Pa' gellu' berasal dari bahasa Toraja, dapat diartikan sebagai menari-menari dengan riang gembira sambil menggerakkan tangan dan badan bergoyang dengan gemulai. Konsep dasar tari Pa'gellu adalah hiburan dan bersifat rekreatif, biasanya dilakukan untuk menyambut tamu terhormat. Rasanya kurang lengkap sebuah pesta keramaian tanpa menyaksikan tari Pa'gellu'.
Orang Toraja yang sangat dominan dengan upacara Rambu Solo, sebuah upacara kematian dengan mengorbankan kerbau dan babi dengan jumlah yang besar. Bagi orang Toraja, terdapat keseimbangan hidup antara suka dan duka di mana keduanya bagian integral dari proses kehidupan. Ungkapan rasa duka dimanifestasikan dalam bentuk nyanyian ratapan atau ma'badong dan saat senang, gembira ma'gellu, ma' boneballa, dan mallambu pare. Tariataran ini tidak boleh dilakukan pada saat upacara kematian. Oleh karena itu, kehadiran tari pa'gellu adalah sebuah manifestasi kegembiraan yang diekspresikan dalam bentuk gerak yang lembut dengan alunan musik tradisional.
Tari pa'gellu' digelar di halaman rumah atau di depan tamu agung. Orang menari kapan saja diminta oleh yang punya hajatan, baik pada siang hari maupun pada malam hari. Dibandingkan dengan tarian Toraja lainnya, tari pa'gellu' banyak mempunyai ruang dan waktu dipertontonkan. Tari pa'gellu' dilakukan oleh lima atau tiga orang gadis. Akan tetapi jika seorang penari memiliki anggota keluarga yang meninggal dan belum dimakamkan, maka ia tidak diperbolehkan menari karena dianggap masih berduka. Konsep ini memperlihatkan bahwa orang Toraja memiliki cara pandang hidup ini yang memiliki sisinya tersendiri. Suka dan duka, di dalamnya terdapat apresiasi penuh dan harus didedikasikan pada tempatnya masing-masing.
Tari pa'gellu' dilakukan oleh wanita dengan memakai pakaian khas Toraja dan aksesoris juga khas Toraja. Gerakan-gerakan mengikuti irama gendang yang ditabuh oleh beberapa pria. Tari ini merupakan satu tarian tradisional Toraja yang berkembang sejalan perkembangan zaman.
Tari ini termasuk kelompok tari pujaan yang merupakan ungkapan syukur. Terdapat 12 (dua belas) gerakan utama sebagai filosofi hidup dan etos kerja orang Toraja. Gerakan-gerakan dalam tarian ini mengandung makna yang demikian mendalam, seperti
Ma'tabe': Geran ini mengandung nilai kesopanan, nilai luhur keimanan, nilai kesalehan dan nilai kesadaran sosial.
Pa'dena'-dena': Gerakan ini memberi makna hidup yang perlunya mengedepankan kerja sama dan saling memberi jalan dan ruang. Kebersamaan dan kesatuan adalah segalanya.
Pa'gellu' tua: Gerakan ini memberikan makna tidak boleh melupakan jasa-jasa baik orang telah membesarkan, menumbuhkembangkan hidup, menolong dan menopang hidup, menolong dan menopang hidup kita saat masih lemah dan tak berdaya.
Pa'kaa-kaa bale: Gerakan ini memberikan makna bertindak bijaksana dalam menghadapi setiap persoalan hidup. Jangan ada yang tergusur dan terlanggar haknya karena tindakan kita dan menghindar dari potensi terjadinya konflik dengan menghindar.
Pa'tulekken: Gerakan ini memberikan makna hidup dijalani dengan kesadaran dan keserasian.
Pa'langkan-langkan: Gerakan ini memberikan makna masalah tidak boleh dihindari tetapi diambil manfaat dari tantangan hidup dan keluar dari masalah hidup yang dihadapi.
Passiri: Gerakan ini memberi makna wanita tetap pada kodratnya yakni menikah, mengandung dan melahirkan serta membesarkan anaknya.
Pangallo: Gerakan ini memberi makna manusia dalam bertingkah laku harus terbuka dan transparan dalam hidup sehingga menjadi orang yang bertanggung jawab.
Panggirikan tang tarru: Gerakan ini memberi makna manusia harus punya batas dan pengendalian diri, ada aturan yang harus ditegakkan yang membatasi kesewenang-wenangan.
Pa'lalok pao: Gerakan ini memberi makna dalam bergaul tidak boleh kaku dan berat karena hanya dengan bergaul dapat mengembangkan diri dengan baik.
Pangrapanan atau pelepasan: Gerakan ini memberi makna manusia senantiasa sadar akan kekurangan dan kelebihannya.
Buku TARI PA'GELLU: MAKNA DAN KESEIMBANGAN HIDUP merupakan tari tradisional yang tidak hanya sekedar kumpulan gerakan, tetapi didalamnya mengandung nilai-nilai tinggi yang menggambarkan dinamika kebudayaan masyarakat Toraja. Buku ini merupakan salah satu koleksi Layanan Deposit, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi jalan Sultan Alauddin Km. 7 Tala'salapang-Makassar.
TARI PA'GELLU: MAKNA DAN KESEIMBANGAN HIDUP
Penulis: Simon Petrus
Penerbit: Balai Pelesatrian Nilai Budaya Makassar.
Tempat Terbit: Makassar