Judul: Ulama Perintis, Biografi Mini Ulama
Sulsel
Penulis: -
Editor: Drs. H. Waspada, M.Sos., M.HI.
Penerbit: PustakaAz-Zikra, bekerjasama dengan Majelis
Ulama Indonesia Sulsel dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi
Selatan
Tahun
Terbit: 2017
Jumlah
Halaman: xii + 140
ISBN: 978-979-99747-2-3
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
Ulama sangat besar peranannya dalam kehidupan masyarakat Indonesia, baik
pada masa sebelum kemerdekaan, selama perjuangan kemerdekaan dan pasca
kemerdekaan. Sebutan Ulama biasanya ditujukan kepada para
cendekiawan, ahli agama, dan penuntut ilmu dalam tradisi Islam. Para Ulama
memegang peran utama dalam memahami, mengajarkan, dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada
umat Muslim. Mereka memiliki pengetahuan yang luas tentang Al-Quran, Hadis, hukum Islam (Fikhi),
teologi, sejarah Islam, dan bidang-bidang lain yang berkaitan dengan agama.
Mereka berfungsi sebagai pemimpin spiritual, memberikan fatwa, memberikan
pengajaran, dan juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan panduan dan
nasihat kepada masyarakat Muslim. Keberadaan para ulama sangat penting
dalam menjaga integritas ajaran Islam serta membantu umat Muslim memahami agama
mereka dengan lebih baik.
Buku ini adalah biografi ringkas ulama ulama Sulawesi Selatan. Ada 5
orang Ulama yang diuraikan kisah hidupnya didalam buku ini.
Diawali dengan kata pengantar dari Penerbit, kemudian Sambutan dari
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan dan juga satu bagian
dengan tajuk “Iftitah, Ulama Aktor Utama Peradaban”.
Ulama pertama yang dibahas perjalanan hidupanya adalah Syaikh Muhammad
As’ad (1907-1952) yang merupakan seorang Maha Guru para Ulama di Sulawesi
Selatan, ditulis oleh Mas Alim Katu. Syaikh Muhammad As’ad lahir dan besar di
tanah suci Mekkah Al-Mukarramah pada tahun 1907. Ayahnya adalah seorang ulama
kelahiran Wajo bernama Abrurasyid Al-Bugisy dan ibunya bernama Siti Saleha juga
orang Bugis. Sebelum kembali ke tanah Bugis, Muhammad As’ad menjadi Mufti Muda
di Madinah. Selanjutnya beliau kembali ke Wajo dan tiba pada September 1928
yang disambut dengan meriah oleh seluruh masyarakat Wajo. Tahun 1930 Muhammad
As’ad mendirikan Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI). Ulama yang dihasilkan dari
MAI ini adalah Anregurutta Abdurrahman Ambo Dalle, Anregurutta
Abduh Pabbaja, Anregurutta Daud Ismail, Anregurutta Yunus
Maratan, Al-Yafi dan Opu Ambe’na Ino
Abdurrahman Ambo Dalle (1900-1996) adalah ulama kedua yang
dibahas. Biografinya ditulis oleh Syarifuddin Ondeng. Abdurrahman Ambo Dalle
adalah pendiri Darud Dakwah wal-Irsyad (DDI). Lahir tahun 1900 di desa
Ujung dekat dari Danau Tempe di Wajo. Semasa hidupnya Anregurutta Ambo
Dalle banyak menghasilkan karya karya tulis, baik dibidang Akidah, Syariah,
Akhlak, Bahasa Arab, Sejarah dan bidang bidang lainnya. Karya karyanya tersebut
ditulis dalam bahasa Arab dan Bugis. Diuraikan pula bagaimana gaya kepemimpinan
beliau dan bagaimana beliau menjadi figur sentral masyarakat.
Pada bagian ketiga, adalah biografi singkat Abdul Djabbar Asyiry Thalib
(1916-1990), Ulama perintis Pesantren Darul Arqam, ditulis oleh Nur Syamsiah
dan Ernaningsih. Abdul Djabbar Asyiri Thalib lahir di Rappang, Sidrap tahun
1916. Ayahnya bernama Muhammad Asyiri seorang Ulama yang pernah lama menetap
dan menuntut ilmu di Mekkah. Abdul Djabbar juga dikirim oleh orangtuanya ke
Mekkah untuk menunaikan ibadah haji dan lanjut menuntut ilmu pada tahun 1947.
Abdul Djabbar juga pernah menetap di Makassar dan menjadi Imam tetap Masjid
Raya Makassar. Selain menjadi Imam Masjid, beliau juga pernah mengajar di
Madrasah Standar Muhammadiyah Siwa, Kepala Sekolah Ibtidayah Rappang, guru SGB
Muallimin Muhammadiyah Rappang dan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Bontoala,
Makassar. Tahun 1974, beliau merintis pembangunan dan pendirian Pesantren Darul
Arqam Gombara Makassar.
Ahmad Marzuki Hasan (1917-2006) dibahas pada bagian keempat.
Biografi singkat beliau ditulis oleh Muhammad Natsir Siola. Ahmad Marzuki Hasan
lahir di Sinjai. Ayahnya adalah K.H. Hasan, seorang Qadhi dan tokoh
masyarakat yang terkenal di Sinjai, dan ibunya bernama Syarifah Aminah. Ahmad
Marzuki Hasan inilah tokoh Ulama perintis berdirinya Pesantren Darul Istiqamah.
Pada masa kecilnya, beliau belajar pada Pesantren As’adiyah Sengkang, dibawah
bimbingan langsung dari Ulama Muhammad As’ad. Kehidupan perkawinan beliau juga
diuraikan dalam biografi singkat ini. Karya karya beliau juga cukup banyak, ada
Tuntunan Shalat yang diterbitkan tahun 1969, Kitab Al-Shiyam
dalam bahasa Bugis, Pelajaran Akhlak, Khutbah Idul Adha dalam bahasa
Bugis, Miftahud Dakwah, Wanita Muslimah, Sejarah Turunnya Al-Quran, Pembentukan
Pribadi Muslim, Fiqh Wanita, Tafsir Al-Muzammil dan juga telah menghasilkan
rekaman ratusan kaset ceramah, khutbah Id dan khutbah nikah.
Ulama kelima yang dibahas dalam buku ni adalah Abdul Muin Yusuf
(1920-2004) ditulis oleh Muhammad Hasrun & Sitti Khadijah. Abdul Muin Yusuf
salah seorang ulama besar Sulawesi Selatan yang lahir di Rappang, Sidrap tahun
1920. Beliau adalah mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi
Selatan. Lahir dan melewatkan masa kecil di Rappang, lalu lanjut sekolah di
Madrasah Arabiah Islamiyah (MAI) Sengkang, Wajo, lalu lanjut di Tsanawiyah MAI.
Beliau juga adalah Alumni Al-Falah Mekkah sebuah Perguruan Tinggi dibawa
naungan pemerintahan Kerajaan Arab Saudi. Kehidupan keluarganya juga diuraikan
dalam biografi singkat ini. Kiprahnya dalam dakwah dan pembinaan ummat. Beliau
pernah menjadi Qadhi (dalam bahasa Bugis disebut Kali) sebelum
berangkat ke tanah suci Mekkah. Sepulang dari Mekkah, beliau mendirikan Madrasah
Tarbiyah Islamiyah (MTI). Diawal masa Orde Baru, beliau mendirikan Yayasan
Madrasah Pendidikan Islam (YMPI), dan Sekolah Menengah Islam (SMI) yang
kemudian menjadi Sekolah Guru Islam Atas (SGIA). Tahun 1974 beliau
mendirikan Pesantren Al-Urwatul Wutsqa di Sidenreng Rappang. Abdul Muin Yusuf
juga pernah masuk partai politik pada masa Orde Baru. Karya besar beliau adalah
Tafsir Al-Quran sebanyak 11 jilid yang ditulis dan diterbitkan dalam bahasa
Bugis.
Tidak ada indeks pada buku ini. Indeks memudahkan pembaca untuk mencari
topik topik tertentu yang ingin dibaca, tanpa perlu membaca secara urut dari
awal sampai akhir. Buku ini juga tidak banyak dihiasi illustrasi menarik atau
foto dokumentasi yang bagus. Yang ada hanya foto foto para Ulama yang
dikisahkan. Akan lebih menarik seandainya dokumentasi fotonya dibuat berwarna.
Illustrasi foto dokumentasi maupun gambar terutama yang berwarna, yang
menghiasi halaman sebuah buku, akan sangat menarik minat pada pembacanya
Bagian akhir buku ini adalah biografi ringkas para penulis dan editor.
Buku koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
Buku ini koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.


