustakaAz-Zikra, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia Sulsel dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan

Tahun Terbit:               2017

Jumlah Halaman:        xii + 140

ISBN:                            978-979-99747-2-3

Penulis Resensi:          Suharman, S.S., MIM.

Ulama sangat besar peranannya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik pada masa sebelum kemerdekaan, selama perjuangan kemerdekaan dan pasca kemerdekaan. Sebutan Ulama biasanya ditujukan kepada para cendekiawan, ahli agama, dan penuntut ilmu dalam tradisi Islam. Para Ulama memegang peran utama dalam memahami, mengajarkan, dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada umat Muslim. Mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang Al-Quran, Hadis, hukum Islam (Fikhi), teologi, sejarah Islam, dan bidang-bidang lain yang berkaitan dengan agama. Mereka berfungsi sebagai pemimpin spiritual, memberikan fatwa, memberikan pengajaran, dan juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan panduan dan nasihat kepada masyarakat Muslim. Keberadaan para ulama sangat penting dalam menjaga integritas ajaran Islam serta membantu umat Muslim memahami agama mereka dengan lebih baik.

Buku ini adalah biografi ringkas ulama ulama Sulawesi Selatan. Ada 5 orang Ulama yang diuraikan kisah hidupnya didalam buku ini.

Diawali dengan kata pengantar dari Penerbit, kemudian Sambutan dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan juga satu bagian dengan tajuk “Iftitah, Ulama Aktor Utama Peradaban”.

Ulama pertama yang dibahas perjalanan hidupanya adalah Syaikh Muhammad As’ad (1907-1952) yang merupakan seorang Maha Guru para Ulama di Sulawesi Selatan, ditulis oleh Mas Alim Katu. Syaikh Muhammad As’ad lahir dan besar di tanah suci Mekkah Al-Mukarramah pada tahun 1907. Ayahnya adalah seorang ulama kelahiran Wajo bernama Abrurasyid Al-Bugisy dan ibunya bernama Siti Saleha juga orang Bugis. Sebelum kembali ke tanah Bugis, Muhammad As’ad menjadi Mufti Muda di Madinah. Selanjutnya beliau kembali ke Wajo dan tiba pada September 1928 yang disambut dengan meriah oleh seluruh masyarakat Wajo. Tahun 1930 Muhammad As’ad mendirikan Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI). Ulama yang dihasilkan dari MAI ini adalah Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle, Anregurutta Abduh Pabbaja, Anregurutta Daud Ismail, Anregurutta Yunus Maratan, Al-Yafi dan Opu Ambe’na Ino

Abdurrahman Ambo Dalle (1900-1996) adalah ulama kedua yang dibahas. Biografinya ditulis oleh Syarifuddin Ondeng. Abdurrahman Ambo Dalle adalah pendiri Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI). Lahir tahun 1900 di desa Ujung dekat dari Danau Tempe di Wajo. Semasa hidupnya Anregurutta Ambo Dalle banyak menghasilkan karya karya tulis, baik dibidang Akidah, Syariah, Akhlak, Bahasa Arab, Sejarah dan bidang bidang lainnya. Karya karyanya tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan Bugis. Diuraikan pula bagaimana gaya kepemimpinan beliau dan bagaimana beliau menjadi figur sentral masyarakat.

Pada bagian ketiga, adalah biografi singkat Abdul Djabbar Asyiry Thalib (1916-1990), Ulama perintis Pesantren Darul Arqam, ditulis oleh Nur Syamsiah dan Ernaningsih. Abdul Djabbar Asyiri Thalib lahir di Rappang, Sidrap tahun 1916. Ayahnya bernama Muhammad Asyiri seorang Ulama yang pernah lama menetap dan menuntut ilmu di Mekkah. Abdul Djabbar juga dikirim oleh orangtuanya ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan lanjut menuntut ilmu pada tahun 1947. Abdul Djabbar juga pernah menetap di Makassar dan menjadi Imam tetap Masjid Raya Makassar. Selain menjadi Imam Masjid, beliau juga pernah mengajar di Madrasah Standar Muhammadiyah Siwa, Kepala Sekolah Ibtidayah Rappang, guru SGB Muallimin Muhammadiyah Rappang dan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Bontoala, Makassar. Tahun 1974, beliau merintis pembangunan dan pendirian Pesantren Darul Arqam Gombara Makassar.

Ahmad Marzuki Hasan (1917-2006) dibahas pada bagian keempat. Biografi singkat beliau ditulis oleh Muhammad Natsir Siola. Ahmad Marzuki Hasan lahir di Sinjai. Ayahnya adalah K.H. Hasan, seorang Qadhi dan tokoh masyarakat yang terkenal di Sinjai, dan ibunya bernama Syarifah Aminah. Ahmad Marzuki Hasan inilah tokoh Ulama perintis berdirinya Pesantren Darul Istiqamah. Pada masa kecilnya, beliau belajar pada Pesantren As’adiyah Sengkang, dibawah bimbingan langsung dari Ulama Muhammad As’ad. Kehidupan perkawinan beliau juga diuraikan dalam biografi singkat ini. Karya karya beliau juga cukup banyak, ada Tuntunan Shalat yang diterbitkan tahun 1969, Kitab Al-Shiyam dalam bahasa Bugis, Pelajaran Akhlak, Khutbah Idul Adha dalam bahasa Bugis, Miftahud Dakwah, Wanita Muslimah, Sejarah Turunnya Al-Quran, Pembentukan Pribadi Muslim, Fiqh Wanita, Tafsir Al-Muzammil dan juga telah menghasilkan rekaman ratusan kaset ceramah, khutbah Id dan khutbah nikah.

Ulama kelima yang dibahas dalam buku ni adalah Abdul Muin Yusuf (1920-2004) ditulis oleh Muhammad Hasrun & Sitti Khadijah. Abdul Muin Yusuf salah seorang ulama besar Sulawesi Selatan yang lahir di Rappang, Sidrap tahun 1920. Beliau adalah mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan. Lahir dan melewatkan masa kecil di Rappang, lalu lanjut sekolah di Madrasah Arabiah Islamiyah (MAI) Sengkang, Wajo, lalu lanjut di Tsanawiyah MAI. Beliau juga adalah Alumni Al-Falah Mekkah sebuah Perguruan Tinggi dibawa naungan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Kehidupan keluarganya juga diuraikan dalam biografi singkat ini. Kiprahnya dalam dakwah dan pembinaan ummat. Beliau pernah menjadi Qadhi (dalam bahasa Bugis disebut Kali) sebelum berangkat ke tanah suci Mekkah. Sepulang dari Mekkah, beliau mendirikan Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI). Diawal masa Orde Baru, beliau mendirikan Yayasan Madrasah Pendidikan Islam (YMPI), dan Sekolah Menengah Islam (SMI) yang kemudian menjadi Sekolah Guru Islam Atas (SGIA). Tahun 1974 beliau mendirikan Pesantren Al-Urwatul Wutsqa di Sidenreng Rappang. Abdul Muin Yusuf juga pernah masuk partai politik pada masa Orde Baru. Karya besar beliau adalah Tafsir Al-Quran sebanyak 11 jilid yang ditulis dan diterbitkan dalam bahasa Bugis.

Tidak ada indeks pada buku ini. Indeks memudahkan pembaca untuk mencari topik topik tertentu yang ingin dibaca, tanpa perlu membaca secara urut dari awal sampai akhir. Buku ini juga tidak banyak dihiasi illustrasi menarik atau foto dokumentasi yang bagus. Yang ada hanya foto foto para Ulama yang dikisahkan. Akan lebih menarik seandainya dokumentasi fotonya dibuat berwarna. Illustrasi foto dokumentasi maupun gambar terutama yang berwarna, yang menghiasi halaman sebuah buku, akan sangat menarik minat pada pembacanya

Bagian akhir buku ini adalah biografi ringkas para penulis dan editor.

Buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.

Buku ini koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.




August 4, 2022

ULAMA PERINTIS: Biografi Mini Ulama Sulsel

Ulama adalah aktor utama sejarah kehidupan umat Islam. Ulama hadir dalam setiap denyut kehidupan umat. Mereka melakonkan skenario kehidupan yang diwahyukan Allah SWT. Sebagian besar skenario itu lakonnya dicontohkan dalam kehidupan Rasulullah SAW; sebuah mata rantai yang menempatkan ulama sebagai ahli waris nabi. Ulama bisa hadir dalam beragam sosok; sebagai seorang faqih, sebagai da'i, sebagai sufi, sebagai pejuang, dan beragam bentuk aktivitas pembinaan umat.

Buku ULAMA PERINTIS: Biografi Mini Ulama Sulsel membahas lima ulama yang riwayat hidup dan suka duka perjuangannya untuk menebarkan aroma syiar Islam, ulama tersebut adalah:

  1. Muhammad As'ad: Maha Gurunya Ulma Sulsel
  2. Abdurrahman Ambo Dalle: Pendiri Darul Dakwah wal-Irsyad
  3. Abdul Djabbar Asyiry: Perintis Pesantren Darul Arqam
  4. Ahmad MArzuki Hasan; Perintis Pesantren Darul Istiqamah
  5. Abdul Muin Yusuf; Ulama Pejuang dari Sidenreng
Kelima ulama tersebut dikategorikan termasuk dua belas kriteria ulama akhirat menurut Imam al-Gazali, yaitu ulama yang mendasarkan hidupnya pada nilai-nilai sufistik. Kriteria yang dimaksud adalah:

  1. tidak mencari dunia dengan ilmu agamanya
  2. perbuatannya tak menyalahi omongannya
  3. tekun mencari ilmu yang berguna untuk akhirat dan menghindari ilmu yang membawa kepada pertengkaran
  4. hidup sederhana dalam makan, minum, tidur, berpakaian dan sebagainya
  5. menjauhi pergaulan dengan para penguasa
  6. tidak tergesa-tega memberi fatwa
  7. banyak perhatian terhadap ilmu batin dan berusaha menyingkapkannya dengan mujahadat dan muraqabah
  8. bersungguh-sungguh memperkuat keyakinannya
  9. selalu merasa sedih, menundukkan kepala karena kerendahan hatinya dan senang berdiam diri.
  10. kebanyakan uraian ilmunya tentang amalan-amalan dan hal-hal yang merusakkannya.
  11. berpegang pada ilmu berdasarkan penglihatan batin melalui hati yang bersih
  12. berhati-hati dari perbuatan bid'ah.
Buku ini merupakan salah satu koleksi layanan Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.


ULAMA PERINTIS
Biografi Mini Ulama Sulsel
Editor: Waspada Santing
Penerbit: Pustaka Al-Zikra
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2010
ISBN: 978-979-99747-2-3