Showing posts with label Anhar Gongngong. Show all posts
Showing posts with label Anhar Gongngong. Show all posts

December 8, 2020

Abdul Qahhar Mudzakkar, Dari Patriot Hingga Pemberontak


Judul : Abdul Qahhar Mudzakkar, Dari Patriot Hingga Pemberontak

Penulis : Anhar Gonggong

Penerbit : Ombak

Tempat terbit : Yogyakarta

Tahun terbit : 2004

Jumlah Halaman : xx + 519

Ukuran : 15 x 21 cm

ISBN : 979-3472-17-0

Banyak buku yang diterbitkan pada awalnya merupakan karya skripsi atau disertasi dari penulisnya saat menempuh pendidikan tinggi. Salah satunya adalah buku ini, yang merupakan karya ilmiah disertasi dari Dr. Anhar Gonggong ketika beliau menyelesaikan program doktornya di Universitas Indonesia. Menurut penulisnya, tema utama buku ini adalah sebuah pertanyaan, ‘mengapa seorang patriot dapat menjadi pemberontak?’ Lewat buku ini, Anhas Gonggong berusaha menjawab pertanyaan tersebut.

Buku setebal 519 halaman ini dibagi menjadi 8 bab, dengan didahului oleh Pengantar Penerbit, Pengantar Penulis (cetatakan pertama), Pengantar Penulis (cetakan kedua), Daftar Isi dan Daftar Tabel. Selanjutnya pada uraian bab pertama diuraikan masalah masalah teori dan metodologi penulisan. Sedangkan bab kedua  dan bab ketiga membahas hal hal yang menyangku keadaan geografi, penduduk dan sosial ekonomi serta keadaan sistem pendidikan yang berkembang pada masa periode berlangsungnya gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan. Pada bab ketiga juga diuraikan tentang pengaruh budaya Siri na pesse sebagai unsur yang sangat penting dan menentukan dalam tata kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan.

Pada bab bab selanjutnya diuraikan tentang pasang surut keberlansungan gerakan DI/TII, termasuk lahirnya masalah gerilya setelah kemerdekaan RI, sambutan masyarakat Sulawesi Selatan terhadap proklamasi, serta bagaimana rakyat berusaha mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Sekutu yang ingin kembali menguasai Sulawesi Selatan, dan Indonesia pada umumnya. Munculnya Abdul Qahhar Mudzakkar sebagai pemimpin yang disegani oleh para pengikutnya.

Pada bab kelima diuraikan masalah ide Negara Islam di Indonesia yang dirangkai kemudian dengan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara RI. Tokoh tokoh gerakan DI/TII juga menginginkan Islam dan Pancasila dalam kedudukan sebagai dasar negara.

Pembahasan pokok pada bab keenam yaitu usaha usaha yang pernah dilakukan oleh Pemerintah RI terhadap gerakan pemberontakan yang bertujuan mendidikan Negara Islam Indonesia. Gerakan ini diproklamasikan oleh R.M. Kartosuwirjo di Jawa Barat pada tanggal 7 Agustus 1949. Pemerintah RI berusaha menyelesaikan konflik konlik ini baik melalui jalan damai melalui perundingan, maupun jalan kekerasan senjata melalui operasi militer.

Bab VII membahas tentang berbagai pertentangan pertentangan secara intern antara para pemimpin dan anggota gerakan ini. Sedangkan bab terakhir adalah kesimpulan yang diambil dari uraian uraian peristiwa yang dijabarkan pada bab bab sebelumnya.

Bagian akhir buku ini daftar pustaka dimana berisi kumpulan dokumen, arsip, dan buku buku yang dijadikan bahan rujukan penulisan disertasi/buku dari Anhar Gonggong. Tak lupa juga ada Indeks yang dapat memudahkan pembaca mencari topik topik tertentu dalam buku ini. Terakhir riwayat hidup penulis secara ringkat.

Koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan (Ruang Deposit dan ruang Referensi).




March 31, 2020

La Galigo, Menelusuri Jejak Warisan Sastra Dunia




Buku : La Galigo, Menelusuri Jejak Warisan Sastra Dunia
Editor : Nurhayati Rahman, Anil Hukma, Idwar Anwar
Penerbit : Pusat Studi La Galigo Universitas Hasanuddin berkerjasama dengan Pemerintah daerah Kabupaten Barru, Makassar 2003
Jumlah Halaman : xxvii + 558
ISBN : 979-97666-0-5

La Galigo adalah sebuah karya sastra yang sarat makna dan bernuansa kearifan budaya masa lalu dari Sulawesi Selatan. Karya sastra yang konon terpanjang didunia. Karya sastra yang telah mendunia dan telah menjadi obyek pembahasan dalam berbagai seminar, workshop, konferensi, dan pertemuan ilmiah lainnya. Banyak penulis dan peneliti baik dari dalam negeri sendiri maupun dari luar negeri yang telah mengkaji dan menulis tentang La Galigo. Karya karya mereka sudah banyak tersebar diberbagai forum, lembaga perndidikan, perpustakaan, lembaga penelitian dan pusat pusta informasi lainnya di berbagai negara. 

Buku ini adalah kumpulan makalah yang dipresentasikan pada Seminar Internasional  La Galigo yang dilaksanakan pada tanggal 15- 18 Maret 2002 di Desa Pancana, Kabupaten Barru. Diawali dengan “Sekapur Sirih” dari Andi Muhammad Rum (Bupati Barru waktu itu), “Catatan Editor” , “Pengantar” oleh Anhar Gongngong, dan “Pendahuluan” oleh Nurhayati Rahman. 

Ada 4 bagian dan masing masing bagian terdiri dari beberapa Sub-bagian lagi. Sub-bagian ini adalah Makalah makalah yang dipresentasikan dalam Seminar Internasional ini. 

Berikut ini saya uraikan masing masing bagian dan makalah makalah yang dibahas dan nama penulis makalah. 

Bagian I. Di Cengkeram La Galigo 

1.      The ‘La Galigo’ A Bugis Encynclopedia and its Growth  (Sirtjo Koolhof)
2.      Transliterasi dan Terjemahan Sureq Galigo (Muhammad Salim)
3.      Ibuku Magali-Gali, maka Aku Dinamai I La Galigo (Muhammad Salim)
4.      Pengembaraan La Galigo ke Washington DC. – Memperkenalkan Husin bin Ismail, Seorang Bugis Terpelajar di Singapura (Roger Tol)
5.      Seduced By La Galigo, - A Film Maker Journey (Rhoda Grauer) 

Bagian II.  Pengembangan Tradisi Lisan La Galigo di Nusantara

1.      La Galigo Versi Lisan Gorontalo (Nani Tuloli)
2.      Sawerigading Versi Sulawesi Tengah (Hasan Basri dan Baso Siodjang)
3.      Sawerigading dan Haluoleo di Sulawesi Tenggara, - Ingatan Masa Lalu dan Tafsir Masa Kini (Susanto Zuhdi)
4.      La Galigo dan Kejayaan Bugis di Tanah (Riau); Seperti Tergambar dalam Sastra Melayu (Mu’jizah dan Dewaki Kramadibrata)
5.      Sawerigading dalam Peradaban Suku Toraja, Sulawesi Selatan. (Cornelis Salombe)
6.      Misi Perjalanan Sawerigading (Lasaeo) di Poso (Juraid Abdul Latief)
7.      Sawerigading dalam La Galigo – Catatannya dalam Versi Kelantan dan Trengganu serta Hubungannya dengan Yuwana di Semenanjung Indocina. (Abdul Rahman Al Ahmady)

Bagian III. Teks La Galigo dalam Kepungan Makna dan Interpretasi

1.      La Galigo dan Kanon Sastra Dunia: Penciptaan dan “Penemuan” Manusia. (Nirwan Ahmad Arsuka)
2.      La Galigo, Odesei, Trah Buendia (Nirwan Ahmad Arsuka)
3.      Pendahuluan Siklus La Galigo yang Tak Dikenal (Christian Pelras)
4.      La Galigo Sebagai Sumber Kajian Sejarah (Teuku Ibrahim Alfian)
5.      Kegunaan Cerita Rakyat Sawerigading sebagai Sumber Sejarah Lokal Daerah-Daerah di Sulawesi  (James Danandjaja)
6.      Nature and Culture – Studi Awal tentang Konsep Lingkungan dalam Epos Galigo. (Darmawan Mas’ud dan Gufran D. Dirawan)
7.      Pemanfaatan Lingkungan Alam Bagi Pemenuhan Kebutuhan Hidup Masa Lalu di Sulawesi: Refleksi Mitos La Galigo. (Widya Nayati)
8.      Budidaya Padi Berdasarkan Naskah La Galigo (Fahruddin Ambo Enre)
9.      Persfektif Gender Dalam Naskah Galigo (Nurnaningsih)
10.  Keterbacaan (Intelligibilitas) Sureq Galigo bagi Penutur Makassar (Nurdin Yatim)
11.  La Galigo in Comparative Perspectives (Campbell Macknight)
12.  Berlayar ke Tompoq Tikkaq: sebuah Episode La Galigo (Horst H. Liebner)
13.  Solusi Konflik dalam La Galigo (Muhammad Tang)
14.  Nilai Nilai Utama Kebudayaan Bugis dalam La Galigo (Rahman Rahim)

Bagian IV. Dunia Dalam La Galigo dan Realitas Masyarakat Kekinian

1.      Sawerigading dalam Identitas dan analisis (Mattulada)
2.      Persepsi dan Pemahaman Tokoh Adat tentang La Galigo  (A. Anton Pangerang)
3.      “Kenyataan, Anakrotisme dan Fiksi”: Arkeologi Bersejarah dan Pusat Pusat Kerajaan dalam La Galigo (Ian Caldwell)
4.      The Archaeology of The Major Sites in Ussu/ Cerekang (David Bulbeck)
5.      Kepercayaan dan Upacara dai Budaya Bugis Kuno: Pujaan Pendeta Bissu dalam Mitos La Galigo (Gilbert Albert Hamonic)
6.      Bissu in La Galigo (Sharyn Graham)
7.      Bissu: Imam yang Menghibur (Halilintar Latief)

Pada bagian akhir buku ini ada Biodata para penulis makalah, kemudian Indeks (untuk memudahkan pembaca dalam menemukan topik tertentu dalam buku ini) dan lampiran foto foto kegiatan selama berlangsungnya Seminar Internasional tersebut. 

Buku Koleksi Perpustakaan Abdurrasyid Daeng Lurang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Selatan.