Judul: Catatan Harian La Patau Matanna Tikka
Penulis: -
Penerjemah: Andi
Sofyan Hady
Editor: Muhammad Sapri Andi
Pamulu, Ph.D. & Dr. Muhlis Hadrawi
Penerbit: Yayasan Turikalenna
Tahun
Terbit: 2022
Jumlah
Halaman: xiv + 731
ISBN: 9786239572150
Penulis
Resensi: Suharman, S.S., MIM.
La Patau Matanna Tikka adalah Raja Bone ke-16, juga Datu Soppeng ke-18 dan
Ranreng Tua Wajo ke-18. Nama lengkapnya adalah La Patau Matanna Tikka Sultan
Idris Azimuddin Matinroe ri Nagauleng, memerintah kerajaan Bone dari tahun 1692
– 1714. Beliau menggantikan Arung Palakka (La Tenri Tatta Sultan Saaduddin
Matinroe ri Bontoala).
Selama masa pemerintahan La Patau Matanna Tikka, selalu ada catatan untuk
merekam dan mendokumentasikan semua peristiwa yang terjadi dan kegiatan
kegiatannya sebagai Raja Bone. Kemungkinan catatan harian ini tidak ditulis
sendiri oleh sang Raja, karena ada profesi zaman dulu yang disebut ’jurutulisi’ atau semacam sekretaris pada masa
sekarang. La Patau Matanna Tikka, bukanlah satu satunya Raja Bone yang memiliki
Catatan Harian. Raja Bone yang memerintah sesudahnya juga membuat catatan
harian.
Buku setebal 731 halaman ini termasuk catatan harian yang lengkap. Hampir
setiap hari dicatat dalam aksara lontara Bugis. Buku ini adalah hasil
alihaksara (transliterasi) dan hasil terjemahan (translasi) Catatan Harian La
Patau Matanna Tikka. Catatan harian yang asli menggunakan aksara Lontara Bugis
dan berbahasa Bugis, dan buku ini menggunakan aksara Latin dan bahasa Indonesia,
tetapi bahasa Bugis juga disertakan dalam aksara Latin.
Bagian awal buku diisi dengan kata pengantar dari Bupati Bone, Kepala Dinas
Pariwisata Bone, dan Kepala Dinas Kebudayaan Bone. Selanjutnya, catatan harian
dibagi pertahun, mulai tahun 1692 – 1714. Bagian akhir buku berisi lampiran
daftar nama Raja raja Bone mulai dari yang pertama Matasilompoe Manurungnge ri
Matajang (1392-1424) sampai Raja ke-23, La Temmasonge’To Appawelling Sultan
Abdurrazak Jalaluddin Matinroe ri Mallimongeng (1749-1775).
Peristiwa apa saja yang catat dalam Catatan Harian ini? Ternyata sang Raja
mencatat banyak hal dan berbagai jenis peristiwa. Ada banyak catatan penting
misalnya kedatangan Raja atau keluarga kerajaan lain, peristiwa perang antar
kerajaan, kedatangan orang Belanda, perayaan Maulid dan hari keagamaan lainnya,
hari kelahiran (Ulang Tahun) dan hari kematian anggota kerajaan, peristiwa
perburuan rusa di daerah, gerhana bulan, dan lain lain. Namun ada juga
peristiwa yang mungkin dapat dianggap tidak terlalu penting, misalnya, sang
Raja sakit demam (meriang), bisul atau giginya tanggal, saat berangkat ke
kebun, ketika tumbuh uban di janggutnya, ketika beliau memberikan ikat
pinggangnya pada orang lain dan peristiwa lainnya.
Begitu banyak informasi terekam dalam buku catatan harian ini. Misalnya di
daerah Sulawesi Selatan pada masa itu begitu banyak Rusa di hutan. Pada suatu
kesempatan berburu, sang Raja dan rombongannya berhasil menangkap 333 ekor
rusa, bahkan di hari lain, sampai 700an ekor.
Pada masa lebih 300 tahun lalu, kuda dan kereta kuda serta perahu dan
sampan adalah alat transportasi yang banyak digunakan. Tercatat pada buku ini: Selasa 1 Januari 1692 bertepatan dengan 11
Rabiul Akhir 1103 H ”saya (mulai) mendayung di Palopo kembali ke Cenrana”.
Selanjutnya 3 Januari 1692 ”saya berlabuh di Cenrana”. Artinya butuh 3
hari 2 malam naik perahu dari Palopo ke Cenrana.
Catatan lainnya: Sabtu 15 Agustus 1699 (17 Safar 1111 H) ”kami pergi mandi / rekreasi di
Bantimurung”. Sabtu 26 September 1669 (30 Rabiul Awwal 1111
H) ”Istri Gubernur VOC (Isaac Van Thije) datang”. Bahkan tanggal peristiwa
kedatangan kerangka jenazah Syech Yusuf dari Afrika Selatan juga ada dalam
catatan harian ini.
Namun ada beberapa nama tempat yang masih perlu informasi lanjutan,
misalnya catatan perjalanan dari Palopo ke Cenrana yang ditempuh dalam 3 hari 2
malam, namun tidak dijelaskan Cenrana yang mana yang dimaksud, karena ada
beberapa nama Cenrana di Sulawesi Selatan. Cenrana yang dimaksud mungkin yang ada di Bone
karena ini Catatan Harian raja Bone.
Nomor halaman pada Daftar Isi juga banyak yang tidak sesuai. Pada Daftar Isi, peristiwa awal tahun 1693
menyebutkan halaman 28, tapi dalam buku peristiwanya pada halaman 43.
Buku sangat direkomendasikan untuk dibaca terutama bagi para pencinta
sejarah, khususnya sejarah kerajaan Bone.
Buku koleksi Pribadi.
.jpeg)

