Pulau Kalukalukuang masuk dalam gugusan pulau di Kecamatan Liukang Kalmas Kabupaten Pangkep. Hari itu tanggal 23 April 1932 diluncurkan Lete milik 23 sebuah perahu tipe H. St. Hawa. Perahu itu dibuat dan diramu oleh Malla Ali dkk yang kemudian diberi nama Kapten Baru. Perahu itu berbobot 16 ton, panjangnya 12 meter, lebarnya 3 meter, bernomor lambung 2690 Lla. Dibuat dari kayu jati dan ulin. Pelayaran perdananya ke Makassar memuat hasil bumi dan laut.
Menjelang Kemerdekaan, Konsolidasi kekuatan perjuangan bersenjata di Jawa dan daerah seberang mulai dilakukan. Pasukan Markas Pertahanan ALRI Daerah III Pangkalan Seberang dengan Resiment Command Mayor Djohan Daeng Mangung bermarkas di Lawang, Jawa Timur memerintahkan ekspedisi ke Sulawesi Selatan yang dikenal ekspedisi IX TRIPS (Tentara Rakyat Persiapan Sulawesi). Salah satu di antaranya menggunakan perahu Lete Kapten Baru. Kelak, status perahu ini berubah dari sarana transportasi ekonomi menjadi sarana perjuangan bangsa melawan penjajah. Nama perahu ini kemudian berubah menjadi Kapten Pahlawan Laut diantaranya dipimpin oleh Kapten Hasan Rala.
Buku KAPTEN PAHLAWAN LAUT membahas kisah dan peran perahu 'Kapten Pahlawan Laut' dalam masa perjuangan merebut kemerdekaan. Perahu Kapten Pahlawan Laut yang sebelumnya bernama Kapten Baru kini menjadi saksi sejarah yang telah diukir dengan tinta emas karena keterlibatannya dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan, menjadi kebanggaan rakyat Kabupaten Pangkep khususnya dan rakyat Sulawesi Selatan pada umumnya, yang kini menjadi bagian khazanah kebanggaan bangsa di Museum TNI – AL Loka Jala Srana Bumi Moro Surabaya, seperti perahu SEGIGIR yang digunakan resimen Jokotole yang dipimpin oleh Letkol. Chandra Hasan dengan beberapa pengawalnya pada tahun 1947 di Pulau Madura melawan tentara Belanda.
Perjalanan ekspedisi ini bukan hal yang mudah, sebab di laut pasukan Belanda siap memusnahkan setiap gerakan yang mencurigakan. Dengan perlengkapan dan alat navigasi yang sederhana serta perbekalan yang sangat minim tidak mengurangi tekad para pejuang-pejuang untuk turut menentukan tegaknya republik tercinta yang telah lama didambakan oleh segenap Bangsa Indonesia.
Penulis: H. Djamaluddin Hatibu
Penerbit: Pustaka Refleksi
Tempat Terbit: Makassar
Tahun Terbit: 2008
ISBN: 979967320-8



